Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 63


__ADS_3

Malam Minggu menjadi malam yang terasa spesial bagi sebagian orang,apalagi mereka yang tengah kasmaran akan memanfaatkan malam Minggu untuk pergi kencan atau sekedar nonton atau jalan-jalan bersama do'i.


Begitu pula dengan Raffa ,ia sengaja datang ke rumah Vania untuk mengajak nya nonton ,namun tentunya ia meminta izin dulu pada orang tua nya.


"Kamu apa gak bosen tiap malam Minggu ngajakin Vania nonton , kali-kali om lah yang kamu ajak nonton " Canda Evan


"Hehehe....ah om bisa saja,aku gak bosen lah om,kan Vania calon istri aku " Sahut Raffa yang tidak pernah malu dan canggung mengatakan nya


Evan pun sudah terbiasa mendengar kata-kata itu karena sudah sedari dulu saat Vania masih bayi Raffa sering menyebut nya calon istri.


"Kamu tuh ,dari dulu suka nya bercanda saja ,vania masih kecil "ucap Evan


"Aku gak pernah bercanda kok om,justru aku serius. Om tenang saja aku akan nunggu Vania sampai cukup umur untuk aku nikahi , sambil nunggu aku juga akan fokus pada sekolah aku dan belajar mengelola perusahaan agar aku bisa menafkahi Vania " Ucap Raffa yakin . Evan nampak kembali menghela nafas.


"Anak ini bener-bener" gumam nya dalam hati


"Om tahu gak kenapa aku bisa yakin dan percaya diri kalau Vania adalah calon istri nya aku ?" Tanya Raffa


"Apa ? " Hanya Evan menaikan satu alis nya


"Tapi aku gak yakin om bakal percaya atau enggak" ucap Raffa


"cerita saja dulu,masalah percaya atau enggak sih tergantung dari cerita kamu,masuk akal atau tidak "Ucap Evan seraya meraih minuman nya yang sudah disiapkan Ayu


"Ya itu ,masalah nya cerita aku tidak masuk akal" Sahut Raffa kemudian ia meraih minuman milik Evan yang baru saja di letakkan di meja


Glek'


"Eh,kok minuman om kamu minum ?" Tanya Evan


"Ya abis nya aku gak dikasih minum ,ya aku minum punya om saja "cetus Raffa tanpa malu


"Kan bisa kamu kamu ambil sendiri,biasanya juga begitu kan "Ucap Evan tak habis fikir


"Males ah om,lagian kan biar kita semakin lengket kalau sering minum barengan " Celetuk Raffa


"Emang bisa kaya gitu?" Tanya Evan bingung


"Iya ,bibi pernah bilang kalau kita minum atau makan dalam wadah yang sama,kita akan semakin dekat dan lengket " Bibi yang dimaksud Raffa adalah art nya


"Ah mitos itu,yang ada kita malah bertukar virus " Ucap Evan

__ADS_1


"Hahahaha.....iya juga ya " ucap Raffa kemudian


Mereka berdua sudah selayaknya teman ,tak ada sikap canggung ,namun Raffa tetap menghormati nya sebagai orang tua ,apalagi ia adalah orangtua gadis yang ia cintai.


Di tengah-tengah tangga ,Vania nampak tertegun mendengarkan obrolan mereka. Bibir nya tersenyum sambil kepala yang ia gelengan kan. Vania sendiri memang merasa nyaman dan terlindungi jika bersama Raffa ,namun untuk cinta ia masih belum mengerti dengan apa yang ia rasakan pada pria itu. Maklum saja usia nya yang masih sangat muda belum mengerti dengan hal-hal percintaan.


"Loh sayang ,kok kamu berdiri di sini ?" Tegur Ayu


Raffa dan Evan pun menoleh."Sini nak ,ada yang ngajakin kamu nonton nih ,kamu gak bosen nonton terus sama dia ?" Evan melambai kan tangan nya pada Ayu untuk mendekat


"Yah om,bicaranya jangan gitu dong , kompor banget " Raffa memelas


"Iya aku bosen " Raffa terkesiap mendengar ucapan yang keluar dari mulut Vania


"Van ..." Keluh Raffa


"Bosen kalau malam Minggu aku diam di rumah " Sambung Vania lalu duduk di samping Evan , Ayu tersenyum dan ikut bergabung


"Alhamdulillah "Lirih Raffa


Vania ,Evan ,dan Ayu pun terkekeh melihat respon Raffa.


