
Saat tengah kebingungan, seorang wanita cantik dengan tinggi 165 namun terlihat kurus masuk ke ruangan kamar itu, Yoga menyipit kan mata melihat nya.
"kamu sudah sadar?" tanya nya
"kamu siapa ,dan ada dimana aku ?" tanya Yoga
"kamu di rumah ku,tadi mobil mu nabrak pembatas jalan ,kamu pingsan dan ku bawa ke sini ,bagaimana apa ada yang kamu rasakan ?" tanya wanita itu seraya meletakan nampan berisi air minum
"aku kecelakaan dan pingsan ?" gumam Yoga sambil mengingat-ingat kejadian sebelum nya seraya menyentuh kening nya yang sudah di perban
flashback
Saat Yoga hendak pulang ia yang niat nya hendak menjemput mama nya pun mengurungkan niat karena mama nya menolak untuk dijemput,namun ketika di persimpangan jalan sebuah mobil sedan putih tiba-tiba menyalip dan merebut jalur nya ,hingga Yoga terkesiap dan banting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan.
Namun nahas, tabrakan memang terhindarkan akan tetapi mobil nya lah yang malah menabrak pembatas jalan hingga berhenti setelah menabrak tiang listrik.
Bagian depan mobil nya penyok, Yoga sendiri langsung tak sadarkan diri dengan luka di kening nya akibat benturan pada setir mobil.
Gita yang kebetulan berada di sana pun segera berteriak meminta pertolongan. Kebetulan jalanan itu tengah sepi hingga kejadian itu tak langsung diketahui banyak orang.
Setelah Gita berteriak orang-orang segera datang bermunculan,dan segera menolong Yoga.
Gita pun menyarankan untuk di bawa ke rumah nya saja. Meski sebagian orang-orang tak setuju ,karena lebih baik di bawa kerumah sakit,namun Gita bersikeras meminta untuk di bawa ke rumah nya,dengan alasan ia mengenal nya .Dan akhirnya orang-orang itu membawa Yoga ke rumah nya Gita.
Flashback of
"aku Gita " ucap wanita itu seraya memberikan gelas yang berisi air minum itu pada Yoga
Yoga yang sudah mengingat kejadian itu pun menoleh.
"dimana ponsel ku ?" tanya Yoga tanpa menghiraukan air minum yang di sodorkan untuk nya
"minumlah dulu " ucap Gita setengah memaksa
"dimana ponsel ku ?" tanya Yoga lagi
Gita menghela nafas lalu meletakan kembali gelas itu di meja
"maaf tapi aku gak menemukan ponsel mu " ucap Gita berbohong
"kalau gitu aku pinjam ponsel mu "ucap Yoga
"baiklah " ucap nya lalu meraih ponsel nya yang ia letakkan dimeja belajar yang tak jauh dari nya
"ini "
Yoga meraih nya dan mengetikan sederet nomor lalu ia tekan tombol panggil,namun panggilan nya sama sekali tidak tersambung , Gita menyungging kan senyum.
"kenapa tak tersambung" gumam nya
"maaf , seperti nya kuota nya habis " ucap Gita
"haaahh....." Yoga menghela nafas,ia pun beranjak
"eh...mau kemana?"
"aku mau pulang, istriku pasti sudah menunggu ku dengan cemas " ujar Yoga ,namun Gita mencoba menghalangi
"tapi kamu masih belum pulih, tunggu lah sampai keadaan mu membaik "
"aku tidak apa-apa " ucap Yoga
"jangan keras kepala deh,kalau kamu memaksa ,kamu mau pulang dengan apa,mobil mu juga gak bisa dipake,kamu juga gak punya uang kan buat ongkos " ucap Gita
Yoga terdiam,ia merogoh saku celana nya dan tak menemukan dompet nya.
"s*al...kemana dompet ku "
"mungkin kena copet ,tadi kan banyak yang bantuin kamu,momen seperti itu selalu di jadikan kesempatan buat para copet " ujar Gita
__ADS_1
Yoga mendesah lirih
Di saat bersamaan sosok Wewe nampak sudah berada di dekat mobil Yoga yang nampak penyok di bagian depan nya.
"ehehehehe.....mobil nya nabrak,lalu kemana Yoga nya " Wewe pun memejamkan mata dan tak beberapa lama ia pun membuka mata nya kembali
"ehehehehe.....disana rupanya " sosok Wewe gombel itu pun segera pergi menuju rumah dimana Yoga berada saat ini
Tak lupa Wewe pun melakukan telepati kepada Gibran untuk memberi tahu nya.
