
Sebelumnya
Yoga sudah merencanakan untuk melamar Nuari siang ini, ia pun ingin memberikan kejutan,namun dengan sedikit membuat gadis nya merasa kesal.
Maka Yoga pun membatalkan rencana nya yang akan mengajak makan siang.
Berada di tempat yang tak di sadari Nuari, Yoga bersembunyi memperhatikan gerak-gerik gadis itu. Hingga ia terkekeh saat menyaksikan gadis itu terus menggerutu.
Merasa sudah cukup Yoga pun meminta pelayan kafe untuk memberikan setangkai bunga mawar putih untuk mengalihkan perhatian agar ketika ia mendekat Nuari tak menyadari nya.
Kembali ke masa kini
Keduanya masih berpelukan saling menyalurkan rasa haru dan bahagia mereka hingga kemudian suara seseorang mengejutkan mereka,hingga melepas pelukan.
"wah...ada acara apa ini,kenapa kalian terlihat romantis sekali ?"
"om Dede " seru Nuari
"sepertinya om melewatkan sesuatu nih " ucap nya seraya tersenyum memperhatikan keduanya ,bahkan kini pandangan nya tertuju pada buket bunga dan cincin yang melingkar di jari manis keponakan nya,ia pun langsung mengerti dengan apa yang terjadi
"Yoga baru saja melamar ku " ucap Nuari tersipu malu
"Alhamdulillah....om ikut senang,kalian bisa cepat melangkah ke jenjang pernikahan,semoga semua nya dilancarkan "
"amiiiin...terima kasih om " sahut Nuari dan Yoga bersamaan
"om mau makan ?" tanya Nuari
"enggak ,hanya mau membelikan makanan buat atasan om " jawab Febry
Saat itu juga terdengar suara ponsel membuat Febry merogoh ponsel nya yang masih jadul
"ck,dasar gak sabaran "
"siapa om ?" tanya Nuari ketika Febry tak kunjung mengangkat telepon nya
"atasan om ,sebentar ya om angkat dulu"
"hallo.......iya Bu....ini baru saja saya sampai di kafe .........maaf Bu jalanan sedikit macet tadi .......ck terserah ibu mau percaya atau tidak,kalau tidak percaya ibu bisa cek Google ....baiklah aku pesankan sekarang makanan nya " Febry pun langsung mematikan panggilan telpon nya secara sepihak
"itu telepon dari atasan nya om?" tanya Nuari
"iya " sahut Febry lalu melambaikan tangan nya pada seorang pelayan agar pelayan itu segera menghampiri
"ada yang bisa saya bantu ?" tanya pelayan itu ramah
"saya pesan makanan yang tertera di kertas ini, cepet ya jangan pakai lama,dan satu lagi makanan nya di bungkus " ucap Febry seraya menyerahkan secarik kertas yang terdapat beberapa menu makanan juga minuman
"baik pak " pelayan itu pun segera pergi untuk menyiapkan pesanan Febry
"beneran tadi dari atasan om ,kok om songong sih,sebagai bawahan harus nya om itu menghormati atasan om" ucap Nuari yang merasa aneh dengan sikap om nya
"bukan om yang songong tapi memang atasan om nya saja yang nyebelin ,sok berkuasa dan semena-mena " ujar Febry membuat Nuari menatap bingung pada om nya
Tak beberapa lama kemudian pesanan Febry pun siap ,dia segera berpamitan sebab atasan nya kembali menelpon nya.
"kenapa aku ngerasa aneh pada om Dede ya,sepertinya om Dede dan atasan nya itu ada sesuatu " gumam Nuari
"ya sudah lah biarkan saja,ayo sekarang kita juga makan, makanan sudah siap " ucap Yoga membuat Nuari terkesiap
"loh...sejak kapan makanan nya ada di sini ?" tanya Nuari yang memang tak menyadari kedatangan para pelayan yang menyiapkan makanan
"ayo silahkan duduk " Yoga menarik kursi untuk Nuari tanpa menjawab pertanyaan gadis nya itu
Dengan pipi bersemu Nuari menurut
"terima kasih "
Kedua nya pun segera menikmati makan mereka,dengan sesekali Yoga mengusap makanan yang menempel di sudut bibir Nuari.
