Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Tiba-tiba aneh


__ADS_3

Pukul 21:18 Evan dan dokter satria sudah berada di alamat yang di tuju,yaitu alamat si pemilik organ dangdut yang berjarak dua kilo dari tempat tinggal bibi nya.


Namun sayang,ternyata orang yang mereka cari sedang berada di luar kota tengah manggung di acara nikahan.


"terus gimana ini, apa kita akan pergi ke sana ?" tanya dokter Satria


"kita coba telpon saja dulu " sahut Evan


"kenapa gak dari tadi,kita jadi gak perlu jauh-jauh datang ke sini " sesal dokter Satria


"hehehe...iya juga ya ...." sahut Evan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal


Evan pun menghubungi nomor telepon yang tertera pada kartu nama itu.


telepon tersambung


"hallo ,bisa bicara dengan pak Asep pimpinan Asoy Geboy entertainment ?" tanya Evan


( iya ,betul saya sendiri,ada apa ya? )


"begini pak ,saya mau tanya apa pak Asep ini tahu biduan yang bernama Ayu yang selalu ditemani om nya? " tanya Evan tanpa basa basi


terdengar suara musik dangdut dari sebrang.


( hm....yang mana ya,soal nya ada beberapa sih yang bernama Ayu,tapi sebelum nya saya bicara dengan siapa )


"saya sendiri bernama Evan pak, om nya Ayu bernama Jhony " ucap Evan


( oh... Ayu yang itu ,iya saya tahu ,ada apa ya? )


"saya hanya ada keperluan,apa bapak tahu alamat pak Jhony ?" tanya Evan lagi


Dari tadi dokter Satria hanya mendengar kan,dan ia tiba-tiba tercenung ketika mendengar Evan menyebutkan nama Jhony. Sebuah nama yang tak asing bagi nya. Namun ia menepis perasaan nya


"nama itu kan banyak " fikir nya


( tahu sih , tapi memang nya anda ini ada keperluan apa ya? ) tanya nya


"saya hanya ingin bersilaturahmi saja,sekalian saya ingin mengajak Ayu rekaman,karena saya sangat tertarik dengan suara nya ,dan saya rasa Ayu sangat cocok untuk projek lagu baru saya " ucap Evan berbohong


( oh gitu, beruntung sekali Ayu,baiklah akan saya kirimkan alamat nya,kalau begitu saya akhiri saja panggilan telepon nya,mau langsung kirim alamat rumah nya )


"iya terima kasih banyak pak Asep " ucap Evan


Panggilan telepon pun terputus ,Evan bisa sedikit bernafas lega karena sebentar lagi ia akan mengetahui alamat rumah Ayu.


Tak beberapa lama terdengar suara notifikasi dari ponsel Evan. Pria berlesung pipi itu segera membuka pesan yang rupanya pesan dari pak Asep.


Setelah mendapat kan alamat tersebut Evan dan sokter Satria bergegas menuju alamat tersebut.


Sementara itu Ayu yang sudah mulai sadar dari pingsan nya, melihat sekitar nya


"aku sudah kembali ke sini ,Evan..... tolong aku " lirih nya


Saat ini hanya pria itu lah yang ia percaya dan tempat nya bergantung,ia sangat berharap jika Evan akan mencari nya.


Ia melirik pada meja nakas ,terdapat satu bungkusan dari kertas nasi ,yang dapat diperkirakan jika isi nya makanan,juga satu buah air mineral kemasan gelas plastik.


Ayu beranjak menuju pintu namun ternyata pintu nya terkunci ,ia mencari kunci cadangan yang ia miliki yang ia simpan di laci meja rias nya ,namun rupanya kunci itu sudah tak ada,mungkin sudah di temukan om angkat nya.


Kemudi ia mencoba mengingat-ingat nomor ponsel Evan, beruntung ponsel lama nya masih ada di dalam lemari nya.


Diam-diam Ayu membeli ponsel dari teman biduan nya,meski murah dan terkesan jadul ponsel itu sudah banyak membantu nya.


Ayu selalu menggunakan ponselnya itu untuk belajar,lumayan lah masih bisa buka internet seperti google meski tak bisa berfoto dan tak bisa bersosial media.


Google nya pun masih di versi yang lama,tanpa banyak gambar.


Ketika Ayu sudah merasa nomor nya benar,ia segera mengetikan nomor nya dan segera menekan tombol panggil.

__ADS_1


tuuuuuuttt'


"kenapa gak diangkat-angkat" gumam nya


"gak mungkin salah kan nomor nya ,apa aku kirim pesan aja kali ya"


Ayu pun mengetikan sesuatu di ponsel nya ,dan segera menonaktifkan ponsel nya kembali lalu ia sembunyikan di bawah bantal nya.


