Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Ulat Sagu


__ADS_3

Setelah selesai sarapan,Nuari dan yang lain nya mulai bergerak menuju rumah-rumah penduduk yang memiliki hewan ternak dan sebagainya,lalu kemudian akan berlanjut menuju rumah lain nya tak lupa peternakan.


Sudah lebih dari tiga rumah yang mereka datangi semua nya mempunyai masalah yang sama,kerbau nya yang terkena wabah.


Yoga pun memberi kan pakan yang sudah di campur ramuan buatan nya ,sementara Nuari memberikan suntikan vaksin pada kerbau-kerbau itu. Kerena memang dari tadi yang mereka jumpai adalah kerbau.


Setelah selesai Yoga pun memberikan ramuan nya satu botol pada setiap warga,untuk memberikan nya rutin saat memberi makan nya di sore hari.


Seperti itu lah yang mereka lakukan,berjalan dari rumah satu ke rumah lain nya,memeriksa dan mengobati.


Hingga hari menjelang siang ,ke tujuh nya di tambah sang pemandu jalan beristirahat di sebuah warung makan sederhana.


"ternyata memang parah juga ya wabah di sini" lirih Nuari seraya melepas sarung tangan karet nya , lalu memasukan nya ke kantung kresek dan ia masukan ke dalam tas nya


"kenapa gak di buang saja,emang nya mau di pakai lagi?"tanya Renita


"tidak ,aku akan membuang nya nanti,untuk menjaga lingkungan agar tak tercemar lebih baik aku bawa pulang saja " sahut Nuari seraya meraih botol minum milik nya


"bagus itu,coba saja kalau semua orang berfikiran seperti mu pasti tak akan ada sampah dimana-mana , lingkungan pun bersih udara jadi segar " sambung Yoga


"iya apalagi setiap ada perayaan entah itu karnaval ,tahun baruan ,konser musik ,dan sebagainya,para pengunjung seenaknya saja buang sampah ,hingga besok nya petugas kebersihan lah yang bekerja ekstra membersihkan nya " timpal Yudi


"itu kan sudah jadi tugas mereka" tutur Renita


"iya memang,tapi apa salahnya kan kalau kita juga sadar akan kebersihan lingkungan" sambung Nuari


"iya tapi percuma kalau yang sadar nya satu orang tapi sisa nya malah buang sampah sembarangan, sama juga bohong" timpal si kembar Joni dan Jono


"nah itu lah tugas kita ,untuk bisa menyadarkan dan mengajak orang-orang untuk tak lagi buang sampah sembarangan , sehat kan buat kita sendiri " ucap Evan ikut menyahut


"huuuh.... terserah lah " dengus Renita dalam hati


Mereka pun berbincang banyak hal seraya menunggu makanan mereka. Nuari pun sesekali melirik pada Yoga yang ternyata ia juga curi-curi pandang pada dokter cantik itu.


Hingga akhirnya makanan mereka siap ,mereka pun segera menikmati makan siang mereka dengan di selingi canda an.


Selesai dengan itu ,mereka pun kembali bersiap untuk blusukan lagi,hingga sampailah mereka di peternakan sapi yang nampak memprihatinkan.


Bagaimana tidak ,banyak sapi-sapi yang nampak kurus dan lemas,bahkan ada pula sapi yang tengah sekarat,nampak seseorang yang merupakan pemilik peternakan itu tengah menatap nanar hewan-hewan ternak nya.


"selamat siang ,pak ... kami dari tim dokter dari kota datang kemari untuk memeriksa dan mengobati ternak-ternak di sini " ucap Evan mewakili


Orang itu menoleh


"selamat siang juga,jadi ternyata benar tentang sekelompok dokter hewan yang akan datang menangani hewan-hewan ternak kami " sambut pemilik peternakan tersebut


"saya Dominggus " ucap nya seraya menjulurkan tangan nya


"saya Evan ,ini Nuari......." Evan pun memperkenalkan yang lain nya


"saya harap kedatangan dokter sekalian akan bisa menyelamatkan ternak-ternak kami" ujar pak Dominggus


"amin...kami akan berusaha semampu kami " sahut Yudi

__ADS_1


"kalau begitu kita langsung saja memeriksa sapi-sapi nya " ucap Nuari


"mari silahkan " ujar pak Dominggus memberi jalan


Mereka pun segera memeriksa keadaan sapi-sapi tersebut. Sementara Renita ,gadis itu merasa jijik karena melihat kotoran nya yang menumpuk hingga membuat pernafasan terganggu.


