Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Menyelamatkan


__ADS_3

"HAH.....menikah " kejut seseorang yang berdiam di tempat yang agak gelap hingga tak ada seorang pun yang menyadari keberadaan nya


"kok nikah sih"dengus nya pelan


"kami sih senang-senang saja kalau dinikahkan malam ini,kan kita juga akan menikah,jadi apa beda nya menikah sekarang atau pun nanti " jawab Yoga dengan santai ,namun tidak bagi Nuari


"iya sih kita akan menikah tapi gak seperti ini juga cara nya,kesan nya kita dipaksa menikah karena berbuat mesum " ujar Nuari tiba-tiba


"nah ,benar apa kata calon istri saya,kita memang akan menikah tapi tidak dengan cara seperti ini,bagaimana reaksi kedua orangtua nya nanti,kami ingin pernikahan yang benar-benar disaksikan kedua orang tua kami , keluarga dan sanak saudara lain nya" tutur Yoga yang juga merasa keberatan jika ia harus menikah malam ini juga ,sebab ia sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang


"lantas ini bagaimana dengan mereka pak RT, tak mungkin kan kita tetap biarkan mereka tinggal satu rumah bersama meski kata nya mereka tak tidur satu kamar " tanya salah satu warga


"iya pak RT,kita tak mau kecolongan lagi " sahut warga lain menimpali


"tapi kalau kita tetap menikahkan mereka malam ini belum tentu penghulu nya ada di rumah,setahu saya penghulu yang biasa nya menikah kan warga sedang berada di luar kota,jika harus mencari penghulu lain akan memakan waktu " timpal warga lain


Pak RT nampak menghela nafas nya


"begini saja jika kalian keberatan menikah malam ini tidak apa-apa ,tapi sebagai gantinya mbak nya tidur di rumah berbeda "


ucap pak RT


"maksud nya gimana pak RT?" tanya warga


"selama berada di desa ini mbak nya tinggal di rumah orang lain atau menumpang,kebetulan di dekat balai desa ada rumah kosong milik keponakan saya,mbak bisa tinggal di sana " tutur pak RT lagi


"maaf ,tapi saya tidak setuju,itu terlalu jauh dari rumah saya,saya tidak mau terjadi apa-apa pada nya"tolak Yoga cepat


"mas Yoga tenang saja ,keamanan mbak nya akan terjamin " ujar pak RT meyakinkan


"tetap saja saya tak setuju " ucap Yoga


"begini saja,bagaimana kalau Mbak nya tidur di rumah saya saja,kebetulan saya ada kamar kosong " celetuk ibu-ibu yang berdiri tak jauh dari rumah nya


"saya setuju" cetus Yoga tiba-tiba


Kenapa Yoga segera menyetujui nya karena letak rumah ibu itu persis di samping rumah Yoga,apalagi kamar yang di maksud dengan ibu itu juga bersebelahan begitu pun dengan jendela nya yang juga berhadapan langsung.


Nuari menolehkan wajah nya pada Yoga.


"tidak apa-apa kan ,begini lebih baik,daripada kita harus menikah malam ini,aku mau menikahi mu dengan benar,tidak dengan cara di gerebek,apa kata orang tua mu nanti" ucap Yoga seraya menatap Nuari


"lagipula aku ingin menikahi mu di depan kedua orangtua mu " tambah nya


"iya tentu saja aku tak keberatan, tak apa-apa bagiku jika harus menginap di rumah orang lain jika itu yang terbaik " ujar Nuari seraya memasang senyum manis nya


"baiklah kalau begitu,sekarang juga saya minta mbak nya segera mengambil barang-barang mbak untuk di pindah kan ke rumah Bu Siska " ucap pak RT


"baiklah , biar aku saja yang bawa ya,kamu di sini saja " ucap Yoga seraya mengusap sekilas pipi Nuari lalu beranjak menuju ke kamar Bu Nur Aini


"uh....so sweet sekali mas Yoga " lirih seorang ibu yang langsung berbisik-bisik dengan ibu-ibu lainnya


"he em...beruntung sekali ya mbak nya"


Beberapa saat kemudian Yoga pun sudah kembali dengan membawa koper milik Nuari ,mereka pun bergegas menuju rumah Bu Siska yang berada di samping rumah nya Yoga.


