
Brruuk'
Si botak bernama Sarno jatuh tersungkur dengan bagian wajah mendarat terlebih dahulu di jalanan beraspal.
"aduuuh....hidung ku " pekik nya seraya memegangi hidungnya yang nampak mengeluarkan darah segar
Tak ada yang menduga dengan serangan yang di layangkan Evan,karena pria itu terlihat diam saja saat si botak hendak menyerang nya,namun ketika si botak itu sudah sampai tepat di depan Evan,pria berlesung pipi tersebut mengangkat kaki kanan nya lalu menendang Sarno tepat di ulu hati nya,hingga Sarno pun terjatuh dengan wajah menghantam aspal.
Hal itu tentu saja membuat teman si Sarno merasa geram
"No....bangun woy ....masa baru segitu sudah nyungsep aja" hardik teman nya yang agak gempal
Namun yang diteriaki masih merintih kesakitan,hidung dan ulu hati nya terasa sakit dan berdenyut.
"s*alan....k*mpret...sini kau lawan aku " seru si gempal seraya melepaskan tangan nya dari gadis itu
Gadis itu pun berlari ke tempat yang lebih aman sekaligus menghindari kedua orang suruhan juragan Barja yang menginginkan nya.
Dengan tubuh setengah bergetar gadis itu pun berjongkok memeluk dirinya sendiri dengan tatapan terus terarah pada orang-orang yang tengah sibuk berkelahi.
buk'
bak'
buk'
bak'
Cukup lumayan juga keahlian bela diri si gempal hingga Evan merasa kewalahan dibuat nya.
"heh....lumayan juga ya ,aku fikir kau akan keberatan lemak hingga sulit untuk sekedar mengangkat tangan " ledek Evan membuat darah si gempal itu mendidih
"jangan banyak cingcong " seru nya lalu kembali menyerang Evan
Kali ini si gempal hendak menendang ke arah Evan ,namun Evan dengan cepat meraih pergelangan kaki nya lalu menendang bagian bawah tubuh nya hingga si gempal menjerit kesakitan.
"waduuuhh...... perabot ku ....kurang ajar kau " pekik nya seraya menghardik Evan
Saking sakit nya si gempal pun sampai bergulingan di aspal sambil terus memegangi bagian bawah tubuh nya itu.
Melihat lawan nya sudah tak berkutik,Evan pun segera bergegas menghampiri gadis yang tengah terisak dengan tubuh bergetar.
"kau tidak apa-apa?" tanya Evan merunduk
Akan tetapi saat gadis itu mendongak,ia membelalakkan kedua mata nya saat seseorang akan siap menghantamkan benda tumpul di belakang tubuh dokter tampan itu.
"aaaaakkkkkhhhh....." bukan nya memberi tahu Evan ,gadis itu malah berteriak histeris ,Evan pun menyadari itu ,pria itu segera melakukan tendangan berputar ,dan
Buk'
"aaakkkhhh...."
Tendangan nya tepat mengenai wajah si botak dan reflek kayu balok yang sudah siap ia hantamkan pada Evan pun terjatuh bersama tubuh nya yang ikut limbung dan akhirnya terjatuh.
"ayo ikut dengan ku " ajak Evan seraya mengulurkan tangan nya
Perlahan gadis itu mendongak,tatapan nya ragu,ia yang tak pernah bergaul dengan siapa pun membuat nya selalu takut akan kehadiran orang asing,hal itu pun karena paman angkat nya lah yang selalu mengurung nya di dalam rumah,paman nya itu selalu mendoktrin nya jika orang-orang di luar itu sangat berbahaya,ia akan keluar jika ada job nyanyi,dan itu pun ditemani paman angkat nya. Suara nya yang merdu pun dijadikan lahan uang oleh paman angkat nya,namun kini paman nya berniat menjual tubuh nya karena iming-iming uang yang akan di berikan juragan Barja pada nya,sedangkan juragan Barja merupakan juragan tanah yang terkenal mesum dan istri nya pun banyak di setiap tempat.
"jangan takut ,aku bukan orang jahat " ucap Evan yang melihat keraguan dan ketakutan gadis itu
Evan merasa iba ketika melihat wajah lebam gadis itu,sudut bibir nya pun terlihat mengeluarkan darah.
