
Sesampainya di rumah,Raffa sudah berdiri menyambut kedatangan kedua orang tuanya di depan pintu. Nuari dan Yoga nampak tersenyum berjalan ke arah nya.
"Assalamualaikum....."
"Waalaikum salam....mama sama papa kok gak bawa sesuatu?" tanya nya
"loh memang nya kamu mau dibawain apa? Kok gak bilang?" tanya Nuari
"hehehe....maaf,tadi Raffa ketiduran mimpi dibawakan es kepal " cengir bocah itu
"mimpi apa beneran kamu mau es kepal?" tanya Yoga
"hehehe...dari mimpi jadi beneran mau " sahut nya polos
"Baiklah kalau gitu kita masuk dulu,nanti malam kita akan pergi cari es kepal " sahut Yoga
"beneran pah, emang gak apa-apa malam-malam makan es ?" tanya nya
"boleh tapi untuk kali ini saja,lain kali tidak boleh , mengerti !" ucap Yoga lembut namun tegas
"siap dimengerti papa " seru Raffa sambil mengangkat tangan lalu diletakan di pelipis seperti sedang menghormat
Setelah itu Raffa pun berlari ke kamar nya ,ia sangat antusias jika malam ini ia akan pergi ke luar.
Yoga dan Nuari tersenyum melihat nya .
Tiba-tiba bibi art datang
"ibu dan bapak mau dimasakin apa ?" tanya nya sopan
"seperti nya malam ini kita makan diluar,bibi masak buat bibi dan yang lain saja " ucap Nuari
"Baik Bu "
"kami permisi ke kamar ya Bi" pamit Nuari
"iya Bu " sahut bibi art
Sikap Nuari yang perhatian dan sopan meski kepada art pun membuat para art di sana merasa betah ,apalagi Nuari juga memberi kebebasan kepada para art nya untuk melakukan aktivitas di rumah itu seperti menonton tv,atau menggunakan fasilitas lain nya,asalkan para art jujur dan mau bekerja dengan baik ,Nuari dan Yoga akan memperlakukan mereka seperti keluarga sendiri.
Nuari dan Yoga pun pergi ke kamar nya. Sambil bersiap-siap Raffa merencanakan sesuatu bersama Ki Jamal.
"sip ...! kamu tenang saja ,percayakan semua nya pada aki" ucap Ki Jamal
"ok , kalau gitu aku mau keluar ya,mama dan papa pasti sudah menunggu " ucap nya
"iya , hati-hati dan selamat bersenang-senang"
Raffa pun pergi menghampiri kedua orangtuanya yang sudah menunggu di ruang tengah.
"yuk aku sudah siap !" ucap Raffa saat sudah di depan Nuari dam Yoga
"wah...anak nya papa ganteng banget ini " puji Yoga
__ADS_1
"iya dong " sahut Raffa semakin percaya diri
"ya sudah yuk kita berangkat ,takutnya kemalaman " ajak Nuari seraya meraih tangan Raffa
"No ! Mah , aku sudah besar gak perlu di pegangin ,mama pegangan sama papa saja " tolak nya lalu meraih tangan kiri Nuari dan tangan kanan Yoga lalu ia satukan
"nah ini baru benar " ucap nya seraya tersenyum menatap kedua orangtuanya,lalu berlari keluar
Nuari dan Yoga pun saling bertatapan,lalu terkekeh karena ulah anak nya itu.
"yuk sayang "
Yoga membawa anak dan istri nya ke sebuah pasar malam. Di sana berbagai makanan dari yang panas sampai minuman dingin tersedia.
Yoga lalu mengajak mereka berkeliling. Raffa nampak antusias melihat semua wahana permainan nya,namun matanya juga mengedar pada beberapa stand makanan dan minuman yang berjejer.
Tak hanya itu bahkan pakaian ,sepatu ,tas dan mainan anak pun juga ada.
"pah... itu seperti nya penjual es kepal " tunjuk Raffa
"ya sudah yuk kita kesana " sahut Yoga
Mereka pun berjalan menuju stand penjual es kepal. Setelah mendapat kan apa yang ia mau,Yoga mengajak Nuari dan Raffa untuk menaiki wahana komedi putar.
Setelah puas menaiki beberapa wahana yang tentu nya aman bagi anak seusia Raffa,mereka pun masuk ke sebuah warung tenda ,di sana menjual beberapa makanan,seperti nasi goreng ,ayam geprek , oseng tahu ,Iga bakar ,dan masih banyak lagi lain nya.
Pengunjung di sana lumayan ramai , sampai mereka pun kebingungan mencari tempat duduk.
"kita makan di mobil saja gak apa-apa kan ? Di sini penuh " tanya Yoga
"kita makan di mobil saja deh ,kasihan Raffa kalau harus mencari tempat lain , pasti akan memakan waktu juga "
"ya sudah kalau gitu kalian tunggu di mobil saja ya " ucap Yoga
"iya ,yuk sayang !" Nuari dan Raffa pun berjalan menuju mobil yang terparkir tak jauh dari warung tenda itu
Beberapa saat setelah menunggu akhirnya Yoga datang dengan membawa tiga kantung kresek putih.
