Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 19


__ADS_3

Acara makan-makan dadakan itu pun menjadi sangat meriah setelah kehadiran pasangan Evan dan Ayu.


Yoga teringat akan jasa-jasa pria berlesung pipi itu pada nya,makanya di hari bahagia nya ini ,ia mengundang Evan dan Ayu.


"Tante...kok perut nya besar? Tante masuk angin ya ?" tanya Lia sambil terus memperhatikan perut Ayu


"sayang....perut Tante Ayu besar bukan karena masuk angin ,tapi di dalam perut Tante Ayu ada Dede bayi nya " jelas Aranta


"Ada Dede bayi nya " gumam nya pelan,nampak nya Lia tengah bingung mendengar ucapan mama nya


"Kenapa bisa ada Dede bayi di perut Tante Ayu? Apa Tante memakan bayi ,jadinya di perut nya ada bayi nya ?" tanya Lia lagi


Mendengar kepolosan anak perempuan itu,membuat Evan dan yang lain gemas.


"Hahaha.... gak gitu sayang,duh aku kok bingung jelasin nya ya " ucap Gibran


"ma...mama bantu jelasin dong "pinta Gibran pada Nuri


"hihihi....dasar kamu nih ada-ada saja ,masa Tante Ayu makan bayi ,jadi gini nak ,setiap wanita dewasa jika sudah menikah akan hamil ,dan Tante Ayu ini sedang hamil sebentar lagi Dede bayi nya keluar ,sudah besar kamu ajak main ya "ucap Nuri mencoba menjelaskan seperlunya


"Memang nya Dede bayi nanti keluar nya dari mana?" tanya nya lagi


Nuri menatap yang lain.


Mendapatkan pertanyaan terus-menerus dan bingung untuk menjelaskan nya ,membuat para orang tua menggaruk kepala.


"Raffa ,ajak Lia dan Atha main di kamar kamu gih" ucap Nuari pada anak nya


"ok mah,ayo Atha,Lia !"


Ketiga anak kecil itu pun berlari ke kamar Raffa yang berada di lantai dua.


"Nek,jaga mereka !" batin Gibran pada Wewe


"ehehehe......dengan senang hati,tapi gak apa-apa kan kalau mereka nenek ajak ke dunia ghaib ?" tanya hantu itu


"Terserah nenek saja ,asal mereka baik-baik saja " sahut Gibran kembali memabatin


"ehehehe...kamu tenang saja ,Nagin dan Jin botol akan ikut juga "


"Astaghfirullah.....aku bukan jin botol ya nenek peot " seru Ki Jamal


"ehehehe.... suka-suka saya mau bilang kami jin botol atau apa, mulut-mulut siapa ? mulut aku kan ,ehehehe....."


"astaghfirullah....Ya Allah... lindungi hamba dari gangguan syaitan yang terkutuk" lirih ku Jamal menengadahkan kedua tangan nya dengan mata terpejam


"ehehehe.....sembarangan aku bukan syaitan,tapi setan "


"apa beda nya ?" tanya Ki Jamal


"ehehehe.... tentu saja beda ,dari penulisan nya saja beda " kilah Wewe

__ADS_1


"tapi artinya sama-sama setan " timpal Nagin yang dari tadi gemas melihat mereka


Gibran menggelengkan kepala dengan perdebatan makhluk astral itu.


"Kenapa kalau dekat mereka aku suka merinding terus, perasaan ku jadi horor " batin Bu Nur Aini ,ia memang sudah tahu seperti apa keluarga besan nya itu,yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk astral,namun ia tak tahu jika keluarga besan nya punya teman makhluk tak kasat mata


"Astaga... ada-ada saja "Nuari sampai tak habis fikir dengan kepolosan keponakan nya itu


"Yah .. begitulah nama nya juga anak-anak,masih polos belum tahu apa-apa" ucap Bu Nur Aini


"benar itu ,makanya kita sebagai orang yang sudah dewasa harus berhati-hati dalam berbicara ,jangan sampai anak-anak mendengarkan kata-kata yang tak pantas,apalagi sampai melihat sesuatu yang bukan ditujukan untuk anak-anak kan bahaya " sambung Rifki


Mereka pun terus berbincang hingga hari berubah petang.


"bagaimana kalau kita sholat berjamaah , jarang-jarang kan kita kumpul seperti ini "ucap Rifki


Mereka yang berada di sana pun menyetujui ucapan Rifki. Para perempuan segera merapikan makanan karena mereka akan shalat di ruang tengah. Karena di sana lah tempat paling luas yang muat untuk semuanya. Mereka juga dibantu para art jadi kerja mereka semakin cepat.Sedangkan para laki-laki pergi mengambil wudhu.