"ayo kita pergi dari tempat ini " ucap Evan lagi
Akan tetapi karena rasa takut nya tiba-tiba gadis itu pun tak sadar kan diri
"astaga...." dengan cepat Evan pun meraih dan menggendong nya ,lalu dengan langkah kaki cepat Evan pun menuju mobil nya
Akan tetapi ketika Evan sudah berada di dekat mobil,kedua orang suruhan juragan Barja sudah berada di belakangnya.
"ck...masih belum kapok rupanya " decak Evan
"serahkan dia,juragan kami sudah membayar nya mahal " seru si gempal
__ADS_1
"kalian fikir dia itu barang yang dapat di perjual belikan " ucap Evan
Tanpa berlama-lama kedua nya pun kembali menyerang Evan dengan bersamaan.
Namun dengan cepat pula Evan menendang keduanya dengan tendangan berputar meski ia tengah membawa seorang gadis tak membuat nya kesusahan untuk melakukan tendangan itu.
duk'
duk'
Kedua nya pun kembali terjerembab ke jalanan aspal,tak menyia-nyiakan waktu,Evan pun segera memasukan gadis itu ke dalam mobil,tepat nya di samping kemudi,setelah gadis itu aman ,ia pun segera masuk dan langsung menancap gas sebelum kedua orang suruhan itu kembali menyerang nya.
"huuuuuffftt.... akhirnya " lirih Evan seraya melirik ke belakang lewat spion ,Evan kemudian menolehkan kepalanya melihat sekilas gadis yang masih pingsan itu
"kalau aku gak nyelamatin dia,entah bagaimana nasib nya,tapi gadis ini sepertinya aku pernah melihat nya tapi dimana ?" batin nya
Namun seketika ia mengerjapkan mata nya ketika mengingat gadis di sampingnya
"ah....dia kan biduan dangdut itu " gumam nya pelan sembari tersenyum tipis
Evan pun menepikan mobil nya saat melihat sebuah klinik 24 jam.
**
Matahari sudah terbit di ufuk timur,memberikan semburat warna merah kekuningan. Suara Kokok ayam jantan bersahutan dengan kicauan burung-burung.
Nuari yang sudah bangun dari tadi subuh pun segera beranjak keluar kamar ketika mencium aroma masakan yang membuat perut nya seketika keroncongan.
"selamat pagi Bu" sapa Nuari pada Bu Siska
"selamat pagi.....ayo sini kita sarapan " ajak nya seraya menyiapkan dua piring kosong untuk nya juga Nuari
"maaf Bu ,jadi merepotkan" ucap Nuari tak enak hati
"loh siapa yang ngerepotin,enggak kok ,justru ibu senang,ayo jangan sungkan " ajak ibu Siska lagi
"wah jadi gak enak saya,tapi...terima kasih ya Bu" ucap Nuari seraya duduk di meja makan sederhana yang hanya ada dua kursi di sana,posisi meja nya pun mepet ke dinding
"maaf ya mbak,makanan nya hanya telur dan tumis kangkung " ucap Bu Siska merasa tak enak
"tak apa kok Bu ,aku tuh gak pernah rewel dengan makanan " sahut Nuari membuat ibu Siska tersenyum lega
"Alhamdulillah kalau begitu "
Kedua nya pun segera menyantap sarapan mereka berdua,hingga suara ketukan di pintu membuat kedua nya saling tatap
"biar ibu saja yang buka " Bu Siska segera beranjak menuju pintu
"eh....mas Yoga,ayo masuk mbak nya lagi sarapan di dalam " ucap Bu Siska
"wah ,maaf ya Bu,kita jadi merepotkan ini" sahut Yoga
"tidak apa-apa,kan ibu sendiri yang menawari buat tinggal di sini,daripada di rumah keponakan nya pak RT kan " ujar Bu Siska lagi
"hehehehe....iya ibu benar "
Yoga pun berjalan menuju dapur dimana Nuari saat ini berada
"assalamualaikum....." ucap Yoga
Nuari menoleh
"waalaikum salam ...." sahut Nuari sambil tersenyum
"hm....aku mau ajakin kamu sarapan rupanya kamu sedang sarapan juga ya "
"hehe...iya ,kamu mau sarapan juga?" tanya Nuari
"nanti saja di rumah,aku hanya mau bilang nanti jam delapan aku mau ke kandang,kamu mau ikut gak ?" tanya Yoga
"mau dong " sahut Nuari cepat
"ya sudah kalau gitu aku siap-siap dulu ya ,nanti kamu datang saja ke rumah " ucap Yoga
__ADS_1
"siap-siap " gumam Nuari mengerut kan kening
"iya kan aku mau memandikan sapi-sapi ku sekalian mengembalakan nya,aku mau bawa bekal makanan buat kita nanti di sana "tutur Yoga
"ok aku akan selesai kan sarapan ku,nanti aku ke rumah mu,awas ya jangan ninggalin aku " ujar Nuari lalu kembali memakan makanan nya
"aku tunggu di rumah " Yoga mengusap pucuk kepala Nuari lalu berlalu menuju luar
Sementara Bu Siska hanya bisa memeluk kusen pintu karena merasa baper melihat perlakuan Yoga pada Nuari.
