Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Alhamdulillah.....SAH.....


__ADS_3

Mencintai atau dicintai?


Mencintai itu memberi ,dicintai itu menerima. Memberi dan menerima dengan ikhlas adalah dua hal yang harus dimiliki setiap orang,karena itu adalah awal dari hubungan bahagia.


^^^* Eva Maya*^^^


...***...


Nuari sudah duduk di depan cermin rias dengan beberapa orang yang merupakan MUA,mereka tengah memoles dan merias wajah serta kepala Nuari.


Meski ia masih bertanya-tanya akan ada acara apa hingga dirinya harus di rias sedemikian rupa,namun Nuari patuh untuk tetap diam dan memejamkan mata selama proses makeup berlangsung.


Setelah selesai ,Nuari terkesiap saat melihat penampilan diri di cermin.


"i...ini...kenapa aku di dandani seperti ini ?" tanya nya


Namun bukan jawaban yang gadis itu dapat melainkan sebuah suara yang meminta nya untuk segera mengenakan kebaya pengantin.


"mari saya bantu nona untuk segera mengenakan kebaya pengantin nya " ujar salah satu orang yang merias wajah nya


"tap...tap..tapi ....siapa yang mau menikah aku..."


"ayo nona ,semua nya sudah menunggu sebentar lagi acara nya di mulai" ujar orang itu lagi


"oh Tuhan ....ada apa ini ,kenapa aku di dandani seperti ini ,siapa yang mau menikah,...mama.....mama dimana "jerit nya dalam hati


Sementara Nuari tengah mengenakan kebaya pengantin,Nuri dan yang lain nya tengah sibuk menyambut para tamu yang sudah hadir.


"kau bahkan sudah mengundang mereka semua " decak Rifki merasa kagum pada Yoga yang hanya nyengir menampilkan deretan gigi nya yang rapih


"selamat pagi ....wah...gak sangka ya ,tak ada angin tak ada hujan tau-tau ada undangan datang pada ku,aku fikir putri mu itu belum ada calon nya,tadinya aku mau rekomendasi calon mantu loh " ucap seorang pria paruh baya seusia Rifki yang merupakan rekan bisnis nya


"ah....bisa saja, sebenarnya sudah dari lama mereka menjalin hubungan,hanya saja ada suatu hal yang membuat mereka harus berhubungan jarak jauh" tutur Rifki menimpali ucapan rekan nya itu


"dan ...ini perkenalkan calon menantu ku , Yogaswara" tambah Rifki


"oh ini toh calon nya wah...tampan juga ,cocok dengan putri mu yang juga cantik ...semoga pernikahan nya langgeng ya,kalau begitu saya ke sana dulu" ucap nya setelah ada seseorang yang melambaikan tangan pada nya


"ia ya silahkan " ucap Rifki


"hm.... seharusnya kamu bersiap-siap bukan nya malah berdiri di sini" cetus Rifki


"aku sudah siap kok om " sahut Yoga


"kalimat ijab kabul nya sudah hafal belum ?" timpal Nuri


"Alhamdulillah....sudah Tante " sahut nya


"kau ini kenapa masih manggil om Tante sih, panggil juga mama dan papa , sebentar lagi kan kamu juga jadi bagian dalam keluarga ku " tambah Gibran yang baru menghampiri nya setelah mengantar Aranta ke kamar dimana Nuari berada saat ini


"iya bener itu " sahut Rifki


Sementara Bu Nur Aini menatap lirih para tamu undangan juga mata nya yang ia edarkan ke sekeliling,lalu tatapan nya terhenti pada sosok Yoga yang sudah sangat gagah dengan setelan jas pengantin warna putih, Yoga menoleh pada nya dan melayangkan senyuman pada nya yang ia balas juga dengan senyuman.


"lihat lah pah...anak nakal mu sebentar lagi akan menikah,aku senang karena akhirnya Yoga dapat bersama dengan gadis yang ia cintai,semoga papa di sana juga bahagia menyaksikan pernikahan putra kita" batin nya


Para tamu undangan pun semakin memenuhi ruangan ballroom hotel itu,tak terkecuali Evan dan Ayu. Para sahabat nya Yudi dan si kembar Joni dan Jono pun turut hadir. Namun tidak dengan dokter Satria.