Sementara di tempat lain


Mereka saat ini sedang berada di ruang tamu.


"Jalan-jalan kemana ?" Tanya Gibran


"Ya kemana kek,oh iya aku baru ingat kata teman aku ada pasar malam di dekat rumah nya ,kita ke sana yuk !" Ajak nya


"Di mana ?" Tanya Aranta


"Yang sebelum kantor papa itu loh,kan ada tanah lapang luas nah di sana katanya " Sahut Lia bersemangat


"Bukan nya tempat itu dengan dengan pembuangan sampah ya ?" Tanya Aranta


"Iya mungkin ,aku juga gak tahu sih"Sahut Lia seraya menyandarkan kepala nya pada bahu Gibran


"Ya sudah sana siap-siap,ajak kakak mu juga " Ucap Gibran ,ia tak pernah menolak permintaan anak-anak nya ,namun bukan berarti ia membebaskan keinginan mereka,akan selalu ada kata 'tapi setelah ia mengiyakan nya


"Tapi ,nanti jangan jajan sembarangan ya,apalagi makan makanan yang ngebul-ngebul itu ,papa tidak suka "

__ADS_1


"Iya papa ,aku juga gak mau kok makan cikbul ,kan bahaya juga buat kesehatan ,emang sih unik tapi nanti pasti ada efek nya ke tubuh" Sahut Lia mengiyakan


"Kamu benar sayang,cikbul emang unik tapi itu sangat berbahaya,bahkan dinas kesehatan juga sudah melarang nya untuk dijual meski masih ada saja oknum pedagang yang masih nekat menjual nya,karena dalam cikbul itu mengandung nitrogen,dan nitrogen cair tersebut sangat berbahaya jika terkena tubuh apalagi ini langsung dimakan.Mengkonsumsi nitrogen cair tak hanya akan melukai organ dalam tubuh tapi jika uap nya terhirup dalam jangka lama akan mengakibatkan kesulitan bernafas yang cukup parah. Bahkan tak hanya cikbul,makanan lain pun ada beberapa yang berbahaya,jadi jangan pernah coba-coba membeli makanan yang katanya unik apalagi jika viral karena kita tak tahu kandungan apa yang terdapat pada makanan tersebut" Tutur Aranta ikut menimpali


"Iya ya,semakin ke sini banyak banget makanan yang unik-unik tapi kita tidak tahu sehat atau enggak nya ,malah ikut-ikutan mengkonsumsi nya ,serem juga ya,jadi apa karena itu sekarang banyak orang terkena penyakit berbahaya seperti kanker ?" Tanya Atha yang saat itu baru bergabung


"Bisa jadi ,karena pola makan yang tidak teratur ditambah sering mengkonsumsi makanan tidak sehat penyakit mematikan itu bisa datang dengan mudah " Jawab Gibran


"Kalian lagi bahas apa sih , seperti nya serius banget ?" Tanya Rifki yang baru datang bersama Nuri.


"Nenek kakek kok baru pulang ?" Tanya Lia


"Iya sayang ,tadi kejebak macet " Jawab Nuri


"Terus apa kita jadi nih pergi ke pasar malam nya ?" tanya Lia


"Kalian mau ke pasar malam,? Kok gak ada yang ngasih tahu aku sih ,tega ya kalian " Cetus Atha


"Ini baru mau aku samperin ke kamar Abang ,tapi Abang sudah ada di sini ,jadi tak perlu di kasih tahu lagi " Lia beranjak


"Mau kemana ,katanya mah ke pasar malam ?"Tanya Atha


"Ganti baju lah ,emang nya aku mau pergi dengan baju tidur ,kan malu " Sahut Lia segera berlari ke arah kamar nya


"Sana kamu juga ganti baju nya " Ucap Aranta pada Atha


"Ok "


"Mama papa mau ikut ?" Tanya Aranta


"Enggak ah ,kami mau langsung istirahat saja ,capek. Eh iya mana nenek ?" Tanya Nuri


"Tadi sih masuk kamar nya ,tapi gak keluar lagi ,mungkin nenek sudah tidur " Jawab Aranta


"Masa iya jam segini sudah tidur ?" Gumam Rifki


"Mas ,kok perasaan aku mendadak tidak enak " ucap Nuri


Tiba-tiba Wewe muncul memberi tahu sesuatu.


"Ehehehe......cepat lihat nenek kamu !"

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2