Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Hilang pamor


__ADS_3

Melihat itu para warga langsung bertindak ,mereka menggedor-gedor kaca mobil sambil berteriak memanggil Yoga.


Duk Duk Duk


"pak...mas...pak... "


Teriak mereka namun Yoga sama sekali tak merasa terganggu dengan suara gaduh itu,hingga akhirnya seorang warga berinisiatif untuk memecahkan kaca mobil menggunakan batu,baru saja pria itu mengayunkan tangan nya hendak menghantam kaca mobil, Yoga membuka mata dan meregangkan otot tangan nya.


"uhhhhh....pegel juga tidur dalam posisi begini " gumam nya,ia belum sadar dengan keributan di luar sana


"eh...tunggu lihat lah dia sadar " ujar salah satu warga menahan lengan pria yang sudah siap memecahkan kaca


tuk tuk tuk


salah satu warga mengetuk kaca mobil , Yoga pun menoleh


"loh ,kok banyak orang ?" gumam nya


Yoga pun lantas menurunkan kaca mobil


"ada apa ya pak?" tanya Yoga


"anda tidak apa-apa?"


Yoga mengerut kan kening, lalu ia membuka pintu mobil dan keluar


"saya baik-baik saja,kenapa memang nya pak, lalu ini kenapa kalian berkumpul di sini?" tanya Yoga


"syukurlah kalau bapak baik-baik saja,kami fikir anda pingsan,sebab dari tadi tak terlihat seseorang keluar pas kami lihat anda pingsan"


"pingsan....hahaha....maaf bapak-bapak ,saya bukan pingsan,saya hanya mengantuk, kebetulan tadi saya abis meminum obat karena kurang enak badan,karena takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan jadinya saya menepi dan tidur sebentar" tutur Yoga menjelaskan


"oalah....jadi gitu toh,kenapa tak cari penginapan saja "


"kelamaan pak,keburu ngantuk saya ,tadi juga rasanya sudah tak tahan" ujar Yoga


para warga pun nampak manggut-manggut


"apa ini mau hujan ya ,kok mendung?" gumam Yoga yang melihat suasana yang agak gelap dengan udara yang sejuk


"bukan mendung pak,tapi ini sudah mau Maghrib "


"hah... Maghrib... astaga gimana dengan Ari " Yoga menepuk kening


"maaf bapak-bapak kalau gitu saya pamit ,istri saya pasti sudah menunggu "ucap Yoga yang tiba-tiba merasa panik sebab saat ini hari sudah menjelang Maghrib, sementara Nuari mungkin sudah pulang atau mungkin dia masih menunggu si rumah sakit


"iya pak silahkan "


Yoga pun akhirnya pergi meninggalkan segerombolan bapak-bapak itu.


"masa iya Ari masih nunggu di rumah sakit " batin nya


Ia kemudian memeriksa ponsel nya ,ia tercengang ketika melihat ada puluhan panggilan tak terjawab juga pesan dari Nuari.


Tanpa membuka pesan tersebut Yoga langsung meluncur ke arah rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit keadaan sudah sangat sepi hanya ada satpam yang terlihat nangkring di teras rumah sakit.


Yoga kemudian memutuskan untuk pulang ke rumah nya sebab ia yakin jika Nuari akan pulang.


Sesampainya di rumah ,ia hanya di sambut oleh bibi art.


"assalamualaikum bi,istri saya sudah pulang ?" tanya nya


"loh ,bibi baru saja mau nanya ,tuan kenapa tidak sama nyonya ?" tanya bibi art


"astaga,ya sudah bi kalau gitu aku ke kamar dulu "ucap Yoga berlalu ke kamar nya ,bibi art nampak bingung


"apa mereka bertengkar " batin nya menatap punggung majikan nya itu


"Ari pasti pulang ke rumah mamah,sebaiknya aku mandi saja dulu setelah itu aku ke sana " gumam nya,namun seketika ia terdiam


"ah iya ,Ari kan gak mau aku mandi ,dia lebih suka bau keringat ku " Yoga pun mengurungkan niat nya ,ia hanya mengganti pakaian nya saja lalu memutuskan untuk pergi ke rumah mertua nya


"bi,aku pergi ,bibi hati-hati di rumah kunci setiap pintu,jangan buka pintu jika ada orang yang datang yang bibi tak kenal " ucap Yoga yang selalu mengkhawatirkan asietem rumah tangga nya itu

__ADS_1


"iya tuan " sahut nya


Yoga pun segera pergi menuju rumah mertua nya.


Lagi-lagi ia melupakan keadaan ponsel nya,ia tak memeriksa pesan yang sedari tadi menungggu untuk di baca.


