Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Pulang


__ADS_3

Hari berganti dengan hari,tak terasa sudah hampir satu bulan lama nya mereka melakukan pekerjaan nya. Dan kini keadaan semua hewan ternak sudah menunjukan kemajuan.


Warga tentunya merasa senang saat melihat sapi dan kerbau mereka mulai pulih dari terjangkit nya wabah PMK,mereka pun menuruti saran Yoga untuk selalu menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang benar-benar bagus untuk tumbuh kembang nya hewan ternak mereka.


Kini tiba saat nya mereka kembali pulang.


Nuari yang sudah siap dan yakin tak ada barang yang tertinggal pun keluar dari kamar dengan tergesa-gesa karena merasakan mulas di perut nya membuatnya nya tak sadar jika kalung yang selalu ia kenakan terlepas dan jatuh begitu saja di lantai.


"kalian tunggu aku sebentar ya ,perut ku tiba-tiba sakit " rintih Nuari lalu segera pergi tanpa mendengar sahutan dari yang lain dan hilang di balik pintu kamar mandi


"ayo kita tunggu di luar saja " ucap Evan


Mereka pun sepakat menunggu Nuari di luar,dengan Evan yang membantu membawakan tas ransel milik Nuari.


"oh ya ampun mana ponsel ku " Renita nampak kebingungan mencari ponsel nya ,ia bahkan memeriksa tas dan saku baju nya beberapa kali


"biar aku lihat ke dalam ,mungkin tertinggal di dalam " ucap Yoga lalu beranjak ke dalam


Terdengar guyuran air dari dalam kamar mandi ,nampak nya Nuari sudah selesai dengan urusan nya dan tengah menyiram toilet jongkok.


Yoga terus berjalan menuju kamar dimana Renita dan Nuari tempati,namun langkah nya terhenti saat kaki nya merasakan menginjak sesuatu.


Yoga pun menunduk kan wajah nya


"kalung ? kalung siapa ini ?" gumam nya


Karena tak ingin membuang waktu Yoga pun mengantongi kalung itu di saku celana nya,nanti akan dia tanyakan ,begitu fikir nya.


Yoga pun menerobos masuk ke dalam kamar,netra nya menatap benda pipih persegi panjang dengan warna biru langit di bagian belakang nya tergelatak di atas tempat tidur.


"itu dia ,dasar ceroboh bisa-bisa nya dia melupakan ponsel nya " gumam Yoga bergegas mengambil nya


Yoga pun keluar dari kamar tersebut bersamaan dengan itu Nuari juga hendak masuk ke dalam kamar,keduanya hampir bertabrakan.


"eh...kamu ngapain di sini?" tanya Nuari


"aku ngambil ini ,Renita memang ceroboh malah meninggalkan ponsel nya begitu saja,ah iya kamu mau ambil tas mu kan ,tas mu sudah di bawa Evan tadi " ucap Yoga membuat Nuari memgangguk faham


"begitu ya "lirih Nuari


Beberapa saat kemudian keduanya sudah sampai di luar,yang lain pun sudah nampak berada di dalam mobil.


Terdapat pak camat juga warga yang lain di sana. Keduanya pun berpamitan pada warga sementara yang lain sudah berpamitan tadi.


Mobil pun berjalan perlahan meninggalkan tempat itu ,terlihat para warga melambaikan tangan nya setelah mobil berjalan.


Nuari pun membalas lambaian tangan warga yang ia keluarkan dari jendela pintu mobil yang ia buka kaca nya.


"akhirnya kita pulang juga,aku sudah tak sabar menyandang status nyonya Yogaswara " celetuk Renita di tengah kesunyian


"kamu sabar ya ,aku juga harus mempersiapkan segala sesuatunya, aku ingin memberikan yang terbaik buat mu , ini kan momen paling bersejarah buat kita jadi harus di persiapkan sebaik mungkin" ucap Yoga


Di kursi depan nampak Evan yang tengah mengemudi melirik Nuari yang nampak menundukan wajah nya,ia tahu hati gadis itu tengah terluka mendengar obrolan sepasang anak manusia di belakang mereka.


