
Sepanjang perjalanan Yoga dan Nuari terus memperhatikan jalanan. Mereka berharap akan menemukan tukang rujak di jalan yang mereka lewati ,namun sayang sampai mereka memasuki gerbang tol mereka tak menemukan satu pun penjual rujak,bahkan kini keduanya sudah sampai di ibu kota pun tak juga menemukan penjual rujak.
"kenapa penjual rujak tiba-tiba tak ada ya,biasa nya suka ada di sekitaran sini" gumam Yoga seraya terus memperhatikan ke segala arah di jalanan itu
Yoga melirik pada Nuari yang wajah nya sudah mendung,karena tak juga mendapatkan apa yang ia ingin kan. Kemudian Yoga mengusulkan sebuah ide
"sayang ,bagaimana kalau kita beli saja bahan-bahan rujak nya nanti aku buatin rujak buat kamu ,spesial " ucap nya
"seperti nya itu lebih baik ,daripada aku tak makan rujak sama sekali, tapi kamu bikin nya yang enak ya " pinta Nuari
"siap ratu ku " sahut Yoga membuat Nuari tersipu
Yoga pun memarkirkan mobil nya di depan sebuah minimarket ,lalu keduanya masuk dan segera mencari buah-buahan untuk bahan rujak.
Ada timun,bengkoang,jambu air,dan mangga muda yang jadi andalan nikmat nya sebuah rujak, setelah mendapatkan apa yang mereka butuh kan ,kedua nya pun segera meninggalkan minimarket.
Sementara di tempat lain ,Evan yang sudah siap dengan setelan dokter nya, beranjak hendak berangkat ke rumah sakit ,namun saat ia membuka pintu ,ia terkejut karena sudah ada Ayu yang berdiri di sana.
"Ayu...." ucap nya
"hai Evan ,maaf ya baru bisa menemui mu pagi ini " ucap Ayu seraya memamerkan senyuman manis nya
"oh ,iya tidak apa,gimana kamu betah tinggal dengan ayah kandung mu ?" tanya Evan nampak salah tingkah
Bagaimana tak salah tingkah,karena kini penampilan Ayu sangat berbeda dengan penampilan nya ketika tinggal bersama nya. Rambut sepunggung yang di gerai di buat bergelombang di ujung nya ,dan hanya diselipkan jepitan rambut kecil di atas telinga nya, pakaian nya pun terlihat sangat mahal,meski yang Evan belikan untuk Ayu juga termasuk pakaian mahal,namun yang dikenakan Ayu saat ini begitu berbeda.
Mata Evan nyaris tak berkedip melihat penampilan Ayu yang terlihat semakin cantik dan imut.
"Evan...kok malah bengong" seru Ayu membuyarkan lamunan pria itu
"eh...eng....enggak kok ,aku gak bengong,oh iya ayo masuk " ajak Evan
Ayu pun berjalan memasuki apartemen Evan ,diikuti Evan di belakang nya
"kamu mau berangkat kerja kan,kalau aku berada di sini selama kamu bekerja di rumah sakit gak apa-apa kan ,di rumah ayah aku bosan, rumah nya terlalu besar ,hanya ada para bibi saja di sana,aku sebel dan BeTe karena mau apa-apa gak dibolehin sama mereka ,kalau di sini kan aku bebas mau ngapain saja,boleh ya " pinta nya memelas
"boleh saja sih ,tapi dokter Satria apa sudah tahu kamu di sini?" tanya Evan
"iya ,ayah sudah tahu ,malah ayah sendiri yang mengantar ku ke sini"sahut Ayu
"ya sudah , kalau gitu lakukan apa saja yang ingin kamu lakukan,tapi ingat jangan pergi kemana-mana selama aku tidak ada, atau kamu hubungi aku saja jika buruh sesuatu" ucap Evan
"ok siap tuan " sahut Ayu seraya memberi hormat
"kalau gitu aku berangkat, assalamualaikum "ucap Evan ,reflek menyentuh kepala Ayu lalu pergi
Sementara Ayu hanya diam setelah menerima sentuhan di kepala nya,ada perasaan aneh yang tiba-tiba ia rasakan ketika telapak tangan Evan menyentuh kepala nya.
