Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Gombal teruuuuus....!


__ADS_3

Aranta dan Gibran sama-sama terkesiap melihat penampilan seorang perempuan yang masuk ke ruangan itu.


Terutama Gibran ,pria itu langsung menundukan kepala menghindari perempuan yang tengah berdiri di depan nya.


Bagaimana tidak, penampilan perempuan itu sangat lah seksi dengan memperlihatkan lekuk tubuh nya mulai dari atas sampai bawah.


Dress tanpa lengan memperlihatkan pundak yang putih mulus,dengan panjang dress lima jari di atas lutut dan belahan pydara yang padat besar dan montok nampak menyembul membuat siapa saja akan menahan nafas melihat nya,apalagi bagian belakang perempuan itu yang nampak bulat dan kencang.


Belum sempat Gibran meminta nya duduk , perempuan itu sudah lebih dulu mendaratkan b*kong nya di kursi tepat di depan Gibran.


"maaf saya baru sampai " ucap nya


Aranta tak tahan melihat nya,apalagi posisi nya tepat di depan suami nya. Wanita yang tengah hamil muda itu pun segera beranjak dari tempat duduk nya,seraya meraih taplak meja.


"maaf ya mbak,ini nya tutup dulu,kasihan suami ku takut sakit mata jika melihat nya"ucap Aranta seraya menutupi pundak hingga ke bagian d*da perempuan seksi itu dengan taplak meja


"loh gak bisa begitu dong,ini nama nya penghinaan tau , sembarangan banget main tutup-tutup tubuh orang sembarangan pak Adnan juga tidak masalah iya kan pak ?" seru perempuan itu sambil menepis taplak meja hingga jatuh teronggok di lantai


"maaf Bu Anita ,istri saya benar,mata saya bisa katarak jika melihat tubuh wanita lain yang bukan istri saya,jadi mohon pakai kain itu jika ingin melanjutkan kerja sama kita,sebelum nya kan saya sudah katakan untuk memakai pakaian yang sopan jika ingin menemui ku,tapi anda seolah menganggap ucapan saya angin lalu" ucap Gibran yang enggan melirik perempuan itu


"tapi pak anda harus profesional,ini hanya masalah pakaian,apa memang harus seperti itu peraturan nya,bapak bukan seorang ustadz apalagi ulama kan,jadi tak seharusnya bapak berlaku seperti itu "cetus perempuan bernama Anita nampak tak terima


"ini bukan perihal ustadz atau ulama,saya bukan kedua nya,anda tak melihat semua karyawan saya? tentunya anda bisa menilai kan bagaimana cara mereka berpakaian ?" tanya Gibran


"bukan kah mereka juga tidak mengenakan jilbab "ucap nya


" mereka memang tak mengenakan jilbab dan saya tidak menekan mereka untuk harus mengenakan jilbab ,asal pakaian mereka rapi dan sopan,tidak mempertontonkan bagian tubuh yang tak seharusnya menjadi bahan konsumsi publik,cukup diri kita dan pasangan halal kita saja yang tahu bagaimana bentuk tubuh kita,dan semua orang juga sudah tahu bagaimana dan apa-apa syarat jika ingin bekerja sama dengan perusahaan saya,yaitu cukup berpenampilan sopan tidak mengumbar aurat,maka saya akan mempertimbangkan kerja sama,jika masih kekeuh dengan penampilan yang seperti itu,maka jangan harap saya akan mempertimbangkan nya,lebih baik anda keluar sekarang,maaf saya menolak kerja sama kita " tolak Gibran langsung


Gibran merasa akan sangat beresiko jika ia menerima kerja sama itu,sebab bukan hanya mata nya saja yang akan ternodai,ia yang merupakan laki-laki normal pun takut iman nya akan goyah,karena bagaimana pun ia hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dengan salah dan dosa.


"maaf pak,jangan batal kan kerja sama kita,baiklah saya akan merubah penampilan saya,asal kerja sama kita jangan batal" ucap perempuan itu memohon


Ia yang merupakan perwakilan dari perusahaan tempat ia bekerja pun,terkejut akan respon dari Gibran ,ia fikir ucapan atasan nya itu hanya lah isapan jempol belaka.


"memang nya sebelum nya pernah terjadi kerja sama antara perusahaan saya dengan perusahaan tempat anda bekerja sehingga saya membatalkan kerja sama nya ?" tanya Gibran


Perempuan itu nampak tertunduk,ia sadar jika ia salah berbicara


"maaf,saya salah bicara,mohon pertimbangkan kembali kerja sama ini pak " mohon peremuan itu


"baiklah ,tapi kenakan dulu kain itu " perintah Gibran masih enggan untuk mengangkat kepala melihat perempuan itu


"i...iya pak..." perempuan itu pun mau tidak mau harus mengenakan kain yang merupakan taplak meja itu meski hati nya mengumpat karena merasa harga diri nya terinjak


