Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Pelakor


__ADS_3

Hari berganti hari,kini Yoga sudah bekerja di salah satu anak cabang perusahaan Rifki. Ia dan Nuari kini tinggal di sebuah perumahan elit yang Yoga sendiri masih nyicil bayar nya.


Rumah dengan dua lantai bergaya minimalis dengan kolam renang di bagian belakang,juga pekarangan depan yang luas terdapat dua pohon palm berdiri kokoh di sisi kanan dekat pintu gerbang.


Rumah yang awalnya ingin di bayar lunas oleh Rifki pun di tolak mentah-mentah oleh Yoga.


Bukan ingin menolak rezeki,hanya saja ia tidak ingin terkesan seperti memanfaatkan mertua nya,ia ingin menafkahi Nuari benar-benar dari jerih payahnya,dari hasil keringat nya,tempat tinggal pun ingin dari hasil nya bekerja. Sudah cukup ia bekerja di perusahaan mertua nya, selebihnya ia ingin berjuang sendiri untuk membahagiakan istri nya.


Kedatangan Yoga di perusahaan sangat disambut dengan antusias oleh para staf dan karyawan terutama kaum hawa.


Mendengar jika supervisor yang baru merupakan seorang pria muda ,mereka sangat heboh apalagi setelah melihat sendiri bagaimana penampilan Yoga yang good looking,namun tak ada satu orang pun yang tahu mengenai status Yoga yang merupakan menantu dari pemilik perusahaan nya,karena Yoga sendiri menutupi identitasnya.


Sementara Nuari juga sudah kembali beraktivitas seperti biasa,apalagi jarak rumah sakit dari tempat tinggal nya kini sangat dekat,hanya sepuluh menit memakai kendaraan roda empat langsung sampai,tak jarang Nuari pergi kerja hanya dengan jalan kaki.


Siang ini Nuari di temani Evan dan Yudi tengah istirahat makan siang di kafe dekat rumah sakit. Hari ini Yoga tak bisa makan siang bersama nya karena masih di sibukkan dengan urusan kantor.


Namun meski Yoga sibuk ia tetap mengusahakan untuk meluangkan waktu dengan video call.


Seperti hal nya saat ini,di tengah-tengah acara makan nya,Nuari makan sambil bervideo call ria,sementara Evan dan Yudi hanya bisa diam dengan fikiran mereka masing-masing.


Yudi yang memikirkan perasaan Evan,ia terus memperhatikan ekspresi wajah Evan, karena ia tahu bagaimana perasaan Evan pada Nuari,sementara Evan terus menampilkan senyum nya meski hati nya merasa nelangsa.


"sayang,makan yang banyak ya,maaf aku tidak bisa menemani mu makan siang,aku benar-benar sibuk,nih aku saja sampai pesan makan ke ruangan ku, maklum lah baru belajar juga masih butuh adaptasi dengan pekerjaan " tutur Yoga ketika melihat Nuari menyuap kan makanan ke mulut nya


"hm....iya gak apa-apa kok aku ngerti,tapi nanti pulang nya kamu jemput gak,kalau gak bisa gak apa aku bisa jalan kaki ,kan dekat juga ,tapi kamu jangan pulang malam-malam" ujar Nuari setelah menelan makanan nya


"aku jemput dong,kamu jangan pulang sendiri " ucap Yoga


"baiklah aku tunggu jemputan datang " sahut Nuari


Di saat bersamaan terdengar ketukan pintu , Yoga lantas berseru


"masuk "


Seorang wanita dengan pakaian sedikit terbuka masuk ke ruangan Yoga,Yoga yang di posisi menghadap pintu dengan layar ponsel mengarah pada nya,Yoga melirik sekilas.


"maaf pak,lima menit lagi bapak di tunggu di ruang rapat " ujar nya


"oh iya makasih sudah di ingat kan,saya selesai kan dulu makan saya " sahut Yoga


"iya pak ,kalau begitu permisi " ucap perempuan itu lalu keluar


"kamu sudah shalat ?" tanya Nuari setelah memastikan tak ada siapa pun di depan suami nya


"sudah dong,tadi sebelum aku hubungin kamu" sahut Yoga , Nuari mengangguk


"sayang sudah dulu ya,aku sudah di tunggu di ruang rapat ,tak enak kalau telat kan aku masih baru " ucap Yoga yang sebenarnya ia berat untuk menyudahi video call nya