Selesai wudhu para laki-laki membantu menggelar sejadah, sedangkan para wanita kini giliran berwudhu.


Beberapa saat kemudian mereka pun mengerjakan shalat Maghrib berjamaah dengan diimami oleh Gibran. Hanya Nuari saja yang tak ikut shalat karena ia tengah berhalangan.


Anak-anak tak ketinggalan,mereka pun nampak khusyuk.


"assalamualaikum warahmatullah....."


Selesai shalat Maghrib Evan dan Ayu berpamitan untuk pulang. Namun tiba-tiba Nuri menatap Ayu.


"Ayu...."


"Iya Tante?" sahut Ayu


"Selama di jalan hingga sampai rumah kamu terus baca ayat kursi ya,sebelum tidur juga jangan lupa "pesan nya


"Iya Tante "jawab Ayu yang memang mengerti


"Memang nya kenapa mah?" tanya Nuari


"Biasalah sayang ,kalau orang sudah gelap mata ,mereka menyerang dengan cara halus " jawab nya ,awal nya Nuari tak mengerti namun ketika ia mengingat apa yang terjadi pada Ayu, akhirnya ia pun mengerti


"Kenapa mama gak balikin saja ke orang nya ,dengan begitu dia gak akan berani ganggu lagi" cetus Gibran


"iya mah,biar jera " timpal Aranta


"Ini mereka lagi bahas apa sih " tanya Bu Nur Aini membatin,ia tidak tau apa-apa mengenai apa yang menimpa Ayu


"Biar Allah saja yang membalas nya" timpal Ayu


Nuri tersenyum mendengar ucapan Ayu.


"Kalau begitu kami berdua pulang dulu, assalamualaikum " ucap Evan

__ADS_1


"waalaikum salam.... hati-hati " ucap Nuri


Tak lama setelah kepergian Evan dan Ayu ,Rifki dan Nuri pun pamit,di susul Gibran dan Aranta. Atha dan Lia juga sudah mengantuk karena kecapean bermain di dunia ghaib.


"Rumah jadi sepi lagi ya sayang " ucap Nuari


"siapa bilang sepi? Tuh masih ada para bibi juga " ucap Yoga


"Iya kan beda aja rasanya " ucap Nuari


"Ya sudah kalau gitu kita juga tidur yuk , seperti nya Raffa juga sudah tidur " ajak Yoga


"Masih sore gini yang...aku belum ngangtuk" sahut Nuari


"Kita nonton tv saja " ucap Yoga


Mereka pun akhirnya menonton televisi. Nuari mencari Chanel yang menyangkan acara kuis,menurut nya acara kuis lebih berbobot dan bisa mengasah kembali pengetahuan nya ,ketimbang nonton sinetron. Nuari sering ikut menjawab dan akan sangat gemas saat orang di tv menjawab salah tapi selalu merasa jawaban nya benar ,tak jarang jika ia sering heboh sendiri.Berbeda dengan Yoga yang cenderung menyukai sinetron dan berita olahraga.


"Satu kali iklan giliran ku ya" pinta Yoga memelas ketika Nuari sudah menemukan Chanel yang ia cari


"Hem...." sahut Nuari malas


"Kenapa nonton nya gak di ponsel saja sih? ganggu saja " gumam Nuari pelan


"Apa sayang ?"


"Itu,aku lagi mikir jawaban nya apa " bohong Nuari


Tiga berharap acara kuis itu segera iklan agar ia bisa mengganti chanel nya ,namun sudah hampir setengah jam si iklan belum juga lewat , akhirnya ia pun pasrah.


"Ck ,kenapa lama banget iklan nya? Apa memang tidak ada iklan nya " batin nya


Hingga akhirnya iklan yang ditunggu-tunggu pun hadir juga , Yoga dengan cepat menyambar remote yang tergeletak di meja.


"Dih,biasa aja kali" Nuari mencebik


"Hehe....." Yoga hanya cengengesan lalu memindahkan Chanel nya


Sudah beberapa kali Yoga memencet tombol namun tak ada Chanel yang sesuai dengan selera nya, hingga akhirnya ia menemukan Chanel yang memberitakan tentang kejahatan yang tengah viral.


"Jadi takut keluar rumah kalau gini" gumam Yoga ,ia melirik pada Nuari yang menyandarkan kepala di pundaknya


"Hm...sudah tidur saja ,tapi baguslah biar aku gak keganggu noton berita nya " Yoga tersenyum senang


Akan tetapi tiba-tiba saja terdengar suara seperti benda pecah , Nuari yang baru terlelap pun bangun karena terkejut.


Prakkk'


Pranggg'


"Astaghfirullah....apa itu?"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2