
Chika berjingkat kaget mendengar suara Raffa menegur nya. Gadis itu pun membalikan tubuh.
"Eh,Raffa. Maaf aku sudah lancang masuk ,tadi aku ketuk pintu nya tidak ada sahutan "Ucap Chika gugup
"Ada apa nyariin aku ?" Tanya Raffa
"Aku mau nanya kamar mandi dimana " Jawab nya
Huuuuuffftt
Raffa nampak menghela nafas nya." Lain kali jangan asal masuk ,aku paling gak suka ada orang lain masuk ke kamar aku ,apalagi tanpa izin. Kali ini aku maafin kamu ,Ya udah yuk kamar mandi tamu ada di bawah " Ucap Raffa lembut namun tegas ,Raffa juga langsung mengajak Chika keluar
Chika pun mengikuti Raffa keluar dari kamar nya. Tadi saat Raffa sedang menelpon Vania,Ki Jamal memberitahu nya jika Chika berada di dalam kamar nya ,maka Raffa pun segera menyudahi panggilan telpon nya dan segera menuju ke kamar nya.
"Nah ini dia ,kalian kok datang dari atas berduaan ,abis ngapain nih ?" Tanya Wulan menggoda keduanya
"Gak abis ngapa-ngapain kok " Jawab Raffa seraya duduk meraih buku
"Eh iya,itu kamar mandi tamu nya ada di sebelah dapur.Kamu lurus saja lalu belok di pilar itu " Tunjuk Raffa
"Iya " Chika pun berjalan ke arah yang ditunjuk Raffa
"Bukannya kalian udah kenal dari dulu ya ,kok Chika gak tahu letak kamar mandi nya ?" Tanya Erna bingung
"Kita memang udah kenal lama,tapi tidak sedekat itu sampai Chika bisa tahu seluk beluk rumah ini"Sahut Raffa
"Jadi kalian tidak pacaran ?" Celetuk Wulan bertanya
Kemudian Raffa terkekeh."Tentu saja tidak ,Chika udah aku anggap saudara perempuan ku ,makanya aku gak bisa marah sama dia "Ucap Raffa lalu meraih air minum
"Oh,gitu ya ,kirain kalian ada something" tambah Erna
Tak lama Chika datang.Mereka pun segera mengerjakan tugas kelompok mereka. Sementara di tempat Atha,ia membawa teman-teman nya di paviliun belakang. Di sana nampak para makhluk astral terus mengganggu hingga membuat teman-teman nya ketakutan. Sementara Atha sedang membawa laptop nya di kamar.
Prannggh'
"Apa lagi tuh yang jatuh?" Tanya Rizal
"Gak tahu ,dari tadi gak ada yang jatuh tapi suara nya ada " Sahut Amora takut ,ia bahkan sudah merinding , bagaimana tak merinding jika di samping nya ada sosok kuntilanak tengah meniup tengkuk nya
"Guys....kalian ngerasain gak sih kalau tempat ini bener-bener horor ?" Tanya Kirana
"Iya ,kamu bener Kirana,tadi aja aku lihat ada anak kecil lari ke arah sana ,tapi kalian gak lihat ,terus kata Atha di rumah ini tidak ada anak kecil " Sahut Amora
"Si Atha kenapa bawa kita ke sini sih,kemana juga tuh anak ,bilang bawa laptop kok lama banget" Gerutu Rizal
Tap ....Tap....Tap.....
Terdengar suara langkah kaki dari atap.Mereka semua sontak mendongak.
"Kalian denger gak ?" Tanya Amora dengan suara bergetar
__ADS_1
"Iya , kira-kira itu suara apa ?" Tanya Kirana
Wussshhh'
Tiba-tiba angin menyapu seluruh ruangan hingga buku dan kertas yang di depan mereka terbang berhamburan.
Grhhhh....
Hihihihi.....
Terdengar suara geraman dan tertawa cekikikan membuat mereka menjerit ketakutan.
"Kyaaaa......"
Saat mereka hendak berlari tiba-tiba pintu tertutup ,mereka pun menggedor pintu sambil berteriak.
Brugh.... brugh... brugh....
"TOLOOOONG......"
"Khikhikhi.... akhirnya ada juga yang bisa kita takuti" sosok kuntilanak nampak senang ia sampai berterbangan ke sana kemari. Rekan hantu nya yang lain pun ikut tertawa
Seketika pintu terbuka.
"ATHA !" Seru mereka saat Atha sudah berada di sana
"Kalian kenapa ?" Tanya Atha ,namun dengan tatapan lurus ke depan
Para hantu yang sudah diadukan teman-teman Atha pun merasa bergidik melihat tatapan anak manusia itu.
"Aneh gak sih,biasanya manusia yang bergidik sama kita ,sekarang malah kaum kita yang bergidik dengan manusia" Lirih pocong di samping kuntilanak
"Ho'oh" sahut kuntilanak
"Guys....mending kita kabur yuk ! Tuh penjaga nya datang " Seru hantu tanpa lengan kiri melihat ke arah Nagin
"Iya yuk kita kabur " Seru kuntilanak menimpali
"Mau pergi kemana kalian hah ! Sini aku beri perhitungan kalian , beraninya nakutin teman-teman nya Atha !" Hardik Nagin yang berjalan perlahan dengan tubuh ular nya
"Kita pindah tempat yuk ,aku takut di sini " Rengek Amora
"Gak usah ,kita di sini saja ,di rumah sedang ada keluarga aku ,nanti kita gak bisa fokus " Ucap Atha
"Tapi ...."