"Bu ,aku titip Nuari di rumah ibu ya,maaf jika aku merepotkan ibu" ucap Yoga menatap ibu paruh baya pemilik rumah


"iya mas Yoga tak apa-apa ,tak usah sungkan kaya sama siapa saja mas Yoga tak perlu merasa khawatir,mbak cantik nya pasti akan aman di rumah saya " ujar Bu Siska terlihat tulus


Bu Siska merupakan seorang janda anak satu,anak nya perempuan dan saat ini sedang menjalani pendidikan di sebuah pondok pesantren.

__ADS_1


Setelah dipastikan jika Nuari malam ini benar-benar menginap di rumah Bu Siska,para warga di pimpin oleh pak RT pun segera membubarkan diri.


"aku dan mama juga pulang ya,telpon aku jika ada apa-apa" ucap Yoga menatap wajah kekasih nya


"iya ,kamu tenang saja ,tidak akan terjadi apa-apa pada ku " sahut Nuari


"ya sudah kami berdua pamit ya sayang,Bu saya titip calon menantu saya " ucap Bu Nur Aini menoleh pada tetangga nya itu


"iya Bu Nur,Bu Nur tenang saja ,saya akan menjaga calon menantu mu dengan sangat baik " ujar Bu Siska meyakinkan


Saat itu juga kedua nya meninggalkan rumah Bu Siska,sebelum Yoga benar-benar masuk pria itu menatap sebentar gadis pujaan hati nya yang masih berada di luar.


Nuari pun mengangguk seraya tersenyum.


"ayo silahkan masuk !" ajak Bu Siska


"iya Bu ,terima kasih " Nuari pun bergegas masuk kemudian disusul Yoga yang juga memasuki rumah nya


Sementara di sudut lain


Nampak seorang pria menyeringai


"huuuuuffftt..... ada-ada saja " gumam Yoga lirih


"ya sudah mungkin seperti ini lebih baik, Ari juga pasti akan baik-baik saja, sudah sana masuk kamar mu,ini sudah larut malam ,besok pagi-pagi sekali kamu mau ke kandang kan ?" tanya Bu Nur Aini


"iya mah " sahut Yoga sedikit lesu menuju kamar nya


Bu Nur Aini menggelengkan kepala melihat nya,ia mengerti apa yang di rasakan putra nya itu saat ini.


Sementara di rumah sebelah ,Nuari baru saja di antar menuju kamar nya


"iya Bu ,sekali lagi terima kasih karena sudah mengizinkan ku tinggal di sini " ucap Nuari


"iya tak apa-apa , ibu kan hanya tinggal sendiri di sini,anak ibu sedang mondok, jadi ibu senang karena untuk beberapa malam ada yang menemani "


"ya sudah kalau begitu ibu keluar ya " ucap Bu Siska lalu pergi dari kamar itu


Pandangan Nuari mengedar ke seluruh penjuru kamar,netra nya melihat foto seorang gadis manis dengan kerudung berwarna putih ,terlihat sangat cantik tertempel di dinding. Nuari pun berjalan menuju foto itu.


"cantik dan manis " gumam nya


Ia pun kembali menuju tempat tidur yang hanya muat untuk satu orang,ukuran kamar nya pun tak terlalu luas juga tak terlalu kecil ,cukup pas untuk tempat tidur,lemari pakaian juga meja belajar.


Gadis itu pun segera merebahkan tubuh nya dan menatap langit-langit yang terbuat dari anyaman bambu,terlihat beberapa benang jaring laba-laba nampak bergelantungan di sana.


Suara denting ponsel menandakan jika ada pesan yang masuk,gadis itu pun segera merogoh ponsel yang berada di dalam koper nya.


Bibir nya terangkat setelah melihat siapa pengirim pesan nya.


Akhirnya sebelum ia tidur,ia bertukar pesan terlebih dahulu bersama Yoga.


Sementara di tempat lain yaitu di daerah Bandung.