Saat kedua sejoli itu tengah menikmati masa-masa kasmaran di tengah makan siang mereka,di tempat lain pasangan suami istri yang juga tengah makan siang setelah pertempuran sengit nan panas di tempat tidur pun tak kalah romantis nya.
Dengan manja nya Aranta terus menerima suapan demi suapan dari tangan Gibran langsung,entah kenapa setiap makan rasanya selalu terasa lebih nikmat jika makan langsung dari tangan suami nya.
"makan yang banyak biar tenaga nya kembali terisi " ucap Gibran seraya tersenyum
__ADS_1
"hm...kamu sih kalau udah main gak pernah puas kalau aku belum lemes " ucap Aranta seraya mengerucut kan bibir nya
"hehehe....maaf ya sayang , aku suka hilang kendali " cengir Gibran seraya mengusap pipi Aranta dengan tangan kiri
"hm...aaaa lagi... "rengek Aranta
"hehehe ...iya ...iya ...ini aaa...kamu tuh kenapa sih jadi manja banget hem....tapi aku suka " Gibran terkekeh
Hingga beberapa saat kemudian mereka pun selesai dan Gibran kembali ke meja kerja nya dan mulai berkutat dengan laptop dan berkas-berkas di meja nya.
Sementara Aranta pun berkutat dengan ponsel nya.Untuk sementara Aranta memang hiatus dari pekerjaan nya sebagai dokter.Jadi Aranta punya banyak waktu untuk terus berada di dekat suami nya,dan karena alasan itulah Aranta rehat dari kegiatan nya.
Saat keduanya tengah sibuk masing-masing , tiba-tiba saja Aranta meringis pelan sambil menyentuh pelipis nya.
"sshhh.....kenapa pusing sekali " lirih nya
Gibran yang mempunyai kepekaan pun langsung menoleh kepada istri nya
"kamu kenapa sayang ?"
Cepat-cepat Gibran segera menghampiri istrinya yang terlihat kesakitan.
"aku gak tahu ,kepala ku tiba-tiba pusing " lirih Aranta
"ya ampun ,kamu sakit.... ,wajah mu pucat sekali , kita ke rumah sakit " seru Gibran yang tiba-tiba panik melihat wajah istri nya memucat
"tidak ,aku mau tidur dan istirahat saja,aku mungkin hanya kecapean saja " lirih Aranta menolak
"sayang ,aku takut terjadi apa-apa dengan mu,kita ke rumah sakit ya " bujuk Gibran
Belum sempat Aranta menanggapi ucapan Gibran, tiba-tiba saja pandangan nya menggelap dan Aranta pun pingsan.
Tentu saja Gibran pun menjadi panik bukan kepalang,sebab selama mereka menikah ia tak pernah melihat Aranta pingsan meski dalam keadaan sakit sekali pun.
"sayang.....sayang ....bangun.....Ya Allah....kenapa dengan isriku " lirih nya panik
Ia pun menjadi merasa bersalah karena tadi ia habis menggempur Aranta ,dan membuat Aranta kelelahan.
Tanpa berlama-lama Gibran pun segera menggendong Aranta dan segera membawa nya ke rumah sakit.
Semua karyawan yang melihat nya bertanya-tanya dengan apa yang terjadi dengan istri atasan mereka.
"Gibran itu Aranta kenapa?" tanya nya terkejut
"tak tahu pah tadi bilang nya pusing dan tiba-tiba pingsan ,aku mau bawa ke rumah sakit " jawab Gibran
"baiklah ,ayo papa juga ikut ,biar papa yang nyetir "
Mereka pun segera menuju rumah sakit,Rifki bahkan meminta asisten nya untuk membatalkan meeting yang akan di lakukan setelah jam lagi.
