
Nuari tersenyum puas menatap hasil masakan nya.Ia pun lalu bergegas membawa makanan itu menuju ruang tengah ,karena di sana tak ada meja makan ,jadinya mereka makan sambil duduk lesehan beralas karpet tipis di ruang tengah.
"sudah selesai ?" tanya Evan
"ehm.." Nuari mengangguk
"yeeeaayyy.... akhirnya kita makan " seru Joni dan Jono lalu mendekat
"baiklah aku bantu " Evan pun membantu Nuari membawa makanan nya ,ia berjalan ke dapur dan kembali dengan membawa dua piring makanan
"itu apa ?tanya Renita
"tumis pakis " sahut Nuari singkat ,ia pun lalu kembali beranjak menuju dapur
Yoga yang baru keluar dari kamar mandi pun melihat Evan yang tengah membantu Nuari. Entah kenapa tiba-tiba timbul rasa tak suka melihat nya ,ia pun tak tinggal diam,dengan rambut yang masih basah karena habis mandi, Yoga berjalan menuju dapur mengikuti Nuari yang sudah lebih dulu.
Evan yang hendak kembali ke dapur pun hanya bisa terdiam di ambang pintu
"eh , kamu ... mau ambil sesuatu?"tanya Nuari sedikit gugup
"iya " sahut nya sambil mengedipkan sebelah mata nya ,lalu meraih Magicom yang berisi nasi yang sudah masak
Nuari terpaku seakan tersengat aliran listrik,ia merasakan tubuh nya seolah tak mau bergerak dan debaran jantung di d*da nya pun berdebar kencang.
"Ya ampun ,apa itu tadi ,dia .... " Nuari pun menggigit bawah bibir nya ,pipi nya pun bersemu merah
Evan yang melihat nya pun segera beringsut mundur
"ini aneh,apa aku sudah jatuh cinta pada nya " batin Yoga dengan tak henti-hentinya tersenyum
"kamu kenapa?" tanya Renita yang sekaligus menyadarkan nya
"astaga ... ini tidak benar,bagaimana dengan nya,tidak ,...aku tidak mungkin jatuh cinta pada nya " batin Yoga segera menyangkal perasaan nya
"Yoga,...kamu tuh ih , dipanggil juga dari tadi kenapa diam saja ,malah bengong " tanya Renita sedikit menyentak
"eh...maaf ,apa tadi,kamu bilang apa ?" tanya Yoga
"tahu ah ,nyebelin " mood Renita pun jadi buruk karena merasa diabaikan
"seperti nya memang ada sesuatu diantara mereka" batin Evan menatap Yoga
Tak berselang lama Nuari pun datang dengan membawa sepiring ulat sagu yang sudah ia goreng.
__ADS_1
"astaga ,beneran ini mau makan ulat ini " seru Yudi
Belum apa-apa ia sudah merasa geli, apalagi membayang kan memakan nya.
"iiih....kamu tuh ya jorok" cibir Renita
"tak tahu saja kamu bagaimana rasanya,kalau sudah merasakan pasti ketagihan,aku juga awal nya merasa geli, tapi setelah mencicipi nya sedikit sampai sekarang aku jadi suka, meskipun sesudah nya aku akan merasakan gatal " Nuari terkekeh ,lalu ia mulai membuka penutup Magicom nya lalu menyendokan nasi ke piring untuk mereka
"terus aku harus makan apa ?" tanya Renita
"ya makan saja apa yang kamu suka " sahut Nuari cuek
"masalah nya aku tuh gak suka semuanya,aku gak biasa makan sayuran apalagi yang asing seperti ini " ucap Renita bingung
"makan kok pilih-pilih,lagian kan ini sehat-sehat semua,udah lah makan saja kalau gak mau gak apa-apa aku tak maksa" ucap Nuari mulai jengah dengan wanita itu
"udah lah, ayo dimakan, atau mau aku suapin ,ini enak kok ,nih aku juga makan " ucap Yoga mencoba membujuk
Akhirnya Renita pun mau makan meski ia berat hati memakan nya karena tak menyukai semua makanan nya,apalagi saat ini ia makan di suapi oleh Yoga.
"astaghfirullah......" lirih Nuari dalam hati,ia merasakan sesak melihat nya
Dengan suasana hati tak enak,Nuari pun terus memakan makanan nya ,dengan sesekali melirik pasangan itu.