Ia akan datang terlambat sebab ada sesuatu yang harus ia urus terlebih dahulu.


"kau bisa tebak bagaimana perasaan Evan saat ini?" bisik Yudi di telinga Joni


"entah lah,dia selalu pandai menyembunyikan perasaan nya,kelihatan nya saja dia baik-baik saja seolah tak terjadi apa-apa,tapi kita tak tahu dalam hati nya ,bisa saja saat ini ia sangat terluka dengan pernikahan ini,kita semua tahu kan bagaimana perasaan nya pada Nuari " tutur Joni membuat Yudi mengerut kan kening merasa heran


"tumben yang satu nya gak ikutan nyahut"batin nya sambil melirik Joni yang tengah memperhatikan seseorang,ia pun mengikuti arah pandang Joni


"Jon....itu Evan datang sama siapa?" tanya Yudi berbisik


"gak tahu ,kita kan belum kenalan" sahut Jono balik berbisik


Obrolan kedua nya harus terhenti ketika seorang MC mengatakan jika mempelai wanita akan segera memasuki ruangan.


Di kamar nya Nuari benar-benar merasa terkejut,setelah Aranta memberi tahu jika hari ini ia dan Yoga akan menikah.


"g*la...ini ... benar-benar g*la....kenapa kalian tak memberitahu ku terlebih dahulu ?" tanya Nuari dengan perasaan campur aduk


"kamu tanyakan saja pada Yoga,dia yang mengatur semua ini,tak ada yang tahu bahkan papa sekali pun merasa shock" ucap Aranta


"bagaimana tak shock coba,dia mengatakan nya tadi malam,bahkan kau tahu sendiri kita belum ada persiapan apa-apa " tambah nya lagi


"oh ya ampun....aku kok deg-degan deh kak " lirih Nuari dengan terus *******-***** jemari nya


Aranta tersenyum melihat adik ipar nya yang nampak gugup

__ADS_1


"itu wajar dek,kakak juga dulu begitu,tenang saja,semua nya akan baik-baik saja ,ok " ucap Aranta mencoba menenangkan nya


"hm.. bagaimana kabar calon keponakan ku kak,dia baik-baik saja kan ?" tanya Nuari


"Alhamdulillah....dia baik-baik saja "


"kok kak Ara gak seperti bumil lain nya,biasa nya kan orang hamil suka mual , sensitif dengan bau-bauan,dan mood nya juga naik turun aku lihat kakak biasa saja " ucap nya lagi


"entah lah kakak juga tak tahu dek,mungkin setiap orang hamil itu akan berbeda,kakak sih bersyukur saja,yang penting calon Dede bayi nya sehat " tutur Aranta lagi


"iya kak amin "


Mereka pun menoleh saat Nuri datang menyampaikan jika Nuari harus segera keluar


Debaran jantung nya yang mulai normal karena obrolan singkat nya tadi pun kini kembali bertalu-talu.


"tarik nafas.....buang perlahan....." bisik Aranta


"ayo " Nuri dan Aranta pun mengampit Nuari lalu berjalan keluar dari kamar itu.


Berjalan perlahan menyusuri lorong hingga akhirnya ia sampai di depan pintu ruangan yang dijadikan tempat berlangsungnya akad nanti.


"huuuuuffftt......" Nuari menghela nafas lalu berjalan dengan menggenggam tangan Nuri dan Aranta


Hingga akhirnya ia memasuki ruangan itu,pandangan semua orang kini tertuju pada nya,bahkan Yoga sampai menatap tak berkedip.


Kecantikan Nuari benar-benar terpancar dengan balutan kebaya pengantin warna putih serta hiasan kepala yang menambah kecantikan nya.


Semua orang di buat pangling akan kecantikan nya. Tak mengenakan make-up pun ia sudah terlihat sangat cantik,apalagi sekarang yang di poles bedak dan kawan-kawan nya,makin bertambah lah kecantikan nya.


