
Di sini lah Ayu berada,duduk bersebelahan dengan sang ayah kandung. Di depan nya nampak sebuah kuburan dengan nisan bertuliskan Ayunia Paramita.
Di usap nya perlahan nisan tersebut,lalu bibir mungil nya mengucapkan kata
"ibu....ini aku ...putrimu...kenapa ibu harus pergi...aku sangat merindukan mu ibu,maaf jika hilang nya aku membuat ibu sedih dan akhirnya pergi...maaf kan aku karena aku baru kembali sekarang ...aku..." ucapan Ayu terhenti karena ia tak kuasa menahan tangis nya
"sudah nak,ini bukan salah mu,tapi ini takdir yang harus kita jalani " ucap dokter Satria
"tapi kenapa takdir kita begitu kejam ayah,kenapa aku harus terpisah dengan kalian hiks..." tangis Ayu semakin terdengar lirih
Dokter Satria merengkuh tubuh mungil putri nya sambil terus mengelus punggung nya.
"apa mungkin Jhony yang memang menculik putriku ,dan berbohong telah menemukan nya " batin dokter Satria
Sebenarnya tak salah juga jika ia langsung punya tuduhan itu pada teman nya ,sebab setahu nya Jhony dulu sama-sama menyukai mendiang istri nya,hingga Jhony hilang bak ditelan bumi menjelang pernikahan nya.
Bisa saja dia sakit hati dan tak terima lalu menculik bayi nya yang baru beberapa hari dilahirkan untuk membalas rasa sakit hatinya ' begitu fikir nya
Namun ia juga tak ingin menyimpulkan nya begitu saja,sebab tak ada bukti.
Hari makin siang, matahari pun kini berada tepat diatas mereka. Setelah puas berbicara dengan nisan mendiang istri nya, dokter Satria mengajak Ayu untuk pulang.
"ayo sekarang kita pulang ya, kamu juga pasti sudah lelah dan lapar ,kita cari makan siang dulu " Ayu hanya mengangguk dan beranjak ,tapi sebelum itu ia menoleh pada nisan
"ibu...hari ini cukup sampai di sini,nanti aku akan datang lagi,ibu yang tenang di sana ya,karena sekarang aku sudah kembali,meski aku juga masih merindukan ibu .. datang lah ke mimpiku ibu....aku ingin memeluk mu " lirih Ayu kemudian menicum nisan ibu nya ,tak lupa ia juga melantunkan doa sebelum meninggalkan makam
Sementara itu ,saat ini Evan tengah meninjau ke salah satu balai observasi primata bersama Yudi. Di sana sikap Evan benar-benar membuat Yudi bingung,sebab dari awal kedatangan nya ke rumah sakit hingga mereka sampai di tempat itu,Evan terlihat sangat berbeda dari biasa nya.
Di sela-sela pekerjaan nya Yudi pun bertanya
"Van,kamu sehat?"
"ya sehat lah , kalau enggak aku gak bakal ada di sini "jawab nya
"lah iya aku salah nanya "batin Yudi
"hm... maksud ku kamu kenapa hari ini terlihat beda ?" tanya nya
"beda kenapa ?" tanya Evan sambil terus membaca rekam medis data primata yang akan ia periksa
"ya ...beda saja kaya yang dapat lotre gitu,kaya nya happy banget " ucap Yudi
Bukan nya menjawab Evan malah tersenyum membuat Yudi semakin bertanya-tanya.
__ADS_1
"gak mau bagi-bagi cerita nih " cetus Yudi
"Alhamdulillah....dokter Satria kini sudah menemukan putri kandung nya " ucap Evan mengangkat wajah nya menatap Yudi
"benarkah " seru Yudi
"ehm...dan ternyata Ayu lah putri kandung nya " ucap Evan lagi
"Ayu.... Ayu yang bersama mu?" tanya Yudi lagi
"iya " sahut Evan singkat
Sementara itu di tempat lain
Yoga dan Nuari yang sudah sampai di tempat tujuan pun segera menuju lokasi pembangunan jalan layang yang proses pembangunan nya sudah mencapai 80%.
Seorang mandor yang mengetahui jika akan kedatangan salah satu petinggi perusahaan yang menaungi pembangunan jalan layang tersebut segera menghampiri dengan membungkukkan tubuhnya menyambut Yoga dan Nuari ,meski ia tak tahu apa posisi Yoga di perusahaan itu.
"selamat datang pak " ucap nya
"bagaimana ,apa terjadi masalah selama pembangunan berlangsung?" tanya Yoga
"Alhamdulillah selama ini proses pengerjaan nya lancar-lancar saja hanya saja pengerjaan nya harus tertunda beberapa saat sebab ada insiden kecil tadi " sahut mandor bernama Andi
"oh iya pak, perkenalkan nama saya Andi ,selaku mandor di sini" ucap nya mengenalkan diri
Mereka pun berkeliling melihat-lihat proses pembangunan nya,Yoga bahkan mengecek semua bahan yang ada di sana.