Gibran yang mendapat bisikan itu pun merasa gelisah dan bingung,tak mungkin ia mengatakan nya di depan Nuari yang semakin terisak setelah ia sadar dari pingsan nya.
Maka Gibran pun mengajak mama nya keluar dari kamar Nuari lalu memberi tahu apa yang dikatakan Wewe pada nya.
"astaghfirullah....." lirih Nuri menutup mulut nya dengan telapak tangan
"ada apa ,kenapa kalian terlihat tegang sekali?" tanya Rifki yang baru keluar dari kamar Nuari ,Nuari kini bersama Aranta dan Dewi
"sayang......" Nuri pun memberi tahu Rifki tentang apa yang menimpa menantu mereka
"Ya Tuhan....."
Maka Rifki dan Gibran pun bergegas pergi menuju tempat dimana Yoga berada kini.
"kalian hati-hati " lirih Nuri,ia tak bisa membayangkan bagaimana reaksi putrinya jika mengetahui apa yang terjadi pada Yoga
"semoga saja keadaan Yoga tidak parah " lirih nya lagi
Beberapa saat kemudian Gibran dan Rifki sudah berada di depan rumah Gita. Wanita itu sengaja menutup rapat rumah nya,ia yang mempunyai sedikit gangguan mental pun merasa senang ketika melihat Yoga,di benak nya Yoga itu merupakan kekasih nya yang telah meninggalkan nya, sementara ia hanya tinggal bersama ibu nya yang kini tengah bekerja sebagai pembantu rumah tangga ,yang akan pulang menjelang petang,namun kali ini ia belum pulang sebab sedang ada acara di rumah majikan nya yang mengharuskan nya pulang larut malam.
"kamu yakin ini rumah nya?" tanya Rifki pada Gibran
"iya pah ,nek Wewe tak mungkin salah " sahut Gibran
"tapi seperti nya tak ada orang rumah ini sepi sekali" ucap Rifki
Di saat bersamaan di dalam rumah, Yoga tetap memaksa untuk pulang, begitu pun dengan Gita yang juga kekeuh tak mengijinkan Yoga pergi dengan alasan belum pulih.
"tunggu di sini biar aku saja yang melihat nya,kamu kan sedang sakit " ucap Gita seraya cepat-cepat pergi dari kamar itu dan menutup pintu nya dari luar
ckleek'
ckleek'
"buka pintu nya "seru Yoga yang rupanya pintu nya dikunci oleh Gita
"sssttthhhh....jangan berisik ,aku tak akan lama " ucap Gita dengan nada tertahan
"wah g*la tuh perempuan ,masa aku gak dibolehin keluar " dengus Yoga ,ia pun menatap sekeliling ruang kamar itu yang sama sekali tak ada jendela nya,ruangan nya benar-benar tertutup,mungkin jika lampu tak dinyalakan keadaan kamar itu akan gelap gulita di siang hari
tok tok tok
Gita cepat-cepat membuka pintu karena ia fikir itu adalah ibu nya,namun ketika pintu terbuka ia terkejut karena bukan ibu nya yang datang melainkan dua orang pria.
"kalian siapa ?" tanya nya
"kami keluarga Yoga dan ingin menjemput nya " ucap Rifki
"Yoga... Yoga siapa di sini tak ada yang nama nya Yoga" kilah nya
"ehehehehe... perempuan ini mengurung Yoga di kamar nya,dia juga menyembunyikan ponsel dan dompet nya " ucap Wewe
Gibran merasa geram dengan wanita itu ,ia pun menoleh pada Rifki yang kemudian Rifki mengangguk seolah tahu apa yang dimaksud putra nya.
Keduanya pun menerobos masuk ke dalam rumah itu.
"kalian mau apa ,jangan sembarangan masuk rumah orang ya " seru Gita mencoba menghalangi
"kami tidak akan berbuat seperti ini jika kamu tidak menyembunyikan menantu ku ,awas " Rifki menyingkir kan Gita yang mencoba menghalangi langkah nya
__ADS_1
"ehehehehe.....sebelah sini " Wewe memberi tahu kamar Gita
Tempat nya paling ujung pun membuat siapa pun tak akan mendengar suara Yoga di kamar itu,namun ketika semakin dekat maka semakin jelas lah suara Yoga yang berteriak minta dibuka kan pintu.