"Masya Allah......cantik sekali pengantin ku ini" lirih Yoga dalam hati


Dengan perasaan campur aduk gadis itu pun segera duduk. Ia yang gugup tak sanggup untuk melihat ke depan apalagi ke samping,ia hanya tertunduk malu.


Saking gugupnya Nuari bahkan tak menyadari jika Yoga sudah selesai mengucapkan kalimat ijab qabul,ia baru tersadar ketika orang-orang menyerukan kata 'SAH'


"Alhamdulillah......." gumam semua orang


Sontak saja gadis itu mendongak dan melihat sekeliling yang tengah berdoa dengan khusyuk atas pernikahan nya.


Nuari mengerjap ketika pak penghulu meminta ia mencium punggung tangan Yoga.


Dengan tangan bergetar,Nuari meraih tangan Yoga yang sudah terulur, lalu mencium nya takjim.


Yoga lalu menyentuh ubun-ubun Nuari seraya membacakan doa,ia lalu mengecup kening Nuari yang kini sudah resmi menjadi istri nya.


"wa... waalaikum...salam....su...suami ku " jawab Nuari terbata


Namun tiba-tiba


Cup'


Nuari membelalakan mata begitu pun dengan semua orang,saat tiba-tiba saja Yoga mengecup bibir nya.


"wah....sudah tak tahan rupanya,sabar dong ... hari masih panjang, baru juga jam sepuluh pagi "celetuk Joni dan Jono


Sontak saja celetukan nya mengundang gelak tawa semua orang,sementara Nuari hanya tertunduk malu atas tingkah Yoga.


Acara akad pun selesai , kini pasangan pengantin baru tengah beristirahat setelah tadi selesai dengan ritual adat. Sementara yang lain tengah sibuk berdansa.


"kamu pasti lelah ,ayo duduk lah,mau aku ambilkan makanan atau minuman ?" tanya Yoga


"terima kasih ,aku mau minum saja " sahut Nuari yang merasa tenggorokan nya tercekat


"baiklah ,kamu tunggu sebentar ya "ucap Yoga ,Nuari pun mengangguk


"Ya Allah....aku benar-benar tak menyangka jika akan menikah dengan nya secepat ini,padahal aku fikir pernikahan ini tak akan terjadi setelah kejadian kemarin " lirih nya pelan


"loh....kemana pengantin pria nya,kok pengantin wanita nya sendirian sih ?" tanya seseorang membuat Nuari dengan cepat menoleh


"eh Evan,... Yoga sedang mengambil kan minum,kamu.... datang bersama siapa ?" tanya Nuari menatap gadis mungil di samping Evan


"oh ...ini kenalkan nama nya Ayu "


"hai Ayu,aku Nuari " ucap Nuari mengulurkan tangan


"hai juga " sahut Ayu ragu


"Ayu ini siapa nya Evan ya ....gak mungkin saudara nya kan " batin Nuari bertanya-tanya


"maaf lama ya,ini minum nya " ucap Yoga yang sudah kembali dengan dua gelas minuman


"terima kasih..." Nuari pun segera meminum nya

__ADS_1


"oh iya,kamu tak keberatan kan kalau aku ajak istri mu ini berdansa " ucap Evan tiba-tiba


"gimana ya .... mau nya sih aku larang,istri ku ini pasti capek, tapi kau tanya sendiri lah mau atau tidak" ujar Yoga


Tanpa bertanya lagi,Evan langsung meraih tangan Nuari dan menarik nya menuju depan meninggalkan Ayu yang hanya bisa diam di tempat nya.


Yoga pun tak menyadari jika gadis mungil yang berada di dekat nya itu datang bersama Evan. Ia pun hanya memfokuskan diri menatap Nuari dan Evan yang tengah berdansa.