Ia kemudikan berpura-pura kembali tertidur ketika mendengar suara pintu terbuka.


Di saat bersamaan Evan yang mendengar suara dering ponsel nya terus berbunyi,ia melihat tak ada nama yang tertera,ia pun terpaksa menepikan mobil nya hendak mengangkat panggilan telpon nya namun sebelum panggilan itu di angkat,panggilan nya berhenti.


Tak lama muncul sebuah pesan dari nomor yang sama, Evan pun segera membuka pesan nya.


Evan terperanjat melihat isi pesan nya


"Evan...ini aku Ayu...tolong aku,aku sekarang ada di jalan P rumah nomor 14 ,aku dikurung di kamar "


Setelah membaca pesan tersebut Evan segera memacu mobil nya ke alamat yang sama dengan alamat yang di berikan oak Asep tadi.


Dokter Satria yang berada di samping nya ,dapat melihat kekhawatiran dari Evan.


"hati-hati jangan terlalu ngebut,ingat keselamatan kita juga " ucap dokter Satria yang sebenarnya takut dengan kecepatan sebuah kendaraan


"dokter tenang saja,kita harus segera menuju rumah itu, feeling ku sekarang Ayu sedang dalam bahaya " ujar Evan semakin menekan pedal gas


Memang benar yang Evan katakan,saat ini di kamar Ayu sudah ada juragan Barja yang diam berdiri menatap tubuh Ayu yang terbaring di tempat tidur.


Perlahan pria paruh baya dengan perut buncitnya itu melangkah menghampiri Ayu,ia pun menyentuh pipi Ayu dengan punggung jari telunjuk nya.


"kamu benar-benar cantik Ayu,kulit mu yang putih mulus, tubuh mu juga mungil sekali,tak terbayang bagaimana rasanya milik ku terjepit oleh v* mu yang pasti akan sama mungil nya,ooohh.....aku benar-benar tak sabar ingin menyentuh dan mencicipi mu" desah laki-laki setengah tua itu


Ayu yang sudah merasa ketakutan tak lagi dapat menahan diri,ia langsung membuka mata dan segera beringsut dari tempat nya.


"mau apa kamu ,pergi...." teriak Ayu


"hahaha.....jangan teriak-teriak sayang,aku tak akan menyakiti mu,aku malah akan membawa mu ke surga,jangan takut ,mari kita lewati malam ini dengan teriakan mu di bawah kungkungan ku " seringai laki-laki tua itu menarik kaki Ayu


Duk'


Ayu berhasil menendang lengan si juragan tua itu dengan kaki satu nya


"akkh...dasar j*lang " juragan Barja nampak geram karena lengan nya terasa sakit ia pun kembali menarik kaki Ayu yang tadi menendang nya


Kemudian kedua kaki Ayu di ikat nya dengan kuat dengan menggunakan kabel charger ponsel yang tergeletak di lantai.


Tak mau membuang waktu juragan Barja segera melepas kan semua pakaian nya lalu menindih tubuh mungil Ayu.


Di saat bersamaan Evan dan dokter Satria sudah sampai di depan rumah itu dan langsung bergegas menghampiri rumah tersebut.


Akan tetapi langkah kedua nya di tahan oleh beberapa anak buah juragan Barja.


"kalian tak bisa mendekat "


"minggir ,aku tak ada urusan dengan kalian " seru Evan


"Aaakkkhhh..... tolooooongg....." teriakan Ayu sampai terdengar ke luar


Evan semakin berang ,tanpa ba bi bu Evan langsung menghajar kedua anak buah juragan Barja hingga kedua nya jatuh terkapar tak sadarkan diri.


Dokter Satria nampak terkejut dengan apa yang dilakukan Evan,namun bukan saat nya ia untuk terpesona dengan yang Evan lakukan.


Dengan cepat kedua pria berbeda usia itu segera menerobos masuk,dan langsung mendobrak pintu kamar dimana Ayu dan juragan Barja berada saat ini.


Brakkk'


Juragan Barja yang tengah berusaha melepaskan pakaian Ayu pun terperanjat,belalai nya yang tadi sempat menegang pun kini ciut dan mengkerut lagi.


Dengan berurai air mata Ayu nampak kacau dengan rambut acak-acakan ,pakaian nya pun sudah robek sana sini.

__ADS_1


"kurang aj*r siapa kalian berani mengganggu ku hah" teriak juragan Barja nampak murka,bahkan ia tak memperdulikan keadaan nya yang polos total


Evan mengepalkan kedua tangan nya lalu dengan tak berbelas kasih Evan meninju wajah juragan Barja,tak hanya itu Evan bahkan menendang bagian yang sangat sensitif dan selalu ia bangga-bangga kan itu ,hingga juragan Barja memekik kesakitan,saking sakit nya pria tua itu pun langsung tak sadarkan diri.


