Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Merasa buruk dan kotor


__ADS_3

"aaakkkhhh.........tidak ....jangan lakukan ...." jerit Nuari ketika Jupri terus menciumi leher putih nya sementara kedua tangan nya memegangi tangan Nuari yang sudah berhasil lepas


Kini tubuh Nuari terlentang di lantai semen yang nampak kotor dan berdebu dengan Jupri di atas nya.


Sementara Renita terus mengambil video dari berbagai sisi dengan terus melebarkan senyum nya,tanpa ia sadari seseorang telah menyusup masuk.


bruukk'


Tiba-tiba saja Renita jatuh tak sadarkan diri setelah seseorang berhasil membekap nya dengan kain yang sudah di beri obat bius.


Jupri yang tengah di landa n*fsu pun tak menyadari itu.


Hingga akhirnya sebuah benda tumpul mengenai punggung nya,membuat pria yang sudah kehilangan akal sehat itu pun segera berhenti dan berbalik.


"kurang ajar...siapa kamu ?" tanya nya dengan mata melotot lalu beranjak membiarkan Nuari begitu saja


Nuari pun beringsut mundur dan terduduk di pojokan dengan memeluk kedua lutut nya.


Kejadian sebelum nya


Silvi yang sudah tak bisa lagi menahan diri karena mendengar teriakan Nuari pun nekat masuk dengan bermodal kan balok kayu yang entah kenapa terdapat beberapa teronggok di dekat nya seolah di sengaja untuk digunakan nya sebagai senjata.


Dengan jantung yang bertalu-talu ia pun berjalan menuju arah pintu,namun seolah keberuntungan ada pada nya ia menemukan sebuah botol dengan ukuran segenggaman tangan nya tergeletak di lantai,ia pun memungut nya lalu melihat tulisan di botol itu.


"obat bius " gumam nya pelan


"aaakkkhhh......" terdengar lagi suara teriakan dari dalam,ia pun lalu meraih kain kotor yang tergeletak dekat pintu ,mungkin untuk keset fikir nya,namun ia tak memperdulikan kan nya,ia pun lantas menyemprotkan obat bius itu pada kain kotor tersebut


Setelah di rasa cukup ia pun cepat-cepat menuju ke ruangan dimana Nuari berada saat ini.


Melihat posisi Renita yang memunggungi pintu,Silvi segera membekap Renita dari belakang dan hanya dalam hitungan detik wanita yang tengah hamil itu pun terkapar tak sadarkan diri.


Ia lalu beralih pada Jupri lalu menghantamkan balok kayu yang ia bawa pada punggung pria itu


Mendapat serangan tiba-tiba di punggung nya pria itu pun menghentikan aksi nya lalu berbalik menatap Silvi dengan marah.


"kurang ajar ....siapa kamu ?"


"kau yang kurang ajar ,dasar manusia g*la" hardik Silvi dengan nada bergetar


"s*al " umpat nya ketika melihat istri pengertian nya sudah tergelatak tak sadar kan diri


Dengan wajah merah padam karena marah Jupri pun dengan cepat menyergap Silvi yang sudah siap melayangkan balok kayu tersebut,namun sayang gerakan nya dapat di baca oleh Jupri hingga balok kayu itu tak mengenai Jupri,namun sebagai ganti nya Jupri memukul Silvi tepat pada punggungnya hingga gadis itu tersentak dan jatuh.


"uhhukk...." gadis itu pun memuntahkan darah segar dari mulut nya,nafas nya mulai sesak juga pandangan nya pun mulai kabur


"Nuari....la...ri...." Silvi terbata lalu sedetik kemudian ia pun tak sadarkan diri


"tidak ....Silvi " pekik Nuari


"huh...dasar pengganggu " dengus nya lalu ia beralih pada Renita dan mencoba membangunkan nya


"Renita....hey....bangun lah ...." ucap nya seraya menepuk kedua pipi istri nya itu pelan


Namun karena pengaruh obat bius Renita pun tak dapat dibangun kan ,hingga Jupri pun memindahkan Renita terlebih dahulu pada sebuah tikar tipis yang berada di sana.


Melihat pria itu sibuk dengan wanita nya,Nuari pun perlahan segera beranjak untuk melarikan diri.