"waalaikum salam " balas Ayu dengan pelan
Ayu pun menatap kepergian Evan dengan perasaan yang tak menentu.
"ada apa dengan ku " batin nya
Ayu pun melakukan aktifitas nya seperti biasanya seperti membersihkan rumah dan memasak meski keadaan apartemen Evan sudah sangat rapih dan bersih.
Di luar Evan nampak tersenyum senang,sebab ia yakin Ayu akan memasak untuk makan siang ,maka dari itu ia berencana pulang saat jam makan siang.
__ADS_1
Tak lama ponsel nya berbunyi,rupanya dokter Satria mengabarkan jika pagi ini Ayu datang ke apartemen nya,dan Evan pun hanya mengatakan iya ,sebab dirinya bingung mau mengatakan apa.
Sementara itu
Kini Nuari dan Yoga sudah soai di rumah, Yoga meminta Nuari untuk beristirahat,akan tetapi Nuari yang saat itu sangat menginginkan rujak pun sangat bersemangat,ia ingin melihat sendiri bagaimana Yoga meracik bumbu rujak nya.
"sini aku bantu potongin buah nya sementara kamu bikin bumbu rujak nya " pinta Nuari yang sangat ingin cepat-cepat memakan nya
"gak usah sayang,kamu diam dan perhatikan saja ya " ucap Yoga
"kan biar cepat selesai nya,aku sudah tak sabar yang...." rengek nya
"hm....baiklah ,tapi kamu minum susu dulu ya,aku buat kan " ucap Yoga
"ok " sahut Nuari singkat
Yoga pun segera menyeduhkan susu hamil rasa strawberry,setelah selesai Yoga segera memberikan nya pada Nuari yang langsung diminum oleh nya, Nuari selalu senang ketika meminum susu hasil buatan suami nya,entah kenapa rasanya begitu manis jika Yoga yang membuat nya ,berbeda jika dirinya atau orang lain yang membuat ,rasanya akan terasa hambar.
Setelah meminum susu,Nuari pun bergegas meraih buah-buahan itu dan segera membersihkan nya kemudian memotong-motongnya.
"sini nya,saya bantu " ucap bibi art yang ketika itu baru masuk dapur ,sebab habis membersihkan halaman depan rumah.
"tak usah bi,bibi kerjakan saja pekerjaan bibi " tolak Nuari
"oh iya bi,bagaimana keadaan keluarga bibi di kampung,semuanya sehat ?" tanya Nuari sambil mengupas bengkuang
"Alhamdulillah nyonya ,semuanya pada sehat " sahut bibi
"syukurlah kalau kalau begitu "
"sebentar nya " ucap nya
"iya bi "
beberapa saat kemudian bibi art menghampiri dan mengabarkan jika Nuri akan datang ,tentu saja Nuari merasa senang mendengar nya.
"ya sudah kalau begitu,bibi mau ke belakang saja ya nyonya" pamit bibi
"iya bi "
"sayang sudah belum ,aku hampir selesai nih " tanya Nuari yang sudah memotong timun,bengkuang,dan jambu air,saat ini ia tengah memotong mangga muda
"sebentar lagi " sahut Yoga
Beberapa saat kemudian
Keduanya sudah berada di ruang tengah,dan duduk di atas karpet dengan rujak dihadapan kedua nya.
"hm...ini benar-benar seger dan enak " puji Nuari
"beneran ini enak ?" tanya Yoga
"he'em tak tau deh pokok nya apapun yang dibuat oleh tangan mu rasanya sangat enak,coba deh " ucap Nuari
Yoga pun dengan sangat percaya diri memakan nya,namun ia mengerutkan kening ketika merasakan rasa bumbu rujak nya asin.
