Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 4


__ADS_3

Suara guntur menggema di sertai kilatan petir menyambar-nyambar di sore hari. Langit nampak mendung tanpa adanya air hujan yang turun.


Cuaca saat itu seakan mengerti dan mewakili perasaan gundah Nuari. Ibu satu anak itu nampak gelisah karena suami nya belum pulang.


"kenapa Yoga belum pulang,biasa nya jam empat sore sudah datang kalau tidak ada meeting,ini sudah jam lima masih belum pulang juga" gumam nya seraya terus memperhatikan ke arah gerbang. Saat ini ia tengah berada di luar rumah menunggu kedatangan Yoga


"mama sedang nunggu papa pulang ya ?" tanya Raffa tiba-tiba


"eh ,iya sayang,tumben banget papa belum pulang" sahut nya


"kena macet mungkin mah" ucap Raffa


"mama tenang saja, sebentar lagi om jin akan membawa pulang papa" batin Raffa seraya memperhatikan wajah mama nya


"Oya mah,besok kan aku mulai masuk sekolah lagi,nanti aku mau berangkat bareng Atha dan Lia ya" pinta nya


"sayang , kalau mau berangkat bareng bang Atha dan kak Lia sekolah nya jadi kejauhan dong, memangnya kamu gak takut terlambat ke sekolah nya?"


Nuari selalu mengajari agar anak nya itu memanggil saudara sepupu nya dengan sebutan Abang dan kakak, namun Raffa selalu memanggil sahabat nya itu dengan sebutan nama, tanpa ada embel-embel Abang ataupun kakak.


"iya ya.... ya udah deh gak jadi,tapi nanti kita main ke rumah nenek ya, aku mau main sama Atha dan Lia " ucap nya


"iya sayang, nanti kita ke rumah nenek "


"kalau gitu kita nunggu papa nya di dalam saja yuk mah,di luar dingin,nanti mamah sakit " ujar nya seraya menarik lengan Nuari


"huuuuh....iya sayang,makasih ya kamu tuh romantis banget " Nuari nampak terharu ketika putera nya itu sangat perhatian pada nya


Raffa tersenyum,namun di balik senyuman nya itu ,Raffa menyimpan sesuatu yang Nuari sediri tak tahu.


Tak sampai lima menit dari keduanya masuk ke dalam,terdengar suara deru mesin mobil di halaman. Nuari pun segera melihat nya.


"seperti nya itu papa nak,mama lihat sebentar ya "


"aku ikut " seru Raffa


"ya udah ,yuk "


Keduanya kembali berjalan ke luar,sedangkan di luar Yoga nampak kebingungan.


"kok aku bisa sampai rumah ,bukan nya tadi mau ke hotel" gumam nya , Yoga memang hendak pergi ke hotel karena ada pertemuan dengan salah satu klien nya,tanpa Yoga sadari jika ia telah dibodohi oleh sekretaris nya itu. Tak ada pertemuan apa pun di sana,yangvada hanya akal bulus sang sekretaris. Dan Erika tentu saja ada bersama nya ,wanita itu pun bingung kenapa atasan nya malah membawa nya ke rumah nya


"pak ,kok kita ke sini bukan nya ke hotel?" tanya Erika membuka suara


"entah lah saya pun bingung " sahut Yoga


Di luar Nuari nampak mematung,karena Yoga tak kunjung keluar,ia dapat melihat ada orang lain bersama suami nya.


"dan sekarang ,dia membawa nya pulang" batin Nuari lirih


Raffa nampak memberi kode pada Ki Jamal ,dan Ki Jamal pun mengerti.


Dalam satu kali jentikkan jari, pintu mobil terbuka dengan sendiri nya , Ki Jamal mengendalikan Yoga hingga Yoga pun keluar,meski hatinya bingung dan ingin menolak pergerakan tubuhnya,namun ia tak bisa.

__ADS_1


"ini ...kenapa aku bergerak sendiri ?" tanya nya dalam hati


"loh pak,aku bagaimana ?"tanya Erika


Namun Yoga tak menjawab nya sebab ia sendiri sedang bingung dengan dirinya sendiri.


Brugh'


Pintu mobil tertutup , Erika pun keluar dan mengikuti Yoga


"papa...kenapa pulang bawa nenek sihir ?" tanya Raffa yang sontak membuat Erika melotot


"nak , jangan bicara seperti itu ,tak sopan " tegur Nuari


"Tante nenek sihir juga gak sopan mah ,masa dia ikut papa pulang,mau apa coba dia di sini " jawab Raffa


"nih anak gak ada sopan santun nya sama sekali sih , gimana cara ngedidik nya ,tapi tenang saja kalau aku sudah berhasil menyingkirkan istri nya aku akan singkirkan juga anak itu " batin Erika


"tuh dalam hati nya saja Tante nenek sihir bicara yang enggak-enggak,masa dia mau nyingkirin mama dan aku " cetus Raffa


"apa ? dia tahu isi hati ku!" Erika terperanjat dibuat nya


"sayang sudah hentikan " tegur Nuari lagi ,lalu ia beralih menatap Yoga


"sebaiknya kamu bersih kan diri dulu, aku gak suka ada bau ****** yang nempel di baju kamu" ucap Nuari tak kalah sadis nya dari Raffa


"masa sih bau ****** ?" tanya Yoga


"enggak dari mana-mana ,ya sudah aku ke kamar dulu" ucap Yoga berlalu tanpa menghiraukan Erika yang masih mematung di tempat nya


"dan kamu...apa masih ada keperluan dengan suami saya ? hm...maksud nya apa masih ada pekerjaan yang akan kalian urus ?" tanya Nuari dingin ,ia tak ingin menunjukkan kecemburuan nya dihadapan Erika, Nuari ingin terlihat elegan dalam menghadapi belatung nangka itu.


