
Atha mematung melihat untaian kata di langit malam yang tertuju pada nya,ia masih tak percaya dengan apa yang dilihat nya.
"Aku tahu mungkin ini terlihat aneh,dan konyol. Bagaimana seorang gadis dengan berani nya mengungkapkan perasaan dan meminta pria untuk jadi teman hidup nya. Tapi aku tidak bisa berdiam diri dengan menunggu kamu mengucapkan hal serupa pada ku. Karena aku tidak tahu kapan kamu akan mengatakan nya,bisa saja kamu tidak akan mengatakan nya bukan. Jadi biar aku merasa tenang maka aku katakan saja" Ucap Syakira tanpa merasa gugup sama sekali . Gadis itu yakin dan percaya jika Atha akan membalas perasaan nya
"Jadi,ini kamu yang lakukan ? Bagaimana bisa ?" Atha tercengang mendengar penuturan Syakira begitu juga dengan yang lain
"Bisa lah,apa sih yang enggak bisa aku lakukan, Syakira gitu loh " Sahut nya bangga
"Ini cewek, bener-bener ajaib. Gak salah aku menyukai nya ,tapi bagaimana caranya melakukan hal itu? Apa jangan-jangan itu hanya kunang-kunang robot, terus siapa yang mengendalikan nya ?" Batin Atha
"So.....kamu mau kan jadi teman hidup aku? Kamu mau kan jadi bagian yang terpenting dalam hidup aku ?" Tanya Syakira,Atha nampak diam
"Udah deh ,jangan banyakan mikir,aku tahu kok kamu juga suka sama aku. Oh iya,itu kunang-kunang asli bukan robot " Tambah Syakira
Atha terkesiap karena Syakira mengetahui isi hati nya,"Kenapa dia bisa tahu " Batin nya lagi
"Mas " Lirih Nuri pada Rifki
"Biarkan mereka dengan urusan mereka ,lebih baik kita masuk " Ajak Rifki yang tak mau ikut campur , menurut nya Atha sudah dewasa dan sudah bisa menentukan pilihan nya sendiri
Begitupun dengan Gibran,ia percaya apapun keputusan putra nya merupakan keputusan yang tepat. Sebagai orangtua ia hanya bisa mendukung dan mendoakan anak-anak nya ,jika ia akan ikut campur masalah asmara putri nya ,lain hal nya dengan Atha. Ia tak ingin terlalu ikut campur.
Satu persatu dari mereka pun mulai berjalan masuk,meski mereka merasa penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Ayo Athalla Aarav Ghifari,katakan sesuatu !" Ucap Syakira
"Kamu....."
"Ya,aku kenapa ?" Tanya Syakira memasang wajah selimut mungkin
"Kamu tuh, bener-bener ya, bisa-bisa nya ngelakuin hal seperti ini.Harus nya tuh aku yang giniin kamu ,malah sebaliknya" Atha nampak gemas ,namun gadis di depan nya malah tersenyum memamerkan deretan gigi nya yang rapi
"Jadi....."
"Ya,aku mau. Puas " skak Atha
Syakira tersenyum namun, tanpa disangka-sangka gadis itu malah mencium bibir Atha ,tak sampai disitu gadis itu pun ******* bibir Atha dengan sangat mesra,tentu saja hal itu mengejutkan Atha . Itu adalah ciuman pertama nya. Mendapat serangan tiba-tiba membuat Atha membelalakan mata , tubuh nya pun membeku.
"Astaga .....gadis itu agresif sekali " Nuri yang mengintip di jendela nampak terkejut sampai menutup kedua mata nya ,yang lain pun sama terkejut nya
Raffa menutup kedua mata Vania,"Anak kecil gak boleh lihat " Bisik nya
"Jangan bilang aku anak kecil " Vania mencoba menarik lengan Raffa
"Oh Tuhan,,aku tak habis fikir,kenapa anak jaman sekarang nekat-nekat " lirih Satria
"Kalau seperti itu sih ,baiknya kita nikahkan juga mereka. Bisa gawat kalau dibiarkan " Ucap Nuari
"Tentu saja "Sahut Gibran menimpali ucapan adik nya
"Awas kau anak nakal,bukan nya menghindar malah dinikmati ,dasar " Gibran merasa gemas dengan Atha,kedua tangan nya pun sampai mengepal
Di luar
Ciuman Syakira begitu memabukkan,hingga Atha yang tadinya berusaha untuk menghindar kini justru malah ikut terhanyut. Atha mulai membalas.