"Kalian tenang saja,mereka tidak akan berani lagi mengganggu "Ucap Atha
"Kamu yakin,tahu darimana ?" Tanya Rizal
"Aku gak mau ah ,takut ,tempat ini horor banget sih" Lirih Amora
__ADS_1
Atha pun terus mencoba membujuk teman-teman nya ,hingga akhirnya mereka pun setuju untuk mengerjakan tugas kelompok di sana. Sementara Nagin kini sudah membawa para makhluk tak kasat mata yang tadi mengganggu ke sebuah tempat untuk diberikan hukuman.
Di tempat lain ,Nuari ditemani Gibran kini masih dalam perjalanan menuju tempat dimana buaya besar yang dilaporkan petugas damkar tadi pagi.
"Kamu yakin dek,tempat nya di daerah ini ?" Tanya Gibran
"Iya kak ,kita tinggal belok kiri dari konter hp itu "Sahut Nuari yang dari tadi terus memperhatikan layar ponsel nya
Setelah beberapa menit kemudian,mereka pun sampai di lokasi. Rupanya kedatangan Nuari sudah ditunggu beberapa orang di sana ,salah satu nya segera menghampiri ketika mobil yang ditumpangi Nuari berhenti.
"Maaf ,anda dokter Nuari?" Tanya orang itu
"Iya ,saya sendiri. Jadi di sebelah mana buaya itu ?" Tanya Nuari tanpa basa-basi
"Mari ,ikuti kami " Ucap orang itu lagi seraya mempersilahkan Nuari dan Gibran berjalan
"Ajegilaaa.....dokter nya cakep cuy ,tapi dia bawa cowok, kira-kira siapa nya ya,apa pacar nya? Tapi kalau di lihat-lihat wajah mereka ada kemiripan" batin pria yang mengiringi Nuari dan Gibran
"Ini gak salah orang kah,masa cewek cakep dan imut gini diminta nangkap buaya sih" Batin orang-orang yang melihat Nuari
Tim damkar memang sudah memberi tahu jika orang yang dimaksud merupakan perempuan,nama nya pun sudah diberi tahu ,tapi mereka tak pernah menyangka jika orang yang dimaksud merupakan sosok wanita cantik dengan kulit putih bersih.
"Aku kira orang nya bakal bertubuh kekar ,dan biasa saja ,ini mah sih pantas nya jadi Miss Universe " Mereka terus membatin
"Kak,memang nya buaya nya mistis ya" Tanya Nuari yang berjalan berdampingan seraya berbisik
"Iya,buaya itu bukan buaya biasa " Sahut Gibran berbisik
"Terus aku harus gimana ?" Tanya Nuari yang memang merasa bingung jika harus menghadapi buaya yang tak biasa itu
"Kamu lakukan saja seperti biasa ,biar kakak yang bantu dari jarak jauh" Ucap Gibran
"Jadi buaya itu buaya siluman ya kak ?" Tanya Nuari lagi
"Bukan "
"Kok bukan,kata kakak tadi buaya itu bukan buaya biasa ?" Tanya Nuari nampak bingung
"Dari yang kakak lihat ,buaya itu terlahir dari rahim yang sama dengan saudari nya, sementara saudari nya sendiri merupakan seorang manusia tulen "
"Maksud kakak ,kok aku bingung ?"tanya Nuari lagi.Oramg yang menjemput tadi tak sengaja mencuri dengar ucapan Gibran,ia nampak bergidik
"Jadi gini,dulu ada sepasang suami istri yang sudah menikah puluhan tahun tapi tak juga mendapatkan momongan,mereka lalu datang ke dukun,dukun tersebut menyarankan agar pasangan suami istri itu datang ke danau yang berada di tengah hutan tak jauh dari desa ini. Singkat cerita mereka nekat datang dan sebulan setelah itu akhirnya si istri nya itu mengandung ,namun ketika melahirkan yang pertama lahir adalah seekor bayi buaya dan yang kedua merupakan bayi manusia. Buaya itu mencari saudari manusia nya dan ingin diantarkan ke danau tengah hutan oleh saudari manusia nya itu ,dan di sini masalah nya adalah ,saudari manusia nya itu sudah meninggal ,jadinya buaya itu muncul dan meneror warga,memang buaya itu tak pernah memangsa apalagi menyakiti manusia,hanya saja sebagai manusia pasti akan merasa takut jika melihat buaya di tengah pemukiman yang jauh dari habitat para buaya "Tutur Gibran menjelaskan apa yang ia lihat dari penerawangan nya
"Waduh,kok serem amat ya "gumam orang itu
"Kira-kira siapa yang dimaksud saudari buaya itu" Batin nya bertanya
"Ehehehe......dasar tukang nguping ,kepo !" Wewe merasa gemas lalu menyentil daun telinga orang itu
"Aduh "
__ADS_1
Bersambung.....