Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Jangan-jangan pingsan


__ADS_3

Ingin rasanya Evan menggulingkan tubuhnya di tanah mendengar keinginan absurd Nuari. Ia nampak terkejut dan shock mendengar nya.


"kamu serius ?" tanya Evan


"iya , benar-benar serius ,entahlah sepertinya akan sangat imut dan lucu jika singa-singa itu aku rebonding bulu nya " sahut Nuari


"astaga...yang benar saja " batin Evan


"ayo lah Evan,bantu aku bujukin penjaga kandang nya,aku pengen banget bikin bulu lebat nya itu jadi lurus "pinta Nuari memelas


"tapi itu sangat beresiko " ucap Evan


"ayo lah Evan...please...." pinta Nuari dengan memasang wajah ngenes dengan kedua telapak tangan ia katup kan di depan d*da


"huuuhhh.....kamu tuh ada-ada saja " desah Evan tak habis fikir


Ia pun bingung bagaimana cara nya meminta izin pada penjaga kandang singa itu,jika hanya untuk memeriksa kesehatan nya pasti mereka akan di kasih izin masuk dan didampingi,tapi ini untuk di rebonding,tentu saja penjaga itu tak akan mengizinkan nya.


Evan terkesiap ketika melihat Nuari menatap penuh harap pada singa-singa di kandang dengan sebelah tangan nya mengelus perut rata nya.


"Astaga .... jadi cerita nya dia ngidam,tapi kok ngidam nya aneh dan ekstrem banget,orang kalau ngidam biasa nya makanan lah ini ...." batin nya tak habis fikir


Evan pun menjauh lalu menghubungi Yoga ,ia berfikir jika Yoga tahu suami nya itu akan mampu membujuk Nuari agar tak terus merengek dengan keinginan nya yang unik dan ekstrem itu.


Panggilan pun tersambung


Yoga ( ya hallo ,dokter Evan ada apa ya? )


"begini ........" Evan menceritakan keinginan Nuari


Yoga ( astaga ... ya sudah aku kesana sekarang,maaf merepotkan mu )


panggilan pun terputus


"mudah-mudahan Yoga bisa membujuk nya" gumam nya pelan lalu kembali menghampiri Nuari


"Evan.... please...."


"sebentar ya ,aku cari penjaga kandang nya dulu "ucap Evan seraya berlalu meninggalkan Nuari di depan kandang singa


Evan terpaksa berbohong,ia tak pergi mencari penjaga kandang , melainkan bersembunyi dan memperhatikan Nuari.


"huuuuuffftt.... ada-ada saja " gumam nya


Beberapa menit kemudian Yoga pun sampai,dan ia segera menghubungi Evan.


Setelah itu Evan pun segera menghampiri Yoga.


"jadi gimana?" tanya Yoga


"Nuari tetap ingin bikin bulu singa nya lurus" sahut Evan lemas


"ya sudah biar aku pergi menemui pemilik kebun binatang ini " ucap Yoga hingga Evan terkesiap


"lah ,aku menghubungi nya biar dia ngebujuk istri nya ,eh rupanya dia malah ngedukung " batin Evan


Maka Yoga pun pergi menuju tempat dimana pemilik kebun binatang itu berada. Sementara Evan kembali menghampiri Nuari di depan kandang singa.

__ADS_1


Yoga dapat tersenyum lega karena ternyata pemilik kebun bintang itu mengizinkan Nuari untuk me Rebonding singa-singa nya,apalagi ketika Yoga mengatakan jika Nuari tengah ngidam,namun pemilik kebun binatang itu pun tak asal memberi izin,karena keselamatan Nuari pun jauh lebih penting ,makanya ia akan memberikan pengawasan selama proses rebonding itu di lakukan.


Dengan senyum mengembang Yoga beserta petugas kebun binatang lain menghampiri.


Nuari tersenyum bahagia kala melihat Yoga yang tengah berjalan ke arah nya. Namun ketika Yoga sudah dekat , senyum Nuari memudar.


"kamu mandi ya ?" tanya nya


"euugghh....i...itu...i..iya ,soal nya aku gerah,terus lagi aku harus ikut meeting,nanti kalau orang nyium aroma tubuh ku yang bau asem mereka akan gak nyaman " jawab Yoga sedikit gelagapan


"huh...ya udah tapi kamu jangan deket-deket " ucap Nuari sambil memalingkan wajah menatap singa-singa di kandang


"astaga sampai segitu nya " gumam Evan seraya terkikik


"ini sih belum seberapa " bisik Yoga pada Evan


"wow...jadi masih ada lagi hal unik lain nya " tanya Evan


"ehm..." Yoga mengangguk


Para petugas kebun binatang pun segera membuka kandang , sementara Nuari di buat bingung.


"jadi aku di izinkan me rebonding singa-singa nya ?" tanya Nuari


"iya Bu dokter"


"yesss....makasih, kalau gitu aku mau siapin peralatan nya dulu " dengan penuh semangat Nuari segera menyiapkan keperluan untuk rebonding dengan menghubungi salah satu salon kecantikan langganan nya


"jadi gak sekarang ?" tanya salah satu petugas


"ya enggak lah,sambil nunggu segala keperluan nya sampai saya mau periksa hewan lain nya " sahut Nuari


"iya Bu dokter"


Selama Nuari dan Evan memeriksa semua binatang di sana,Yoga selalu turut mengikuti Nuari,meski harus jaga jarak.