"tidak....jangan...."seru Gita ketika Gibran hendak memutar kunci yang masih menggantung di pintu
Namun Gibran tak menggubris nya,ia tetap melakukan nya.
ckleek'
"kak Gibran...papa " seru Yoga terkejut
"Yoga kamu tidak apa-apa?" tanya Rifki
"Alhamdulillah tidak pah" sahut Yoga merasa lega
"ayo kita pulang, Ari sudah menunggu mu " ucap Rifki
"tidak...kalian tak boleh membawa nya pergi...aku tak mau lagi dipisahkan dengan kekasih ku ,kalian jahat ...." pekik Gita tiba-tiba mengamuk ,semua barang yang ada di sana menjadi sasaran kemarahan nya
prak'
prraaannngg'
"ada apa dengan nya " gumam Gibran seraya menghindari lemparan vas bunga
"entahlah kak dari tadi sikap nya aneh " sahut Yoga yang juga tengah menghindari amukan Gita
Di saat bersamaan ibu nya Gita pun datang,ia yang sudah mendengar suara keributan di dalam rumah nya segera berlari memasuki rumah tersebut.
"Masya Allah....Gita apa yang kamu lakukan nak, hentikan " seru ibu nya lalu segera mengambil sesuatu dari kotak p3k
Sebuah suntikan kini mendarat di lengan kanan Gita , perlahan perempuan itu pun melemah lalu kemudian tak sadar kan diri di dekapan ibu nya.
"ya ampun Gita....kenapa kamu kambuh lagi..." lirih nya ,sadar jika di sana ada orang lain pun ibu nya Gita menatap Rifki, Yoga dan Gibran
"kalian siapa,kenapa berada di rumah ku ?" tanya nya
"maaf Bu , sebenarnya...." Yoga menceritakan bagaimana dirinya bisa berada di rumah nya ,setelah mendengar penuturan Yoga, ibu itu pun terisak
"maafkan putri saya ,sungguh itu diluar kesadaran nya, sebenarnya putri ku Gita dia mengalami depresi setelah ditinggal kekasih nya menikah dengan wanita pilihan orangtua nya ,setiap ada pria yang datang ke rumah dia selalu menganggap pria itu kekasih nya" tutur ibu itu lirih
Ketiga pria itu pun saling lirik,ada rasa iba di hati mereka.
"baiklah Bu ,kami mengerti ,kami juga mohon maaf jika kehadiran kami kembali membuat putri ibu kambuh" ucap Rifki
"ini ada sedikit untuk ibu, anggap saja untuk mengganti kerusakan barang-barang nya " ucap Rifki lagi seraya memberikan beberapa lembar uang pecahan seratus ribuan
"tidak udah pak,jangan " tolak ibu itu
"tidak apa-apa Bu ,terima lah " Rifki pun memaksa ibu itu untuk menerima uang nya dengan di letakan nya uang itu pada genggaman tangan nya
Setelah itu Rifki pun berpamitan,namun sebelum nya ia mengambil dulu ponsel serta dompet milik Yoga yang disembunyikan Gita di dalam lemari,itu pun berkat Wewe yang memberi tahu tempat menyembunyikan nya.
Di jalan ketiga nya menghela nafas.
"gimana cerita nya kamu bisa kecelakaan sih,bikin khawatir saja " dengus Gibran yang tengah mengemudikan mobil
"ya nanya juga musibah siapa yang tahu,ambil hikmah nya saja ,semoga setelah kejadian ini kamu bisa lebih berhati-hati lagi,ingat dirumah mu sekarang ada istri yang sudah menunggu mu apalagi ada jabang bayi juga di dalam perut istri mu " ucap Rifki
"iya pah,maaf sudah membuat kalian khawatir " lirih Yoga
"sudah lah yang penting sekarang kamu tidak apa-apa" ujar Rifki
"tapi ngomong-ngomong kamu tidak lupa ingatan lagi kan gara-gara kepentok,sampai diperban begitu" cetus Gibran
"hehehe....tenang kak aman kok " sahut Yoga cengengesan,Rifki pun hanya menggeleng sambil tersenyum
"untuk mobil mu biar papa yang urus,untuk sementara gunakan mobil punya papa dulu, dan untuk beberapa hari ke depan kamu tak usah masuk kantor dulu, istirahat lah dan jangan membantah" ucap Rifki yang tak ingin ada bantahan
__ADS_1
"baiklah lah" sahut Yoga pasrah
***