
Tanpa ada rasa takut terjatuh,Nuari terus memanjat pohon mangga itu untuk mendapatkan mangga yang masih muda,meskipun kaki nya masih terasa sakit ,namun itu tak menghalangi nya untuk terus melanjutkan apa yang ia lakukan.
Nuari nampak lihai berpindah dari dahan satu ke dahan lain nya,hingga ia berhasil mendapatkan buah yang benar-benar masih muda,ia pun segera memetik nya beberapa.
pluk'
pluk'
pluk'
3 buah mangga muda pun jatuh ,dan Nuari segera turun,saat hendak menapak pada dahan di bawah nya ,tiba-tiba saja Nuari terpeleset hingga membuat nya terkejut,pegangan tangan nya pun terlepas dan...
"aaakkkhhh....."
"Nuari....." seru Evan segera berlari menghampiri pohon mangga itu
hap'
Mereka semua terdiam saat seseorang berhasil menangkap tubuh Nuari ,hingga gadis itu tak jatuh mengenai tanah.
Nuari yang terkejut pun hanya bisa terdiam seraya menatap orang yang menolong nya,jantung nya yang berdebar bukan karena ia yang terkejut karena hampir jatuh namun karena melihat siapa yang menolong nya.
"lain kali lebih hati-hati lagi "
"Yoga...." lirih Nuari
Ya ....orang itu adalah Yoga,entah bagaimana caranya ia bisa berlari begitu cepat saat melihat Nuari akan terjatuh.
"kaki mu pasti masih sakit ,kenapa kamu malah nekat manjat pohon sih " tanya Yoga
"Nuari kamu tak apa-apa?" tanya Evan membuat Yoga tersadar dan segera menurunkan Nuari dari gendongan nya
"tidak apa-apa,hanya terkejut saja " sahut nya
"kamu kenapa sih senang banget cari perhatian Yoga,sengaja kan kamu menjatuhkan diri biar di gendong Yoga lagi" cetus Renita tiba-tiba
"enak saja enggak ya ,siapa juga yang cari perhatian " sahut Nuari
"masa " ucap Renita mencebik
"hey ... sudah jangan nuduh yang macem-macem " ucap Yoga
"aku gak nuduh kok,memang benar kan ,kamu juga kenapa belaga sok pahlawan segala sih " Yoga pun tak luput dari omelan nya
"aku reflek saja ingin menolong nya,memang nya salah kalau aku mau nolong orang, aku juga gak mungkin dong pilih-pilih harus nolong siapa " sahut Yoga
"halah....itu sih alasan mu saja " cebik Renita
"sudah-sudah kenapa kalian malah jadi ribut sih,lagian aku juga manjat pohon ini karena kamu ingin mangga muda ,kalau enggak ya mana mau aku harus repot-repot manjat segala ,mana tinggi lagi" seru Nuari
"dan sekarang kalau Yoga nolongin aku ya gak masalah kan ,kita jadi impas " tambah nya lagi
"kamu mau mangga muda ,buat apa?" tanya Yoga mengangkat kedua alisnya menatap Renita
"aduh , mati aku...." batin Renita
__ADS_1
"masa kamu gak tahu sih ?" pancing Nuari
"maksud nya ?" tanya Yoga balik
"ah.... maksud nya cuaca panas gini enak nya ngerujak ,ia kan Nuari ?" sambar Renita panik
"tadi aku bilang kalau nanti siang bikin rujak mangga kaya nya enak ,eh Nuari malah main nyelonong saja ngambil mangga nya " seloroh Renita lagi
"benar begitu ?" tanya Yoga melihat pada Nuari
"ya....iya ,seperti itu " sahut Nuari ,ia merasa janggal dengan alasan Renita,padahal bisa saja kan dia langsung mengatakan jika ia tengah ngidam ,tapi seolah ia menutupi kehamilan nya pada Yoga begitu fikir nya
"apa dia sengaja tak memberi tahu nya sekarang,atau nanti menunggu momen nya yang pas ,Ya Tuhan.....sakit ...." lirih Nuari membatin, ia pun segera memalingkan wajah menyembunyikan mata nya yang mulai berair
"ya sudah ,ayo kita masuk mobil,ban nya udah selesai di ganti " ucap Evan ,pria itu pun dapat melihat ekspresi Nuari saat memalingkan wajah nya
"oh ....iya tapi sebentar aku ambil dulu mangga muda nya " sahut Nuari lalu segera memunguti mangga-mangga muda itu.
Saat mereka hendak memasuki mobil tiba-tiba Joni dan Jono berceletuk
"tadinya kami fikir kamu sedang ngidam "
Deg...
Renita yang sudah membungkuk hendak masuk mobil pun mendadak terdiam,namun tiba-tiba Yoga menyahut.
"iya ngidam ,ngidam anak nya biawak " kata Yoga dengan nada bercanda
"iya kamu biawak nya , hahahaha...." timpal Yudi
Mendengar hal itu Nuari yang sudah masuk terlebih dulu pun sontak menoleh
"apa benar yang dikatakan nya,lalu kalau Yoga tak pernah menyentuh nya ,artinya Renita ....hamil anak orang lain " batin nya
Entah ia harus senang atau prihatin,jika benar Renita hamil bukan dengan Yoga itu artinya ia masih ada peluang untuk mendekati nya.
