Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Bisa diandalkan


__ADS_3

Ayu menoleh ketika ada seseorang yang memanggil nya,namun ia terkesiap ketika melihat siapa orang yang memanggil nya.


"rupanya kamu di sini,aku sudah pusing nyariin kamu,sedang apa kamu di sini,ayo pulang ,sudah banyak job yang menunggu mu " ucap Jhony langsung menarik tangan Ayu , Ayu berontak


"tidak...aku tidak mau ikut om,om jahat !" teriak Ayu sengaja ingin menarik perhatian orang-orang


"sssttthhhh....jangan teriak-teriak nanti orang salah faham,ayo ikut ,kamu itu sudah aku rawat dari kecil sekarang kamu harus nurut pada ku " desis Johny menahan suara nya agar tak membentak,sebab ia yakin orang akan curiga pada nya


"gak mau , aku gak mau ikut ,nanti om jual aku lagi,aku gak mau ikut ,lepasin..." rengek Ayu hendak menangis , orang-orang yang berlalu lalang pun mulai memperhatikan,namun mereka belum berani ikut campur


"ayo cepetan...." Jhony menarik Ayu hingga gadis mungil itu terhuyung ke depan dan terpaksa mengikuti langkah kaki pria paruh baya itu


"tidak om ...aku tidak mau ...lepasin ..." seru Ayu dengan sudah berurai air mata


"hey...apa yang kamu lakukan,lepaskan gadis itu " seru salah satu orang yang sedari tadi memperhatikan


"jangan ikut campur,dia keponakan ku yang kabur dari rumah ,aku hanya ingin membawa nya kembali pulang " ucap Jhony berbohong


"maaf ada apa ini ribut-ribut ?" tanya seorang security yang mendapat laporan bahwa ada keributan di taman


"ini keponakan saya sudah beberapa hari tidak pulang pak,saya hanya membujuk nya agar segera pulang,kasihan mama nya sedang sakit keras,tapi kondisi mental keponakan saya ini masih belum pulih,maklum habis depresi berat " ucapan Johny membuat security tersebut percaya saja


"apa...om bilang aku gila, aku gak gila ,aku gak gila,lepas om ,lepasin aku ,aku gak mau ikut dengan om,om jahat " teriak Ayu


"tuh kan pak,bapak lihat sendiri ,saya harus segera membawa nya pulang" ucap Johny tak menggubris Ayu


"ya sudah,kalau begitu di jaga keponakan nya baik-baik ya pak,semoga keponakan nya cepat sembuh" ujar security itu


"tidak pak dia bohong,aku tidak mau ikut dengan nya pak... tolong...." ucap Ayu dengan terus berusaha lepas dari cengkraman Johny


"Ayu....ayo kita pulang nak,mama mu sudah menunggu,kasihan dia nyariin kamu terus " ucap Johny berpura-pura membujuk


"tidak om... aku tidak mau "


"bukan kah ini gadis yang akhir-akhir ini tinggal bersama pak Evan " batin nya


Sementara itu di rumah sakit


Evan nampak gelisah,entah kenapa fikiran nya tiba-tiba teringat dengan gadis mungil yang kini berada di apartemen nya.


"masa iya Ayu usia nya sudah dua puluh dua tahun "gumam nya lagi ,rupanya ia masih belum percaya dengan usia Ayu


"jika benar usia nya dua puluh dua tahun berarti sama dengan anak nya dokter Satria ,yang kata nya putrinya juga berusia segitu,....wajah mereka hampir mirip, menurut dokter Satria juga wajah Ayu sangat mirip dengan mendiang istrinya,...apa jangan-jangan....." Evan langsung beranjak dari tempat nya


Evan berjalan dengan langkah panjang menuju ruangan dokter Satria,hingga langkah nya terhenti di depan sebuah ruangan yang pintu nya tertutup.

__ADS_1


"ah astaga ,kenapa aku malah ke sini,aku kan mau ke ruangan dokter Satria kenapa malah ke sini " gerutu nya pelan,sebab bukan ruangan dokter Satria yang ia datangi,melainkan ruangan Nuari ,dimana dokter cantik itu hari ini jadwal nya sedang libur


Dengan menepuk kening nya Evan kembali berjalan menuju ruangan dokter Satria,tapi sayang setelah ia sampai rupanya dokter Satria tak ada di ruangan nya.


"apa mungkin masih istirahat makan siang " gumam Evan


Ia pun merogoh ponsel nya ,dan segera menghubungi dokter Satria


"ah....rese ,kenapa malah tak aktif " dengus nya , akhirnya dengan langkah malas Evan pun berjalan kembali ke ruangan nya


Akan tetapi ketika Evan beranjak,dokter Satria datang.


