
Hari berganti, hari ini adalah hari dimana Lia dan Riki akan melangsungkan pernikahan. Begitupun dengan Atha dan Syakira. Kedua pasangan itu sudah tampil sangat paripurna dengan dandanan ala pengantin.Wajah cantik Lia dan Syakira semakin terpancar dengan balutan pakaian pengantin. Sementara Vania dan Raffa tidak didandani se uwah seperti yang lain ,sebab mereka hanya akan melakukan pernikahan secara agama. Vania hanya mengenakan kebaya tradisional dengan disanggul sederhana namun terlihat elegan dengan tambahan hiasan berupa tiara bunga di kepala nya. Meski begitu ia sama sekali tak merasa iri dengan perbedaan dandanan nya.
Nanti jika waktunya sudah tepat maka mereka akan melakukan pernikahan ulang yang sah secara hukum dan agama dengan sangat meriah. Begitu yang sudah disepakati kedua belah pihak. Raffa dan Vania hanya bisa pasrah menerima keputusan kedua orangtua mereka. Raffa sendiri sudah mempunyai rencana selama menunggu hari itu tiba.
"Kenapa kita malah jadi nikah massal begini ?" Lia terkekeh sambil menatap calon kakak ipar nya yang berada di samping nya
"Iya ya. kenapa gak sekalian saja kita ngadain nikah massal untuk umum " Syakira ikut terkekeh
"Tapi aku nikah nya nikah sirih,...digantung lagi " lirih Vania
Lia dan Syakira menoleh pada Vania.
"Uuuhhh....yang sabar ya,ini ujian buat kalian " Ucap Lia seraya mengusap bahu Vania
"Ujian ? " Tanya Vania
"Iya ujian. Dengan begitu kita bisa tahu sampai mana dan sekuat apa rasa cinta di hati kalian,apa akan semakin kuat dan melekat atau sebaliknya. Kita kan gak tahu kedepannya akan seperti apa. Lagian kamu masih sangat dini untuk memikirkan hal itu. Dinikmati saja,jangan jadikan beban. Dan jika suatu saat hati Raffa berbelok aku harap kamu juga bisa menemukan pria yang jauh lebih baik dari nya " Ucap Lia
Vania terdiam tak menyahut namun ia mengangguk pelan. Entah apa arti dari anggukan kepalanya itu. Di saat itu pintu kamar terbuka. Chika datang dengan senyuman meski hatinya terluka karena sang pujaan hati sebentar lagi akan menikahi gadis lain.
"Wah,...kalian sudah siap rupanya " Ucap nya
"Aku kira kamu gak datang " Ucap Lia
"Tentu saja datang dong,masa teman pada mau nikah aku gak hadir " Sahut Chika berjalan mendekat, hatinya semakin nelangsa ketika melihat Vania yang sudah tampil cantik dengan balutan kebaya tradisional,ia lalu melihat pada Syakira. Meski ia tidak mengenal nya tapi ia cukup tahu jika yang ia lihat itu calon istri Atha.
"Jadi itu yang nama nya Syakira calon nya Atha ,cantik banget" batin Chika. Tadi Nuari sudah memberi tahu Chika mengenai Syakira saat hendak masuk kamar itu.
Syakira tersenyum. Namun seketika senyuman Syakira perlahan memudar ketika mengetahui isi hati Chika. Gadis itu mengerti bagaimana perasaan Chika saat ini.
Meski Chika berusaha menutupi kesedihan nya dengan bersikap biasa namun raut wajah nya tak bisa membohongi, Lia merasa tak tega melihat teman nya namun ia juga bahagia Vania bersama Raffa.
"Hai,aku Syakira calon nya Atha " Ucap Syakira ramah
"Hai juga,aku Chika. Kamu cantik,sangat cocok dengan Atha " Ucap Chika memuji
"Ah,bisa saja ,kamu juga cantik kok " Ucap Syakira juga memuji Chika. Chika pun hanya tersenyum menanggapi
Sampai saat ini Chika masih belum memberitahu Lia atau yang lain nya mengenai pernikahan nya yang akan dilangsungkan besok lusa.
