
Tiada hal yang lebih membuat ku bahagia selain melihat senyum mu setiap hari.
...***...
Jam sudah menunjukan pukul 16:00 WIB,dimana jam kerja sudah berakhir. Rifki memang sengaja mengubah jam pulang menjadi pukul 16:00 dari sebelum nya yang pukul 17:00 WIB. Dan peraturan itu tak hanya di kantor pusat nya namun berlaku bagi seluruh kantor anak cabang nya yang lain.
Yoga tengah bersiap untuk pulang,sebisa mungkin ia akan membereskan meja kerja nya lebih dulu sebelum meninggal kan ruangan nya.
Setelah selesai berbenah, Yoga pun pergi meninggalkan ruangan nya.
Semua staf nampak mengangguk kan kepala tanda hormat ketika berpapasan dengan nya.
Namun ada juga sebagian staf perempuan yang berlaku genit pada nya,entah itu hanya sekedar menyapa atau yang lain nya. Bahkan ada juga staf perempuan yang terang-terangan mengajak nya pulang bersama.
"bagaimana kalau kita pulang bersama pak, kebetulan kan kita pulang nya searah,lagipula mobil saya masuk bengkel dari kemarin "
"nebeng maksudnya?" tanya Yoga
"hehehe....iya pak,boleh kan ?" tanya nya tersenyum meringis
"maaf ,tapi saya buru-buru " sahut Yoga
"jadi tidak bisa ya pak?" tanya nya memelas
"kalau begitu saya duluan,sudah ditunggu soal nya " ucap Yoga dengan tetap memberikan senyuman nya
"i...iya pak...."lirih nya
"bapak ganteng hati-hati " lanjut nya seraya melambaikan tangan menatap nanar kepergian Yoga
"ada-ada saja,dia fikir aku bisa dia kibulin apa,orang mobil nya baik-baik saja kok,bilang nya di bengkel,mogok beneran tahu rasa dia " dengus Yoga yang rupanya mengetahui kebohongan staf perempuan tadi
Yoga pun mulai melajukan mobil nya meninggal kan gedung perusahaan,berbaur dengan kendaraan lain untuk menuju ke sebuah rumah sakit hewan tempat dimana istri tercinta nya bekerja dan kini tengah menunggu nya.
Sekitar dua puluh menit kemudian mobil yang di kemudikan Yoga telah sampai di tempat tujuan, nampak Nuari sudah berdiri dengan senyum yang mengembang menyambut kedatangan nya.
"maaf kamu nunggu lama?" tanya Yoga seraya memeluk Nuari
"enggak kok aku juga baru keluar " sahut Nuari menyambut pelukan nya
"ya sudah yuk pulang " ajak Yoga,Nuari mengangguk
Yoga lalu membuka kan pintu bagian depan, setelah Nuari masuk ia pun gegas menutup pintu lalu berlari kecil menuju ke sisi lain.
Perlahan Yoga mulai melajukan mobilnya dengan pelan hingga saat sudah berada di jalanan Yoga menambah sedikit kecepatan,akan tetapi saat mobil nya hendak memasuki area perumahan tempat tinggal nya Yoga sedikit memelankan laju mobil nya dengan bibir sedikit terangkat ketika melihat sebuah mobil putih berhenti di bahu jalan.
Seorang perempuan nampak kesal dengan terus menatap ke dalam mesin mobil yang kap depan nya terbuka,nampak nya ia tak mengerti akan masalah yang terjadi pada mobil nya.
"nah kan mogok beneran tuh mobil,makanya jangan asal bicara,ucapan adalah doa" batin Yoga terkekeh
Ketika mobil Yoga tepat melintasi mobil yang tengah mogok itu si perempuan itu tak sengaja melirik ke arah mobil Yoga.
"hah...itu kan mobil nya pak Yoga iiihh....kenapa gak berhenti sih ,apa dia gak lihat aku lagi kesusahan " keluh nya ketika mobil Yoga tak berhenti,ia ingin memanggil namun mobil Yoga sudah melaju semakin jauh dan hilang di pintu gerbang kompleks.
"hm...apa jangan-jangan pak Yoga tinggal di kompleks itu,jalan ini kan mengarah ke sana " fikir nya
Ia memang tahu arah pulang mereka searah ,namun tentu nya tak tahu pasti tempat tinggal Yoga.