Di tempat lain


"masih belum di buka pesan nya ?" tanya Bu Nur Aini


"belum mah " sahut Nuari pelan


"huuh...anak itu kebiasaan ,kamu tenang saja setelah dia sampai di sini mama akan kerjain dia,kamu bersembunyi saja kalau dia datang " ucap Bu Nur Aini


"iya mah " sahut Nuari yang manut saja apa kata mama mertua nya itu


Ya...Nuari saat ini berada di rumah Bu Nur Aini ,rumah peninggalan Dirga,papa kandung nya Yoga.


Kembali ke Yoga , Yoga saat ini sangat terkejut karena Nuari sama sekali tak ada di rumah mertua nya, Nuri dan yang lain justru mempertanyakan keberadaan Nuari pada nya.


Yoga bingung dan stress sendiri dibuat nya,hingga tiba-tiba saja Nuri berkata


"apa kamu sudah datang ke rumah mama mu,siapa tahu Ari berada di sana ?" tanya nya


Yoga tercenung dan ia baru sadar akan ponsel nya ,ia pun merogoh ponsel nya dan membuka setiap pesan.


"astaga...." lirih nya


"kenapa?" tanya Rifki


"rupanya Ari mengirimi pesan,katanya Ari pergi ke rumah mama" sahut Yoga


"nah kan ,ya sudah sana susulin istri mu " ujar Rifki yang merasa tak habis fikir dengan anak dan menantu nya itu


"baiklah kalau gitu aku ke sana suku mah,pah , assalamualaikum "pamit nya


"waalaikum salam "


tuuuuuuttt'


tuuuuuuttt'


Panggilan terhubung namun tak ada jawaban


Beberapa kali ia mencoba menghubungi namun tetap saja tak ada jawaban. Ia menghela nafas


"apa dia mau balas dendam gak mau angkat telpon nya " gumam nya kecut


Sementara itu di lain tempat


Evan yang baru saja mendapatkan apa yang ia mau tengah menuju kediaman dokter Satria.


"semoga saja hasil nya sesuai dengan harapan" gumam nya,ia sendiri belum melihat isi rekaman cctv tersebut.


Awal nya Evan sangat kesulitan untuk mendapatkan rekaman cctv itu,karena pihak rumah sakit itu menolak dengan alasan keamanan rumah sakit,Evan tak menyerah begitu saja ,ia kembali lagi keesokan hari nya dan hasil nya tetap sama meski Evan mengatakan alasan nya.


Hingga akhirnya ia tak sengaja bertemu dengan teman nya semasa SMA dulu,ia pun memutuskan untuk meminta bantuan nya,beruntung teman nya itu bekerja di bagian per arsip pan.


Evan menyebut kan tanggal,hari dan tahun dimana Ayu dilahirkan. Dan teman nya itu langsung mengerti.


Tak hanya rekaman cctv,tapi dokumen catatan pasien dan kelahiran di tanggal itu pun ia dapatkan termasuk nama dokter dan perawat yang menangani tempo dulu.


Beberapa saat kemudian Evan pun sampai,nampak Ayu yang sedang berdiri di atas balkon kamar nya tersenyum melihat kedatangan Evan.


Ia pun lantas pergi dari tempat nya hendak menemui Evan,namun baru saja langkah nya meninggal kan kamar,ia melihat ayah nya berjalan dengan tergesa,hendak memanggil tapi ia urung kan.


Ayu pun dengan diam mengikuti ayah nya itu,langkah nya terhenti ketika ayah nya masuk ke dalam ruangan kerja nya,


Jika sudah masuk ke dalam ruangan itu Ayu sama sekali tak berani masuk karena takut mengganggu ayah nya itu.


"seperti nya Evan juga ada di dalam, sebenarnya apa yang mereka bahas, seperti nya hal yang sangat penting,jika tidak mana mungkin ayah membawa nya ke dalam " gumam nya , Ayu pun membalikkan tubuh dan pergi ke ruang tv


"mending aku tunggu mereka di sini saja " gumam nya lagi

__ADS_1


Di ruang kerja


Nampak dokter Satria membaca dengan teliti setiap tulisan pada dokumen di tangan nya,ia menghela nafas setelah selesai membaca nya.


Berlanjut dengan memutar video rekaman cctv pada laptop nya.


Terlihat dengan jelas setiap ruangan demi ruangan yang tertangkap kamera,lalu kemudian perhatian dokter Satria terfokus pada sebuah ruangan bayi ,terlihat seorang pria dengan menggunakan topi tengah berdiri di depan jendela kaca ruang bayi.


"pria itu...." gumam dokter Satria


"dokter mengenal nya ?" tanya Evan


"entahlah ,tapi dari postur tubuh seperti nya aku mengenal nya " sahut nya


Kedua nya pun kembali memperhatikan layar laptop yang terus memutarkan video.