Beberapa saat kemudian acara akad pun segera dilakukan. Lia,Syakira,juga Vania seketika menjadi tegang. Suara yang pertama didengar yaitu suara Atha. Syakira pun memejamkan mata, untuk menghayati kata demi kata yang terucap dari mulut sang pujaan hati. Persis seperti pernikahan kedua orangtuanya dulu ,shema bersama ratusan siluman ular nampak ikut memeriahkan acara tersebut di pekarangan belakang rumah itu, sementara untuk para tak kasat mata nampak berbaur dengan para tamu. Meski begitu para tak kasat mata itu tak sampai mengganggu manusia. Namun ketika hantu-hantu itu bersitatap Dengan Elsa ,para hantu itu segera menundukan kepala.
Aura yang terpancar dari perempuan titisan siluman ular itu membuat mereka merasa segan meski hanya menatap mata nya. Begitupun dengan kedua anak nya ,El Vando dan Syakira tapi tidak dengan Vano.
Awal nya Nuri merasa heran karena banyaknya siluman ular di belakang rumah nya ,apalagi ketika ia melihat ada ular emas berkepala dua yang tak lain dan tak bukan adalah Shema. Namun karena penjelasan dari Gibran akhirnya membuat Nuri faham.
Gibran sendiri memang sudah mengetahui perihal siapa Elsa dan keluarga nya saat pertama mereka bertemu di villa.
Kembali ke acara akad.
Dengan suara lantang ,Atha mengucapkan ijab qobul dengan sangat lancar meski suaranya terdengar sedikit gemetar. Jantung Syakira terasa berdentum-dentum saat ini. Seketika kata SAH' terdengar menggema setelah Atha menyelesaikan ijab qobul.
"Alhamdulillah,....selamat ya kak,selamat bergabung di keluarga kami "Ucap Lia memeluk Syakira yang sekarang sudah sah menjadi kakak ipar nya
"Iya, sama-sama,aku seneng banget akhirnya bisa bersatu dengan Atha " Ucap Syakira tanpa malu
"Eh, sekarang giliran calon suami kamu tuh " Ucap Syakira ketika suara Riki mulai terdengar
"Ya ampun,...aku gak nyangka deh bisa menikah secepat ini " Lirih Lia
"Kalian enak ya,setelah nikah bisa langsung tinggal bareng ,beda dengan aku " Ucap Vania pelan
"Memang nya kenapa? kok kamu bilang gitu ?" Tanya Chika bingung
"Karena Vania belum cukup umur ,jadi mereka hanya menikah siri dulu,itu pun tidak bisa tinggal satu rumah. Mereka masih harus jalani hidup masing-masing meski status mereka yang berubah " Tutur Lia menjelaskan
"Oh,iya ya. Vania masih SMP " lirih Chika
"Apa peluang aku buat deketin Raffa masih ada ? Tapi bagaimana dengan ustadz Aman " gumam Chika dalam hati nya
"Yang pasti jika aku jadi kamu ,aku tidak akan memaksakan diri ,sebab sesuatu yang dipaksakan tidak akan berbuah manis " Sebuah suara terdengar di pendengaran Chika. Gadis itu sampai menatap Syakira karena suara yang ia dengar sama persis dengan suara Syakira
Syakira yang ditatap pun bersikap seolah tak tahu apa-apa.
"Eh,shyuuutt....denger deh kaya nya calon suami kamu salah nyebut nama kamu " Ucap Syakira seraya meletakan jari telunjuk di bibir nya
Lia terdiam ,telinga nya sampai ia buka lebar-lebar demi mendengarkan Riki mengucapkan kalimat ijab. Benar saja apa yang dikatakan Syakira,di luar sana Riki nampak gugup hingga ia kesulitan menyebutkan nama panjang Lia.
"Saya terima nikah dan kawin nya Athalalia Azkia Ghifari...."