"hm... jadi kalau udah lama kerja nya bisa masuk telat gitu " ujar Nuari terkekeh


"hehehe.....ya enggak dong sayang " sahut Yoga


"ya udah ,kamu kerja yang bener,awas jangan genit-genit nanti aku colok mata kamu " ancam Nuari dengan nada becanda


"hehehe....iya sayang ,kamu tenang saja, biarpun banyak bidadari yang menggoda ku , insyaallah iman ku tak akan goyah ,nama mu selalu ada di dalam setiap tarikan nafas ku " kedua alis Nuari terangkat lalu terkekeh


"preeett..... Yoga ih kamu tuh ya....ya udah sana yang mau rapat,semoga rapat nya lancar,aku juga mau kembali ke rumah sakit " ucap Nuari yang merasa malu mendengar ucapan Yoga


"hehehe...iya...jaga diri kamu baik-baik ya,aku sayang kamu , assalamualaikum"


" mee to....waalaikum salam " sahut Nuari

__ADS_1


Akhirnya panggilan video call tersebut terputus.


"kalian sweet banget ya " cetus Yudi


"hehehe....enggak juga biasa saja " sahut Nuari tersipu


"aku turut senang melihat hubungan kalian,semoga kalian selalu bahagia " ucap Evan tulus


"iya ,terima kasih ,ini juga berkat mu,kalau bukan karena dukungan mu mungkin aku sudah menyerah " ucap Nuari


"itu karena aku tak mau melihat mu sedih terus ,jadi....kapan kamu ngasih aku keponakan ?" goda Evan


Blusss'


Seketika wajah Nuari memanas


"ah Evan ,bikin aku malu saja,udah ah yuk kita balik ke rumah sakit,kalian sudah selesai kan?" tanya Nuari nampak salah tingkah


"hahahaha....sudah Yuk "sahut Evan


Dari tadi Yudi hanya diam memperhatikan kedua nya


"aku salut pada nya,dia bisa menutupi rasa sakit nya seperti itu,aku harap dia akan mendapat gadis yang benar-benar cocok dengan nya " batin Yudi pada Evan


"ah ngomong-ngomong pasangan,aku sendiri juga masih jomblo sok ngedoain orang biar cepat dapat jodoh , sendiri nya juga belum tentu hahahaha...." lanjut nya tergelak dalam hati


Di tempat lain


Gibran yang baru kembali ke kantor setelah makan siang di rumah harus menghentikan langkah kaki nya ketika seseorang memanggil nya.


"pak Adnan ....tunggu pak !" seru orang itu


Gibran pun menoleh


"iya ada apa ya ?" tanya Gibran


"bisa kita bicara di ruangan bapak saja,masa bicara di sini ,tak enak dilihatin para karyawan "ucap nya


"kenapa mesti gak enak,ayo bicara saja gak apa kok,aku itu orang nya terbuka ,jika bukan masalah pribadi jadi gak masalah orang lain melihat nya " ucap Gibran yang sama sekali tak ingin membawa perempuan itu ke ruangan nya


"sepertinya akan sangat susah mendekati nya, aku harus cari cara lain " batin nya


"jadi gimana,ada masalah apa,atau anda ke sini untuk menanyakan perihal proposal itu ?" tanya Gibran


"ah...iya ...aku ke sini untuk masalah itu " sahut Anita cepat


"sebelum nya saya mau minta maaf,dan permintaan maaf saya ini sudah saya sampaikan langsung pada pemilik perusahaan tempat kamu bekerja, bahwasan nya saya menolak kerja sama,karena saya melihat poin-poin di sana sangat sedikit menguntungkan bagi perusahaan saya " tutur Gibran


"apa pimpinan mu tak memberikan penjelasan tentang ini,hingga kamu repot-repot datang menemui saya ?" lanjut Gibran


"em...i...itu...saya...."


"sudahlah,sudah tidak ada lagi yang harus di bahas,semua nya sudah jelas,dan kamu tidak ada alasan apapun untuk kembali menemui ku,apalagi dengan busana yang sangat tidak sopan " ucapan pedas Gibran cukup membuat Anita sakit hati


"permisi " Gibran pun segera pergi ke ruangan nya tanpa memperdulikan Anita yang masih berdiam diri di sana


"s*al,baru kali ini aku ditolak, sebelum nya tak pernah ada yang mau menolak ku,kau terlalu sombong ... lihat saja nanti aku pastikan kau akan takluk pada ku " batin Anita kesal


Tanpa ia sadari sedari tadi ada sosok hitam berbulu dan sosok nenek dengan pydara yang besar dan panjang berdiri di belakang nya,kedua sosok itu nampak menatap garang pada nya.


