
Malam yang di iringi alunan suara gemericik hujan membuat suasana malam pengantin menjadi semakin pas. Dingin yang menusuk tulang membuat Evan menaikan suhu di kamar nya ,lebih tepat nya di kamar pengantin yang sudah di hias sedemikian rupa selama proses ijab kabul berlangsung tadi siang.
Sementara kedua orang tua nya kini tengah berada di apartemen Evan.
"kalau Evan tinggal di rumah mertua nya,lalu apartemen ini siapa yang tempati ?" tanya ibu Evan melihat sekeliling mulai dari furniture,hiasan dan segala yang ada di apartemen itu tak luput dari pandangan nya.
"tak tahu lah ,mungkin kosong,atau mungkin Evan sewa kan ,terserah dia lah nanti mau diapakan apartemen ini ,yang jelas kalau di jual ayah tak setuju, apartemen ini kan saksi bisu perjuangan Evan selama ini " tutur ayah Evan
Ibu Evan pun penasaran dengan isi kamar anak nya itu ,ia pun berjalan menuju kamar tersebut.
"mau kemana Bu?"
"mau lihat kamar Evan , berantakan atau tidak,kalau berantakan ibu mau beresin" jawab nya
Suami nya pun membiarkan saja istri nya masuk ke kamar Evan yang rupanya tak di kunci itu.
ckleek'
Ibu Evan melihat kamar itu begitu rapih,aroma maskulin yang menguar begitu wanita paruh baya itu memasuki kamar itu.
Tak sengaja mata nya melihat pada sebuah tempat sampah,ia pun mendekati nya dan mengambil beberapa lembar foto di dalam nya.
"siapa gadis ini,cantik juga .... apa mantan kekasih Evan kok dibuang foto nya ?" gumam nya sambil terus melihat-lihat foto itu
Namun kemudian ibu Evan tersenyum setelah sebuah ide terlintas di benak nya.
"hm...hahaha.....aku akan jadikan ini alat agar gadis itu marah pada Evan " senyum licik nya terukir
Kemudian ia pun menyembunyikan foto-foto itu ke dalam baju nya.
Setelah itu ibu Evan pun kembali menghampiri suami nya di ruang tv.
"sudah Bu?" tanya nya
"sudah , ternyata kamar nya rapih " jawab si ibu
Sementara itu di kamar pengantin
Ayu merasa bingung untuk melakukan apa,ia hanya diam duduk di tempat tidur nya ketika Evan tengah berada di kamar mandi.
Jantung Ayu terasa berdebar ketika Evan keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya,Ayu menunduk ketika tak sengaja mata nya melihat d*da telanjang Evan yang terekspos,wajah nya pun kini bersemu merah.
Karena ini merupakan hal pertama kali ia melihat Evan seperti itu,Ayu pun menjadi semakin salah tingkah saat Evan menghampiri nya.
"semua baju aku masih di apartemen,karena aku sama sekali tak tahu jika hari ini juga kita akan langsung menikah " ucap Evan
"te..terus bagaimana dong?" tanya Ayu
"aku sih sudah terbiasa tidur hanya mengenakan ****** *****,tapi masalah nya sekarang aku tak ada ****** ***** ganti ,ya masa aku tidur telanjang" ucap Evan sedikit menggoda Ayu
Ayu semakin salah tingkah mendengar nya.
"gimana kalau pinjam punya ayah " celetuk Ayu
"lah masa pinjem punya ayah sih,enggak lah malu tahu " ucap Evan
"ya terus gimana dong" tanya Ayu balik
"huuuuh....gini aja ,kamu ada jubah mandi gak,aku pinjam deh ,gak apa-apa aku tidur pakai itu saja,daripada telanjang kan " ucap Evan
"ada ,sebentar aku ambil kan " Ayu pun beranjak menghampiri lemari nya,ia mengambil jubah mandi milik nya yang belum ia gunakan,sebab selama ini ia hanya menggunakan handuk setelah mandi
"ini, oh astaga " Ayu berjengkit saat ia berbalik tiba-tiba Evan sudah berada di belakang nya
"kenapa kaget ?" tanya Evan menahan senyum
"ehm...t..tidak ,i..ini..." Ayu menyerah kan jubah mandi itu sambil menunduk dan mata nya pun terpejam
"makasih " sahut Evan seraya meraih nya
Namun tiba-tiba saja Evan menarik Ayu ke pelukan nya ,pipi Ayu bahkan sampai menempel pada d*da bidang nya membuat Ayu semakin bergetar karena gugup.
