
Keesokan harinya
Lia yang terus teringat akan ponsel nya terlihat buru-buru. Ia pun mengambil asal sepatu dan segera memakai nya tanpa memperhatikan sepatu nya.
"Aku harus cepat-cepat ambil hp aku ,jangan sampai pak Riki buka-buka" Ucap nya lalu menutup pintu kamar nya
"Loh ,tumben sayang jam segini udah keluar kamar ,udah rapih pula " Tegur Aranta
"Hehehe....iya mah ,hari ini bagian aku piket" Alasan nya
"Bukan nya hari piket kamu hari Jumat,ini baru hari Rabu ?" Tanya Aranta dengan kening berkerut
"Hm,...itu mah ,aku kan waktu piket Minggu lalu telat datang nya ,jadi kena sanksi harus piket di hati Rabu " jawab Lia berbohong
"Masa sih ?"
"Yah,mama sudah ya aku udah telat ini , assalamualaikum " Lia segera mencium punggung tangan Aranta dan berlalu
"Sarapan dulu ! " Seru Aranta
"Nanti saja di sekolah " Teriak Lia yang sudah turun dari tangga
"Hm,.... ada-ada saja " Aranta menggeleng kan kepala nya ,ia tahu jika putri nya tengah berbohong padanya ,namun ia juga tak langsung menegur nya karena sudah bohong ,sebab ia yakin jika putri nya tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh.
Aranta pun segera menuju ruangan makan untuk membantu menyiapkan sarapan.
"Loh ,nenek susah di sini saja " Ucap nya
"Iya nak ,nenek tidak terbiasa jika bangun tidur hanya diam " sahut Maryam seraya membantu art nya menyiapkan sarapan
Keduanya pun terlibat dalam obrolan dan sesekali keduanya nampak cekikikan.
"Ada apa nih , pagi-pagi udah ghibah saja ?" Tanya Nuri yang langsung dapat sikutan dari suami nya
"Hehehe.....canda mas " Cengir Lala
Tak beberapa lama Gibran, Atha,Raffa ,Nuari dan Yoga ikut bergabung.
"Lia mana ?" Tanya Rifki
"Anak itu udah berangkat pagi-pagi sekali pah,gak tahu katanya bagian piket " saut Aranta
"Piket ? " Seru Atha dan Raffa bersamaan
"Iya ,kenapa ?" Tanya Aranta pura-pura tak tahu
"Bukan nya Lia kebagian piket hari Jumat deh,sekarang kan hari Rabu " ucap Raffa
__ADS_1
"Mah itu , mama juga bingung " Ucap Aranta
"Apa ada sesuatu pada Lia ?" Tanya Gibran pada Atha dan Raffa
"Setahu kita gak ada ya,orang setiap hari kita selalu bersama kok,kalau ada apa-apa pada nya kita pasti tahu " Sahut Atha
Nuri celingukan mencari keberadaan para cs hantu nya yang belum terlihat.
"Wo,apa kamu tahu sesuatu tentang cucu ku ?" Tanya Nuri membatin
"Seperti nya Lia sedang terkena sindrom cinta monyet " Jawab Wowo
Setelah mendengar ucapan Wowo,Nuri pun menghela nafas." Ternyata cucu ku sudah mulai tertarik dengan lawan jenis " Nuri kembali membatin
Sebagai orang tua ,ia merasa senang karena cucu nya bisa merasakan jatuh cinta,karena itu artinya cucu nya itu normal,ia justru akan merasa was-was jika cucu nya terlihat tak ada tanda-tanda menyukai lawan jenis. Meski begitu ia juga tak akan membebaskan nya begitu saja.Ia tetap akan memantau cucu nya itu agar tak melakukan hal-hal diluar aturan norma agama.
Begitu pun dengan Aranta dan Gibran. Mereka selalu mengingatkan anak-anak nya agar bisa menahan diri untuk tidak kebablasan. Mereka tak melarang jika anak-anak nya menyukai lawan jenis bahkan bila sampai berpacaran,namun tetap selalu ada aturan yang harus di taati yaitu tidak boleh melakukan lebih dari pegangan tangan ,jika ingin pergi pun harus ada orang lain yang ikut tak boleh pergi berdua.
Sementara itu ,Lia kini sudah sampai di sekolah. Keadaan di sekolah nampak masih sepi ,hanya ada beberapa kendaraan pada guru saja yang terparkir.
Hingga sebuah mobil berwarna merah mulai memasuki area sekolah. Lia yang saat itu tengah menunggu di dekat parkiran mobil para guru pun sontak tersenyum namun hanya beberapa detik ia langsung terlihat biasa saja.