"Bu ,aku harus segera berangkat ke Jakarta malam ini juga "ucap Evan seraya merapikan pakaian nya


"loh kok cepet banget,bukan nya kamu masih ada satu hari lagi cuti nya,ini juga sudah malam banget loh ?" tanya ibu nya heran


"terjadi masalah di rumah sakit ,baru saja dokter Satria nelpon aku ,maaf Bu aku harus bergegas " ucap Evan mencium kedua pipi ibu nya ,lalu beralih pada ayah nya


"ayah ,aku berangkat ya,jika ada apa-apa hubungi saja aku " pamit nya seraya mencium punggung tangan nya

__ADS_1


"jika memang masalah nya sangat penting dan tidak bisa di tunda maka berangkatlah "ucap ayah nya mengizin kan


"Alhamdulillah kalau begitu,aku sekarang berangkat ya , assalamualaikum..." ucap Evan dengan segera menuju mobil nya


"waalaikum salam " lirih kedua orang tua nya


"yaaah....padahal besok ibu mau ngenalin dia sama Rina,gagal deh " gumam ibu nya yang sangat menyayangkan kepergian putra nya


"sudah lah Bu ,kalau jodoh gak akan kemana, lagipula biarlah Evan mencari jodoh nya sendiri,karena apa yang menurut kita itu baik belum tentu baik pula buat Evan,jadi biarkan Evan menentukan pilihan nya sendiri,kita sebagai orangtua hanya perlu mendoakannya" ujar ayah Evan yang memang selalu bijak dan tak suka memaksakan kehendak


"tapi Rina itu gadis yang baik dan penurut pak, aku yakin jika Evan menikah dengan nya hidup nya akan bahagia" ucap ibu Evan yang masih kekeuh ingin menjodohkan Evan dengan gadis bernama Rina


"iya bapak tahu Rina itu anak yang baik ,tapi seperti yang bapak bilang tadi,apa yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik buat Evan,sudah lah Bu ,kita doakan saja semoga Gusti Allah memberikan jodoh terbaik buat putra kita "


"iya...iya ...."


"bilang amin dong,biar doa nya dikabul " ujar ayah Evan seraya mencolek dagu istrinya


"iya , amiiiin.....,bapak ih udah tua juga masih saja genit"


"tapi suka kan, daripada bapak genit sama istri orang,mending sama istri sendiri lah,pahala nya dapet " ujar ayah Evan terkekeh


"au ah "


Di sebuah jalan yang sepi,mobil yang dikemudikan Evan berhenti,ia lalu mengedarkan pandangan nya,menelisik setiap sudut.


Telinga nya menangkap suara ribut,ia menajamkan penglihatan nya,sebab lampu penerangan yang minim membuat nya sedikit merasa kesulitan untuk melihat apa yang terjadi di depan nya.


Namun ia dapat melihat dua orang pria tengah menarik paksa seorang perempuan yang terus meronta-ronta dan menolak untuk di bawa.


Ia sudah memprediksi kan nya jika mereka akan lewat jalan ini tepat pukul dua belas malam.


Ia pun menunggu mereka hingga sampai di dekat nya,akan tetapi melihat perlakuan kasar kedua pria tersebut membuat nya geram dan langsung keluar dari dalam mobil nya.


Dengan gaya cool dia berjalan menghampiri mereka.


"aku tak mau ikut kalian.... lepas kan aku ...!" teriak si wanita


"hey diam lah,turuti saja ,ikut dengan kami,juragan Barja sudah membayar mahal !" sentak pria berkepala botak


"ayo jalan....atau mau aku pukul lagi !" ancam pria yang bertubuh agak gempal


"lebih baik kalian bunuh saja aku daripada aku harus melayani nafsu bejat juragan kalian, LEPASSS....." teriak gadis itu


"aahhh....kelamaan sudah lah kita buat saja dia pingsan " seru si botak seraya merogoh sesuatu di dalam saku celana jeans nya yang terlihat sudah belel


Saat hendak membius gadis tersebut suara lantang membuat nya terkejut dan menjatuhkan saputangan yang sudah diberi obat bius sebelum nya.


"LEPASKAN GADIS ITU .....!!!"


"heh siapa kamu, beraninya memerintah kami " hardik si gempal


"siapa pun aku tak penting buat kalian,sekarang juga lepaskan gadis itu jika tidak kalian akan menyesal " nada bicara nya yang terlihat santai namun mengandung ancaman


"heleh....bacot ,No...sikat saja orang itu " perintah si gempal pada si botak


Mendengar perintah tersebut si botak bernama Sarno segera melepaskan cengkraman tangan nya dari gadis itu dan langsung menyerang Evan.


"hiyaaatt....."


...***...

__ADS_1


__ADS_2