"semoga saja apa yang aku harapkan memang benar ,bukan Yoga ayah dari bayi yang Renita kandung" batin nya lagi
"ayo masuk , hati-hati kepala mu " ujar Yoga kemudian membantu Renita masuk ke dalam mobil
"i...iya ..." sahut Renita
"duh....hampir saja jantung ku copot ,jangan sampai mereka tahu kalau aku sedang hamil,pokok nya sepulang dari sini aku ingin minta cepat-cepat dinikahi,jika tidak ,akan ketahuan kalau aku hamil,tapi...ada bagus nya juga kalau pernikahan kami kembali di mundur kan ,aku jadi ada kesempatan buat gugurin kandungan ini " gumam Renita membatin, gadis itu pun segera menyusun rencana agar apa yang ia lakukan tak sia-sia
"harus nya aku tak usah ikut,kan aku jadi ada waktu buat gugurin bayi ini,tapi kalau aku gak ikut,Yoga pasti akan lebih leluasa berdekatan dengan nya " batin nya lagi seraya melirik Nuari yang berada di bangku paling depan
Hingga tak membutuhkan waktu lama,mereka pun sampai di depan sebuah kantor kecamatan.
Bangunan berlantai satu itu ,terlihat asri dengan beberapa pohon Cemara yang tumbuh di beberapa titik,juga tanaman hias yang berjajar rapih di sisi kiri kanan bangunan itu.
Ke tujuh nya di sambut dengan baik oleh para petugas di kecamatan,mereka pun segera di arahkan untuk menuju ruangan pak camat.
tok tok tok
Seorang yang mengantar kan mereka pun mengetuk pintu ,tak lama terdengar suara orang berteriak menyerukan
__ADS_1
"masuk "
Setelah mendengar jika orang di dalam mempersilahkan masuk,Nuari dan yang lain pun akhirnya memasuki ruangan tersebut.
"selamat siang,maaf kami datang terlalu siang, terjadi insiden tadi di jalan , hingga membuat kita datang terlambat" ucap Evan
"selamat siang juga ,maaf insiden apa ya,sebelum nya saya minta maaf seharusnya pihak kami tadi menjemput,berhubung ada kendala jadi tak bisa datang menjemput" ucap pak camat merasa tidak enak
"gak apa-apa kok pak,kami hanya mengalami pecah ban tadi " sahut Evan lagi
"oh ya ampun ,maaf saya lupa,ayo mari silahkan duduk " ucap pak camat lalu memesankan minum untuk ketujuh tamu nya
"tapi kalian tidak apa-apa kan , tak ada yang terluka?" tanya pak camat nampak khawatir
"Alhamdulillah....sih tidak pak" sahut Evan lagi
"syukurlah kalau begitu " ucap pak camat
"jadi kalian semua ini adalah dokter hewan yang akan membantu menangani wabah pada ternak di sini?" tanya pak camat
"ah tidak kok pak,hanya mereka berlima saja, kebetulan saya hanya di minta untuk ikut serta saja " ucap Yoga apa adanya
"lalu mbak nya ?" tanya pak camat terarah pada Renita
"saya calon istri nya " sahut Renita bangga
"wah...pantas saja ya dari tadi saya perhatikan kalian nampak lengket " kekeh pak camat
Renita tersipu , sementara Nuari meringis pilu.
Mereka pun akhirnya berbincang-bincang masalah wabah PMK yang melanda sebagian besar desa tersebut,pak camat kemudian memberikan data-data peternakan dan warga yang mempunyai hewan ternak berupa sapi ,kerbau,kambing dan domba, namun sebagian besar warga memiliki sapi dan kerbau untuk dipelihara.
"astaga....separah ini " lirih Nuari
Ia melihat angka jumlah kematian pada sapi dan kerbau yang lebih banyak daripada kambing ataupun domba.
"apa persediaan obat nya cukup untuk seluruh desa ini ?" tanya Nuari pada Yoga
"mudah-mudahan sih cukup ,kalau tidak mungkin aku harus mencari nya dulu ke hutan , siapa tahu di hutan ini banyak tumbuh tanaman yang ku butuhkan " sahut Yoga
"ok ,jadi kapan kita mulai eksekusi" tanya Yudi
"lebih cepat lebih baik,mengingat begitu parah nya wabah di sini , kemungkinan besar semua ternak warga akan habis dalam beberapa hari " sahut Nuari
"iya kamu benar " timpal Evan
"lalu apa kita akan pergi mensurvei nya terlebih dahulu atau langsung eksekusi?" tanya Joni dan Jono
"langsung eksekusi saja,biar penanganan nya pun bisa lebih cepat,kita pisahkan mana yang terjangkit dan mana yang sehat " tutur Nuari lagi
"kita mulai dari mana?" tanya Yudi
"menurut peta wilayah ini ,sebaiknya kita bergerak dari arah ini lalu ke sini dan seterusnya ,agar tak ada tempat yang terlewat" ujar Nuari lagi
"baiklah ....ayo kita mulai ekspedisi..." seru Joni dan Jono
__ADS_1
...***...