"Athalia ,bukan Athalalia" Ucap Gibran pelan saat menjabat tangan Riki.
"Eh,salah ya " Ucap Riki melongo
"Baiklah ,kita ulangi lagi "Ucap penghulu
"Bismillahirrahmanirrahim,...saya nikahkan dan kawinkan engkau Hamdani Riki dengan anak kami yang bernama Athalia Azkia Ghifari dengan mas kawin seperangkat alat sholat,dan logam mulia seberat lima ratus gram dibayar tunai " Ucap Gibran mengikuti arahan penghulu
"Saya terima nikah dan kawin nya Atha dan Lia ,eh ..." Riki yang segera menyadari kesalahannya pun sontak menghentikan nya
"Astaga ,kamu mau menikahi Atha juga ?" Gibran tak habis fikir ,kenapa calon menantu nya bisa jadi seperti orang mabok yang berkali-kali salah mengucapkan nama anak nya
__ADS_1
"Maaf om ,aku nervous banget soal nya " lirih nya menyesal
Gibran memang melihat wajah Riki yang sudah sangat pucat dengan keringat yang sudah membanjiri wajah nya.Pria itu meraih air minum dan memberikan nya pada calon menantunya itu.
"Ini ,minumlah dulu. Rileks saja jangan terlalu tegang ,tegang nya nanti malam saja " Canda Gibran agar Riki tak terlalu gugup
Sontak saja mendengar candaan calon papa mertua nya,membuat Riki salah tingkah.
Proses ijab qobul pun ditunda beberapa menit agar Riki bisa lebih tenang lagi. Di dalam kamar Lia nampak gemas,karena Riki yang lagi-lagi salah menyebutkan nama nya.
"Untung hanya salah sebut saja,coba kalau salah sebut nama cewek lain auto di out " Ceplos Chika
Lia pun jadi semakin kesal mendengar nya.
"Awas aja kalau dia sampai salah sebut nama cewek lain,aku bakal keluar dan kasih dia pelajaran" Ucap Lia
"Pelajaran anatomi tubuh aja ,biar gak terlalu susah " Cetus Syakira ,namun Lia yang terlanjur kesal hanya mendengus kesal
"Mas Riki payah deh , bisa-bisa nya dia salah terus " Gerutu Lia dalam hati ,Syakira tersenyum melihat nya
"Kakak yang sabar ya,aku yakin pak Riki pasti bisa,mungkin dia sedang gugup jadinya salah terus " Lirih Vania menenangkan dengan menyentuh tangan Lia. Gadis itu tak menyahut namun genggaman tangan nya pada Vania menunjukan bahwa dirinya tengah merasa gelisah
"Ya ampun ,kasihan sekali. Apa aku bantuin saja ya,masa daritadi salah terus " Gumam Syakira membatin
"Ya sudah deh ,mau sampai kapan ngulang-ngulang terus , buang-buang waktu saja ,yang ada pernikahan batal nanti karena frustasi gak bener-bener kalimat ijab nya" Akhirnya Syakira pun hendak membantu Riki
Akan tetapi sebelum Syakira melakukan nya,suara riuh terdengar memenuhi ruangan hingga terdengar sampai ke kamar itu. Suara riuh tersebut berasal dari para tamu dan kerabat yang turut gemas pada Riki,mereka beramai-ramai mengucapkan rasa syukur dan lega setelah Riki berhasil melakukan ijab kabul setelah hampir lima kali gagal.
"Alhamdulillah....." Ucap Lia lega ,ia sampai berkaca-kaca karena terharu meski ia sempat merasa kesal
Beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka. Aranta dan Arin datang untuk menjemput menantu mereka.
"Alhamdulillah,acara akad nya sudah selesai,yuk sayang kita keluar suami mu sudah menunggu" Ajak Aranta lalu menggandeng Syakira , begitu pun dengan Arin yang juga menggandeng Lia
Perempuan paruh baya itu terlihat begitu menyayangi Lia meski mereka belum lama saling mengenal.