"duh...kenapa tiba-tiba aku merinding begini sih,apa AC nya terlalu kencang, ah sudah lah kenapa aku malah mikirin hal itu,sekarang yang harus aku fikirkan adalah bagaimana cara nya membuat pak Adnan jatuh dalam pelukan ku " gumam nya pelan lalu beranjak pergi

__ADS_1


Akan tetapi ketika Anita hendak keluar, tiba-tiba saja pintu kaca yang terbuka lebar itu tiba-tiba menutup dengan sendirinya,karena pintu kaca itu nampak bening ia tak menyadari nya,hingga ia terus saja berjalan seolah pintu itu terbuka ,hingga pada akhir nya.


Brukk'


Prannngggg'


Anita menabrak dan pintu kaca tersebut pecah ,hancur berkeping-keping,bak terkena pukulan dari sebuah tongkat besi semua kaca nya rontok ke lantai.


Tak hanya terkejut,ia pun meringis kesakitan,juga malu karena di sana banyak pasang mata yang melihat nya.


"ehehehehe.......rasain kamu ehehehehe....."


"hahahaha....emang enak,makan tuh beling,siapa suruh jadi manusia kok gak ada baik-baik nya,isi kepala nya hanya niat jahat terus "


Kedua makhluk tak kasat mata, Wowo dan Wewe rupanya jadi dalang kejadian itu,keduanya nampak terpingkal-pingkal.


Hingga sebuah teguran menghentikan kedua sosok itu.


"Wewe....Wowo... apa yang kalian lakukan, lihat lah kantor suami ku jadi berantakan begini "


Rupanya Nuri juga berada di sana,bahkan Rifki pun juga bersamanya. Pasangan itu baru saja hendak keluar.


"hanya memberikan sedikit pelajaran pada nya,dia sudah berniat untuk menggoda Gibran,kita mana mau tinggal diam "sahut Wowo


"oh...dia pelakor rupanya " batin Nuari


"ya sudah lah biarkan saja suruh dia ganti rugi " ucap Nuri pada Rifki


"dengan senang hati " Rifki pun berjalan menghampiri Anita yang masih terbengong-bengong di tempat nya,bahkan di sana kini sudah banyak berkumpul para staf


"hey...sudah-sudah kalian kembali lah bekerja " ucap Rifki pada semua staf nya,mereka pun menurut dan kembali ke tempat mereka masing-masing


"kalian cepat bereskan kekacauan ini ,dan jangan sampai ada yang tersisa " perintah nya pada beberapa OB yang ada di sana


"baik pak bos "sahut mereka


"ma..maaf...maafkan saya ....saya tidak sengaja " ucap Anita menundukkan kepala


"maaf saja tidak cukup, kamu harus mengganti kaca yang rusak itu sekarang juga " ucap Rifki penuh penekanan


"hah...ta..tapi pak...saya ..."


"tak ada tapi-tapian, seseorang yang berniat buruk pada keluarga ku terutama pada anak ku,mereka harus menanggung akibat nya,hanya mengganti rugi itu sudah sangat ringan bagimu "


Gluk'


Anita menelan saliva mendengar nya


"bagaimana dia bisa tahu rencana ku yang berniat menggoda anak nya " batin nya


"lain kali fikirkan baik-baik apa yang mau kamu lakukan,agar tak membuat mu malu,dan satu lagi,siapa pun yang ingin menginjakkan kaki di perusahaan ini,maka harus menjaga etika juga pakaian nya " ujar Rifki


"ayo sayang "Rifki menggandeng mesra istri nya dan pergi begitu saja


Nuri pun nampak cuek saja pada Anita,ia yang seorang perempuan tidak pernah mau mentorerir yang namanya pelakor, apalagi pelakor itu hendak mengganggu putra nya.


"urus dia ,pastikan dia mengganti rugi kerusakannya hari ini juga " ucap Rifki pada salah satu staf nya


"baik pak bos " sahut nya


"ah.... benar-benar sial aku hari ini " gerutu Anita

__ADS_1


...***...


__ADS_2