Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 37


__ADS_3

Apa yang di ucapkan Raffa memang benar. Jika Renita punya niat tersendiri dengan mengikuti mereka.


Ki Jamal pun melakukan apa yang Raffa perintahkan pada nya.


Ketika Renita masih terus menatap tajam ke arah Yoga dan Nuari ,Ki Jamal mencolek bahu Renita. Merasa bahu nya di colek seseorang Renita pun menoleh namun ia tak menemukan siapa pun di sana.


"Aneh,apa hanya perasaan ku saja " Gumam nya


Ia pun kembali melihat pada Yoga dan Nuari. Lagi ,Ki Jamal mencolek Renita. Kali ini tak hanya di bahu melainkan di pinggang juga di beberapa bagian tubuh nya yang lain.


"Hih, kenapa ada yang nyolek tapi gak ada orang nya " Gumam nya lagi


Ia pun mencoba mencari di sekitar nya siapa tahu ada seseorang yang bersembunyi mengerjai nya ,namun hingga ia pusing sendiri pun ia tak menemukan siapa-siapa di sana selain dirinya sendiri.


"Gak ada siapa-siapa kok ada yang nyolek-nyolek sih " Ia yang sudah berfikir yang bukan-bukan pun menjadi ketakutan sendiri akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu


"Heleh,baru segitu udah takut aja, gimana kalau hantu penunggu sini nampakin wujud nya ,dia pasti langsung pingsan "Gumam Ki Jamal sambil melirik pada beberapa sekumpulan kuntilanak yang bertengger di dahan pohon tak jauh dari tempat Renita berada tadi


Salah satu kuntilanak yang melihat Ki Jamal nampak melambaikan tangan dan melayang menghampiri.


"Kami bukan hantu sini ya ?" Tanya nya sambil memperhatikan penampilan Ki Jamal


"Bukan " Jawab Ki Jamal


"Apa kamu itu malaikat ?" tanya kuntilanak itu lagi


"Bukan "


"Atau kyai? Eh masa kyai roh nya gentayangan "


"Bukan "


"Atau kamu jin? ya kamu pasti jin kan?" Tanya kuntilanak itu lagi


"Bukan "


"Ih, ini bukan itu bukan terus kamu apa dong? Manusia? tentu bukan kan?" Kuntilanak itu nampak frustasi dengan jawaban Ki Jamal


" Bukan"


"Ah Terserah deh ,pusing aku " kuntilanak itu pun kembali ke tempat nya semula seraya tertawa cekikikan

__ADS_1


Di tempat nya Raffa juga nampak menahan tawa melihat Renita berjalan setengah berlari karena ketakutan.


Tak terasa kini mereka sedang dalam perjalanan pulang. Raffa yang sudah kelelahan karena lebih banyak bermain pun tertidur di kursi belakang.


"Jadi pelakunya belum tertangkap?" Tanya Nuari


"Belum sayang , pelakunya selalu bisa melarikan diri saat polisi sudah akan menangkap nya , terakhir kabar dari polisi mengatakan jika pelaku nya kabur dari rumah nya " Tutur Yoga yang sama sekali tak ingin mengatakan jika pelakunya adalah Jupri orang yang hampir mengambil kesucian nya. Ia tak mau Nuari kembali mengingat kejadian itu


"Oh gitu ,ya udah deh semoga polisi cepat menangkap nya , meresahkan sekali " ucap Nuari


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai. Yoga menggendong Raffa lalu membawa ke kamar.


"Sekarang kamu mandi gih" Ucap Yoga


"Mandiin " Sahut Nuari manja


"hehehehe,sayang kalau nanti Raffa bangun gimana ?" Tanya Yoga


"Kamu kaya gak tahu Raffa saja. Anak itu gak akan bangun kalau gak dibangunin,kamu gendong saja juga dia gak bangun kan tadi " Ucap Nuari lagi


"Ayo lah sayang ,kita mandi bersama,aku tuh kangen tahu, beberapa hari gak ketemu ,pas ketemu kita langsung pergi,sekarang mumpung Raffa sedang tidur" tangan Nuari bergerak membuka kancing demi kancing baju Yoga


"Baiklah tapi kamu jangan berisik ya , bisa-bisa suara kamu kedengaran sampai ke luar " Ucap Yoga yang mulai tergoda oleh gerakan tangan Nuari


Sementara Nuari dan Yoga tengah sibuk di kamar mandi ,Raffa masih tidur dengan sangat lelap. Di luar nampak seorang pria tengah berusaha mencongkel jendela kamar.