"wah jangan lupa undang kita ya ,kita akan usahakan datang kalau diundang" timpal Joni dan Jono


"iya ,pasti dong " sahut Yoga

__ADS_1


"berarti nanti kita akan tour lagi nih ke Pontianak " seru Yudi bersemangat


"kalau aku gak janji datang,sebab keluarga ku sudah berencana akan pergi liburan ke Eropa,takut nya waktu nya akan bentrok " ucap Nuari dengan memperlihatkan senyum nya,ia bersikap seolah tak terjadi apa-apa dengan perasaan nya ,gadis itu hanya menatap mereka dari balik spion di atas nya


"wah sayang sekali dong kalau gitu,padahal nanti akan ada orkes dangdut juga,akan dipastikan acaranya paling meriah " ucap Renita percaya diri


"iya maaf ya,aku juga gak mungkin meninggalakan kesempatan pergi liburan ke Eropa,itu sudah impian ku dari dulu,apalagi aku berangkat bersama keluarga ku "ucap Nuari ,padahal itu hanyalah kebohongan nya saja,ia tak mungkin hadir di acara pernikahan pria yang ia cintai,akan sangat hancur hati nya jika ia benar-benar datang dan menyaksikan nya langsung


Entah kenapa mendengar nada suara gadis di samping nya terdengar biasa saja membuat Evan meringis sakit.


"kamu tak bisa membohongi ku Nuari,aku tahu hati mu terluka"lirih Evan membatin


Hingga sampai lah mereka di pelabuhan,dan segera menaikan mobil ke dalam kapal,mereka pun keluar dari mobil sebab akan sangat membosankan jika mereka tetap berada di dalam mobil,sementara perjalanan masih sangat lama,butuh waktu berhari-hari untuk mereka sampai pelabuhan di Jakarta.


"huuuuuffftt.....semuanya telah berakhir,tak ada lagi kesempatan buat ku,aku sudah gagal membuat ingatan nya kembali, atau setidaknya membuat nya ingat satu saja tentang ku " lirih Nuari yang kini tengah berdiri di sisi kapal bersama Evan di samping nya


"selama janur kuning belum melengkung kesempatan itu masih ada Nuari "ucap Evan


"percuma kalau dia sama sekali tak mengingat ku Evan,aku sudah kalah " air mata nya pun tak dapat ia bendung lagi ,gadis itu terisak bahkan tubuh nya nampak bergetar


"Ya Tuhan....kenapa sakit sekali melihat nya seperti ini,andaikan saja kamu mau membuka hatimu untuk ku,aku berjanji akan membuat mu tak lagi mengeluarkan air mata sedih ,tapi sebalik nya " batin Evan menatap Nuari


Langit biru berubah gelap, bulan purnama menggantung cantik di langit.


Lagi-lagi Nuari meringis pilu kala melihat dua insan di depan nya tengah menikmati makan malam romantis.


Nuari pergi ke kamar nya,ia lalu menumpahkan segala isi hati nya ke dalam sebuah kertas putih ,namun tiba-tiba ia terdiam saat merasakan sesuatu.


Tangan nya terukur menyentuh leher ,betapa terkejut nya ia ketika tak mendapati kalung nya tak lagi melingkar di sana.


"astaga....kemana kalung ku "


"perasaan tadi pagi masih ada deh,masa ia jatuh aku gak ngerasa " lirih nya


"apa aku lupa melepas nya dan memasukan ke dalam tas " gumam nya lagi ,ia pun bergegas memeriksa tas ransel nya,tempat kosmetik pun tak luput dari pemeriksaan nya,namun nihil,ia tak menemukan nya


"apa sudah benar-benar berakhir ,bahkan kenang-kenangan nya pun harus hilang begitu saja " kembali air mata nya tumpah


"apa ini artinya aku juga harus melupakan nya " ingin ia menjerit dan melepaskan semua amarah di hatinya,rasa cinta ,rindu dan sakit harus ia rasakan bersamaan ,membuat nya tak sanggup lagi menahan tangisan nya


Hingga ia pun tertidur karena kelelahan,sementara Evan yang sedari tadi berada di balik pintu benar-benar tak bisa menahan lagi,ia pun masuk dan menatap pilu gadis yang membuat hatinya bergetar tengah tertidur dengan masih menyisakan isakan kecil.


"apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan senyuman mu "lirih nya


Tatapan pria itu jatuh pada secarik kertas yang tadi Nuari tulis,isi dalam kertas itu membuat nya menahan nafas,ia sungguh merasakan sakit saat membaca nya,ia pun berinisiatif untuk melipat nya dan segera mengantongi kertas tersebut.


"tidur lah " lirih Evan menyelimuti gadis yang sudah terlelap dalam tidur nya


Singkat cerita,kini kapal sudah berhenti di sebuah pelabuhan terbesar di Jakarta setelah beberapa hari berlayar di laut.


Tak membuang waktu mereka pun segera menuju rumah sakit sebelum akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.