"oh iya pak Andi ,tadi bapak bilang ada insiden , apa itu?" tanya Nuari yang rupanya kefikiran dengan kata-kata sang mandor tadi
"jadi bengini Bu,tadi tak sengaja ada pekerja yang menemukan sarang ular di bagian bawah sana,katanya sih ular kobra,tapi setelah saya lihat sendiri rupanya itu ular anaconda yang masih kecil-kecil,ada sekitar lima belas ekor ,namun induk nya sampai sekarang tidak ditemukan,kemungkinan induk nya bersembunyi " tutur pak Andi
"anaconda ....kok bisa ular jenis itu hidup di tempat seperti ini ?" tanya Yoga
"bisa saja,karena mungkin kurang nya makanan dan habitat nya terganggu karena banyak nya pembukaan lahan seperti pembangunan sebuah gedung, lahan warga ,jalan tol dan masih banyak lagi ulah manusia yang merugikan para satwa,hingga binatang-binatang yang seharusnya hidup di hutan kini malah turun ke pemukiman,dan setelah itu selalu saja para hewan itu yang di salahkan,padahal mereka juga sama seperti kita ingin punya tempat tinggal yang nyaman makanan yang berlimpah,tapi keegoisan dan keserakahan manusia membuat keberadaan para binatang terancam "ucap Nuari
"coba saja kamu bayangkan jika ada satu ular atau satwa lain yang berkeliaran di pemukiman ,apa kira-kira yang akan dilakukan manusia ?" tanya Nuari
"menangkap nya "jawab Yoga
"membunuh nya mungkin "timpal pak Andi
"nah itu....itu hanya satu binatang,coba kalau jumlah binatang nya lebih dari satu,bisa habis dan punah satwa di Indonesia" lanjut Nuari
__ADS_1
"iya juga ya " lirih pak Andi
"lalu ular-ular itu diapakan ?" tanya Nuari nampak penasaran
"ular-ular itu di simpan di dalam kotak kaca,dan diamankan salah satu warga di sini setelah tadi tim damkar menangkap nya" sahut pak Andi
Tiba-tiba Nuari menoleh ke arah timur tepat di semak-semak di bawah beton besar penyangga jalan layang yang belum rampung.
Tatapan nya menyipit ,entah kenapa ia merasa ada sesuatu di sana,Nuari pun perlahan berjalan ke arah nya.
"sayang ... kamu mau kemana?" tanya Yoga
"sssttthhhh.... seperti nya ada sesuatu di sana " tunjuk Nuari
"hati-hati Bu , jangan-jangan itu induk anaconda nya " seru pak Andi nampak was-was
"bagus dong" cetus Nuari
"lah ,kok bagus sih ,bukan nya takut " batin pak Andi
"sayang hati-hati "ujar Yoga ketika Nuari kembali melangkah kan kaki nya
Para pekerja yang tak sengaja melihat Nuari berjalan ke arah semak belukar pun sontak menghentikan kegiatan mereka,mereka penasaran dengan Nuari yang terus berjalan ke arah semak belukar setinggi tubuh orang dewasa itu.
Yoga pun tak diam saja,ia mengikuti langkah istri nya itu karena takut terjadi sesuatu pada nya,apalagi Nuari tengah mengandung.
"sayang .... lebih baik kita kembali "ucap Yoga yang sudah berhasil menyusul Nuari ,bahkan kini pergelangan tangan Nuari berada pada genggaman nya
"sebentar,aku penasaran sepertinya ada sesuatu di balik semak itu " ucap Nuari dengan tanpa mengalihkan arah pandang nya
srak'
Mendengar sesuatu yang mungkin bergerak di balik semak,membuat mata kedua nya menatap awas.
Para pekerja termasuk mandor pun nampak diam di tempatnya masing-masing memperhatikan kedua atasan nya yang berdiri kaku di depan semak-semak.
Hingga perlahan muncul sesuatu yang membuat bulu kuduk berdiri hingga kaki mereka bergetar hingga nyaris kencing di celana.
"wuaaaww....amazing...." seru Nuari dengan tatapan penuh binar menatap sebuah ular yang ukuran nya cukup besar tengah berdiri tegak di hadapan nya
Akan tetapi berbeda dengan orang-orang yang nampak ketakutan melihat nya,termasuk Yoga sendiri,saking terkejut nya ia sampai jatuh terduduk sambil terus melotot dengan mulut menganga. Ini adalah ular yang paling besar yang pernah ia lihat langsung seumur hidup nya, sebelum nya ia hanya pernah melihat nya dari televisi.
"sayang....jika aku ingin memelihara nya beserta anak-anaknya boleh tidak ?" tanya Nuari tiba-tiba membuat Yoga terkesiap
__ADS_1
"sayang ... jangan bercanda"
...***...