Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 46


__ADS_3

Ayu berada di atas kursi roda dengan Evan yang mendorong nya. Sementara Satria membawa bayi mereka.


Padahal tadi Ayu sudah meminta untuk jalan kaki saja ,karena kata dokter ia harus belajar berjalan agar luka jahitan diperut nya bisa segera sembuh. Tapi Evan juga Satria menolak nya.Mereka justru berfikir jika Ayu terlalu banyak bergerak maka luka jahitan nya tidak akan cepat sembuh.


Karena Ayu tak mau banyak bicara,karena bagaimanapun luka di perut nya membuat nya tak leluasa berbicara banyak apalagi kalau sampai tertawa apalagi batuk,itu akan membuat rasa di perut nya jadi nyeri dan ngilu.Jadi untuk antisipasi Ayu tak ingin banyak bicara.


"Ayo sayang ,aku bantu. Hati-hati pelan-pelan saja " Ucap Evan ketika Ayu hendak memasuki mobil


Sementara di rumah sudah ada Nuari dan keluarga nya tengah menunggu kedatangan Ayu dan bayi nya. Untuk mobil mereka disembunyikan di dalam garasi agar ketika Ayu datang ia tak tahu jika di rumah nya sudah ada Nuari dan keluarga nya menunggu.


"Mah,kapan sih Tante Ayu datang nya ,aku sudah gak sabar pengen lihat Dede bayi. Katanya bayi nya perempuan ya mah ,pasti cantik ,kalau nanti sudah besar boleh aku menikah dengan Dede bayi?" Celoteh Raffa tiba-tiba membuat semua yang di sana menatap pada nya


"Bisa dibicarakan nanti kalau kalian sudah dewasa ya sayang ,kalian masih kecil jangan bahas nikah "Ucap Nuari mencoba memberi pengertian


"Minggu dewasa nya kapan mah ?" Tanya nya lagi


"Ya nanti ,kalau sudah waktunya "Sahut Nuari lagi


"Jadi kalau sudah waktunya boleh kan mah ?" Tanya Raffa ,dengan meringis terpakda Ayu mengangguk


"Yeeaay,aku boleh nikah sama Dede bayi,nanti foto kami di pajang di rumah yang besar ya seperti itu " Tunjuk nya pada foto pernikahan Ayu dan Evan di ruang tamu


"Astaga ,Raffa kamu masih kecil ini loh ,fikiran nya udah ke sana saja " Ucap Nuri tak habis fikir


"Nama nya juga anak-anak mah" ucap Aranta


"Sayang gimana ini kalau permintaan Raffa beneran terjadi ?" Bisik Nuari pada Yoga


"Ya gak gimana-gimana, mungkin mereka memang jodoh nya "Sahut Yoga tak ingin terlalu memusingkan ucapan nya Raffa ,baginya celotehan Raffa hanya lah celotehan anak kecil yang nantinya akan lupa seiring berjalan nya waktu


"Gak bisa gitu dong Raffa ,kasihan kan masih bayi ,kamu sama Chika saja,kalian kan sudah deket " Cetus Lia


"Gak mau ah,Chika kan temen aku,biar Chika sama Atha saja "Sergah Raffa menolak


"Enak saja kok aku ?" Atha tak terima


"Hey kalian bocil ! Kenapa pada bahas itu sih? Aku penasaran kamu peram pake karbit ponakan ku dek,jadi mateng sebelum waktu nya begini" Ucap Gibran menghentikan obrolan anak dan keponakan nya


"Emang kakak fikir Raffa itu pisang pake diperam karbit segala " Nuari mencebik


"Hahaha .... abis nya masih pada kecil sekolah juga masih TK sempet-sempet nya punya fikiran ke sana" Gibran tak habis fikir


"Raffa ,sini sayang nenek mau bicara " Nuri memanggil Raffa untuk berbicara empat mata dengan nya


"Bicara apa nek ?" Tanya nya polos


"Ayo ikut nenek "Nuri pun membawa Raffa

__ADS_1


Saat berjalan ia melirik pada sosok Ki Jamal ,dalam hati ia berkata


"Ini pasti karena hasil asuhan mu kan ?"