Beberapa saat kemudian
Yoga dan Nuari pun sampai,keduanya langsung menuju ke dalam,di dalam sudah ada bibi art yang sudah menyambut kedatangan mereka.
"assalamualaikum bi "ucap Nuari ketika memasuki rumah
__ADS_1
"waalaikum salam ,tuan, nyonya " sahut bi Tia
Nuari dan Yoga segera menuju kamar mereka, sementara bi Tia bergegas menyiapkan makanan di dapur.
Sementara itu
Evan pun sama segera menuju kamar nya ketika ia sampai apartemen .
Setelah selesai mandi,Evan pun menghampiri Ayu yang tengah berkutat di dapur.
"makan apa kita malam ini ?" tanya Evan saat duduk di kursi ,ia melihat pada meja ada beberapa makanan
"aku masak bahan yang ada di kulkas saja,maaf jika kamu tidak suka " sahut Ayu
"tidak apa,makanan yang kamu masak selalu enak kok " ucap Evan seraya mencicipi makanan nya
"hm...tuh bener kan rasanya enak " puji Evan
"syukurlah kalau kamu suka "
"setelah ini aku antar kamu belanja bahan makanan ya " ucap Evan seraya menyendok nasi
"ehm..." sahut Ayu mengangguk
Mereka pun menikmati makan malam mereka dengan tanpa bicara,hingga beberapa saat kemudian kedua nya selesai.
Evan menunggu Ayu yang tengah membersihkan piring bekas mereka sambil duduk memainkan ponsel nya.
Bukan tanpa alasan kenapa Evan mau repot-repot mengantar Ayu belanja,sebab ia merasa bosan dengan makanan yang ia makan setiap hari nya,hanya itu-itu saja.
"sudah ?" tanya Evan ketika Ayu sudah keluar dari dapur
"iya , tapi...aku mau ganti baju dulu " sahut Ayu
"ok " Evan pun dengan sabar menunggu Ayu berganti pakaian
Saat keduanya sudah berada di minimarket,Rina datang ke apartemen ,dia terus saja menekan bel yang tak kunjung di buka kan pintu nya.
"ini pada kemana sih,kok dari tadi gak dibuka juga pintu nya " dengus nya kesal
Ia baru saja kembali dari desa setelah beberapa hari pulang kampung pun langsung menuju ke apartemen itu,karena sudah tak sabar ingin bertemu dengan Evan,namun sangat di sayangkan,saat ini Evan tengah tak berada di apartemen nya.
Rina pun memutuskan untuk pergi mencari kontrakan atau tempat kos yang paling dekat dengan apartemen itu,ditambah lagi sekarang Rina juga akan bekerja di Jakarta,ia menerima tawaran kerja dari seorang teman nya,ia sendiri belum tahu pasti apa pekerjaan nya,yang ia tahu ia akan bekerja di malam hari.
Sementara di minimarket,Evan terus memperhatikan Ayu,terlihat sekali wajah kebingungan dari gadis itu,sesekali Evan menghela nafas ketika melihat Ayu menaruh kembali barang yang ia ambil,bahkan tak hanya satu atau dua kali,Ayu melakukan nya berkali-kali sambil mencebik.
"kenapa di taruh lagi,ambil saja " ucap Evan
"ini harga nya mahal,lebih baik aku cari yang paling murah" sahut Ayu setengah berbisik
"ya ampun ...jadi itu masalah nya "
"pantas saja isi kulkas nya itu-itu saja, ternyata harga yang jadi masalahnya "tambah nya membatin
"sudahlah jangan fikirkan harga nya,ayo aku bantu pilih-pilih "ucap Evan seraya menarik lengan Ayu menuju ke sebuah freezer
Evan lalu mengambil beberapa potong daging ayam bagian paha, kepala serta sayap yang sudah di kemas.
"aku sangat suka sup kepala ayam dan sayap,nanti bagian paha bisa goreng saja "
ucap Evan ,Ayu hanya mengangguk saja
Setelah itu Evan pun beralih pada buah-buahan dan sayuran,ia mengambil jeruk,apel,anggur, buah pir,kol,wortel,sawi, brokoli,kentang,bayam,dan berbagai macam sayuran lain nya.