Sesampai nya di rumah sakit Aranta segera mendapatkan perawatan dari dokter, sementara Gibran tengah gelisah menunggu di luar ruangan IGD sambil terus berjalan mondar-mandir.Rifki pun segera menghubungi Nuri.
"kamu tenang lah,tidak akan terjadi apa-apa dengan Aranta" ucap Rifki mencoba menenangkan putra nya
"tapi aku khawatir banget pah" ucap Gibran dengan mata yang sudah memerah dan berair
"papa tahu , papa juga khawatir ,tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa selain mendoakan Aranta, berdoa lah semoga Aranta baik-baik saja " ucap Rifki lagi
"ayo duduk lah " pinta Rifki
Gibran pun menurut dan hendak duduk namun belum sempat b*kong nya menyentuh permukaan kursi pintu ruangan tiba-tiba terbuka.
Sontak saja Gibran tak jadi duduk dan langsung menghampiri dokter.
"dokter bagaimana istri saya,dia tidak apa-apa kan,tak terjadi sesuatu yang fatal kan?" tanya Gibran
Mendengar pertanyaan tersebut dokter hanya bisa menghela nafas lalu tersenyum
"istri anda tidak apa-apa, hanya saja mulai sekarang dan kedepannya anda harus benar-benar menjaga istri anda,pastikan asupan gizi yang baik dan seimbang dan istri anda tidak boleh terlalu lelah sebab saat ini istri anda tengah mengandung ,dan usia kandungan nya baru memasuki Minggu ke dua " tutur dokter itu
Mendengar penuturan dokter tubuh Gibran meremang dan bergetar ,hati nya berdesir ia pun langsung melakukan sujud syukur dengan air mata yang tak bisa ia bendung lagi.
"menantu saya hamil dok,berarti saya akan punya cucu kan dokter " seru Rifki tak kalah bahagia nya,akhirnya penantian dan kesabaran yang cukup panjang membuahkan hasil,dokter mengangguk tersenyum dan ikut terharu melihat reaksi anak dan ayah di depan nya
"sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang rawat,jika keadaan nya membaik mungkin tak perlu di rawat,karena kondisinya nya memang baik-baik saja ,hanya saja mungkin karena kelelahan pasien jadi merasa pusing dan akhirnya pingsan" penuturan dokter menjadi tamparan kerasa untuk Gibran,pasal nya baru beberapa saat yang lalu ia dan Aranta melakukan itu ,dan membuat Aranta kelelahan
__ADS_1
"Ya Allah....sayang ....maafkan aku,ini salah ku, kalau saja aku bisa mengontrol diri mungkin kamu tak akan kelelahan " batin Gibran merasa bersalah
Beberapa menit telah berlalu kini Aranta sudah di perbolehkan pulang sebelum memasuki ruangan rawat.
Aranta tak seperti ibu hamil pada umum nya yang akan merasa mual dan lemas yang bahkan punya banyak keluhan.
Berbeda dengan Aranta,ia justru tak menunjukan tanda-tanda orang hamil seperti mual, justru Aranta lebih terlihat segar dari sebelum nya hanya saja sikap nya yang menjadi tambah manja yang menjadi perubahan nya.
"mulai sekarang kamu harus jaga diri kamu baik-baik ,sebab ada junior kita di sini,pokok nya kamu jangan melakukan yang berat-berat,kalau mau apa-apa kamu bilang saja aku,mama atau siapa pun jangan lakukan sendiri ok" ucap Gibran sambil menggenggam tangan Aranta
"iya ,aku janji akan menjaga nya dengan baik,kita sudah menunggu nya selama ini,aku akan ikuti apapun kata-kata kamu " jawab Aranta dengan air mata yang terus saja mengalir
"Alhamdulillah Allah telah menjawab doa-doa kalian,doa papa doa kita semua" sambung Rifki
"iya pah..." sahut Aranta
Saat keduanya sudah berada di loby rumah sakit ,Nuri dan Dewi terlihat berjalan menuju ke arah mereka.
