Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 50


__ADS_3

Siang menjelang sore , Nuari mengantar Raffa ke rumah Ayu. Dari tadi anak itu terus saja merengek minta bertemu dengan bayi kecil itu. Sementara Yoga harus kembali ke kantor karena ada suatu pekerjaan yang tidak bisa ia tunda.


"Maaf ya , ganggu,Raffa emang bener-bener deh " Nuari merasa tak enak karena Raffa terus saja mengatakan jika bayi itu calon istri nya


"Hehehe,iya tidak apa ,namanya juga anak-anak,justru aku senang kalau Raffa bisa main setiap hari ,rumah jadi tambah rame " Ucap Ayu


"Tapi aku kok merasa lucu ya,masa anak mu udah ngerti nikah mana bilang Vania calon istrinya pula "Evan nampak terkekeh duduk di samping Ayu. Sementara Raffa bersama ibu nya Evan tengah mengajak ngobrol Vania yang belum mengerti apa-apa. Jika siang hari Vania akan ditidurkan di kamar nya yang sudah Evan dan Ayu siapkan ,tapi jika malam Vania akan tidur bersama Ayu dan Evan di kamar mereka


"Entahlah ,dapat dari mana pemikiran nya itu ,yang jelas aku gak pernah ngajarin hal itu loh ,kalian jangan berfikir yang bukan-bukan ya" Nuari tambah tak enak hati


"Hahaha,...ya enggak lah ,aku maklum kok,tapi kalau misal malaikat mencatat ucapan Raffa dan Allah mengabulkan, aku sama sekali tidak keberatan,justru aku senang karena aku sudah tahu latar belakang nya Raffa " Tutur Evan


"Kita lihat saja nanti " Ucap Nuari


Sementara ketiga orang dewasa itu tengah berbincang ,Raffa tengah menatap bayi mungil nan cantik yang sedang mengantuk.


Beruntung Vania merupakan bayi yang anteng ,ketika mengantuk tak rewel ,dan akan langsung tidur dengan sendirinya. Bayi itu akan menangis jika ia merasa lapar saja.


"Jangan berisik ya ,Dede Vania nya mau tidur " bisik ibu Evan


"Iya Oma,aku gak berisik kok ,aku gak mau calon istri ku ini nangis kalau aku ganggu" balas Raffa ikut berbisik


Ibu Evan mengerutkan kening mendengar nya.


"Ini anak baru setinggi toge udah ngomong calon istri ,ya ampun anak jaman sekarang" Lirih nya membatin


Raffa benar-benar tidak ingin mengganggu tidur Vania ,hingga setelah Vania benar-benar tertidur,anak itu mengajak ibu Evan keluar.


"Oma , ayo kita keluar "Ajak nya berbisik ,dengan menganggukkan kepala ibu Evan beranjak bersama Raffa yang juga mengikuti nya


"Udah sayang ?" Tanya Nuari ketika Raffa menghampiri nya


"Iya mah,udah. Vania nya tidur kita pulang saja yuk,nanti besok kita ke sini lagi " Jawab nya


"Ya udah yuk ! Ayu,Evan ,ibu,kami pamit ya "ucap Nuari seraya beranjak


"Iya ,kalian hati-hati di jalan " ucap Ayu


Sementara itu di tempat lain


Rifki baru saja mendapatkan kabar dari pihak kepolisian yang menangani kasus dugaan bom bunuh diri yang terjadi di depan rumah putri nya.


"Syukurlah kasus nya sudah selesai dan pelaku sudah ditangkap. Benar-benar tidak berperasaan ! " perasaan lega bercampur amarah yang kini dirasakan nya


Bagaimana tidak ,ia sangat geram dengan ulah pelaku yang dengan tega membunuh anak dari pesaing bisnis nya tersebut.Ia tak bisa membayangkan jika hal itu terjadi pada keluarga nya.


Ia kemudian beranjak untuk menemui istrinya yang berada di kamar. Tadi pada saat mendapat telepon ia berada di ruang kerja nya.