"sayang ini asin loh , sebentar ya aku akan tambahkan gula dulu" ucap Yoga meraih mangkuk berisi bumbu rujak itu
__ADS_1
"eh jangan....ini udah enak kok,rasanya sangat pas " cegah Nuari mempertahankan bumbu rujak itu
"tapi sayang menurut ku ini asin " ucap Yoga
"menurut aku enggak " ucap Nuari yang nampak menikmati rujak tersebut
Yoga menghela nafas ,dalam hati ia menyesalkan kenapa tak mencoba dulu rasa rujak nya sebelum di berikan pada Nuari.
Saat bersamaan Nuri datang
"assalamualaikum...."
"waalaikum salam ,mamah ..." Nuari langsung berdiri dan menghampiri Nuri untuk memeluk nya
"wah lagi rujakan nih,mama juga bawa rujak , kakak mu tadi minta dibikinin rujak sama mama jadi maka sekalian bikin buat kamu " ucap Nuri
"oh ya sudah kalau gitu kita makan rujak bareng yuk " ajak nya
"tapi mama gak lama sayang,mama harus pergi bersama Oma Laras " sahut Nuri
"memang masalah nya parah ya ma,hingga mama diminta Oma Laras untuk ikut ?" tanya Nuari
"tidak kok sayang,katanya mama akan menemaninya syuting di acara nya,jadi bintang tamu ,begitu katanya "sahut Nuri
"oh aku fikir ada kasus parah,aku udah khawatir banget,kalau mama habis bantu orang kan itu hantu nya suka datang ke rumah dan ganggu mamah,aku takut mama kenapa-kenapa" lirih Nuari , meskipun ia kini tak dapat lagi melihat hal gaib,Nuari masih bisa merasakan kehadiran mereka,pernah suatu ketika setelah Nuri membantu seseorang yang dalam pengaruh santet,santet itu malah berbalik pada Nuri dan hampir membuat nya celaka,untung saja ada Wowo si genderuwo dan hantu lain nya yang selalu siap siaga menghalau segala jenis ilmu hitam.
Yoga hanya diam mencerna setiap kalimat yang diucapkan Nuari,karena memang Yoga sama sekali tidak mengetahui jika mama mertua nya itu seorang paranormal,meski Nuri sendiri enggan di sebut sebagai paranormal.
"kamu tenang saja,kan masih ada Allah yang akan selalu ada bersama mama dan melindungi mama,apalagi ditambah bantuan Wowo dan yang lain nya, insyaallah mama aman " ucap Nuri menenangkan anak nya
"iya sih ,tapi tetap saja aku selalu merasa khawatir "lirih Nuari
"iya sayang ,mama faham , kalau begitu mama pamit ya sayang,Oma Laras pasti sudah menunggu mama " ucap nya
"iya mah, hati-hati " ucap Nuari
"iya sayang ,kalau gitu mama pamit ya, Yoga jaga Ari ya sayang "
"i..iya mah ,tentu aku akan menjaga nya,mama tak usah khawatir "sahut Yoga
"bagus ,ya sudah mama pergi, assalamualaikum"
"waalaikum salam "sahut kedua nya
"sayang... itu tadi maksud nya apa ya,kok pake bahas hantu segala ,lalu Wowo siapa aku kok baru denger?" tanya nya nampak penasaran
Nuari tersenyum lalu kembali menikmati rujak nya
"sayang ...." rengek Yoga,ia begitu penasaran sebab yang ia tahu Laras itu adalah seorang paranormal yang sering nongol di televisi membawakan acara horor, di benak nya muncul pertanyaan kenapa mama mertuanya harus jadi bintang tamu di acara horor itu
"iya iya ,aku akan cerita , tapi kamu tak usah kaget ya " ucap Nuari
"iya "
"tapi nanti setelah rujak nya habis ya "
...***...
__ADS_1