"Enak saja ,kenapa jadi saya yang dituduh "


Nuri membawa cucu nya ke halaman samping rumah , mereka duduk berhadapan


"Raffa,nenek mau tanya umur Raffa sekarang berapa tahun ,nenek lupa ?" Tanya Nuri


"Mau tujuh tahun nek ,kan sebentar lagi masuk SD" Jawab Raffa


"Nah berarti Raffa masih sangat kecil,anak kecil kan tugas nya belajar dan bermain ,tapi bermain nya juga jangan kelewat batas ,mesti dengan porsi yang pas.Lalu kenapa Raffa kefikiran untuk menikah,itu tanggung jawab nya besar loh" Ucap Nuri sangat berhati-hati


"Kan nikah nya nanti nek kalau udah besar " Sahut Raffa ,Nuri menghela nafas nya


"Memang nya kamu yakin Dede bayi mau nikah sama kamu?" Tanya Nuri


"Ya harus di yakin kan lah nek, gimana sih " Raffa nampak mencebik


"Ya sudah ,fikirkan itu nanti saja ya kalau sudah besar dan sekarang Raffa fokus saja belajar ya,biar jadi anak pintar "


"Iya dong nek harus pintar ,kalau gak pintar nanti Dede bayi nya gak mau sama aku ,tapi nama Dede bayi nya siapa ya nek ,kok Tante Ayu belum ngasih tahu " Tanya nya lalu anak itu melirik pada Ki Jamal


"Om jin tahu nama nya ?"


"Sudah di bilangin jangan panggil aku tuan !Om jin," Seru Raffa kesal


"Suka-suka dong "


"Ih nyebelin " Raffa mencebik


Sementara itu mobil yang di kendarai Evan sudah sampai. Ia segera mengajak Ayu untuk masuk. Kali ini Ayu menolak duduk di kursi roda. Meski ia harus berjalan perlahan dengan dibantu oleh Evan sementara bayi nya, Satria yang menggendong nya.


Begitu pintu di buka ,Ayu menatap tak tak percaya dengan apa yang ia lihat Sebuah tulisan selamat datang terpampang di depan nya, balon-balon sudah terpasang cantik dengan hiasan bertema kan warna pink. Netra nya juga melihat Nuari dan yang lain nya yang tengah berdiri di samping kiri kanan tulisan itu.


"Selamat datang kembali Ayu,selamat ya sekarang kamu sudah menjadi ibu " Ucap Nuari yang pertama menyambut dan memeluk nya


"Iya ,terima kasih " Ucap Ayu terharu


Setelah itu giliran Nuri dan yang lain untuk mengucapkan selamat pada nya.


"Bagaimana sekarang perasaan kamu ,apa sudah lega ?" Tanya Nuari


"Iya ,lega banget rasanya ,aku tak pernah membayangkan jika akhirnya aku menjadi seorang ibu , seandainya saat itu tidak pernah keguguran pasti rumah ini sudah sangat ramai dengan suara anak-anak " Ucap Ayu berubah lirih


"Tak perlu berandai-andai, anak-anak mu yang belum sempat lahir ke dunia pasti sudah bahagia di surga ,pasti mereka juga sedang berkumpul dan bermain bersama " Hibur Nuri seraya mengusap bahu Ayu. Ayu mengangguk dan tersenyum ,ia teringat akan mimpi nya sebelum ia tersadar dari koma,ia melihat tiga orang anak kecil diantara anak-anak yang lain ,satu wanita dan dua laki-laki mereka tengah menatap nya sembari tersenyum pada nya.

__ADS_1


"Apa mungkin mereka anak-anak ku yang belum sempat lahir " batin nya


Perhatiam Nuri mini beralih pada sosok bayi mungil digendongan sang kakek.