__ADS_1
Sementara dari cabang pohon tertinggi ,nampak sepasang paruh baya sedang berdiri tegak menatap ke arah Atha juga Syakira.
"Lihat lah putri mu,mana bisa dia melakukan hal seperti itu ,memalukan " Cetus Elsa
"Namanya juga anak muda sayang,kita lihat saja mau sampai kapan mereka seperti itu " Ucap Vano
"Kamu tuh ih,selalu saja begitu ! Apa kamu tak takut putri kita melakukan dosa,hah ? Aku tidak mau apa yang terjadi pada kita terjadi juga pada mereka,dosa tau gak "Sentak Elsa gemas
"Ssstttthhhhh,....jangan keras-keras nanti ada yang denger. Lagian apa yang terjadi pada kita dulu itu tidak sengaja " Ucap Vano
"Ya tetap saja ,dosa nama nya " Cebik Elsa
"Tapi enak kan ...." Vano malah menggoda nya,Elsa langsung memicingkan mata pada suami nya
"Sudah lah,cepat suruh anak mu pulang ,bisa bahaya kalau dia menginap di sana " Pinta Elsa ,walau bagaimana pun ia tetap seorang ibu yang mengkhawatirkan putri nya
"Baiklah ,sebentar " Vano memejam kan mata lalu berbicara dalam hati
"Syakira ,ayo pulang,kami sudah datang menjemput mu "
Syakira yang masih mencumbu Atha pun sontak menghentikan cumbuan nya.
"Papa ih,ganggu saja " gerutu nya membatin
"Maaf,aku kelepasan. Abisnya aku terlalu senang sih ,jadi gak bisa nahan " Syakira meringis senyum sambil menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan
"Em....i...iya,a...aku juga minta maaf " Ucapan Atha tergugu ,ia malu dengan apa yang sudah ia lakukan baru saja
"Seperti nya aku harus pulang ,orangtua aku sudah di depan " Ucap Syakira
Atha terkesiap,ia jadi merasa bersalah karena sudah mencumbu gadis itu,meski sebenarnya Syakira lah yang mencumbu ya terlebih dahulu ,ia yang merupakan pria normal pun tak bisa menolak,apalagi itu pengalaman pertama baginya ,ibarat kucing kalau di kasih ikan asin pasti dimakan juga,begitulah kira-kira nya.
Syakira terkekeh melihat kekhawatiran Atha.
"Kenapa ? Apa ada yang salah ?" Tanya Atha bingung
Namun belum sempat Syakira berbicara,suara deheman Gibran membuat kedua sejoli itu menoleh. Melihat tatapan Gibran yang seakan ingin mengulitinya hidup-hidup membuat Atha menundukan kepala tak mampu menatap nya.
"Maaf om "Ucap Syakira,ia tahu apa yang ada di pikiran Gibran ,apalagi ia yang paling bersalah dalam kasus ciuman tadi
"Untuk apa meminta maaf,sudahlah kita bicarakan baik-baik di dalam. Di luar udara semakin dingin tak baik buat kesehatan "Ucap Gibran
"Oh iya,ada orangtua kamu di dalam mau jemput " Ucap Gibran lagi. Syakira mengangguk ,namun berbeda dengan Atha ,pria itu berubah pucat
Ia sadar sudah melakukan kesalahan yang menurutnya fatal." B*doh ! Tak seharusnya aku membalas ciuman nya " Lirih Atha membatin
"Baiklah om ,kalau begitu aku temui dulu mereka" Syakira pun segera memasuki villa , sementara Atha masih diam berdiri kaku sambil menunduk
"Gimana ? Enak bukan ?" Tanya Gibran tiba-tiba
Set'
Atha mendongak,"Ma... maksud papa apa?" tanya Atha gugup
"Kamu fikir kami tidak tahu apa yang kalian lakukan tadi hah,dasar anak nakal. Baru di deketin cewek udah nyosor aja " Sindir Gibran
__ADS_1
"Itu,tidak seperti yang papa kira,tadi itu aku ...."
