Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Khayalan


__ADS_3

Ketika bibir tak lagi dapat berbicara,maka mata inilah yang dapat menyiratkan betapa aku sangat mencintai mu .


...***...


Hari ini wajah Nuari begitu berseri,membuat Evan pun senang melihat nya. Ia berharap kedepannya gadis itu akan seperti itu terus.


"ada apa dengan mu,hari ini terlihat begitu bahagia " tanya Yudi


"masa sih ?" tanya Nuari


"benar banget apa yang di bilang Yudi,hari ini kamu seperti bahagia banget ,abis menang undian ya ?" celetuk Joni dan Jono


"undian dari Hongkong ,enggak kok,memang nya sebelum nya aku seperti apa ?" tanya Nuari


"ya....seperti biasa nya sih ,hanya saja hari ini kamu begitu beda ,aura mu seperti terpancar " sahut Joni dan Jono


"kalian bisa saja.... bisa gak sih kalau bicara satu-satu gak barengan terus,udah kaya paduan suara tau gak " ucap Nuari


"gak bisa ,kita sudah seperti ini dari orok,nangis bareng,bicara bareng,apa yang kita mau pasti sama " sahut kedua nya lagi


"jangan katakan jika nanti kalau kalian menikah akan menikahi gadis yang sama " celetuk Renita


"hm....kalau bisa sih kenapa enggak ,tapi sayang nya perempuan mana bisa punya suami lebih dari satu,dosa besar " sahut kedua nya lagi


"dasar kalian itu ya...." gemas Nuari ,ia pun melirik sekilas pada Yoga


"oh iya ,kita berangkat jam berapa ini ?" tanya Evan


"sekarang saja, biar aku bereskan dulu" sahut Nuari lalu bergegas membereskan piring-piring kotor bekas mereka sarapan.


"biar aku bantu supaya lebih cepat " sambung Yoga


"makasih " ucap Nuari


"Yoga....." seru Renita dengan manja


"kamu duluan saja ke mobil ya,aku nanti nyusul" ucap Yoga lalu beranjak membawa piring-piring tersebut


"iihh....kenapa Yoga begitu perhatian banget pada nya sih " kesal nya


"lagian kamu bukan nya ikut bantuin,malah diam-diam saja,kamu kan perempuan ,harusnya kamu bantu juga, lagipula seharusnya kamu sudah terbiasa dengan hal seperti itu,apalagi kamu dari kampung kan,masa kalah sama orang kota rajin nya " ucap Evan sedikit menyunggingkan ujung bibir nya


Entah kenapa semakin ke sini,pria itu malah merasa tak menyukai nya ,apalagi sikap Renita yang terlewat manja,dan sering kali mengeluh,ia pun merasa ada yang aneh dengan gadis yang kini tengah tersinggung dengan ucapan nya itu,namun ia tak tahu apa yang membuat nya merasa aneh tersebut.


"itu karena aku memang gak pernah di izinkan masuk ke dapur oleh orang tua ku,katanya kasihan nanti aku jadi bau asap dan bawang " sahut nya percaya diri


"justru lebih kasihan lagi suami mu nanti, kau tahu kebanyakan suami yang selingkuh itu karena istrinya tak bisa apa-apa ,jangan kan masak ,masuk dapur pun tak pernah.Mending kalau kamu menikah itu dengan orang kaya yang mau apa-apanya tinggal nyuruh orang , tapi jika sebaliknya apa gak akan susah nanti hidup mu " ucap Evan lagi

__ADS_1


Renita pun tak dapat berkata-kata lagi,ia pun memilih pergi menuju mobil Jeep dengan menghentakkan kaki nya.


Evan tersenyum simpul melihat nya.


"aku yakin ada yang gak beres dengan wanita itu,aku harus cari tahu " gumam nya


Evan pun segera menuju mobil nya ,dan menunggu Nuari dan Yoga selesai membereskan bekas sarapan mereka.


Joni dan Jono nampak saling bertukar pandang saat melihat Evan berjalan dengan seutas senyum di bibir nya.


"dia kenapa?" tanya keduanya


"entahlah " sahut kedua nya lagi


Tak lama berselang Nuari dan Yoga pun keluar dari rumah dengan membawa perlengkapan nya masing-masing.


"maaf menunggu lama " ujar Nuari lalu menaiki Jeep nya , begitupun dengan Yoga yang juga menaiki Jeep yang satu nya


"ok tak masalah" sahut Evan ,pria itu pun segera menjalankan Jeep nya menuju lokasi selanjut nya ,di ikuti oleh mobil Jeep satu nya lagi


Dalam perjalanan tak ada percakapan lain ,hanya deru mesin mobil berpadu suara angin yang menerpa tubuh mereka yang mendominasi.


Si kembar Joni dan Jono pun nampak sedang memperhatikan sekitar yang mereka lewati.