__ADS_1
"aku tak pernah menyangka jika kita akan sampai pada tahap ini , secepat ini " ujar Evan
Ayu terdiam mendengar kan detakan jantung Evan yang sudah sah jadi suami nya.
"apa kamu senang ?" tanya Evan seraya meregangkan pelukan nya dan menarik dagu Ayu hingga menengadah pada nya
Tanpa menjawab Ayu hanya mengangguk sambil tersenyum malu.
"tapi kenapa tadi siang kamu seperti shock gitu lihat aku hem?" tanya Evan lagi
"ka..karena aku fikir , yang datang melamar pria lain yang aku tak mengenal nya,karena yang aku tahu kamu akan melamar Rina "jawab Ayu jujur
"Rina ? mana mungkin ,sementara gadis yang sudah berhasil mencuri hati ku adalah kamu ,lagi pula kenapa kamu malah berfikir pria lain yang datang,sedangkan kamu sendiri juga sering bersama ku dan ayah mu ketika kita membahas lamaran hingga nikahan ?" tanya Evan bingung
Ayu merasa malu ,hingga ia malah menyembunyikan wajah nya di d*da Evan.
Evan terkekeh melihat tingkah istri mungil nya itu,ia merasa gemas dan tiba-tiba saja ia langsung menggendong Ayu dan merebahkan nya ke tempat tidur.
"terima kasih ,karena kehadiran mu dapat menyembuhkan luka di hati ku,aku benar-benar mencintai mu " bisik Evan
Kedua nya saling tatap lalu kemudian tersenyum,Evan perlahan mendekatkan wajah nya semakin dekat hingga kini bibir kedua nya sudah saling menempel,Ayu memejamkan mata seraya menahan nafas merasakan debaran di jantung nya yang semakin bertalun-talun.
Merasakan Ayu yang nampak kaku ketika ia mencium dan ******* bibir nya ,Evan mengerti jika ini merupakan ciuman pertama untuk Ayu.
"santai saja ,dan nikmati ,jangan terlalu tegang,buka sedikit mulut mu " ucap Evan di sela-sela ciuman nya
Ayu mengangguk dan menuruti ucapan Evan,semakin lama Ayu pun semakin rileks,ia bahkan terdengar melenguh.
Evan benar-benar melakukan nya dengan sangat pelan dan lembut,hingga Ayu sama sekali tak terdengar menjerit ketika ia berhasil menembus pertahanan nya.
Dengan nafas tersengal,Evan mengecup kening Ayu
"terima kasih sudah memberikan yang terbaik untuk ku " ucap Evan , Ayu yang masih malu dengan adegan yang baru saja mereka lakukan pun hanya mengangguk saja
Setelah itu kedua nya pun tertidur dengan saling berpelukan.
Keesokan hari nya
Aranta di temani Nuri ,sebab Gibran harus terbang ke luar negeri untuk menghadiri pertemuan para pengusaha bersama Rifki.
Tadinya Aranta sangat ingin ikut namun karena kondisi nya yang tengah hamil membuat nya harus rela tak ikut,sebab akan sangat beresiko untuk kehamilan nya.
Sementara Nuari ia sudah berada di jalan bersama Yoga, mobil milik nya pun kini sudah selesai di perbaiki, sementara mobil Rifki sudah di kembali kan.
"mudah-mudahan perkembangan junior kita bagus ya " ucap Yoga sembari menyetir
"aamiin ,selama ini kan aku sering menjaga asupan gizi,jadi insyaallah junior kita akan sehat di dalam "sahut Nuari sambil mengusap perut nya yang sedikit buncit
Yoga pun turut mengusap perut Nuari dengan sebelah tangan nya yang menyetir.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di klinik bersalin
Keduanya segera masuk, sementara Yoga mendaftar Nuari menunggu di kursi tunggu bersama beberapa ibu hamil lain nya.
"Ari...." gumam Nuri ketika melihat Nuari duduk tak jauh dari nya
"kenapa mah ?" tanya Aranta
"itu ada Ari juga "jawab Nuri
"ya udah kita samperin yuk " ajak Aranta
"iya "
Mereka pun menghampiri Nuari yang tengah duduk sambil membuka-buka buku KIA.