Pria itu nampak tersenyum lebar saat apa yang ia lakukan berhasil. Ia kemudian membuka sedikit jendela tersebut. Saat itu pula sebuah ide tiba-tiba terlintas di fikiran nya ketika matanya melihat seorang anak laki-laki tertidur dengan lelap nya.


"Hahaha...dia sudah punya anak rupanya, kenapa gak aku culik saja anak nya ,terus aku minta tebusan yang besar pada nya " Gumam nya tersenyum licik


"Dengan begitu dia tidak akan bisa membangun kembali restoran nya karena uang nya habis buat nebus anak nya " Gumam nya lagi


"Terima lah pembalasan ku "


Dari dulu ia sangat membenci Yoga karena keberhasilan nya. Saat ia tahu jika restoran itu milik Yoga maka saat itu pula ia merencanakan untuk merusak usaha Yoga dengan membakar restoran tersebut.


Jupri sudah berhasil memanjat jendela,dengan perlahan ia menghampiri Raffa.


"Pasti berat ini" Batin nya ketika melihat tubuh Raffa yang sedikit berisi


Jupri sudah berhasil mengangkat Raffa,saat ia berbalik hendak keluar lewat jendela ,ia terperangah dan melihat sekeliling nya dengan penuh kebingungan.

__ADS_1


"Loh ,mana jendela nya ? Pintu nya juga gak ada "


"Kamu fikir bisa semudah itu membawa nya" Ki Jamal nampak menyeringai


"Ini pasti ada yang salah. Perasaan aku sudah gak mabok,tapi kenapa aku gak bisa lihat pintu ataupun jendela" Ucap nya mulai dilanda ketakutan ,ia bahkan sudah menaruh kembali Raffa di tempat tidur karena merasa pegal jika harus menggendong nya sementara ia sedang kebingungan untuk bisa keluar dari kamar itu


Sementara di rumah nya Renita nampak geram karena Jupri sudah beberapa hari tak pulang. Apalagi kemarin ada polisi yang mencarinya.


"Apalagi yang dilakukan bang Jupri ,kenapa sampai dicari polisi?" Batin nya


"Mah,papa kok gak pulang-pulang?" Tanya putri nya


"Diam ,mama juga gak tahu,kamu kok belum tidur sih ,sudah sana tidur ! nanti kesiangan gimana mau nyiapin sarapan besok " Sentak nya


"Ya sudah kalau gitu aku tidur dulu,mama jangan tidur malam-malam ,aku gak mau mama sakit "


Meski sudah di bentak, putri nya itu nampak biasa saja,dan malah memperhatikan kesehatan mama nya. Mungkin karena terlalu sering dibentak membuat mental nya pun kuat.


"Iya sana " Renita mendorong pelan tubuh mungil putri nya agar cepat pergi dari hadapan nya


Rania , merupakan putri satu-satunya Renita dan Jupri. Di usia nya yang masih tujuh tahun harus menelan pil pahit karena sikap ibu kandung nya.Semenjak kedua orangtua Renita meninggal ia kerap mendapat kan perlakuan yang kasar dari Renita. Padahal selama kedua orangtuanya masih hidup mereka lah yang merawat Rania dengan penuh kasih sayang. Sementara orangtua Jupri sudah pindah ke luar kota karena suatu pekerjaan.


"Papa ,cepat lah pulang " Lirih Rania


Meski Jupri selalu cuek dengan Rania ,tapi setidaknya ia tak kasar pada putri nya itu. Masih ada sedikit perhatian dengan selalu membawa makanan untuk putrinya.


Kembali pada Jupri.


Pria itu meraba-raba dinding untuk mencari jalan keluar namun nihil ,tak ada tanda-tanda sebuah pintu di sana. Ia pun mengumpat dan memukul-mukul dinding dengan tangan nya.


"S*al ! Kenapa bisa begini ?"


Nuari dan Yoga sudah selesai membersihkan diri mereka segera berpakaian.


"Kamu bangunin Raffa ya,aku mau siapin makan " Ucap Nuari ,sambil berjalan menuju dapur


"Ok "


Yoga pun berjalan menuju kamar putra nya. Namun ia terkejut saat melihat ada Jupri yang seperti orang linglung di kamar Raffa


"Apa yang dia lakukan ? Ada apa dengan nya ?"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2