"Loh,aku gimana ?Kan kak Raffa belum" Tanya Vania
"Untuk kalian ,ijab qobul akan dilakukan di tempat lain,mengingat kamu yang belum cukup umur jadi pernikahan kalian harus disembunyikan dulu demi menjaga keamanan ,bisa gawat kalau orang-orang tahu " Tutur Aranta menjelaskan
"Memang nya kenapa ?" Tanya Vania
"Sekarang kan ada undang-undangnya yang mengatur batas usia seseorang untuk menikah " Timpal Arin,meski tak dijelaskan secara detil Vania pun faham
"Terus dimana kak Raffa melakukan ijab kabul nya ?"Tanya Vania
"Sebentar lagi mereka datang kok kamu siap-siap saja " Sahut Aranta
Sementara Raffa melakukan ijab, di luar ,nampak Atha dan Syakira sudah duduk berdampingan, begitupun dengan Lia juga Riki. Saat ini mereka tengah menanda tangani beberapa berkas dan surat nikah. Setelah selesai nampak Riki juga Atha mendoakan istri-istri mereka dengan telapak tangan kanan di atas ubun-ubun para istri.
Setelah ritual tersebut semua tamu nampak ikut mendoakan dua pasangan pengantin itu . Setelah nya baru lah ke dua pasang pengantin itu duduk di pelaminan yang sudah disediakan. Sementara para tamu diminta untuk menikmati hidangan yang ada,sebagian memberi ucapan selamat pada mereka.
Keluarga dari kampung pun turut hadir termasuk Febry dan istrinya,tak lupa dengan Aman juga. Di saat itu kebetulan Chika sedang berfoto bersama Lia saat Aman dan keluarga nya menghampiri.
"Apa kabar sayang,tante kira kamu gak datang ,soalnya kan acaranya lusa " Sapa mama nya Aman
"Alhamdulillah baik Tante ,hehehe...iya Tan,rencana nya aku juga gak lama kok,setelah ini juga mau pulang ,kata mbak ( art mantan pengasuh nya ) pamali keluar rumah menjelang hari H "Ucap Chika setelah menyalimi calon mama mertua nya
"Kalian udah saling kenal dekat ?" Tanya Lia bingung
"Di bilang kenal dekat enggak juga sih ya,kita baru beberapa kali bertemu. Tapi berhubung Chika ini adalah calon menantu kita ,entah kenapa kita rasanya udah sayang banget ,ya kan honey " Sahut mama Aman meminta pendapat Febry
"Iya , insyaallah Aman juga akan naik pelaminan lusa bersama Chika " Ujar Febry
Lia terkesiap mendengar nya ,ia memang tahu jika Aman akan menikah besok lusa ,namun ia tidak tahu jika Chika lah yang akan dinikahi Aman.
"Chika,kamu kok gak pernah bilang sih ,sejak kapan kamu kenal dengan ustadz gesrek itu " Tunjuk Lia dengan dagu nya
"Hus.... sembarangan ustadz gesrek ! Gini-gini fans aku banyak loh " Seru Aman tak terima
"Hehehe....bercanda " Lia terkekeh,Riki yang memang tak mengenal mereka pun hanya bisa diam sambil tersenyum saja
"Eh,udah... kalian malah ribut sih. Sudah yuk tuh antrian makin panjang " Febry mengajak anak,istri dan calon menantu nya pergi
***
Waktu pun berlalu, tak terasa kini dua tahun kemudian....
Atha akhirnya bergabung di perusahaan orangtua nya di sela-sela kesibukan kuliah nya ,begitu pun dengan Riki yang juga sudah mulai disibukkan dengan urusan kantor. Riki sudah keluar dari sekolah dan tak mengajar lagi sejak lima bulan yang lalu.