Sementara di Jeep lain,Renita nampak merajuk karena Yoga yang terlihat dekat dengan Nuari .Yoga pun tak ambil pusing dengan sikap Renita. Pria itu malah terus memperhatikan Nuari yang berada di Jeep di depan nya.


Beberapa saat kemudian mereka pun tiba,dan segera melakukan kegiatan mereka .


Berpindah dari rumah satu ke rumah lain nya. Nuari nampak serius dengan yang ia lakukan saat ini,begitupun dengan yang lain nya,lain hal nya dengan Renita,karena ia yang tak bisa melakukan apapun, di sana hanya diam sambil memperhatikan.


Yoga yang tengah membersihan tempat makan sapi pun terus saja melirik ke arah Nuari yang nampak kompak bersama Evan dalam mengobati kerbau.


Ada rasa tak suka di hati nya melihat mereka nampak dekat seperti itu,namun ia masih menyangkal jika ia tengah cemburu.


Yoga masih memikirkan Renita ,dan tak ingin menyakiti hati nya ,apalagi mereka akan menikah. Tapi tak dapat dipungkiri jika saat ini ia lebih nyaman bersama Nuari.


Setelah selesai mereka pun kembali berpindah lokasi,kali ini mereka harus melewati sungai terlebih dahulu untuk sampai di lokasi berikut nya.


Sungai yang dangkal namun sangat luas itu menjadi daya tarik tersendiri di mata mereka,sebab air nya yang tak terlalu deras juga banyak bebatuan membuat mereka ingin berfoto di sana.


Tak di sia-sia kan lagi,mereka pun berfoto dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.


Evan membidikkan kamera ponsel nya pada Nuari yang sudah duduk di salah satu batu yang agak besar di tengah-tengah sungai.


Dalam aba-aba nya ,Nuari berfose dengan sangat cantik


ckreek'

__ADS_1


ckreek'


Beberapa foto berhasil diambil nya,melihat hal itu Renita pun tak mau ketinggalan,ia meminta Yoga untuk memfoto dirinya.


"ayo foto aku di sebelah sini " pinta nya


"baiklah " Yoga pun menurut dan


ckreek'


"mana aku mau lihat hasil nya " seru Renita menyambar ponsel Yoga


"wah....bagus , lagi dong di sebelah sana " pinta nya lagi


"baiklah" lagi-lagi Yoga menuruti nya.


Setelah berhasil mengambil beberapa foto,mereka pun bergegas untuk kembali melanjutkan perjalanan,namun sebelum itu Yoga terlebih dahulu mencuri jepretan kamera ponsel nya yang ia arahkan pada Nuari.


Seolah tahu dirinya akan di foto,Nuari tiba-tiba menoleh dan tersenyum ke arah Yoga,membuat hasil foto tersebut terlihat sangat bagus,apalagi di tambah biji bunga dandelion yang beterbangan seakan menambah efek cantik alami di foto tersebut.


Yoga berdecak kagum melihat hasilnya,ia pun segera menyimpan kembali ponsel nya dan berjalan bersama yang lain menyebrangi sungai.


Akan tetapi di saat mereka sedang berjalan menyebrang sungai tersebut, tiba-tiba langit menggelap,awan hitam pun bergerak menutupi langit yang sedari tadi cerah terang benderang,dan kini suasana pun nampak gelap.


Suara gemuruh dari arah hulu sungai membuat mereka terpaku untuk beberapa saat ,sampai tiba-tiba Marion si pemandu jalan berseru lantang.


"cepat,air besar akan datang "


Seketika mereka pun panik,apalagi mereka masih berada di tengah-tengah,sedangkan suara gemuruh air sungai pun semakin dekat.


"ayo ....cepat....." seru Marion


Dengan langkah cepat mereka pun segera berjalan menyebrangi sungai itu. Satu persatu mereka pun berhasil menuju tepi namun nahas Renita yang saat itu berada paling belakang tiba-tiba tergelincir dan membuat nya terjatuh,tentu saja mereka pun terkejut.


Tanpa berfikir panjang,Nuari pun membantu Renita untuk berdiri dan segera menuju ke tepi,mereka pun saling bahu membahu merentangkan tangan saling berpegangan satu sama lain dan menarik perlahan kedua gadis itu.


Saat Renita sudah berhasil ke tepi,air sungai tiba-tiba menghantam tubuh Nuari hingga gadis itu pun sontak terseret arus deras nya, hal itu pun membuat mereka semua shock dan panik bukan kepalang, termasuk Yoga.


"TIDAK.... NUARIIIIII......."


Semua orang menoleh pada Yoga yang nampak shock.


"kamu kenapa ,kenapa berteriak seperti itu pada ku ?" tanya Nuari


"hah....." Yoga terkesiap dan memperhatikan sekitar yang nampak tenang-tenang saja


"astaga ....ada apa dengan ku ,jadi tadi hanya khayalan ku saja " batin nya

__ADS_1


...***...


__ADS_2