"Masya Allah,cantik nya sini sayang sama nenek yuk !" Nuri lalu mengambil alih bayi itu


"Siapa nama nya ?" tanya Nuri


"Vania Indah" Sahut Ayu ,kemudian Evan menambahkan


"Vania yang dalam bahasa Rusia yang artinya hadiah dari Tuhan,dalam bahasa Arab juga ada,kata Vania turunan dari kata waniya yang makna nya lembut " Tutur Evan


"Nama yang indah " Sambung Nuari


"Jadi calon istri aku ini namanya Vania " Celetuk Raffa yang baru bergabung


"Calon istri ?" Evan dan Ayu saling tatap sementara Satria jadi bengong dibuatnya


Sementara itu Ayah dan ibu Evan yang saat ini sudah berada di kampung halaman nya akan kembali ke Jakarta untuk melihat cucu dan menantu mereka. Mereka kembali ke Bandung sore hari setelah kesadaran Ayu dari koma.


"Pak sebelum berangkat ibu izin ke rumah Rina dulu ya ,mau kasih kabar kalau Evan sekarang sudah punya bayi ,dari kemarin-kemarin Rina nanya terus" Ucap istri nya


"Bu,sudahlah jangan berhubungan terus dengan Rina ,Evan sudah bahagia jangan usik terus rumah tangga nya " ucap suami nya ,entah kenapa ia sendiri sudah lelah menghadapi sikap istrinya yang bandel tak bisa dibilangin padahal usia pernikahan Evan sudah berjalan cukup lama apalagi sekarang sudah ada bayi di tengah-tengah mereka


"Ih si bapak ,siapa juga yang mau rusak rumah tangga Evan ,orang ibu hanya mau ngasih tahu saja, kebetulan Rina sedang ada di rumah nya ,katanya lagi cuti kerja karena sakit ,sekalian ibu mau jenguk dia " ucap nya


"Ya kalau mau jenguk ya jenguk saja jangan singgung masalah Evan "


"Ya sudah iya ,tapi kalau Rina nanya-nanya tentang Evan ya masa iya ibu gak jawab" ucap istrinya ngeyel


"Ya sudah terserah ibu saja "suami nya nampak pasrah


"Ya Allah jangan sampai istri ku berulah " batin nya


Beberapa saat kemudian istrinya itu berangkat. Tak butuh waktu lama untuk nya sampai di rumah Rina ,sebab hanya butuh lima belas menit berjalan kaki dari rumah nya.


Akan tetapi ketika ia baru sampai ,ia yang hendak mengucap salam tiba-tiba menghentikan langkah dan seketika bersembunyi pada tanaman milik tetangga Rina yang dijadikan pagar. Ia melihat Rina yang baru keluar dari rumah nya dengan wajah panik sambil menempelkan ponsel di telinga nya. Rina juga terlihat celingukan dengan suara agak berbisik tapi masih bisa terdengar walau samar.


"Dia sedang nelpon siapa ,kok bisik-bisik gitu sih " gumam nya lagi nampak penasaran. Namun kemudian Rina berjalan ke arah nya dan berdiri tepat di dekat tanaman yang dibalik nya ada ibu Evan tengah menguping


"Iya iya,gak sabaran banget sih ,nanti kalau situasi nya sudah ok aku balik lagi,....ck iya bawel ! Ini juga ulah siapa udah tahu aku belum KB kamu main serang aja,mana buang nya di dalem lagi ,aku hamil lagi kan.....Ya iya lah aku akan gugurin lagi.....iya udah ya jangan hubungi aku lagi ,nanti kalau udah beres aku yang ke sana "


"Apa tadi dia bilang ? Hamil ? Gugurin lagi ? Apa maksud nya Rina sudah hamil berkali-kali dan berkali-kali juga ia gugurkan ?"


Ibu Evan nampak shock mendengar nya,antara percaya dan tidak dengan pendengaran nya. Jika ia mendengar hal itu dari orang lain mungkin ia tak akan percaya begitu saja ,tapi ini ,ia mendengar nya sendiri sungguh hatinya terasa terluka ,ia merasa telah tertipu mentah-mentah oleh sosok yang ia yakini adalah gadis baik-baik.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2