"nah akhirnya ketemu sama dokter " ucap Evan lega


"ada apa dokter Evan?" tanya dokter Satria


"ada yang mau saya bicarakan pak,mengenai Ayu "ucap Evan langsung pada intinya


"Ayu...kenapa dengan Ayu?" tanya dokter Satria


"kita bicara di dalam saja " ucap dokter Satria ketika Evan hendak berbicara


"baiklah " Evan pun mengikuti dokter Evan masuk ke ruangan nya dan mereka langsung duduk di sofa


"jadi bagaimana ?" tanya dokter Satria


"apa menurut mu Ayu memang benar-benar putri ku yang hilang itu ?" tanya nya lirih


"mudah-mudahan tebakan saya benar dok,karena saya melihat garis wajah yang hampir mirip dengan dokter,dokter juga pernah bilang jika Ayu wajah nya sangat mirip dengan mendiang istri dokter,dan lagi saya baru tahu ternyata usia Ayu sama dengan usia anak dokter yang hilang " tutur Evan


"Masya Allah....." lirih dokter Satria dengan perasaan campur aduk


"kalau begitu ayo antar saya untuk bertemu Ayu " seru dokter Satria yang ingin cepat-cepat bertemu degan Ayu,ia berniat akan melakukan tes DNA setelah pertemuan nya,ia ingin sekali lagi memastikan kemiripan antara dirinya dan Ayu seperti yang di katakan Evan tadi


"baiklah " Evan dengan senang hati mengantarkan dokter Satria untuk bertemu dengan Ayu


Tak beberapa lama kedua dokter beda usia itu sudah sampai di apartemen, security yang tadi berbicara dengan Jhony pun menyapa.


"selamat siang pak Evan " sapa nya


"siang pak "sahut Evan


"pak tunggu " seru security itu ketika Evan dan dokter Satria hendak berjalan


"iya pak, ada apa ?" tanya Evan

__ADS_1


"begini pak,tadi om nya gadis yang tinggal bersama pak Evan datang menjemput,ternyata gadis itu kabur dari rumah nya karena depresi ,tadi saja dia sempat berontak ketika dibawa pergi " ucap nya


"APA...!!! "


Sementara di tempat lain


Yoga dan Nuari sudah selesai makan siang,kini Yoga sudah kembali ke meja kerja nya sementara Nuari duduk diam memperhatikan pandangan luar dari kaca jendela.


Sesekali Yoga melirik Nuari yang perlahan mulai menutup mata karena kantuk. Yoga menarik kedua ujung bibir nya membentuk sebuah senyuman.


Setelah melihat Nuari tertidur , Yoga pun beranjak menghampirinya,perlahan ia berjongkok di depan istri nya itu sambil memperhatikan wajah cantik nya.


Yoga kemudian meraih tubuh itu dan membaringkan nya dengan pelan pada sofa,karena di ruangan itu tak ada kamar khusus,jadi Yoga hanya bisa membaringkan nya di sofa saja.


Setelah itu, Yoga pun kembali ke meja kerja nya.


tok tok tok


"masuk " seru Yoga


Pintu terbuka ,seorang wanita berpakaian sedikit seksi memasuki ruangan nya


"maaf pak ,klien kita yang dari Yogya sudah tiba,bapak sudah ditunggu di ruang meeting " ucap nya sopan ,matanya melirik pada Nuari yang tengah tertidur


"oh , baiklah " Yoga pun meraih pulpen dan menuliskan sesuatu di kertas ,setelah itu Yoga menaruh nya di meja dekat Nuari tertidur saat ini,tak hanya itu Yoga pun mengusap pucuk kepala Nuari dan mengecup kening nya


"sepertinya pak Yoga benar-benar mencintai dan menyayangi istri nya,beruntung sekali yang jadi istri nya bisa di cintai oleh pria seperti pak Yoga" bisik wanita itu dalam hati nya


"ayo " ucap Yoga


"eh ...iya ,pak " sahut nya lalu berjalan di belakang Yoga


Lima belas menit setelah kepergian Yoga,Nuari mengerjap kan mata. Ia melihat sekeliling tak nampak Yoga dimata nya.


"Yoga kemana ?" lirih nya


Kemudian netra nya melihat pada secarik kertas di meja depan nya,tangan Nuari terulur untuk meraih nya.


"sayang ,aku keluar sebentar untuk meeting, aku akan segera kembali ketika meeting selesai,jangan pergi ke mana pun nanti aku sedih karena kamu tak ada " begitulah isi pesan tersebut hingga Nuari tersenyum


"dasar bucin " kekeh Nuari pelan ,ia pun beranjak menuju kamar mandi ,untuk mencuci wajah nya


Selesai mencuci wajah,Nuari berjalan menuju meja kerja suami nya,dan duduk di kursi tempat biasa Yoga mengerjakan pekerjaan nya.


"kamu memang selalu bisa diandalkan,tak hanya aku yang merasa bangga pada kinerja mu,papa juga pasti akan bangga " ucap nya pelan ketika melihat semua berkas dan data di atas meja kerja

__ADS_1


"ah.... Yoga...aku sangat mencintai mu" lirih nya sambil menyandarkan punggung dan memutar-mutar kan kursi yang ia duduki


...***...


__ADS_2