Ketika mobil itu sudah terparkir , seseorang nampak keluar dari dalam nya. Lia segera berlari kecil menghampiri.
"Assalamualaikum,pak. Maaf kemarin seperti nya hp saya tertinggal di mobil bapak ,karena saya cari-cari tidak ketemu ,apa bapak melihat hp saya ?" Tanya Lia
"Waalaikumsalam,oh,ini hp kamu rupanya,aku fikir hp siapa.Nih,lain kali hati-hati " Riki memberikan ponsel itu pada Lia
"Semoga pak Riki gak buka " batin nya
"Kalau gitu saya duluan ya " Ucap Riki seraya berlalu,Lia nampak menghela nafas lega
"Huuuuuffftt..... seperti nya pak Riki memang tak membuka hp ku" Namun tiba-tiba Riki membalikkan tubuh nya dan berjalan menghampiri Lia. Di saat bersama Lia pun membalikan tubuh
Deg'
Lia terkesiap karena kini guru nya itu sudah berada tepat di depan nya ,hanya menyisakan jarak beberapa senti saja.
"Lia "Ucap Riki pelan ,dengan ragu Lia mendongak
"Lain kali kamu harus lebih hati-hati dan teliti " ucap nya
"I...iya pak " jawab Lia terbata
"Apa sekarang sepatu yang beda warna sudah kembali tren ?" Tanya nya lagi
"Hah....maksud bapak ?" Tanya Lia bingung
__ADS_1
"Tuh ,lihat saja " Tunjuk Riki dengan mata nya menunjuk pada kedua kaki Lia. Seketika gadis itu membelalakan kedua mata nya ketika melihat kedua kaki nya memakai sepatu berbeda warna meski model nya sama.
Ingin rasanya Riki tertawa namun demi menjaga perasaan gadis itu ia rela menahan nya.
"hehehehe.....aku terburu-buru tadi " Gadis itu meringis senyum sambil celingukan ke bawah
"Nyari apa ?" Tanya Riki
"Nyari lubang semut pak, kali aja ada yang muat, malu banget " Jawab Lia lalu menutup wajah nya dengan telapak tangan
"Hahaha....memang nya bisa ?" Tanya Riki , akhirnya tawa yang ia tahan daritadi tak bisa lagi ia tahan
"Hehehe...." Lagi-lagi Lia hanya meringis senyum ,ia benar-benar merasa malu ,saking malu nya wajah nya sampai merah mengalahkan merah nya tomat
"Khikhikhi....." Sosok hantu perempuan berseragam yang sama dengan Lia nampak cekikikan menertawakan nya
"Malu niye...." ledek nya
"Diam !" Seru Lia ,seketika tawa Riki pun terhenti
"Maaf,bukan bapak" Lia menunduk
"Maaf sudah tertawa terlalu keras,mau saya antar untuk pulang dulu mengganti sepatu nya ?" Tawar Riki
"Eh, enggak,gak perlu. Di dalam loker masih ada sepatu kok ,biar aku ganti dengan sepatu itu saja " Ucap Lia cepat
"Syukurlah kalau masih ada sepatu lain " Ucap Riki
"Kalau begitu ,saya permisi pak " Lia segera pergi menuju ruang loker dengan berlari ,Riki nampak menggelengkan kepala.
"Astaga..... ada-ada saja "Fikir nya
Riki pun kemudian berjalan sambil memainkan ponsel nya. Ia mengetikan sesuatu lalu mengirim nya pada seseorang.
Lia yang baru selesai mengganti sepatu nya hendak menutup pintu loker , namun kemudian ponsel nya berbunyi tanda pesan masuk. Lia segera memeriksa nya.
"HAH " Lia terkejut ketika tiba-tiba ia menerima sebuah pesan dengan foto seseorang.
"Biar kamu tidak diam-diam ngambil foto ku ,jadi aku kasih foto terbaru aku ,gratis " begitu bunyi pesan nya
"Ya ampun ,pak Riki kok terlihat makin keren saja " gumam nya sambil menggigit bibir bawah nya,namun ia segera tersadar
"Oh,tidak ! Itu artinya pak Riki udah buka galeri hp aku " Semakin ketar-ketir lah gadis itu
Sementara di ruangan nya Riki terus tersenyum setelah melihat pesan nya sudah dibaca. Semalam Riki sengaja menyimpan nomor ponsel Lia yang ia dapatkan dari ponsel milik Lia ,tak lupa ia juga menyimpan nomor nya pada ponsel Lia.
Pria itu terkekeh membayangkan reaksi Lia saat ini.
__ADS_1
"Hihihi....."
Bersambung....