"hueekk....aku tunggu di sana saja lah ,gak kuat aku sama bau nya " ucap Renita seraya berjalan menuju sebuah pohon yang nampak rindang tak jauh dari kandang


"hm....pantas saja sapi-sapi nya kena penyakit,orang kandang nya juga jorok kaya gini" lirih Yoga pelan


"Nuari ,...lihat lah sapi ini sepertinya tak terjangkit " seru Evan


Nuari pun mendekat dan melihat nya


"sebentar aku periksa dulu" dokter cantik itu pun lalu memeriksa bagian mulut ,telinga ,mata,kuku ,tak lupa lendir di hidung nya pun tak luput dari pemeriksaan nya


"iya kamu benar,kalau begitu ayo kita pisahkan yang ini ,jangan sampai sapi ini ikut terkena virus nya juga " ucap Nuari


Namun saat Nuari dan Evan akan membawa sapi itu keluar kandang , tiba-tiba pak Dominggus berseru panik.


"dokter hati-hati sapi itu galak suka nyeruduk "


Evan dan Nuari saling tatap lalu kembali melirik pak Dominggus,kemudian Evan berucap


"bapak tenang saja , sapi ini jinak bersama kami " ucap nya


"benar juga ya ,kenapa sapi itu nampak patuh pada mereka,sedangkan pada ku saja yang setiap hari memberi nya makan bawaan nya pengen nyeruduk saja " gumam pak Dominggus heran


Nuari pun hanya tersenyum melihat wajah keheranan dari pak Dominggus.


Dengan mudah nya Nuari membawa sapi itu ke luar kandang ,untuk di pisahkan ke kandang kain yang tak jauh dari kandang-kandang itu ,beruntung kandang nya kosong.


Setelah itu Nuari dan Evan kembali memeriksa dan mengobati sapi-sapi sisa nya yang terjangkit,seperti yang sudah-sudah ,para dokter memberi suntikan vaksin ,sementara Yoga mencampurkan ramuan nya dengan makanan juga air minum nya.


Tak lupa Yoga pun memberi kan beberapa botol ramuan mengingat sapi-sapi itu jumlah nya tak sedikit dan sangat parah.


Yoga juga memberikan saran nya agar kandang dibuat bersih dari kotoran sapi , Yoga pun menyarankan agar kotoran nya itu dibuat kompos untuk penyubur tanaman, cara-cara nya pun Yoga menjelaskan nya dengan detil.


Pak Dominggus pun menyimak nya dengan seksama.


"baiklah ,terima kasih dok,saya akan melakukan semua saran yang dokter berikan tadi" ucap pak Dominggus


"iya semoga bermanfaat ya ilmu nya,tapi maaf saya bukan dokter hewan ,tapi mereka berlima dokter nya,saya hanya membantu membuat obat nya saja " tutur Yoga apa adanya


"bagi saya sih sama saja, siapa pun yang bisa menyembuhkan berarti dia itu sudah seperti dokter" ucap pak Dominggus lagi


"ah bapak ,bisa saja " ujar Yoga


Akhirnya setelah kurang lebih dari tiga jam,semua sapi sudah di beri penanganan,kandang nya pun sudah nampak bersih sebagian,karena pak Dominggus langsung memerintahkan anak buahnya untuk membersihkan kandang dari kotoran seperti yang Yoga tuturkan tadi.


Hari beranjak petang,mereka menyudahi kegiatan nya dan akan dilanjut esok hari,mereka pun akan kembali ke penginapan,namun mereka jadi bingung sendiri karena kini di mobil Jeep nya sudah terdapat banyak bahan makanan juga buah-buahan,seperti umbi-umbian ,sayuran pakis ,juga satu keranjang penuh ulat sagu yang membuat mereka bergidik geli.


