Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 80


__ADS_3

"Kamu sedang apa di sini,apa kamu sedang punya masalah ?" Tanya Rifki


"Iya tuan ,ada sedikit masalah ,jadi saya meminta bantuan teman saya yang kebetulan seorang pengacara " Jawab Riki jujur


"Anda sendiri sedang apa di sini? Maaf bukan maksud ingin tahu hanya saja ..."


"basa-basi " Potong Rifki


"Eh,....i...ya ,hehehe ..." Riki pun meringis senyum


Ting'


Pintu lift terbuka,keduanya pun memasuki lift.


"Memang masalah nya apa , sepertinya masalah nya sangat serius hingga menggunakan jasa pengacara ?" Tanya Rifki


"Tidak begitu sih tuan,hanya saja untuk jaga-jaga saja " Ucap Riki yang enggan menceritakan permasalahan nya ,bukan tak ingin hanya saja ia sungkan dan merasa tak perlu bercerita


"Hmmm....kamu benar,menggunakan jasa pengacara tak hanya untuk orang yang bermasalah saja ,tapi juga untuk kewaspadaan"


ujar Rifki seraya menepuk pundak Riki


Sontak pria itu jadi gugup."Duh,kok aku jadi deg-degan gini " batin nya


Ting'


Pintu lift kembali terbuka,keduanya pun berpisah karena tujuan mereka yang berbeda.


"Semoga dia gak tersandung masalah hukum " Gumam Rifki seraya memperhatikan Riki yang sudah masuk ke dalam ruangan


Beberapa saat kemudian


Di sekolah,Lia sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya. Ia segera menuju toilet untuk mencuci wajah nya.


"Kamu di jam pelajaran seperti ini kenapa gentayangan di toilet?"


Seeet'


Lia menyipit kan mata melihat pada sosok hantu berdaster putih yang berdiri di pojokan.


"Gak salah tuh mulut , harusnya aku yang tanya kenapa kamu gentayangan di toilet,enak saja gentayangan ,emang aku hantu apa " semprot Lia


Lia melangkah mendekati hantu tersebut,namun hantu itu segera melarikan diri sebelum ia mendapat kan amukan dari Lia. Apalagi hantu itu sudah sering dijadikan pelampiasan kekesalan Lia,tak hanya wajah nya yang diobrak abrik ,namun rambut nya yang kusut sering dijadikan bahan percobaan ,entah itu dikepang, disanggul,bahkan yang lebih parah nya lagi rambut kusut nya pernah di potong lalu kemudian dicatok , hal itu membuat harga dirinya sebagai hantu fenomenal paling ditakuti terasa diinjak-injak. Tapi meski ia kesal dengan ulah Lia ,ia tak bisa menolak dan hanya bisa pasrah ,namun kali ini hantu itu tak mau meladeni Lia ,sebab ia sudah ada janji temu dengan pocong penghuni gudang.


"Dih,kabur dia.Hihihihi.....padahal aku cuman mau nanya sesuatu,dia kira aku mau ngapain dia kali " Lia cekikikan sendiri menghadap tembok


"Lia,kamu kenapa ?" Tanya seseorang yang saat itu masuk toilet. Meski mereka berbeda kelas namun seorang Lia sangat populer di sekolah hingga ia banyak dikenal seluruh penghuni sekolah


"Eh,enggak kok ,tadi aku lihat cicak jatuh ,terus lari ke sana ,lucu deh " Jawab Lia lalu berjalan masuk ke bilik toilet


"Masa iya cicak bisa jatuh " gumam nya pelan


"Terus kenapa dia bisa tertawa begitu kalau hanya cicak jatuh " gumam nya lagi


Bingung dengan pertanyaan nya sendiri,gadis itu pun segera masuk ke dalam bilik toilet.


Setelah selesai ia kebingungan karena tisu di sana sudah habis.

__ADS_1


"Yah ,tisu nya abis " lirih nya ,namun kemudian dari bawah seseorang nampak memberikan tisu padanya ,ia pun segera menerima nya


"Makasih ya Lia " Ucapnya. Namun seketika ia tersadar


"Kalau gak salah tadi Lia masuk ke bilik sebelah sini deh ,terus yang ngasih aku tisu ini siapa dong,apa ada yang masuk setelah aku kali ya " fikir nya


Maka ia pun segera keluar,bersamaan dengan itu,Lia pun keluar.Mereka sama-sama mencuci tangan di wastafel.Hingga beberapa saat kemudian tak ada tanda-tanda orang yang dari bilik tadi keluar.


Ia terus menoleh ke arah pintu bilik tersebut."Kok,gak keluar-keluar ya "gumam nya


"Kamu liatin apa ?" Tanya Lia


"Itu,dia kok gak keluar-keluar ya " Ucap nya menujuk pada bilik toilet tersebut


"Siapa ?" Tanya Lia


"Gak tahu,tapi tadi ada yang ngasih tisu ke aku ,aku kira kamu,tapi pas diingat-ingat lagi kamu kan di toilet sebelah kiri aku " Ucap nya


"Sebentar deh,biar gak penasaran aku lihat dulu" teman nya Lia pun membuka pintu namun tidak ada siapapun di sana


"Kok ,gak ada siapa-siapa"lirih nya ,ia menoleh pada Lia


"Gimana ?" Tanya Lia


"Gak ada siapa-siapa.Apa jangan-jangan yang tadi ngasih tisu ke aku tuh ...... " Ia menjeda ucapan nya,lalu kemudian ia berteriak


"Aaaaaakkkkhhhh......." teman nya Lia itu lari keluar dari toilet sambil terbirit-birit


Lia lalu melihat ke toilet itu." Kamu siapa? Kenapa kamu nakutin teman aku ?"Tanya Lia pas sosok hantu pria dengan wajah setengah hancur dan sebagian tubuh bagian atas nya remuk


"Hih, ada-ada saja.Mana bisa luka kamu itu ditutupi pakai tisu " gemas Lia


Ingat bahwa ia harus secepatnya pergi ke kelas ,ia pun memutuskan untuk meninggalkan hantu itu.