Lia juga sudah sangat sibuk dengan aktivitas nya di kampus ,namun meski begitu ia tak pernah lupa dengan kewajiban nya sebagai seorang istri.Sebisa mungkin Lia sering menyempatkan diri untuk membuat sarapan dan menyiapkan segala keperluan suami nya. Lia dan Riki sepakat untuk menunda memiliki momongan sampai Lia lulus kuliah , sebab Riki tak ingin jika kehamilan Lia akan menghambat jalan nya dalam menjalani pendidikan. Meski awal nya Lia menolak karena ia merasa iri pada kakak nya yang sebentar lagi akan memiliki anak. Namun dengan penuh keyakinan Riki terus meyakinkan dirinya agar fokus dulu ke pendidikan. Bukan berarti ia tak ingin memiliki momongan,ia hanya takut diusia istri nya yang masih muda akan merasa terbebani dengan mengurus bayi.
Sementara Syakira,ia sudah mengandung. Usia kehamilan nya memasuki lima bulan. Namun meski hamil ia terus beraktivitas seperti biasa. Syakira kini mengelola hotel milik keluarga. Saat itu kebetulan cuaca sedang terik ,Syakira merasa kegerahan meski ia berada di ruang ber AC. Hormon kehamilan nya membuat dirinya menjadi mudah gerah dan kepanasan ,hingga Syakira memilih untuk keluar dan berjalan-jalan di taman hotel.
Namun saat sudah sampai,nampak orang-orang di sana berteriak ketakutan. Nampak nya ada salah satu tamu hotel tak sengaja menemukan anak ular kobra di bawah bangku taman.
Bumil itu pun menggelengkan kepala,"Baru anak nya mereka udah pada kalang kabut gitu,gimana kalau emak nya yang nongol " gumam nya
Tak berlama-lama, Syakira pun menghampiri mereka." Ada apa ini ?" tanya nya basa-basi
"Anu nona ,di sana ada ular kobra " Jawab satpam
__ADS_1
"Mana ?" tanya Syakira hendak mendekat
"Jangan Nona ! Bahaya ! Kami sudah memanggil tim damkar , sebentar lagi pasti datang untuk mengevolusi ular itu " larang satpam itu
"evakuasi,bukan evolusi. Kamu tenang saja,ular itu tidak berbahaya kok " Ucap Syakira santai ,lalu berjalan cepat menghampiri bangku yang dibawahnya terdapat anakan ular kobra
"Hai,kamu ngapain di situ ,ayo keluar nanti kamu kena tangkap tim damkar " Ucap Syakira ketika ia melihat ular tersebut
"Aku kesasar putri ,aku ingin pulang " Ucap ular itu , tentunya hanya Syakira yang mendengar ucapan ular kecil itu
"Ya sudah yuk ikut aku ! Nanti aku antarkan ke tempat tinggal asal mu " Ucap Syakira ,mengulurkan tangan nya ,ular itu pun mendekat
"Kalian lihat sendiri bukan ,ular ini tidak berbahaya " Ucap Syakira seraya menujukan ular tersebut ke arah satpam dan orang-orang yang menyaksikan nya
"Hah gila,cewek itu berani banget mana lagi hamil " Gumam salah satu dari mereka
"Sudah ya,aku mau bawa ular ini ,kalian jangan heboh ,hanya ular kecil menggemaskan seperti ini saja ,cemen "Cibir Syakira lalu kembali berjalan menuju ruangan nya
Mereka yang di sana pun melongo.
"Wah,ini sih udah kaya dokter cantik itu ,yang julukan nya tarzan cantik. Bisa viral ini kalau di unggah ke media sosial "
Namun sayang nya rekaman video yang mereka sempat ambil pada saat Syakira mengambil ular tadi tiba-tiba hilang begitu saja.
"HAH... KOK BISA ! "
Di tempat lain,nampak Vania dan Raffa tengah curi pandang di sebuah pusat perbelanjaan. Mereka tak sengaja bertemu. Vania pergi bersama teman-teman nya. Saat itu Raffa sedang mensurvei lokasi untuk tempat nya mempromosikan produk pertama nya. Produk yang ia buat yaitu produk skincare. Selama dua tahun terakhir setelah ijab dilakukan ,Raffa berusaha membuat skincare yang aman digunakan di sela-sela kuliah nya. Ia menggunakan bahan-bahan alami. Selama ini ia terus berusaha agar produk yang ia ciptakan benar-benar aman digunakan ,sudah belasan kali ia gagal namun akhirnya ia berhasil. Produk nya pun sudah lolos uji laboratorium. Hingga akhirnya ia sudah mendapatkan izin dan mendapatkan label halal.