Pria itu kemudian berjalan memasuki ruangan tersebut di saat suster jaga keluar dari ruang bayi.


Tak lama pria itu pun keluar dengan membawa bayi di gendongan nya.


Dokter Satria terbelalak mengenali kain pembungkus bayi itu


"itu bayi ku " seru nya ,karena pria itu mengenakan topi juga cara berjalan nya pun menunduk membuat dokter Satria tak dapat melihat dengan jelas siapa pria itu.


"s*al, bagaimana aku bisa mengenali orang itu " gerutu dokter Satria


"dokter tenang dulu, di sini ada beberapa titik yang di lewati nya,kita akan tahu siapa pria itu setelah melihat videonya sampai habis, mudah-mudahan saja ada rekaman saat dia membuka topi nya "ucap Evan mencoba menenangkan dokter Satria ,meski ia pun tak tahu ending dari videonya


Dokter Satria pun menghela nafas lalu kembali fokus memperhatikan layar laptop nya.


Cukup lama mereka menatap rekaman video itu , tiba-tiba pria paruh baya itu tersentak ketika melihat pria itu melepas topi nya sebelum memasuki mobil nya,bayi mungil itu pun masih dalam dekapan nya.


"br*ngsek..... jadi dia pelaku nya ,k*rang ajar ,sampai aku bertemu dengan nya akan aku beri pelajaran dia " geram dokter Satria seraya mengepal kan kedua tangan nya


"bukan kah ini....yang namanya om Jhony itu ?" tanya Evan yang masih mengingat wajah Jhony muda dari foto yang ia lihat beberapa waktu lalu bersama Ayu


"ya , gara-gara dia,aku harus berpisah dengan putri ku , gara-gara dia aku juga harus kehilangan istri ku,dia ....harus membayar perbuatan nya,akan ku pastikan dia akan membusuk di penjara " ucap dokter Satria menggeram


"dokter tenang saja,bukan kah dia sedang di buru polisi,cepat atau lambat dia pasti tertangkap,dan kita hanya tinggal menambah laporan nya saja" ujar Evan


"ya kamu benar,dia bukan hanya menculik putri ku ,tapi dia juga penyebab kematian istri ku,tak hanya itu dia bahkan sudah menjual putri ku, seandainya saja kita tak datang tepat waktu saat itu entah apa yang akan terjadi pada putri ku yang malang " lirih dokter Satria seraya mencubit ujung hidung nya seraya memejamkan mata


"tak hanya itu dok,pria itu bahkan sudah mengekploitasi Ayu, Ayu dipaksa menjadi biduan dangdut dengan bayaran yang tak pernah Ayu nikmati hasil nya,bahkan Ayu selalu di kurung di rumah tak boleh keluar " ucap Evan memberi tahu apa yang ia ketahui


"benar-benar k*rang ajar "


Brakkk'


Saking kesal dan marah nya dokter Satria sampai menggebrak meja hingga barang-barang di atas nya bergetar.


"sabar dok,tenang yang terpenting sekarang Ayu sudah aman bersama kita,jika dia sudah tertangkap pihak polisi pasti akan mengabari kita,apalagi menurut apa yang saya tahu pencarian sudah di perluas hingga ke berbagai tempat ,bahkan setiap kepolisian pun sudah di beri tahu dan mereka bekerja sama untuk mencari dan menangkap nya " tutur Evan lagi


"iya kamu benar, terima kasih karena berkat mu juga Ayu bisa lepas dari nya,jika saja kamu tak membawa Ayu entah akan seperti apa nasib nya saat ini ,aku pun pasti tak akan bertemu dengan nya " ucap dokter Satria menepuk-nepuk pundak Evan


"tak apa dok,itu hanya suatu kebetulan " ucap Evan


"ada satu hal yang ingin saya tanyakan pada mu "


"apa itu dok?"


"apa kamu menyukai Ayu?"


Di rumah mertua nya , Nuari sangat antusias menceritakan kegiatan nya siang tadi di kebun binatang, ia juga menunjuk kan hasil karya nya yang membuat Bu Nur Aini melongo tak percaya.



"astaga ..... ini kamu yang buat seperti ini ?" tanya Bu Nur Aini tak percaya


"hehehehe iya mah, gimana lucu kan,tapi kayaknya singa-singa itu gak suka deh dengan gaya rambut nya, lihat tuh mah ekspresi nya manyun gitu,hanya satu yang berhasil aku foto yang lain nya malah kabur saat mau di foto "


"ya jelas lah gak suka , singa-singa itu pasti minder karena hilang pamor galak mereka " batin Bu Nur Aini meringis menatap menantu nya


...***...

__ADS_1


__ADS_2