Cklek'


"Habis mandi sayang ?" Tanya nya begitu ia membuka pintu kamar nya

__ADS_1


"Iya mas ,maaf ya gak nunggu kamu ,tadi seperti nya kamu nelpon serius banget,aku takut ganggu jadinya aku mandi duluan " Sesal Nuri. Selama ini mereka selalu mandi bersama.


"Abis udah gak tahan gerah dan lengket tubuh aku " Tambah nya


"Yah,kamu mah ,gitu deh ,aku mandi sendiri deh," pria itu mencebikn kesal


"Duuuh,... maaf ya. Sebagai gantinya nanti malam aku kasih yang enak-enak deh " Ucap Nuri membujuk suami nya agar tak manyun


"Beneran?" Tanya Rifki dengan mata berbinar


"Tentu saja,aku punya sesuatu buat kamu " Ucap Nuri lagi


"Apa? "


"Tunggu nanti malam ok " Nuri mengerlingkan mata nya dan berlalu


Rifki pun berlalu ke kamar mandi. Setelah beberapa menit Rifki pun selesai, ia tersenyum melihat baju yang sudah disiapkan istri nya di tempat tidur.


"Kapan dia menyiapkan nya?" Gumam nya


Setelah mengeringkan tubuh nya dengan handuk,pria yang sudah tak lagi muda itu menyemprotkan parfum pada tubuh nya. Parfum yang sangat disukai istri nya.Lalu segeralah ia mengenakan pakaian nya.


Nuri sendiri saat ini tengah berada di halaman belakang memperhatikan kedua cucu nya yang sedang bermain ayunan.


Aranta yang baru selesai memasak bersama art segera menghampiri.


"Anak-anak masih anteng saja mah?" Ucap nya


"Iya tuh. Sudah selesai masak nya ?" tanya Nuri


Nuri tak pernah melarang apalagi meminta Aranta untuk memasak. Semua di rumah itu membebaskan nya untuk melakukan yang diinginkan nya selama itu tidak melanggar norma yang ada.


"Atha, Lia ! Sudah main nya nak,mandi dulu sudah sore " Teriak Aranta memanggil kedua anak nya


"Iya mah " Sahut kedua anak nya


Mereka segera menghampiri Aranta dengan berlari


"Hati-hati jangan lari-lari nanti ja....tuh kan " Nuri memperingati kedua cucu nya untuk tak berlari namun kedua anak nya tak mengindahkan peringatan itu ,hasil nya Atha terjatuh dan Lia yang berada di belakang nya pun ikut terjatuh menimpa tubuh kakak nya


"Adududuh.....Lia sakit ih ,awas kamu berat "Atha mengaduh kesakitan ,Lia yang berada di atas nya pun berdiri


"Ayo aku bantu berdiri ,makanya kalau lari tuh lihat jalan ,kan aku jadi ikut jatuh " Ucap Lia malah menyalahkan kakak nya


Nuri dan Aranta menggelengkan kepala melihat nya. Mereka tak pernah heboh jika anak-anak itu jatuh ,selama tidak ada luka yang serius.


"Kok kamu nyalahin aku sih , kamu juga ikut lari " Ucap Atha kesal


"Kan bang Atha yang jatuh duluan, gimana sih " Lia mencebik


"Sudah-sudah,ayo kalian mandi ,udah sore ini loh ,mana yang sakit nya mama lihat " Aranta menghampiri dan melihat lutut Atha yang nampak merah

__ADS_1


"Dah ,gak apa-apa cuman segini , laki-laki harus kuat gak boleh cengeng " Ucap Aranta


"Iya dong mah ,aku kan gak pernah cengeng,gak kaya ...." Mata Atha tertuju pada Lia


"Mama....Abang tuh " rengek nya


"Udah ,Abang jangan goda adek nya terus ih ,gak baik " Timpal Nuri


"Hehehe.....bercanda kok nek " Ucap Atha nyengir


"Loh,kalian sedang apa di sini,pantes Oma cari-cari gak ada " Ucap Dewi yang baru saja datang


"Iya mah,ini anak-anak sedang main" Sahut Nuri


"Ya udah yuk masuk ,kalian langsung mandi ya " Ucap Aranta


"Ok mama " Sahut Atha dan Lia bersamaan langsung kembali berlari menuju kamar masing-masing


"Ya ampun udah lari lagi saja ,gak kapok tadi habis jatuh" Gumam Aranta sambil menggelengkan kepala nya


"Mereka jatuh ?" Tanya Dewi terkejut


"Iya nek,tapi gak apa-apa kok gak ada yang luka " Sahut Aranta


"Syukurlah kalau begitu"


Hari telah berganti malam ,di kediaman Nuari.