"Ayu...." pandangan Evan teralih pada gadis malang itu,Evan lantas melepas jaket nya dan memakai kan nya pada tubuh mungil itu


Meski belum terbukti jika Ayu putri kandung nya,dokter Satria merasa sakit hati dan tak terima melihat keadaan gadis itu. Pria paruh baya itu pun segera menelpon polisi.


Dengan tubuh gemetar serta tangis nya yang memilukan membuat Evan tak tega,ia pun sontak membawa gadis itu dalam pelukan nya.


"sudah ,jangan takut ada aku di sini ,ayo kita segera pergi dari sini " ucap Evan lalu menggendong Ayu


"huuuu.....aku takut....." tangis nya


"sekarang sudah ada aku ,kamu aman" ucap Evan dengan terus melangkah kan kaki nya


Sementara itu di tempat lain


Nuari tiba-tiba merajuk pada suami nya,entah apa alasannya , Yoga sendiri pun dibuat bingung sebingung bingung nya.


"sayang...ada apa hem,kalau ada sesuatu yang buat kamu tak nyaman ayo katakan jangan uring-uringan gak jelas seperti ini " ujar Yoga yang sudah tak dapat lagi menahan kekesalan nya ,namun meski ia merasa kesal Yoga sama sekali tak memperlihat kan kekesalan nya


"gak jelas kamu bilang,dasar tidak peka " ucap Nuari seraya membuang muka


"hey...sayang,aku mana tahu kalau kamu tak mengatakan nya pada ku, ayo katakan kenapa,apa aku ada salah pada mu,ok aku minta maaf ya ,jika ada kata-kata dan sikap ku yang membuat mu tak nyaman " ucap Yoga akhirnya meminta maaf meski ia sendiri tak tahu sudah melakukan kesalahan apa


"sebenarnya kamu tidak salah ,hanya saja ... entah kenapa aku tuh bawaan nya kesel terus setelah nonton sinetron ikan terbang tadi " sahut Nuari dengan nada lirih


"hm...jadi itu biang keladi nya,ya ampun sayang aku fikir kamu kenapa,...memang nya kenapa kamu sampai merasa kesal begitu hingga aku yang jadi sasaran " tanya Yoga tak habis fikir


"aku kesel sama pemain wanita nya ,dia itu bodoh atau apa sih gampang banget di bohongin" jawab nya menggebu


"bodoh kenapa memang nya ?" tanya Yoga lagi


"sudah jelas-jelas suami nya selingkuh eh dia malah pura-pura tak tahu,sampai akhirnya si suami bawa pulang selingkuhan nya,dan istri malah membiarkan saja diperlakukan semena-mena, mentang-mentang cinta,dimana harga diri nya sebagai wanita ,kalau aku jadi wanita itu udah aku kasih sianida tuh pasangan selingkuh,dah gitu aku masukin mayat nya ke septic tank "ucap Nuari lagi


"wooow....istri ku sadis banget rupanya "


"bukan sadis , tapi orang-orang seperti itu memang harus di kasih pelajaran" ucap Nuari lagi


"ya sudah sih sayang,itu kan hanya sinetron tak mungkin terjadi di dunia nyata,sudah yuk kita tidur,sudah larut besok kamu kerja kan" ajak Yoga


"tapi kalau ada kisah nyata nya gimana ?" tanya Nuari


"kita doakan saja semoga siapa pun yang berada dalam situasi seperti itu bisa dilapangkan d*da nya dan selalu mengingat Sang Pencipta" sahut Yoga


"kamu jangan seperti laki-laki di sinetron itu ya,awas saja kalau berani macam-macam aku sunatin kamu sampai habis tak bersisa" ancam Nuari menatap tajam suami nya


"astaghfirullah....ya enggak lah sayang,aku tidak mungkin dan tidak akan melakukan hal itu,sudah yuk kita tidur " ajak Yoga kemudian


"tapi kamu beneran janji ya tidak akan seperti itu "


"iya sayang ,aku janji ,kamu saja gak habis-habis mana mungkin aku cari yang lain " Yoga menoel hidung Nuari


"tapi sayang,aku boleh minta sesuatu tidak" tanya Nuari menatap penuh harap


"apa sayang ?"


"aku ingin bertemu dengan artis laki-laki itu "jawab nya


"mau ngapain ?" Yoga nampak bingung


"ya aku mau marahin dia lah,mau ngasih nasehat juga pelajaran karena sudah menyakiti istrinya" jawab Nuari nampak polos


"hah "


Yoga benar-benar dibuat melongo tak mengerti dengan apa yang di inginkan istri nya itu.


"kenapa istri ku jadi tiba-tiba aneh begini " lirih nya dalam hati

__ADS_1


...***...


__ADS_2