Hingga beberapa jam kemudian Nuari dan Evan pun selesai berkeliling dan memeriksa semua binatang di sana, pesanan Nuari pun sudah sampai ,dan ia segera mengeksekusi para singa.


Dengan di dampingi petugas kebun binatang,Nuari me Rebonding singa-singa itu,padahal tanpa di dampingi pun Nuari akan aman-aman saja,para singa pun nampak anteng saja mendapat perlakuan sedemikian rupa dari Nuari,bahkan ada singa yang dengan manja nya bersandar pada Nuari ketika Nuari duduk.


Hingga pada saat nya proses rebonding selesai dan para petugas nampak tercengang melihat hasil nya.


Pasal nya bulu singa tersebut lebih mirip dengan gaya rambut para personel The Beatles hanya saja tak sepanjang bulu singa.


"tuh kan kalian terlihat sangat menggemaskan " cetus Nuari seraya mengusap-usap kepala singa itu satu persatu


"ya ampun hilang sudah harga diri tuh para singa" batin Evan melongo


Setelah merasa cukup Nuari pun berterima kasih pada para petugas terutama pada pemilik kebun binatang itu ,setelah itu ia pun berpamitan.


"hehe...bisa jadi viral ini " gumam si pemilik kebun binatang


"oh iya ,kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Nuari yang hendak masuk ke mobil dinas


"gak tahu ,mungkin karena aku kangen kamu makanya secara naluri aku tiba-tiba ingin ke sini" sahut Yoga


Evan mendelik dan langsung masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"huh...sayang sekali kamu abis mandi ,coba kalau belum aku pengen banget peluk kamu" ucap Nuari


"ya ayo sini kalau mau peluk " Yoga mendekat


"no....aku mual ,nanti saja kalau kamu bau keringat aku lebih suka ,ya udah kalau gitu kamu kembali kerja saja ,aku juga mau balik lagi ke rumah sakit" ucap Nuari seraya hendak membuka pintu mobil


"kamu gak mau bareng aku ?" tanya Yoga


"enggak " sahut Nuari singkat dan langsung masuk mobil


huuuuh


Yoga menghela nafas lalu ia pun memasuki mobil nya,eh...mobil mertua nya ,kan mobil Yoga masih di bengkel pasca kecelakaan waktu itu.


Yoga melajukan mobil nya ketika mobil yang membawa Nuari sudah lebih dulu melaju. Yoga sama sekali tidak marah dengan sikap Nuari ,karena ia sudah faham dengan apa yang Nuari alami saat ini.


Setelah Rifki memberi nya wejangan untuk selalu sabar menghadapi tingkah bumil, Yoga pun membaca-baca info seputaran ibu hamil dengan membuka google,dari sana ia mulai mengerti.


"ternyata setiap orang hamil berbeda ya, Ari begitu menyebalkan,hingga hampir membuat ku ingin jerit-jerit ,tapi berbeda dengan kak Aranta, kak Aranta terlihat adem-adem saja " ucap nya pelan seraya menggeleng kan kepala


"duh kok rasanya aku ngantuk ya " gumam nya seraya menepikan mobil nya


Terang saja ia ngantuk ,karena sebelum ia datang ke kebun binatang ia baru saja meminum obat dari klinik, nampak nya reaksi obat nya baru bekerja.


"mau lanjut takut terjadi sesuatu, apa aku tidur saja ya barang sebentar saja " fikir nya


Tanpa berpikir panjang , Yoga pun mematikan mesin mobil lalu tidur di dalam nya.


Hingga sore menjelang Yoga masih tetap damai dalam tidur nya , padahal Nuari saat ini tengah menunggu


"apa Yoga marah " fikir Nuari


"bahkan panggilan ku pun tak diangkat nya " lirih nya


"kok belum pulang?" tanya Evan


"aku masih nunggu Yoga "sahut Nuari


"kejebak macet mungkin ,ya sudah ikut saja dengan ku aku akan mengantar mu pulang" ucap Evan


"tidak usah,aku tak mau merepotkan mu , sebentar lagi juga pasti Yoga datang " tolak Nuari


"ya sudah ,tapi kalau Yoga tak datang juga kamu pesan taksi online saja jangan pulang jalan kaki,sudah sore bahaya jalan kaki sendirian " ucap Evan yang tak ingin memaksakan kehendak nya


"iya kamu tenang saja "


"kalau gitu aku duluan " Evan pun berjalan menghampiri mobil nya


Sementara dari sudut lain nampak dokter Satria memperhatikan keduanya terutama Evan.


Sebenarnya dokter paruh baya itu sengaja menugaskan Evan bersama Nuari ,ia ingin melihat bagaimana sikap Evan pada Nuari bahkan sopir yang tadi mengantar kedua nya pun sebenarnya adalah mata-mata,dan dokter Satria merasa puas setelah mendengar dan melihat sendiri video saat di dalam mobil.


Di tempat lain,para warga yang sedari tadi melihat sebuah mobil terparkir begitu lama nya,bahkan tak terlihat siapa pun keluar setelah mobil terparkir merasa aneh dan penasaran.


Maka dari itu para warga bersama-sama menghampiri mobil tersebut. Mereka tercengang setelah melihat seorang pria tengah memejamkan mata dengan bersandar pada setir mobil.


"astaga... jangan-jangan dia pingsan "

__ADS_1


...***...


__ADS_2