Nuari sudah akan melangkah menuju taksi online yang ia pesan,ia melirik sebentar pada Yoga yang tengah berpamitan dengan yang lain.


"mungkin ini terakhir kali nya kita bertemu,semoga kamu bahagia , meskipun di sini aku yang terluka " lirih nya lalu segera memasuki taksi online


Yoga melihat Nuari yang menatap lurus ke depan dengan wajah mendung di dalam taksi yang melaju melewati nya.

__ADS_1


Ingin rasanya ia berlari mengejar taksi yang membawa Nuari,namun ia urungkan mengingat pernikahan nya bersama Renita yang sudah di depan mata.Ia ingin meraih kebahagiaan nya namun ia tak ingin menyakiti Renita,ia pun akhirnya memilih mengorbankan perasaan nya demi tak menyakiti hati wanita yang berada bersama nya.


"sudahlah ,mana mungkin dia juga menyukai ku "batin Yoga yang masih memperhatikan kepergian taksi yang sudah tak lagi terlihat


"Yoga...ayo...apa yang kau lihat?" seru Renita sedikit menyentak,sebab dari tadi Yoga hanya diam menatap jalanan yang berlalu lalang kendaraan


"eh...iya...ayo..." sahut Yoga


"kamu lihat apa sih ,sampai aku panggil daritadi gak nyahut" tanya Renita mencebik


"maaf....bukan apa-apa kok ya sudah yuk kita pulang ke kontrakan kita,besok kita akan pulang ke Pontianak ,sekarang kita istirahat saja dulu" ajak Yoga


Nuari sudah sampai di rumah nya dan langsung menuju kamar nya setelah ia mengobrol sebentar dengan orang tua nya.


"huuuuuffftt.....tak terasa waktu berjalan begitu cepat,sekarang aku sudah berada di rumah saja ,kenapa semuanya terlalu cepat berlalu .....apa Yoga benar-benar tak akan mendapatkan kembali ingatan nya " lirih nya


"sudahlah Nuari ....stop ...besok atau lusa dia akan menikah,sudah tak ada lagi kesempatan untuk mu ,lupakan dia dan mulai lah hidup baru "


Nuari bergegas beranjak ke kamar mandi dan mengguyur tubuh nya dengan dingin nya air yang keluar dari shower.


Cukup lama ia berada di bawah guyuran air,saat merasakan ia mulai menggigil ia pun segera melepas pakaian yang masih melekat lalu meraih jubah mandi.


Saat hendak menuju lemari, tiba-tiba pintu diketuk ,rupanya Nuri,mama nya yang datang.


"loh katanya kaki kamu terluka bahkan sampai mendapat jahitan,tapi kok gak terlihat bekas nya ?" bingung Nuri


"hm...waktu itu Yoga memberiku obat dari daun entah apa nama nya,dan lihat lah kaki ku kembali mulus tak nampak bekas luka sedikit pun " sahut Nuari


"Yoga...." cicit Nuri


"iya ma...mama benar dia Yoga yang selama ini aku tunggu" lirih Nuari wajah nya kembali sendu


"lalu ...bagaimana apa dia sudah sedikit saja mengingat mu ?" tanya Nuri penasaran


Nuari menggeleng


"sudahlah ma, mungkin aku dan Yoga tidak ditakdirkan bersama,dia juga serius akan menikah dalam waktu dekat,apalagi calon istrinya....."tiba-tiba Nuari terdiam saat teringat sesuatu


"calon istrinya kenapa" tanya Nuri


"astaga....kenapa aku lupa menyampaikan pada nya kalau Renita hamil " batin nya


"Ari...kenapa kamu diam ?" tanya Nuri


"tidak kok ma,aku hanya lelah " sahut Nuari tak ingin mengatakan yang sebenarnya, toh semua nya percuma , Yoga akan tetap menikah 'fikir nya


"ya sudah kamu cepat memakai baju mu lalu istirahat" ia tahu jika ada sesuatu yang tak ingin putrinya katakan ,ia pun tak ingin memaksa


Nuri pun segera melangkah kan kaki keluar dari kamar putri nya


...***...


Maaf ya aku belum bisa mengembalikan ingatan nya Yoga,maaf kalau cerita nya terkesan terlalu bertele-tele ,aku juga gak mungkin main singkat-singkat saja cerita nya,ini juga aku sudah menyingkat cerita nya loh.


Semua nya butuh proses say....😁✌️tapi tenang saja sebentar lagi kebohongan si belatung nangka akan terbongkar kok.


So...jangan pernah bosan menunggu episode selanjutnya ya....

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2