"Alhamdulillah....."
Sebelum Nuari pergi ke rumah Yoga,gadis itu membantu Bu Siska membersihkan peralatan makan terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian Nuari dan Yoga akhirnya sampai di kandang
"wuaaahh......luas banget peternakan nya ,kamu hebat bisa membangun peternakan sampai sebesar ini " puji Nuari penuh kagum
"aku mau ke sana " ajak Nuari dengan antusias
"ayo " dengan senang hati Yoga pun mendampingi kekasih nya melihat-lihat sapi-sapi di kandang
Sudah ada beberapa pegawai yang tengah membersihan kandang juga membersihkan sisa pakan kemarin.
"selamat pagi mas Yoga" sapa mereka ketika Yoga masuki peternakan
"selamat pagi juga,gimana apa semuanya aman kan selama saya pergi?" tanya Yoga
"Alhamdulillah mas ,semua nya aman terkendali "
"kalian pasti sudah tahu kan siapa gadis cantik yang bersama ku ini?" tanya Yoga ketika melihat mata mereka hampir tak berkedip menatap Nuari
"Yoga ....ih apaan sih,malu tahu " lirih Nuari ketika ia memuji nya di depan para pegawai nya
"memang kamu cantik kok,jadi gak salah dong kalau aku memuji mu " ucap Yoga hingga membuat pipi Nuari memerah
"ah sudah lah,ayo katanya kamu mau mandiin sapi-sapi mu ,aku mau lihat bagaimana cara memandikan sapi " seru Nuari begitu antusias
"ok baiklah , semuanya tolong siapkan sapi-sapi untuk di bawa ke sungai kita akan memandikan mereka semua sekaligus mengembalakan nya " tutur Yoga membuat mereka saling pandang
"semuanya mas Yoga?" tanya salah satu pegawai nya
"iya semuanya,kenapa ?" tanya Yoga
"apa tidak akan kewalahan nanti nya,biasa nya kan hanya lima sampai enam ekor saja,sisa nya di hari berikutnya "
"tenang saja,semua akan aman terkendali " ucap Yoga optimis
Bagaimana tidak optimis jika ada Nuari bersama nya,ia percaya kekasih nya itu akan dapat mengendalikan semua sapi-sapi nya.
Meski ragu mereka pun menuruti keinginan Yoga.
"wah banyak sekali sapi nya " takjub Nuari
Ia bergerak menghampiri salah satu sapi paling besar ,namun langkah nya terhenti karena salah satu pegawai memperingati nya.
"mbak hati-hati sapi itu galak " seru nya
"benarkah ....? tapi sepertinya sapi ini sangat menggemaskan dimata ku " sahut Nuari seraya terus melangkah kan kaki nya
"tapi mbak "
"sudah tidak apa-apa,percayalah tidak akan terjadi apa-apa pada nya " timpal Yoga ketika pegawai nya kembali hendak memperingati Nuari
Dan benar saja ketika Nuari sudah benar-benar berada di depan sapi itu ,sapi tersebut terlihat menggerakkan kepalanya ke atas dan ke bawah,Nuari pun segera menyentuh kepala sapi tersebut dan mengusap nya
"hah.....kok bisa"
"kalian lihat sendiri kan" cetus Yoga terseyum menatap kekasih nya itu lalu menghampiri nya
"bagaimana mungkin,kita saja yang ngurusin makan nya sering kena seruduk " gumam para pegawai nya yang sama-sama melongo melihat nya
...***...
__ADS_1