Akan tetapi Jupri menyadari itu


"mau kemana hem....tak kan mudah kamu bisa lari dari ku apalagi keluar dari hutan ini,jika kau ingin teriak maka teriak lah karena tak ada satu orang pun yang akan menolong mu , hahaha...." ia tertawa melihat raut ketakutan dari gadis yang sudah membakar gairah nya


Jupri pun kembali menyeret Nuari hingga gadis itu teriak apalagi saat kaki dan sikut nya terantuk pada meja.


"Akkkhhh....lepas... lepaskan aku ....bajingan " hardik nya


"hahaha....terus saja berteriak ,aku lebih menyukai suara teriakan mu yang sebentar lagi akan berubah dengan jeritan kenikmatan " seringai nya seraya menarik pakaian Nuari hingga robek di bagian bahu


"tidak ....jangan..... aaaakkkhhhh....."


sreeetttt'


sreeetttt'


Sementara itu Yoga yang baru saja tiba bersama dua orang pria tak lupa beberapa orang polisi segera berlari menyusuri hutan itu,para polisi berpencar, Yoga bersama dua orang pria mengikuti jalanan kecil yang entah menuju kemana diikuti beberapa orang polisi di belakang mereka.


"kau yakin ini tempat nya ?"


"aku sangat yakin om,teman ku yang mengirim kan lokasi nya" jawab Yoga


"aaakkkhhh........" dari jauh terdengar suara jeritan seorang perempuan ,ketiga pria itu terkesiap karena mengenali suara itu

__ADS_1


"astaga ....Ari ....ayo cepat ..." mereka pun berlari menuju arah suara


"nek.... lakukan sesuatu" perintah nya membatin


Di tempat Nuari


Jupri yang sudah berhasil mengoyak pakaian Nuari hingga menampakan pakaian dalam nya pun tiba-tiba tersentak saat tiba-tiba saja tubuh nya melayang dengan sendiri nya dan menubruk meja yang terbuat dari bambu ,hingga meja tersebut hancur.


"aakkhhh......kenapa....kenapa bisa "ucap nya bingung sekaligus terkejut


"aakkhhh...." lagi-lagi tubuh nya melayang kali ini tubuh nya melayang ke atas lalu ketika sudah berada di ketinggian satu meter tubuh nya tiba-tiba saja terhempas begitu saja di atas lantai


brukk'


"akkh....ap...apa yang terjadi " lirih nya sambil menahan sakit


Nuari nampak terisak sesegukan,dengan memanfaatkan situasi,gadis itu pun segera beranjak menghampiri Silvi.


"Silvi....Silvi...bangun ...." lirih nya


Beberapa saat kemudian Yoga dan yang lain pun sampai,mereka nampak shock dan terkejut melihat penampakan Nuari yang mengenaskan.


Rambut acak-acakan,kedua pipi nampak memar dan bengkak di bagian mata,leher yang nampak memerah bekas c*pangan,serta pakaian yang sudah robek sana sini hingga menampil kan pakaian dalam nya.


"astaga.....Ari ...."seru ketiga pria itu


"papa....kakak.... Yoga...." lirih nya


"ya ampun sayang,kamu tak apa-apa?" tanya Rifki segera melepas jas nya lalu memakainya pada Nuari,pria yang merupakan papa nya tersebut segera memeluk nya dan menenangkan anak gadis nya yang nampak gemetar ketakutan.


Nuari menggeleng


"bajingan " kecam Yoga


Yoga pun dengan bringas menghajar Jupri yang sudah tak berdaya akibat ulah Wewe


buk'


buk'


buk'


"kurang ajar....berani nya kau ....dasar manusia tak punya hati ....mati saja kau ...."teriak Yoga sambil terus memukul dan menendang Jupri


"berani nya kau lakukan ini pada nya,...membusuk di penjara pun tak cukup buat mu bajingan " hardik Yoga lagi


"Yoga....sudah cukup ,dia bisa mati di tangan mu " seru Rifki


"tapi om dia benar-benar sudah keterlaluan, aku tak bisa memaafkan nya begitu saja" sahut Yoga menghentikan kebrutalannya


"minggir....biar aku yang melanjutkan nya " ucap Rifki dengan aura menyeramkan


Yoga pun mundur lalu tanpa aba-aba Rifki segera menendang wajah Jupri hingga pria yang hanya mengenakan ****** ***** itu pun kembali mengerang kesakitan, apalagi tendangan nya itu tepat mengenai hidung nya,yang segera mengeluarkan darah.