"loh....kalian mau kemana, tadi katanya kamu pingsan nak ?" bingun Nuri
"memang nya kamu pingsan kenapa?" tanya Dewi
"mah...." ucap Aranta dengan mata yang kembali berair , perempuan yang baru saja dinobat kan menjadi bumil itu pun segera memeluk mama mertua nya
"Alhamdulillah mah, akhirnya doa kita terkabul,... aku hamil mah " ucap Aranta di pelukan Nuri
"apa....hamil ?" kejut Nuri lalu menarik diri menatap menantu nya,Aranta mengangguk cepat
"iya mah ,Aranta hamil ,dokter bilang usia kehamilannya nya baru dua minggu,sebentar lagi mama jadi nenek" ucap Gibran
"Alhamdulillah....." ucap Nuri dan Dewi bersama
Mereka pun pulang dengan perasaan bahagia.
Di tempat lain
Nuari yang sudah berada di ruangan nya tak henti-hentinya tersenyum,dengan terus memperhatikan cincin di jari manis nya sementara tangan yang satu nya mendekap buket bunga.
Hingga sebuah ketukan di pintu membuyarkan lamunan nya
tok tok tok
"masuk" ucap Nuari ,ia pun segera meletakan buket bunga tersebut di meja
"maaf dokter,saya diminta dokter Satria untuk membawa hasil lab dari kucing bernama Dora " ucap seorang dokter wanita bernama Rika
"oh iya sebentar " Nuari pun segera beranjak dan meraih laporan hasil lab tersebut yang ia simpan di rak di belakangnya.
"ini hasil nya "
"iya ,makasih dok ,saya permisi" ucap nya lalu pergi
"hm.... Yoga...kamu memang pria yang selalu bisa membuat perasaan ku melayang " gumam nya yang kembali teringat akan kekasih nya
Ia pun meraih ponselnya di saku jas nya,namun ia mengerutkan kening ketika melihat ada tiga panggilan tak terjawab dari mama nya,serta satu pesan yang mengatakan jika kakak ipar kesayangan nya masuk rumah sakit.
"hah...kak Ara masuk rumah sakit,ya ampun aku harus cepat-cepat pergi " dengan terburu-buru Nuari pun menyambar tas nya lalu pergi meninggalkan ruangan nya
Tak lupa ia mengatakan kepulangan nya kepada dokter yang lain. Akan tetapi ketika sudah tiba di luar ia pun dibuat terdiam sebab ia baru ingat kalau tak membawa mobil.
"haduh kenapa aku sampai lupa" lirih nya
Gadis itu pun berniat untuk memesan taksi online,namun belum sempat niat nya terwujud, ponsel nya kembali berbunyi
"mama..."
Tanpa berlama-lama gadis itu pun segera mengangkat telpon nya.
"hallo mah...apa yang terjadi dengan kak Ara ....dia baik-baik saja kan mah,...."tanya Nuari panik ,namun begitu ia mendengar penjelasan dari mama nya,air mata nya pun segera meluncur dengan deras disertai ucapan rasa syukur yang terucap dari bibir nya
"Alhamdulillah.... aku akan pulang sekarang " Nuari pun ingin segera menuju ke rumah nya ,ia mengurungkan niatnya untuk memesan taksi online ,ia justru berjalan setengah berlari menuju pangkalan ojek yang jarak nya tiga puluh meteran dari rumah sakit
Saat hendak menyebrang jalan tiba-tiba saja dari arah kanan nya muncul sepeda motor yang melaju cukup kencang,karena posisi nya terhalang mobil box yang tengah memperbaiki ban,Nuari tak bisa melihat kedatangan motor tersebut.
Tiiiiiiiinnnnnn'
__ADS_1
"Aaaaakkkkkhhhh......"
...***...