"hm...tidak , kalau begitu saya permisi Bu, "ucap nya lalu pergi meninggalkan rumah itu


"sayang ,mama ke kamar ya" ucap Nuari mengusap kepala Raffa


"iya mah " sahut Raffa sambil melirik Ki Jamal


"gimana ok gak ?" tanya Ki Jamal


"ok banget om jin makasih untuk hari ini " ucap Raffa lalu pergi ke dapur


"bibi sarapan nya udah selesai ya ,harum banget jadi lapar aku " celetuk nya lalu duduk di meja makan


"loh kok sarapan den,sarapan mah udah kelewat jauh atuh ,ini buat makan malam " ucap bibi art


"ooohh....iya lupa " cengir nya ,bibi art nampak menggeleng kan kepala


Di kamar


Nuari menghampiri Yoga yang tengah membuka kancing baju nya,lalu mencoba membantu suami nya itu.


"tak usah,aku bisa kok " tolak Yoga

__ADS_1


"kamu kenaoa sih sayang, akhir-akhir ini aneh banget?" tanya Nuari


"aneh gimana?" tanya Yoga balik bertanya


"sikap mu aneh ,aku mendekat kamu menjauh ,aku perhatian kamu keberatan,apa ini karena Erika ?" tanya Nuari berusaha setengah mungkin,padahal ia tengah berusaha menehan luapan emosi nya


"jangan bawa-bawa Erika,dia tidak tahu apa-apa" ucap Yoga


"gitu ya....maaf ,lalu selama di luar kota kalian ngapain saja ,hem... maksudku ..... "


"kami bekerja,sudah lah sayang jangan bicarakan itu,aku sedang lelah ,aku mandi dulu ya "ucap Yoga yang benar-benar bersikap dingin


"ya sudah ,sekalian kamu wudhu ya,kita shalat Maghrib bareng " ucap Nuari


"hem..." Yoga pun langsung masuk ke kamar mandi, sementara Nuari menyiapkan sejadah untuk mereka shalat


Beberapa saat kemudian mereka sudah siap dan hendak melakukan shalat Maghrib. Raffa datang untuk ikut shalat juga,jadilah mereka shalat berjamaah.


Di sela-sela shalat nya kepala Yoga terasa berat,bahkan ia pun terus menguap namun tidak ngantuk,namun meski begitu bacaan shalat nya sama sekali tidak ada yang salah.


Hingga setelah selesai ia pun segera menuju tempat tidur,meski tidak ngantuk tapi ia yang selalu menguap menjadi tak nyaman apalagi kepala dan tengkuk nya terasa berat.


Nuari dan Raffa sama sekali tak menegur nya, kedua nya fokus berdoa , memasrahkan diri kepada Sang Pencipta Alam.


"dih papa,bukan nya berdoa dulu malah langsung bobo,gimana mau hilang pengaruh nenek sihir itu " gerutu Raffa


Sementara itu di kediaman Nuri dan Rifki,mereka juga sudah selesai mengerjakan shalat Maghrib di kamar masing-masing,kini mereka tengah berkumpul di ruang makan ,di hadapan mereka sudah tersaji aneka makanan kesukaan masing-masing.


"bismillahirrahmanirrahim....." gumam Lia lalu anak perempuan itu segera memakan makanan nya


"pah,mah ,besok kan sekolah ,aku mau dibekali roti bakar selai kacang ya,yang banyak bawa nya biar aku bisa bagi-bagi ke teman-teman " ujar Atha


"baiklah ,memang nya teman nya ada berapa takut nya nanti kurang dan ada yang gak kebagian kan kasihan" tutur Aranta


"hm.....berapa ya ,kamu tahu Lia?" Atha malah bertanya pada adik nya


"gak tahu" sahut nya cuek


"oh iya sepertinya tante Nagin tahu,Tante Nagin kan sering ikut aku ke sekolah, sebentar aku panggil dulu "ujar Lia


Nagin sang siluman ular kini menjadi bodyguard kedua anak Aranta dan Gibran ,sementara Buto menjadi penjaga rumah.


Bang Popo masih anteng di tempat nya,Wewe pun tak pernah jauh dari Gibran.


Dewi yang mendengar celoteh cicit nya itu pun sudah biasa dan tak merasa aneh lagi,ia terus berpesan pada cicit-cicit nya untuk tak berbicara dengan para penjaga nya jika sedang di tempat umum dan banyak orang ,ia tak ingin cicit-cicit nya dianggap aneh orang lain.


"Tante ...."


"nanti saja sayang ,kita sedang makan ,nanti tanya nya setelah selesai makan ya " Aranta tak ingin selera makan nya hilang karena mencium aroma ular itu


Baginya siluman ular itu sangat berbau tidak sedap.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2