"berani kau menyakiti putri ku maka kau berhadapan langsung dengan ku,apa kau tak tahu siapa aku .... berani-beraninya kau "


duk'


lagi Rifki menendang Jupri kali ini bagian punggung nya lah yang jadi sasaran


"biar ku tambah kan " seru Gibran


Jupri dengan setengah kesadaran nya melihat pada ketiga pria yang berdiri angkuh di hadapan nya.


"karena kamu sudah berani melecehkan adik kesayangan ku maka akan ku pastikan kau akan tersiksa seumur hidup mu " kata-kata Gibran cukup membuat tubuh Jupri bergetar


duk'


krakk'


"aaaakkkhhhh......" seketika Jupri pun tak sadar kan diri ketika merasa kan batang ******** nya terasa remuk akibat tendangan yang dilakukan Gibran pada nya


Beberapa orang polisi termasuk komandan polisi yang berada di sana pun tak dapat melakukan apa pun untuk melerai apa yang dilakukan ketiga pria itu,karena mereka tahu siapa Rifki.


"bawa dia dan masukan dia ke penjara,jangan sampai ada siapa pun yang mencoba membebaskan nya " perintah Rifki yang segera di angguki para petugas kepolisian


"satu lagi pak, perempuan itu juga turut andil dalam penculikan ini" tunjuk Yoga pada Renita yang masih pingsan


"lalu dia ?" tunjuk Rifki pada Silvi


"dia teman ku yang memberi tahu tempat ini " sahut Yoga

__ADS_1


"Ari...." tatapan Yoga beralih pada Nuari yang nampak masih ketakutan di dekat Silvi,bahkan gadis itu menundukan wajah nya enggan menatap Yoga


"sayang , maafkan aku datang terlambat" lirih Yoga hendak memeluk Nuari ,namun gadis itu segera mengindari nya


"lebih baik kita cepat bawa Silvi ke rumah sakit,aku takut dia kenapa-kenapa" lirih Nuari menatap Silvi


Beberapa saat kemudian mereka pun sudah tiba di rumah sakit.


Silvi segera dilarikan ke ruang UGD , begitupun dengan Nuari,gadis itu segera mendapat penanganan medis.


Di luar ruangan tempat Nuari di tangani Yoga tertunduk lesu ,ia sangat merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Nuari.


"maaf kan aku om ,kak ...ini ....salah ku ,andai saja aku bisa menjaga nya lebih baik pasti kejadian ini tak kan terjadi " lirih nya


"sudahlah tak usah merasa bersalah ,ini bukan kesalahan mu,kita tak akan tahu kejadian ini akan terjadi,tapi kedepan nya kamu harus bisa lebih waspada" ujar Rifki


Tak lama pintu ruangan pun terbuka, seorang dokter wanita dan dua orang suster keluar dari ruangan itu. Awal nya dokter yang menangani Nuari adalah dokter laki-laki ,namun karena Nuari masih merasa shock dan takut melihat laki-laki asing maka dokter nya di ganti kan dengan dokter wanita.


"bagaimana keadaan anak saya dokter?" tanya Rifki


"anak bapak tidak apa-apa,ia hanya shock saja,untuk luka memar nya kami sudah memberikan obat anti memar,dan saat ini pasien tengah beristirahat" ujar dokter membingkai kelegaan bagi ketiga pria itu


"apa kami sudah boleh melihat nya dokter?" tanya Yoga


"tentu saja, tapi usahakan untuk tak membuat kegaduhan hingga mengganggu istirahat pasien " ujar dokter lagi


"baik dokter terima kasih " ucap ketiga nya


Sementara di ruang UGD,nampak kedua orang paruh baya tengah berharap-harap cemas menunggu putri mereka yang tengah ditangani dokter.


"hiks...kenapa bisa terjadi hal seperti ini pak,apa salah anak kita ?" tanya Sina pada pak Muhidin suami nya


"sabar Bu,bapak tahu ibu sedih,bapak pun sama,tapi kita tak bisa melakukan apa-apa,kita doakan saja yang terbaik untuk anak kita " ucap pak Muhidin memenangkan


"iya tapi kenapa harus anak kita yang mengalami nya ?" lirih nya lagi


"semua karena takdir Bu " ucap pak Muhidin lagi


Di saat pintu terbuka di saat bersamaan pula Yoga dan Rifki datang,mereka meninggalkan Nuari yang masih terlelap bersama Gibran.