"maaf lama nunggu ya,harus ngantri soal nya "
"iya sayang gak apa-apa kok " sahut Nuari
Mereka pun akhirnya makan di dalam mobil,meski mereka makan menggunakan tangan dengan alas kertas nasi tak menjadikan mereka tak menikmati makanan nya ,justru Nuari dan Yoga sengaja seperti itu untuk mengajarkan pada anak nya agar bisa hidup sederhana tak ketergantungan dengan kemewahan.
Diwaktu bersamaan, Erika yang nekat datang ke rumah Yoga tak percaya dengan yang diucapkan bibi art jika Yoga sedang pergi ke luar.
Erika memaksa untuk masuk dan menunggu di ruang tamu.Dengan seenak nya dia juga meminta bibi art untuk mengambilkan minum beserta makanan.
"cepat ambilkan saya minum dan juga makanan" perintah nya
"baik " sahut bibi art merasa kesal
" ini perempuan siapa sih, datang-datang maen selonong masuk rumah orang ,udah gitu nyuruh-nyuruh seenak nya, emang dia fikir dia yang punya rumah apa" gerutu bibi art
__ADS_1
"kenapa sih dari tadi menggerutu terus? ngomong-ngomong itu siapa? tamu nya bapak ya?" tanya bibi art lain ,ia mendengar jika tamu itu ingin menemui Yoga
"he'em ,ngeselin banget , dibilang bapak gak ada juga tetep gak pergi-pergi,malah nyuruh-nyuruh seenak nya,mana gak sopan lagi"
"aku punya ide, gimana kalau kita jahilin saja dia"
"nanti kalau bapak marah gimana? dia kan tamu nya ?"
"iya juga ya "
Sementara di ruangan lain Ki Jamal sudah berubah wujud menyamar jadi Raffa. Dengan tubuh kecil nya Ki Jamal berjalan menuju ke tempat dimana Erika berada saat ini. Sebelum nya ia sudah membuat kedua art di dapur tertidur dan memindahkan mereka ke kamar nya masing-masing.
"loh ada Tante nenek sihir "
Mendengar ada suara anak kecil Erika pun menoleh
"eh Raffa sayang , kamu belum tidur ? papa nya ada tidak ?" tanya nya,padahal tadi bibi art sudah mengatakan jika Yoga tak di rumah
"papa gak ada ,sedang pergi sama mama,mau apa Tante nenek sihir datang malam-malam begin? ini sudah malam loh ,bukan waktu nya orang bertamu,jika ada penting lebih baik Tante nenek sihir kembali saja besok pagi. Eh besok siang deh,kalau pagi kan waktu nya sarapan ,nanti Tante nenek sihir minta ikut sarapan "
"terus kenapa kamu tidak ikut?" tanya Erika yang ingin mendekat kan diri meski hatinya kesal setengah mati tapi demi misi nya untuk mendapat kan hati Yoga ia terpaksa melakukan nya,ia pun mengabaikan beberapa kalimat anak kecil itu yang menurut nya sangat menyebalkan
"aku kan anak baik yang Soleh ,aku gak mau ganggu mereka yang sedang kencan,memang nya Tante nenek sihir yang suka ganggu rumah tangga orang " sahut Raffa palsu ,jika itu Raffa asli sudah tak mungkin akan mengucapkan kata-kata tersebut
"apa kamu bilang? " nampak nya Erika sudah mulai terpancing
"yang mana Tante? oh...yang Tante suka ganggu rumah tangga orang ya? memang benar kan kalau kata orang-orang nama nya Pe...La...Kor....benar kan Tate nenek sihir? " celetuk Raffa palsu lagi
"kau.... kecil-kecil mulut nya sampah banget ! gak pernah di ajarkan sopan santun sama mama kamu ? lihat saja jika aku berhasil mendapat kan papa mu ,akan aku ajarkan bagaimana caranya bersikap yang baik pada orangtua" ucap Erika sangat kesal
"silahkan saja kalau bisa ,tapi asal Tante nenek sihir tahu, posisi papa itu menantu yang punya perusahaan adalah kakek,papa hanya menjalankan nya saja karena perusahaan kakek yang banyak ,jika papa menikahi Tante nenek sihir dan meninggalkan mama ,tentu papa tidak akan mendapatkan apa-apa karena akan langsung ditendang kakek " tutur Raffa palsu lagi
"kurang ajar " kata-kata Raffa palsu benar-benar membuat Erika emosi
Wanita itu berdiri dan hendak memukul Raffa palsu,namun apa yang terjadi bukan nya tangan Erika yang memukul Raffa ,malah ia memukul dirinya sendiri.
Plak'
Plak'
Plak'
"hah...k..kenapa begini...."
Plak'
Plak'
Erika terus saja memukul wajah nya sendiri,bahkan sampai ujung bibir nya mengeluarkan d*rah pun tangan nya tak berhenti.
"makanya jangan macam-macam dengan keluarga ku ,sebaiknya Tante nenek sihir berhenti mengganggu papa"
"eh seperti nya sebutan nenek sihir sudah tak cocok buat Tante ,karena sihir ilmu sihir Tante sudah hilang bersama susuk-susuk nya "
__ADS_1
"s*al ... sebenarnya siapa anak kecil ini,dan apa kata nya susuk dan sihir ku hilang...itu tak mungkin " batin nya
bersambung...