Promosi yang ia lakukan pun tak hanya di pusat-pusat perbelanjaan,tapi juga di TV-TV swasta dengan melibatkan sejumlah artis papan atas. Dalam usaha nya tersebut terdapat campur tangan Yoga selaku ayah nya. Meski begitu Yoga hanya membantu alakadarnya. Selebihnya Raffa yang berusaha.
"Hei...lihat ada cowok tampan liatin aku " Ucap salah satu teman Vania ke GrEran
"Oh my waw....iya dia keren tambah banget " Timpal lain nya
Vania hanya mengulum senyum melihat reaksi teman-teman nya. Hingga kemudian Raffa berjalan semakin dekat , teman-teman Vania nampak blingsatan.
"Oh my God,makin dekat makin tampan ,aakkkkhhhh....."
Ketika itu Raffa sudah berada tepat di depan mereka ,lebih tepat nya di depan Vania.
"Jangan pulang terlalu sore,aku udah bilang pak supir buat nunggu kamu di depan pintu masuk ,biar kamu gak terlalu jauh jalan ke parkiran" Ucap Raffa
"Iya,setelah ini aku juga akan pulang kok ,kakak juga jangan terlalu capek ,jangan pulang larut malam,jaga kesehatan " Ucap Vania , teman-teman nya nampak melongo
"Makasih sayang,maaf aku hanya bisa kasih ini buat kamu " Raffa memberikan gelang titanium berinisial nama nya juga Vania,Raffa kemudian memakainya nya di pergelangan tangan Vania
"Kenapa tiap bertemu, kakak terus ngasih aku hadiah ?" Tanya Vania
"Gak tahu aku. Tiap lihat sesuatu yang unik pasti kefikiran buat beliin kamu,kamu suka kan ?"
"Suka banget,makasih kak " Jawab Vania mengangguk
"Kalau gitu aku ke sana ya ,kamu hati-hati " ucap Raffa seraya menyentuh kepala Vania
"Iya,kak. Kakak juga hati-hati" Balas Vania
Setelah itu Raffa pun pergi ,Vania masih memperhatikan punggung Raffa. Namun dari kejauhan ia menoleh dan memberikan finger heart seraya mengecup nya,Vania tersipu dibuat nya.
"Dia...siapa nya kamu Van?" Tanya salah satu teman nya
"Ada deh "Jawab Vania ,saat ini Raffa sudah tak terlihat
"Ih,main rahasia-rahasia an ,siapa sih ?"
"Iya siapa ? Jangan-jangan pancar kamu ?"
"Hayo ngaku !"
"Bukan nya orang tua kamu ngelarang kamu berhubungan dengan cowok ? Kok kamu melanggar sih ,mana cakep bener tuh cowok ,gak rela deh rasanya "
"Gak rela kenapa ? Emang nya kamu siapa nya?" Tanya Vania tersinggung
"Lah kok ngegas sih ,biasa aja kali "
"Aku biasa kok " Kilah Vania
"Biasa kok ngegas ,lagian itu tadi siapa sih ,kok dia sweet banget gitu pake ngasih gelang segala ?"
"Iya ,siapa sih ?"
Teman-teman nya pun nampak penasaran ,mereka terus mempertanyakan perihal pria tadi.
Vania menghela nafas jengah.
"Kalian riweuh deh ,gitu aja pake dipenasarin " Cebik Vania
"Gimana kita gak penasaran ,orang sikap pria tadi ke kamu romantis gitu "
"Dia suami aku,tapi suami gantung " Ucap Vania akhirnya
"HAH....SUAMI GANTUNG, APA TUH ?"
__ADS_1
... TAMAT...