"Ari..." sapa Nuri
"loh mama .... kak Ara ,kakak juga mau periksa kandungan?" tanya Nuari menatap keduanya
"iya " sahut Aranta
__ADS_1
"mama ,kakak " ucap Yoga
"kak Gibran dan papa jadi berangkat nya ?" tanya Ari yang mengetahui keberangkatan kedua pria itu
"jadi ,tadi subuh mereka sudah berangkat " sahut Nuri
"oh gitu "
Tak lama nama Aranta pun dipanggil
"dengan nyonya Aranta " panggil perawat
"kakak duluan ya " ucap Aranta beranjak dari duduk nya
"iya kak "
Perut Aranta sudah terlihat sangat buncit di kehamilan enam bulan,bahkan tubuh nya pun semakin terlihat montok,berbeda dengan Nuari yang nampak biasa saja seperti masih gadis,hanya saja perut nya yang membuncit ,saat ini kehamilan Nuari sudah memasuki bulan ke empat.
Di ruang periksa ,Aranta dan Nuri sungguh dibuat terkejut sebab dari hasil pemeriksaan menjelaskan jika ia tengah hamil anak kembar,karena dari pemeriksaan sebelum nya dokter kandungan yang menangani nya mengatakan jika ia hamil anak tunggal.
"loh kok bisa dok,karena dokter kandungan yang sebelum nya tak mengatakan apa pun " ucap Aranta
"mungkin karena dokter nya masih amatir ,belum berpengalaman makanya tak terdeteksi ,apalagi kan saat itu pemeriksaan nya belum sampai tahap pemeriksaan CTG "
ucap Nuri yang memang dokter kandungan sebelum nya merupakan dokter kandungan baru
CTG merupakan pemeriksaan detak jantung janin dengan alat bernama Kardiotokografi,yang mana alat ini digunakan untuk mencatat pola denyut jantung janin dalam hubungan nya dengan adanya kontraksi ataupun aktivitas janin dalam rahim.
Aranta mengangguk
"bagaimana kalau sekarang juga kita lakukan USG agar lebih jelas " tutur dokter bernama Gina
"boleh dok " sahut Aranta cepat
Maka Aranta mulai berbaring ,dokter Gina menyingkap kan gamis Aranta dan menutupi bagian bawah nya dengan selimut.
"lihat lah janin nya ada dua,untuk jenis kelamin nya apa mau di beritahukan atau tidak ?" tanya dokter
"iya dok " sahut Aranta
"baiklah , sepertinya sih ini sejodoh laki-laki dan perempuan, tapi agar lebih jelas nya lagi nanti kita lakukan USG lagi saat pemeriksaan berikut nya,karena seperti nya janin nya pada malu " kekeh dokter
Aranta menangis haru sebab ia sudah menunggu sekian lama untuk kehadiran buah hati nya,dan kini ia langsung di beri dua sekaligus.
"Masya Allah.... cucu-cucu ku " lirih Nuri juga menitikan air mata nya
"alhamdulilah semua nya sehat ya,nanti saya akan berikan resep vitamin " ucap dokter lalu membersihkan perut Aranta dari gel yang tadi di oles kan dokter
Beberapa saat kemudian Aranta dan Nuri pun keluar.
"bagaimana hasilnya ,semua nya baik dan sehat-sehat saja kan ?" tanya Nuari begitu ibu dan kakak ipar nya keluar dari ruang periksa
"Alhamdulillah,semua nya baik dan sehat " sahut Aranta
"tapi kenapa kakak terlihat habis menangis ,mama juga ?" tanya Nuari
"Alhamdulillah sayang,kamu akan punya dua ponakan,kak Ara hamil anak kembar" ucap Nuri
"Masya Allah.... Alhamdulillah.... mungkin ini adalah jawaban atas doa dan kesabaran kakak selama ini, selamat ya kak " ucap Nuari lalu memeluk kakak ipar nya
"iya dek ...makasih "
"kalian harus sehat-sehat di dalam sana ya,jangan susah kan mama kalian " ucap Nuari seraya mengusap perut Aranta
"selamat ya kak ,aku ikut senang denger nya " ucap Yoga
"iya makasih "
Hingga tiba saat nya nama Nuari yang di panggil
Nuari dan Yoga pun masuk,tak lupa Nuri pun ikut ke dalam sebab ia juga ingin melihat pertumbuhan calon cucu nya. Sementara Aranta menunggu karena tak diperbolehkan terlalu banyak orang di dalam ruangan.
__ADS_1
...***...