Itu semua merupakan pemberian para penduduk sebagai tanda terima kasih karena sudah membantu mereka,awal nya Nuari dan yang lain nya menolak tapi warga tetap kekeuh ingin memberikan nya.

__ADS_1


Jadi ,mau tidak mau mereka pun pasrah saja ketika para warga meletakan hasil bumi nya ke Jeep.


"ya ampun banyak sekali ini" gumam Nuari


"bapak-bapak,dan ibu-ibu ,terima kasih banyak atas semua ini,kami jadi merepotkan " ujar Evan


"tidak merepotkan kok dokter,justru kami yang harusnya berterima kasih karena dokter semua sudah berkenan datang ke desa kecil kami dan membantu kami " ujar salah satu warga


"itu sudah jadi kewajiban kami,dan kami benar-benar ikhlas membantu,semoga saja setelah ini sapi-sapi juga kerbau di sini bisa terbebas dari wabah ,asal ke kebersihan dan makanan nya di jaga, insya Allah ternak bapak dan ibu akan semakin sehat " tutur Nuari menimpali


"tapi ingat ya ibu ,bapak ,untuk memberi kan obat yang saya beri kan tadi setiap makan sore,taburkan obat itu ke makanan juga minum nya " tambah Yoga


"tapi bagaimana kalau obat nya habis ?" tanya salah satu warga


"begini saja ,ini ada catatan juga gambar nya untuk memudahkan pencarian tanaman nya,saya sudah mengcopy nya banyak ,di sini juga dijelaskan bagaimana cara meracik nya ,semoga bermanfaat " ucap Yoga seraya membagikan beberapa kertas berisikan nama tumbuhan dan cara pembuatannya


"wah ,terima kasih banyak pak dokter,sudah tampan , keren ,tak pelit ilmu pula,pasti sangat beruntung nanti yang menjadi istri pak dokter" tutur warga lain


"ah bapak terlalu memuji,sudah saya jelaskan ,saya bukan dokter" ucap Yoga kikuk


Sementara Renita,gadis itu merasa di atas angin mendengar ucapan warga tadi


Akhirnya mereka pun berpamitan ,dan pulang ke penginapan sambil membawa makanan pemberian warga.


"mau kita apakan ini semua ?" tanya Renita saat mereka sudah sampai di rumah penginapan


"ya di masak lah,emang nya kamu mau makan mentah ,lumayan kan jadi hemat budget " sahut Nuari


"siapa yang mau masak, aku gak bisa masak " ucap Renita cepat


"baiklah biar aku yang masak,masak gini doang mah gampang ,sambil merem juga jadi " kekeh Nuari becanda


"kamu gak bisa masak , lalu makanan yang sering kamu kasih ke aku ,yang katanya hasil masakan kamu ,itu siapa yang masak?"tanya Yoga


"mati aku,...kenapa malah keceplosan" batin Renita meringis


"eh...em...itu maksud nya aku lagi males masak ,iya ...males " alasan Renita


"oh ,malas ,kirain " ucap Yoga pelan


Nuari memutar bola mata jengah mendengar Yoga dan Renita berbicara,ia pun mengalihkan perhatian nya pada sekeranjang ulat sagu.


"oh....lucu banget ....sayang kalau di masak,tapi kalau gak dimasak nanti mati ,mana di sekitar sini tak ada pohon sagu yang busuk lagi " lirih Nuari membuat yang lain menoleh pada nya


"heh....kau bilang apa tadi,lucu....lucu apa nya ,geli iya ,hiiiy...." Yudi dan si kembar nampak bergidik


"iya lucu, lihat lah cara nya bergerak" ucap Nuari lagi


"memang nya kalau di masak siapa yang mau makan ,aku mah ogah " sambung Renita


"kalau kalian gak mau biar aku saja,ini enak dan gurih tahu,aku pernah memakan nya" ucap Nuari membuat yang lain terkesiap


"HAH...."

__ADS_1


...***...


__ADS_2