Beberapa jam telah berlalu.Sekolah sudah mulai sepi. Seperti biasa Lia berjalan bersama kedua saudaranya di koridor.


"Jadi beneran pak Riki ngelamar kamu ?" tanya Raffa ,ia baru tahu dari kedua orang tuanya sebab ia yang tak sengaja mendengar ketika Yoga memberitahu Nuari.


"Ishh,bisa gak ngomong nya jangan kencang-kencang,kalau ada yang denger kan bahaya" protes Lia


"Gak ada orang juga kan ,santai aja" ucap Raffa


"Keadaan sepi bukan berarti gak ada orang,kamu gimana sih " seru Lia gemas


"Iya,sama hal nya dengan air yang terlihat tenang,namun tenang nya itu tau-tau bisa menghanyutkan " timpal Atha


"Iya deh,maaf" ucap Raffa sambil menutup mulut nya


"Jadi beneran ya,terus kamu terima gak?" tanya Raffa lagi namun kali ini ia bertanya dengan suara pelan


"Kepo " Lia berjalan meninggalkan kedua nya


"Lah,malah pergi.Jadi apa jawaban Lia ?" tanya Raffa pada Atha


Atha mengedikan bahu lalu pergi.


"Jiaahhh ..... sama saja "lirih Raffa lalu menyusul kakak beradik itu

__ADS_1


Tak jauh dari pintu gerbang sekolah,nampak dua orang pria tengah memperhatikan.


"Apa kita bergerak sekarang?"


"Tunggu sampai mereka lengah "


"Aku duluan " Ucap Raffa saat ia sudah menaiki motor nya lalu melewati Atha dan Lia


Sementara Atha dan Lia sudah dijemput sopir. Meski Atha juga sudah memiliki motor dan SIM tentunya ,tapi ia sangat malas jika pergi sekolah mengenakan motor ,ia lebih senang naik mobil yang dikemudikan sopir nya. Kecuali jika ia sedang terburu-buru baru ia akan menggunakan motor nya.


Kedua pria tadi mengikuti mobil yang membawa Atha juga Lia.


"Ada apa mang Dadang ?" Tanya Lia yang melihat gelagat aneh dari supir nya


"Itu non, seperti nya mobil itu ngikutin kita deh, daritadi berada di belakang kita terus,gak nyalip " Ucap mang Dadang


"Iya kah?" Lia hendak menoleh ,akan tetapi Atha menahan nya


"bersikap biasa saja ,seolah kita tidak tahu " Ucap Atha berusaha setenang mungkin ,meski dalam hati ia merasa khawatir


"Tante Nagin" Lirih Atha


"Mang,kita muter-muter aja dulu,atau jalan kan mobil nya ke mana saja " perintah Atha


"Iya den " Sahut mang Dadang patuh


Sopir nya pun mengikuti arahan Atha,akan tetapi ketika sampai di tikungan, tiba-tiba Lia bergerak ke arah sopir.


"Mang Dadang ,kita tukeran tempat duduk " Ucap nya


"Lia,jangan aneh-aneh " Tegur Atha


"Gak aneh-aneh kok,aku cuman gemas saja ,mau bikin perhitungan sama mereka" Sahut Lia yang tak bisa dibantah


Meski ragu dan takut,mang Dadang akhirnya berpindah ke kursi samping nya sementara Lia menahan setir dengan tangan nya ,tubuh nya pun sampai condong ke depan agar tangannya bisa sampai.


"Lia ,kamu yakin,emang kamu bisa nyetir ?" Tanya Atha takut


"Tenang saja , gini-gini aku udah jago nyetir kok " Jawab Lia seraya berpindah tempat


"Kapan belajar nya ?" Tanya Atha bingung. Meski ia merasa cemas dan takut tapi ia tetap bertanya pada adik nya itu


"Nanti deh cerita nya ,sekarang kita main-main dulu " Ucap Lia seraya menginjak pedal gas ,sontak Atha juga mang Dadang berpegangan pada apapun yang dapat ia jadikan pegangan


"Astaga ,Lia....aku masih pengen hidiup " Pekik Atha


"Astaghfirullah..... astaghfirullah....." mang Dadang terus beristighfar membuat Lia semakin gemas dan semakin menambah kecepatan mobil nya


Do mobil lain


"Seperti nya mereka sadar sudah diikuti,kalau begitu kita tak usah lagi main kucing-kucingan "Ucap pria yang mengenakan jaket kulit yang sudah nampak mengelupas


"Hahaha.....mereka malah lari ke arah jalan buntu. Seperti nya akan sangat mudah untuk kita membawa gadis itu "


Mereka pun tergelak merasa apa yang akan mereka lakukan akan berhasil. Tanpa mereka sadari jika sebenarnya mereka lah yang berada dalam bahaya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2