"s*al kalau bukan karena perusahaan sudah pasti aku akan langsung pergi dari tempat ini,heran kok ada ya orang macam begini, ustadz bukan kiyai apa lagi, tapi tingkah nya so alim banget,aku yakin jika tidak ada istri nya yang so kecantikan ini dia akan langsung terpikat dengan penampilan ku, tak ada satu pun laki-laki yang dapat menolak pesona ku,aku pastikan cepat atau lambat dia akan jatuh kepelukan ku dan dia sendiri yang meminta ku untuk merangkak di atas nya " gumam perempuan itu membatin namun masih berusaha tersenyum


"kalau begitu aku kembali ke sana " ucap Aranta ketika perempuan itu sudah menutupi bagian depan nya


Gibran pun langsung mengangkat kepala dan melihat perempuan itu dengan tatapan datar.


"jadi....mana,saya ingin melihat dokumen proposal nya " ucap Gibran langsung pada inti nya


"ini pak " dengan sangat percaya diri nya perempuan itu menyentuh tangan Gibran ketika memberikan dokumen yang Gibran minta


Gibran menghela nafas,lalu cepat-cepat menarik tangan nya dan segera membaca dengan seksama isi proposal itu.


Perempuan bernama Anita itu memperhatikan wajah Gibran tanpa berkedip,Aranta yang melihat nya pun merasa kesal. Namun ia ingin melihat dulu sejauh mana perempuan itu terus memperhatikan suami nya.

__ADS_1


Dengan berpura-pura sibuk dengan ponsel nya, Aranta terus memperhatikan.


"baiklah....besok akan saya kabari lagi,seperti nya saya masih harus mempelajari isi nya,saya tak mau kerja sama kita hanya menguntungkan sepihak saja "ucap Gibran yang merasa ada yang aneh dengan isi proposal itu


"baiklah,jika seperti itu , kalau begitu saya permisi " ucap Anita seraya mengulurkan tangan


"maaf " ucap Gibran sambil mengatupkan kedua telapak tangan di depan d*da nya,hal yang sama yang ia lakukan pada setiap wanita yang bukan mahram nya


"oh...baiklah,permisi " ucap Anita kemudian berbalik dan pergi dari ruangan itu tanpa melirik pada Aranta


"badan nya bagus ya, bemper depan belakang nya sangat uwaw menonjol, kalau aku seperti itu aneh gak ya " celetuk Aranta


"hey....kamu tak boleh seperti itu,seperti ini saja kamu sudah sangat seksi di mata ku,apalagi kalau gak pakai apa-apa ,seksi nya kebangetan....lagian kan bisa saja itu hasil oplas " cetus Gibran


"kamu kok suudzon sih ?"


"bukan suudzon hanya mengira-ngira saja " sahut Gibran tersenyum


"ih....sama saja tahu, sudah sana kerja lagi,aku mau lanjut baca ilmu parenting tentang kehamilan dan bayi " ucap Aranta yang memang akhir-akhir ini sering menghabiskan waktu dengan membaca parenting lewat ponsel nya


Di tempat lain


Yoga tengah menyiapkan makanan di dapur untuk makan malam mereka ,ia cukup piawai dalam memasak,tak butuh waktu lama untuk nya memasak beberapa menu makanan, sementara Nuari masih tertidur di sofa akibat pergulatan nya tadi siang,dengan hanya berbalut selimut Nuari nampak terkulai lemas dengan mata terpejam.


Aroma masakan menguar hingga menusuk rongga pernafasan membuat Nuari yang tengah terpejam nampak menggerak-gerakkan hidung nya,tak lama mata nya pun terbuka.


Diedarkan kan nya pandangan nya menyapu seluruh ruangan itu.


"apa Yoga sedang masak ,aroma nya enak sekali,perut ku jadi lapar " ucap nya pelan


Dengan menjepit selimut di kedua ketiak nya Nuari berjalan menuju dapur.


"loh kamu sudah bangun " ucap Yoga menghampiri


"hm...aroma makanan nya membangunkan ku " ucap Nuari


"kalau gitu kamu mandi gih biar seger nanti kita makan " ucap Yoga mententuh pipinya


"hem....kamu sudah mandi?" tanya Nuari


"udah dong,nih udah wangi kan " ujar Yoga seraya mencium ketiak nya sendiri


"iya....deh yang udah wangi ,aku yang masih bau mau mandi dulu" ucap Nuari lalu berbalik


greb'


Tiba-tiba Yoga memeluk tubuh yang terbungkus selimut itu dari belakang.


"meski belum mandi kamu tetap wangi kok,aroma tubuh mu bahkan jadi candu bagi ku " lirih Yoga


Hembusan nafas hangat dan segar Yoga menerpa kulit leher Nuari,hingga gadis itu memejam kan mata merasakan desiran halus di sekujur tubuh nya.