Nuari pun hanya tersenyum merespon nya
"semuanya enak,kamu itu paket komplit ya ,udah cantik,pintar,baik ,pintar masak pula,keterlaluan banget kalau sampai ada laki-laki yang nyakitin kamu,kurang bersyukur tuh orang " ucap Evan sengaja untuk memancing reaksi gadis itu ,ia juga melirik Yoga yang juga melihat pada nya
"memang nya siapa cowok yang sudah nyakitin kamu ,bilang sama kita ,biar kita sleding kepala nya " timpal Joni dan Jono
"memang nya berani?" tanya Nuari
"berani lah ,kita tak terima jika ada yang nyakitin kamu ,kamu kan sudah kita anggap saudari kita " cetus keduanya lagi
"ooohh...makasih ,aku jadi terharu deh ,jadi pengen lihat bagaiman kalian nyeleding orang " sahut Nuari kembali terkekeh
Nuari pun kembali melanjutkan makan nya seraya menggeleng . Sesekali terdengar celetukan dan candaan dari mereka ,namun Nuari terlalu sibuk dengan hati nya yang tengah meringis pilu akibat pemandangan di depan nya.
Sampai tak terasa ulat sagu yang sepiring penuh itu pun tinggal setengah nya,tak lama gadis itu pun merasa gatal di seluruh tubuh nya,berawal dari tangan ,kemudian punggung , dan kini semua anggota tubuh nya terasa gatal.
"ah ya ampun , aku khilaf ,terlalu banyak yang aku makan " batin nya
Meskipun seluruh tubuh nya dilanda rasa gatal, Nuari mampu menahan diri untuk tak menggaruk nya,sebab jika di garuk maka rasa gatal nya akan semakin menjadi.
__ADS_1
"Nuari .... kamu alergi ?" tanya Yoga
Mendengar itu,Evan dan yang lain pun menoleh pada Nuari
"iya , lihat lah wajah ,dan tangan bentol-bentol" seru Evan
"ya ...gak apa-apa,sudah biasa kok seperti ini,ulat sagu kan mengandung banyak protein,dan aku terlalu banyak memakan nya, jadi nya begini deh " sahut Nuari seolah tak terjadi apa-apa,padahal hatinya tengah sakit karena melihat Yoga yang terus saja menyuapi Renita rasa gatal nya pun seolah kalah akan rasa sakit di hati nya
"kalau tahu efek nya akan seperti ini,kenapa pula kamu masih memakan nya " ucap Yoga lagi
Yoga yang notabenenya mengalami amnesia hingga lupa akan perasaan nya pun,alam bawah sadar nya masih mengkhawatirkan dan peduli pada Nuari,bahkan kini perasaan nya pun mulai kembali tumbuh di hati nya ,namun Yoga sendiri tak menyadari itu.
"ayo ikut aku , aku ada obat buat mengurangi rasa gatal juga bentol nya " ajak Yoga langsung menarik Nuari
Yoga pun membantu Nuari mencuci tangan nya,lalu beralih pada tas ransel dan mengambil sesuatu dari dalam nya.
"ini ramuan yang almarhum nenek aku wariskan pada ku,sini aku bantu " Yoga pun mengoleskan obat itu pada bagian di wajah Nuari yang nampak bentol,juga pada tangan nya
Nuari pun hanya diam menatap Yoga yang begitu fokus mengoleskan obat nya.
Mereka yang di sana pun hanya bisa terdiam sambil saling lirik satu sama lain,namun berbeda dengan Renita,gadis itu sudah menatap nya dengan tatapan ingin membunuh,nafas nya pun nampak kembang kempis.
"jangan seperti ini,perlakuan mu hanya akan membuat ku semakin sakit " ucap Nuari lirih
"maksud mu ?" tanya Yoga
"ah ...bukan apa-apa , lupakan saja,terima kasih ,boleh aku pinjam sebentar ,karena seluruh tubuh ku sepertinya juga bentol-bentol" ucap Nuari terkesiap
"oh , tentu saja" Yoga pun memberikan botol obat itu pada Nuari, gadis itu pun beranjak ke kamar mandi
"kalau sudah selesai ,tidak apa-apa kan kalian bereskan ke dapur ?" tanya Nuari sebelum dia memasuki kamar mandi
"iya tentu saja,kamu obati saja diri kamu dulu " ujar Yudi
"ok ,makasih " Nuari pun langsung masuk ke kamar mandi dan menutup nya rapat
"untuk apa segala perhatian mu jika diriku saja sudah kamu lupakan "irih nya
"harus nya aku senang karena meskipun kamu tak mengingat ku,tapi perasaan mu masih ada untuk ku,melihat perlakuan mu aku yakin perasaan mu padaku tak pernah berubah,tapi .... kenapa harus ada Renita di antara kita,apalagi dia tengah mengandung"
"tunggu .... aku yakin Yoga bukan lah ayah dari bayi nya,aku percaya Yoga tak akan melakukan hal itu,aku harus mengatakan nya pada Yoga ,tapi ....bagaimana cara mengatakan nya,masa iya aku main bicara saja....."
...***...
__ADS_1