__ADS_1
Setelah puas memilih bahan makanan,Evan beralih pada bagian kecantikan.
"kamu ambil saja barang yang biasa kamu gunakan " ucap Evan
"ta... tapi... "
"udah jangan tapi-tapian,kalau aku tahu aku sudah belikan sejak awal,karena aku tak tahu produk apa yang sering kamu gunakan jadi,kamu ambil saja " ucap Evan lagi
"ba... baiklah,tapi....apa setelah ini apa gajih ku akan dipotong?" tanya nya polos
"kita lihat saja nanti " sahut Evan dengan sedikit menyungging kan senyum
Dengan ragu dan sungkan Ayu mengambil beberapa produk kosmetik yang sering ia gunakan.
Sebenarnya Ayu bukan tipe wanita yang sering dan suka dandan,ia akan dandan jika ada job manggung saja.
Setelah selesai Evan pun membayar nya di kasir.
"total nya empat juta tiga ratus rupiah " ucap kasir nya
"baik lah " Evan pun memberikan sebuah kartu pada kasir itu
"hah...berapa tadi katanya,...em.. empat... empat juta tiga ratus ...apa gak salah ngitung ?" batin Ayu shock
"yuk ,kita pulang kenapa malah diam " suara Evan membuyarkan lamunan nya
"euh....i..iya ..." sahut nya lalu berjalan mengikuti Evan
Kini kedua nya sudah berada di dalam lift
"E... Evan..." panggil Ayu lirih
"hem....ada apa?" Evan menoleh
"kamu belanja sebanyak itu apa tidak apa-apa, maksud nya tadi itu terlalu mahal " ucap nya
"loh,kenapa ...enggak kok,itu kan untuk persediaan selama beberapa hari,sebanding lah daripada belanja tiap hari malah lebih boros jatuh nya, kalau gini kan nyetok nama nya,jadi gak perlu keluar masuk minimarket tiap hari" tutur Evan
"sekarang gini,jika setiap hari kita belanja menghabiskan uang satu juta kira-kira dikalikan lima hari jadi lima juta kan,nah kalau nyetok begini yang tadinya hanya lima hari bisa jadi sampai enam atau tujuh hari,kan lumayan tuh,jadi hemat kan "tambah nya lagi
"iya sih ,tapi kan aku hanya sedikit shock saja dengan jumlahnya,aku saja untuk bisa mendapatkan uang satu juta butuh dua atau tiga kali manggung,apalagi empat juta " lirih Ayu
"memang nya berapa tarif mu tiap kali manggung?" tanya Evan penasaran
"hanya dua ratus ribu,itu pun dari pagi sampai malam,tapi ya gitu... uang nya om Jhonny yang pegang,aku cuman dapet uang saweran itu pun pintar-pintar nya aku kalau ketahuan aku ngantongin uang saweran om Johnny pasti mengambil nya " sahut nya
"apa.... keterlaluan sekali" seru Evan
"lalu sekolah mu bagaimana kalau kamu terus sibuk dengan nyanyi?"tanya Evan kemudian
"aku hanya sekolah sampai SMP,itu pun karena beasiswa, sebenarnya SMA pun aku dapat beasiswa juga ,tapi di salah satu sekolah di Jakarta,dan om Johnny langsung menolak nya, bahkan pihak sekolah juga sudah mencoba membujuk dan memberi pengertian pada om Johnny,tapi tetap saja om Jhonny melarangnya,entah apa alasannya hingga pihak sekolah tak lagi membujuk om Jhonny" tutur Ayu
"apa kamu masih mau melanjutkan sekolah mu?" tanya Evan tiba-tiba
"tentu saja mau,tapi tidak mungkin "jawab Ayu lirih
"kenapa tidak mungkin?"
"memang nya ada sekolah menengah atas mau menerima murid nya yang usia nya lebih dari dua puluh tahun, sementara gadis seusia ku seharusnya masih berkuliah,atau mungkin sudah selesai kuliah" jawab Ayu yang tentu saja membuat Evan terkesiap
"memangnya sekarang usia mu berapa?"
"dua puluh dua tahun"
__ADS_1
"HAH.....APA......?"
...***...