"hemmm....Yoga......" Nuari melenguh


"iya sayang ..... "


"Yo....ga...." lirih Nuari

__ADS_1


"iya ,aku di sini " jawab Yoga


"masakan mu seperti nya gosong " cetus Nuari ketika aroma bau gosong menerpa penciumannya


"hah....ya ampun....astaga...." Yoga pun segera melepas pelukan nya dan beralih pada masakan nya yang sudah menghitam,kepulan asap hitam pun mulai terlihat memenuhi wajan


"khikhikhikhi.... makanya kalau masak tuh yang fokus,jangan godain istrinya mulu,jadi gosong kan " Nuari nampak terkikik melihat raut panik dari suaminya itu


"yaahhh.....gosong deh telur nya " Yoga menatap miris pada telur dadar yang sudah berwarna hitam


"lagian kamu sih malah godain aku,lagi masak juga " ucap Nuari masih dengan kekehan nya


"huuuuuffftt....ya udah deh aku bikin lagi ,yang ini biar aku buang " ucap Yoga hendak memasukan nya ke tempat sampah


"eh...jangan dibuang,sayang ....itu mubazir nama nya,udah biar nanti aku yang makan " cetus Nuari


"tapi ini gosong yang.....mana enak,aku bikin yang baru saja,nanti kamu sakit perut kalau makan makanan gosong " ucap Yoga


"gak bakal sakit perut ,udah deh simpan saja di meja ,jangan kamu buang,awas kalau kamu buang aku gak mau makan satupun masakan kamu" ujar Nuari


"tapi sayang ini kan...."


"aku mau makan apapun makanan yang kamu buat kan untuk ku ,termasuk telur gosong itu,karena apa....karena aku sangat mencintai mu,kak Gibran pernah mengatakan jika kita mencintai pasangan kita maka kita harus bisa menerima apapun itu yang ada di pasangan kita, termasuk memakan masakan nya yang gosong,jadi.... please ya jangan buang telur itu " pinta Nuari setelah berbicara panjang lebar


"kita masih beruntung meski punya telur gosong, sementara diluaran sana banyak yang masih kekurangan, untuk bisa makan saja mereka sampai harus rela makan makanan sisa orang, bahkan sampai mencari di tempat sampah,jadi selagi makanan nya tidak basi aku akan memakan nya, apalagi makanan itu kamu yang buat,tak tega aku jika sampai telur itu berakhir di tempat sampah" tambah Nuari lagi,Yoga terdiam karena merasa tersanjung dengan ucapan istri nya itu,sementara Nuari ,ia kembali teringat ketika dulu ia melihat seorang ibu dan anak nya yang masih berusia empat tahun tengah duduk di dekat tempat sampah di sebuah restoran,ibu itu sangat senang ketika melihat banyak nya makanan sisa yang dibuang begitu saja ke tempat sampah ,dengan mata berbinar ibu itu gegas mengambil makanan-makanan itu , dan langsung memakan nya saat juga bersama anak nya , Nuari yang merasa iba pun tentu saja langsung melarang ibu itu memakan nya , sebagai gantinya Nuari membawa ibu dan anak nya itu makan di restoran tersebut.


"hey kok melamun " ucap Yoga


"eh ....enggak kok,siapa yang melamun " sangkal Nuari


"ya sudah kalau begitu kamu mandi dulu,aku gak akan buang telur ini " ucap Yoga


Beberapa saat kemudian


Nuari dan Yoga kini tengah menikmati makan malam mereka.


"sayang .... apa itu gak pahit?" tanya Yoga sedikit meringis melihat Nuari yang nampak menikmati telur dadar gosong buatan nya


"sedikit kok,kan gak gosong-gosong amat,apalagi aku kan makan nya pakai saus sambal jadi gak begitu terasa pahit" sahut Nuari


"kalau gitu sini aku juga mau,gak tega aku lihat kamu makan telur gosong itu sendirian" Yoga pun meraih piring milik Nuari dan memakan telur gosong itu yang sudah habis sebagian


Mereka pun akhirnya makan sepiring berdua dengan sesekali saling menyuapi dan tertawa bersama sebab baik Nuari maupun Yoga, keduanya sama-sama jahil dengan mengoleskan saus di hidung juga di pipi mereka.


"ayo aaa....." pinta Nuari


Akan tetapi ketika Yoga sudah membuka mulut nya, telur dadar itu malah di makan nya,Yoga pun merasa gemas dan kembali mengoles kan saus


Beruntung saus itu tidak pedas jadi mereka tak takut jika wajah mereka akan terasa panas sesudah nya.


Hingga telur dadar yang gosong itu habis tak bersisa,dan makan malam penuh canda itu pun berakhir karena hampir semua makanan di meja habis oleh kedua nya.


"bagaimana....enak kan telur gosong nya " tanya Nuari


"hehehe....iya,pahit nya gak terasa karena aku makan disuapi istri ku yang cantik jelita dan manis ini ,makanan pun jadi enak rasa nya jika dimakan dari tangan mu " celoteh Yoga sampai Nuari mencebik sebal


"gombal teruuuuus.....! "

__ADS_1


...***...


__ADS_2