"Sudah lah ,jangan jelaskan apapun. Sebaiknya kita bahas di dalam saja ,kebetulan kedua orangtua Syakira ada di sini " Ucap Gibran mengajak putra nya menemui kedua orangtua Syakira
"Mau apa mereka datang pah,ini kan sudah malam ?" tanya Atha panik
"Mau apa lagi ,ya mau jemput anak mereka lah,kebetulan katanya mereka ada urusan di dekat villa kita,jadi sekalian mampir hat jemput anak mereka. Ya udah ayo,gak enak kita kelamaan di sini" Ajak Gibran lagi
"Tapi pah "
"Kenapa ? Takut ?" Tanya Gibran ,Atha mengangguk
"Laki-laki itu harus gentle dan bertanggung jawab. Kamu harus bisa mempertanggung jawabkan pembuatan mu " Ucap Gibran sambil menepuk pundak putra nya itu
"Huuuuuuuh....baiklah ,aku akan tanggung jawab " Ucap Atha yakin
"Memang nya ,apa yang sudah kamu perbuat hingga kamu mau bertanggung jawab ?" Goda Gibran
"Papa ...." Rengek Atha malu
Sebenarnya Gibran merasa sangat kesal dan geram atas apa yang dilakukan anak nya. Ingin rasanya ia memarahi dan memberi peringatan keras pada putra nya itu,namun rupanya ia memiliki cara sendiri agar bisa memberikan hukuman tanpa harus marah-marah yang akhirnya membuat tensi darah nya naik.
"Ayo ! " Ajak Gibran lagi
Akhirnya keduanya pun menemui orangtua Syakira,yaitu Elsa da vano. Setibanya mereka diruang tengah ,nampak nya semua orang sudah berada di sana. Atha menelan saliva merasa dirinya akan disidang,apalagi melihat tatapan mereka yang nampak mengintimidasi.
"Mati aku " Batin Atha
"Duduk lah "Ucap Rifki
"Iya kek " ucap Atha lalu duduk di samping Rifki , Gibran duduk di samping Aranta
"Sebelum nya kami berdua ingin meminta maaf ,sebab sudah datang malam-malam begini. Kebetulan kami ada urusan di dekat villa ini,saat mengetahui jika putri kami berada di sini ,kami akhirnya memutuskan untuk mampir dan menjemput nya. Maaf jika kami mengganggu istirahat anda sekeluarga " Ucap Vano tak enak hati
"Tidak apa-apa pak Vano,kebetulan kami belum pada tidur " Ucap Rifki
"Tapi sebelum nya ada yang ingin kami sampaikan pada kalian berdua " Tambah Rifki , Elsa dan Vano bersikap seperti orang biasa yang terlihat bingung dan penasaran,padahal mereka tahu apa yang akan disampaikan Rifki
"Ada apa ya pak ? Duh ,jadi deg-degan saya " Cetus Vano
"Ternyata selama ini cucu saya dan putri anda menjalin hubungan,untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan alangkah baiknya jika kita nikahkan saja mereka,kami selaku orang tua pihak laki-laki merasa sangat was-was,takut nya mereka khilaf " Tutur Rifki ,Atha terkesiap
Elsa dan Vano saling tatap ,mereka lalu menoleh pada putrinya,yang dengan senyuman mengembang Syakira mengangguk.
"Dasar Syakira,kamu ....." Batin Elsa merasa gemas pada putri nya
"Seperti nya putri saya sangat setuju,bagaimana dengan nak Atha ?" tanya Vano
Ditanya seperti itu tentu saja membuat lutut Atha lemas ,ia tak mampu berbicara karena tiba-tiba saja lidah nya terasa kelu,hingga hanya anggukan saja yang bisa ia lakukan.
Melihat respon Atha ,Rifki pun menoleh pada Gibran meminta persetujuan nya untuk mengambil keputusan. Gibran lalu mengangguk.
"Baiklah ,untuk memangkas waktu,akhir pekan ini akan ada tiga pasang yang menikah ,meski hanya satu yang nikah gantung " Tutur Rifki
Elsa dan Vano setuju ,daripada putrinya melakukan dosa yang lebih besar,fikir mereka.
__ADS_1
"Aku kan belum punya pendapatan,mau aku kasih makan apa dia ?" batin Atha lemas
Bersambung.....