"selamat atas pernikahan mu ya,aku turut senang " ucap Evan ketika kedua nya tengah berdansa


"terima kasih,oh iya , Ayu itu siapa kamu,aku baru melihat nya ?" tanya Nuari


"aku menemukan nya di jalan " cetus Evan tiba-tiba


plak'


"aakkh "Evan memekik ketika pundak nya di pukul Nuari


"bicara tuh yang benar,nemu....emang nya anak kucing dapet nemu..." gerutu Nuari


"hehehe.....becanda.....aku tak sengaja bertemu dengan nya saat ada orang-orang jahat mengganggu nya,jadinya aku bawa pulang" jawab Evan lagi


"hey....kau bawa Ayu ke apartemen mu ....yang benar saja,kalian tinggal berdua ?" tanya Nuari melotot


"hehe...iya ....lagian kasihan dia,tak ada keluarga nya ,dia hidup sebatang kara " sahut Evan lagi


"gitu ya.... tapi kalian gak ngapa-ngapain kan ?"tanya Nuari


"ya enggak lah ,kamu ngaco,bisa kena pasal pencabulan anak di bawah umur aku nanti " seru Evan membuat Nuari terkekeh


"loh itu kan Evan yang sedang dansa dengan Nuari,kok Yoga gak marah sih" gumam Rifki,jika ia yang berada di posisi Yoga tentu ia tak akan mengizinkan laki-laki mana pun berdansa dengan istri nya


Kemudian ponsel nya berdering ,nama Riswan pun terpampang jelas di layar ponsel nya.


"anak ini kenapa tak menelpon papa nya saja, jelas-jelas papa nya juga ada di sini" dengus nya lalu mengangkat telpon nya


Rupanya Riswan protes karena ia tak diberi tahu mengenai pernikahan Nuari.Rifki pun menjelaskan jika dirinya juga tak tahu menahu.


Evan yang merasa sudah puas setelah berdansa dengan Nuari,ia pun menuntun Nuari menuju Yoga,lalu memberikan tangan Nuari untuk di terima Yoga.


"sekarang giliran mu " ucap Evan tersenyum


Maka Yoga pun membawa kembali Nuari ke depan untuk kembali berdansa.


"apa kamu mau berdansa juga ?" tawar Evan pada Ayu


Gadis itu menggeleng


"enggak ah ,aku gak bisa " tolak nya


"ya sudah kalau gitu kita ke sana saja,kamu pasti lapar kan ,kita bisa makan sesuatu di sana " ajak Evan dan kali ini Ayu mengangguk


Akan tetapi ketika keduanya hendak berjalan menuju meja prasmanan, seseorang yang baru datang menyapa Evan.


"dokter Evan " Evan pun menoleh


"eh dokter Satria.... baru datang dok?" tanya nya basa-basi


"iya " sahut nya singkat dengan tatap tertuju pada Ayu


Sedangkan Ayu sendiri malah terbengong ketika mendengar sapaan pria paruh baya itu yang menyebut Evan dengan kata dokter.


"jadi....Evan itu seorang dokter " batin nya


"gadis ini siapa...kenapa ......."


"oh iya dokter Satria, perkenalkan ini Ayu teman ku,Ayu... ini dokter Satria atasan ku di rumah sakit " ujar Evan mengenal kan kedua nya


"hm..." Ayu hanya tersenyum takut,lalu menunduk


Tak lama kemudian,pasangan pengantin baru pun selesai berdansa,keduanya menghampiri dokter Satria.


"selamat atas pernikahan kalian,maaf saya datang terlambat " lirih dokter Satria


"tidak apa-apa kok dok,dengan datang saja kita sudah merasa senang " sahut Nuari


"semoga pernikahan kalian sakinah, mawadah, warohmah ya " ucap dokter Satria pada kedua nya


"iya dokter ,terima kasih"


"kalau begitu gimana kalau kita berfoto bersama,buat kenang-kenangan" cetus Evan yang di setujui oleh mereka


Ketika sedang berfoto,tatapan dokter Satria selalu terarah pada Ayu. Entah kenapa melihat Ayu seperti ia melihat mendiang istri nya,ditambah nama istri nya pun sama-sama bernama Ayu,membuat nya benar-benar melihat sosok sang istri pada diri Ayu.

__ADS_1


"mungkinkah......"


...***...


__ADS_2