"bagaimana keadaan nya dokter" tanya Yoga bersamaan dengan kedua paruh baya itu


"beruntung luka dalam nya tak terlalu parah,hanya mengalami sedikit cedera,sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang rawat,kalau begitu saya permisi " dokter pun pergi setelahnya memberi keterangan mengenai keadaan Silvi


"maaf kan aku Bu,pak, gara-gara kejadian ini harus melibat kan Silvi,aku sungguh menyesal,tapi aku juga berterima kasih karena berkat Silvi aku bisa menemukan calon istri saya meski sedikit terlambat " ucap Yoga seraya meraih tangan kedua tangan paruh baya tersebut


"iya mas Yoga,tidak apa-apa,semua sudah terjadi,dan kita juga tak menyalahkan mu,kejadian ini sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa,kita sebagai manusia hanya bisa pasrah dan tawakal menjalani nya,kata dokter juga tak terjadi hal serius pada Silvi" ucap pak Muhidin


"terima kasih pak ,Bu,kalian memang keluarga baik,aku sangat beruntung bisa bertemu dan mengenal kalian " ucap Yoga yang sangat merasa terharu


"saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih,karena putri kalian yang berusaha menyelamatkan putri ku meski ia harus terluka dan masuk rumah sakit,sebagai rasa terima kasih ku,semua biaya rumah sakit akan saya tanggung,termasuk pendidikan semua anak-anak ibu dan bapak,saya tidak tahu apa yang akan terjadi bila putri kalian tidak ada " ujar Rifki membuat pasangan suami istri tersebut saling tatap


"jangan terlalu berlebihan pak,kami yakin Silvi juga ikhlas menolong putri bapak,kami sangat berterima kasih jika bapak hendak membiayai rumah sakit,tapi jika untuk biaya pendidikan anak-anak kami ,itu tidak perlu,kami tak ingin banyak merepotkan Anda " tutur pak Muhidin


"tapi pak...."


"iya pak,kami ikhlas,kita sebagai manusia kan memang harus saling tolong dan membantu sesama,biar apa yang dilakukan putri kami hanya Allah yang membalas " ujar pak Muhidin yang bersikeras menolak rencana Rifki


"baiklah,jika itu keputusan nya,saya tak dapat memaksa" ucap Rifki kemudian


Setelah memastikan kondisi Silvi,dan kini sudah berpindah ruangan, Yoga dan Rifki pun pamit untuk kembali ke ruangan Nuari.


Saat kedua nya kembali,Nuari sudah bangun dari tidur nya,ia menoleh dan tersenyum melihat papa nya,namun tatapan nya berubah sendu lalu menundukan wajah ketika bersitatap dengan Yoga.


"pah, kita keluar sebentar ,biarkan mereka berbicara " ucap Gibran mengajak Rifki keluar ,Rifki pun mengerti dan ikut bersama putra nya keluar


"untuk apa kamu kesini,pergi ....dan cari wanita lain yang lebih pantas bersama mu,aku sudah kotor,kamu pasti jijik pada ku,aku sudah tak pantas dan tak layak untuk mu " ucap Nuari dengan air mata yang sudah mengalir dengan deras ,sungguh hatinya benar-benar hancur dan sesak,apalagi ketika teringat kembali perlakuan Jupri pada nya,membuat nya lebih merasa buruk di mata Yoga


"jangan katakan itu sayang,kamu tidaklah kotor,aku mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihan mu,apa pun itu aku tak peduli " ucap Yoga meraih tangan Nuari ,namun gadis itu menepis nya


"kau ingat janji kita kan?" tanya Yoga hingga Nuari reflek menoleh


"bahwa tidak akan ada yang akan memisahkan kita,apa pun itu...kita akan tetap bersama "lanjut nya


"tapi .... ak...aku...."


"sssttthhhh.....percayalah aku tak akan meninggalkan mu,kau pun jangan pernah pergi dariku ,karena aku tak akan sanggup jika harus kehilangan mu " tutur Yoga segera membawa tubuh lemah Nuari ke pelukan nya,Nuari pun terisak di pelukan nya


"maaf kan aku .... karena aku datang terlambat,seandainya saja aku bisa datang lebih cepat,semua ini pasti tak akan terjadi,Jupri...Renita ....sampai kapan pun aku tak akan memaafkan kalian " lanjut nya dalam hati


Hati nya teriris melihat wajah cantik kekasih nya yang penuh luka lebam dan memar,apalagi melihat bercak merah kebiruan di setiap titik leher nya,hati nya pun terasa panas,ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya jika ia benar-benar terlambat,dan tentu saja ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.

__ADS_1


...***...


__ADS_2