Raffa sedang belajar di kamar nya. Sementara Nuari dan Yoga masih berada di ruang TV. Mereka sedang menonton berita yang menyiarkan kasus bom bunuh diri yang terjadi di depan rumah nya.


"Kasihan banget ya anak nya,dia gak tahu apa-apa malah jadi korban. Padahal tak seharus nya orang itu melakukan tindakan itu. Kamu harus berhati-hati jangan sampai ketemu sama orang yang seperti itu ,aku gak mau sampai hal itu terjadi pada kita " Lirih Nuari yang jadi merasa was-was,sebab ia sadar suami ,ayah ,serta kakak nya juga merupakan seorang pengusaha. Orang-orang picik dan ingin nya menang sendiri sudah pasti selalu dijumpai para pria itu.


"Iya ,aku selalu berhati-hati kok,kamu tenang saja,berdoa lah yang baik-baik " Ucap Yoga. Nuari mengangguk.


Di tempat lain di waktu yang bersamaan,Rifki sudah berada di dalam kamar nya ,ia sedang menunggu kejutan dari istri nya yang menjanjikan sesuatu pada nya tadi.


"Mana sih ,lama banget " Gumam nya. Nuri sedang menerima panggilan telpon dari seseorang di balkon ,wajah nya terlihat serius dan tegang,sesekali terdengar helaan nafas nya


Beberapa saat kemudian Nuri sekesai.Ia langsung menghampiri suami nya.


"Sudah ? Kok tegang banget muka nya ,kenapa hem,apa yang dibilang Tante Laras ?" Tanya Rifki. Ya Laras si paranormal kondang yang baru saja menghubungi istri nya itu


"Bu Laras meminta bantuan aku,tapi aku belum memberi jawaban , soal nya masalah nya sangat berat dan bahaya ,aku harus minta izin dulu pada mu "


"Memang nya apa masalah nya?" Tanya Rifki jadi penasaran


"Membebaskan seseorang dari perjanjian pesugihan. Kata Bu Laras sudah banyak orang yang kehilangan nyawa akibat pesugihan itu. Pertama keluarga pelaku pesugihan. Satu persatu dari keluarga nya meninggal secara tak wajar ,setelah itu orang-orang disekitarnya juga jadi korban. Dan kini yang mau aku selamat kan adalah keluarga jauh yang jadi incaran makhluk pesugihan tersebut. Pesugihan ini sudah berlangsung selama puluhan tahun ,bahkan pelaku utama pesugihan pun sudah meninggal ,tapi teror nya terus menghantui dan mengancam keselamatan para keturunan nya" Tutur Nuri menjelaskan


"Gimana,apa kamu mengizinkan nya mas?" Tanya Nuri


"Sebenarnya aku gak mau kamu terus berurusan dengan hal yang berbau ghaib. Aku juga takut terjadi sesuatu pada mu ,tapi aku juga gak mau egois,hanya karena mementingkan diri sendiri keselamatan orang lain terancam. Aku yakin kamu bisa menjaga diri baik-baik,apalagi Wowo selalu ikut kemana pun kamu pergi. Aku juga selalu berdoa agar Allah selalu melindungi setiap langkah mu. Berhati-hati lah ,restu ku bersama mu,kembali kah dengan selamat tanpa kurang satu apapun. Aku mengizinkan mu "

__ADS_1


"Terima kasih mas,aku janji akan baik-baik saja dan kembali dengan selamat" Nuri segera memeluk suami nya dengan erat


Bersambung.....


__ADS_2