Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Perhatian Yoga


__ADS_3

Tak ada yang lebih membahagiakan dikala rindu akhirnya berlabuh. Serpihan hati yang mulai berserakan kini kembali utuh.


...*** ...


Nuari yang tengah berbaring dengan Yoga yang tak pernah jauh dari nya terus saja melengkungkan senyum nya.


Matanya terus saja berembun hingga air mata nya tak mampu lagi di tahan , meluncur begitu saja tanpa perintah,Nuari pun dengan cepat mengusap air mata nya.


Dalam benak nya ia masih belum percaya jika pria yang selama ini ia rindukan sudah benar-benar berada bersama nya, mengingat nya kembali dan akan terus bersama nya.


"kamu liatin aku terus ,aku jadi grogi,kenapa hem?" tanya Yoga yang sedari tadi tak lepas dari ponsel nya,ia menyadari jika Nuari terus menatap nya ,ia pun menyimpan ponsel nya di meja ,lalu beralih menatap Nuari


"dari tadi kamu main hp terus,ada apa di hp mu ?" tanya Nuari dengan memasang wajah cemberut


"bukan apa-apa,hanya memeriksa email yang masuk saja " jawab nya


"kamu pasti belum tahu kan ,bahkan mama termasuk Renita pun tak pernah tahu usaha sampingan ku ,kamu adalah orang pertama yang akan aku beri tahu " cetus Yoga


"jangan bawa-bawa belatung nangka itu ,aku gak suka " decih Nuari


"kenapa ....kau cemburu ?" goda Yoga


"menurut mu,...sudah cukup aku merasa sakit saat melihat kalian bersama waktu itu,aku gak mau lagi merasakan sakit yang sama,apalagi sekarang kamu sudah kembali mengingat ku " lirih Nuari


"maaf kan aku,aku janji mulai sekarang tak akan ada lagi Renita maupun yang lain nya " kata Yoga seraya meraih jemari lentik Nuari


"baiklah aku maafkan kamu,kan kamu juga melakukan nya diluar kesadaran mu ,lalu pekerjaan sampingan apa yang kamu maksud ,bukan hal yang aneh-aneh kan?" tanya Nuari


"bukan dong " sahut Yoga sambil tersenyum


"terus apa kerjaan sampingan mu,cepat katakan jangan buat aku penasaran " seru Nuari


"nanti aku kasih tahu sekalian aku akan mengajak mu ke sana, tapi kamu harus sembuh dulu ok " ucap Yoga membuat Nuari mendengus sebal


"iisshh....tahu gitu gak usah kamu sok-sok an ngasih tahu ,menyebalkan " gerutu nya lalu mengalihkan pandangan nya


Yoga terkekeh melihat reaksi dari gadis di depan nya.Saat Yoga hendak kembali menggoda Nuari suara ketukan di pintu membuat keduanya menoleh.


"akan ku lihat siapa yang datang " ucap Yoga seraya mengusap sebentar kepala Nuari


Setelah pintu terbuka ,nampak Evan dan yang lain nya segera menerobos masuk membuat Yoga berdecak kesal


"selamat siang ,bagaimana keadaan mu ?" tanya Evan yang segera meletakan sebuah parcel buah di meja samping tempat tidur Nuari


"aku sudah lebih baik " jawab Nuari


"syukurlah , kami sempat mengkhawatirkan mu,kau tahu bahkan dia tak mengatakan kalau kamu masuk rumah sakit,tapi maaf nih baru sempet datang " ucap Joni dan Jono sambil melirik Evan


"iya maaf ,kan kemarin aku sudah minta maaf pada kalian " ucap Evan


"ngomong-ngomong aku gak pernah nyangka loh kalau kalian sebelum nya ada hubungan" celetuk Yudi melirik bergantian pada Nuari dan Yoga


"hay bro...apa kabar,untung saja ya kamu belum sempat nikahin anak orang " Yudi menepuk bahu Yoga


"seperti yang kau lihat,aku baik-baik saja,iya aku merasa bersyukur sekali Allah telah mengembalikan ingatan ku sebelum pernikahan itu terjadi " lirih Yoga


"kau tahu ,tadinya aku sudah merencanakan sesuatu agar pernikahan nya gagal,eh sebelum aku mengacau sudah batal duluan" Evan pun terkekeh sendiri membayangkan hal konyol yang akan dia lakukan untuk mengacaukan pernikahan Yoga dan Renita


"memang nya apa rencana mu?" tanya Yoga


"ada deh,gak bakal aku kasih tahu,aib banget rasanya " jawab Evan yang terus terkikik


"apa jangan-jangan kamu mau mengatakan pada semua orang di acara itu kalau kamu dan Yoga kaum pelangi?" tebak Nuari seketika membuat Evan tersedak air liur nya sendiri

__ADS_1


"uhhukk.....uhhukk......"


"wuahahaha......jadi benar begitu ....wah parah " seru Joni dan Jono ,mereka pun tergelak di ikuti yang lain nya sementara Evan hanya bisa meringis malu


"hahaha....aduh ....sampai sakit perut ku,kenapa kamu malah kefikiran sampai kesitu segala ?" tanya Yudi di sela-sela tertawa nya


"tau lah , malam itu hanya itu saja yang ada di otak ku " lirih Evan


Mereka pun kembali tergelak ,membuat Evan jadi semakin merasa malu,bahkan kini wajah nya sudah semerah kepiting rebus.


"oh Tuhan...kenapa Nuari bisa menebak nya sih,kenapa juga aku harus terkejut sampai tersedak pula,kan jadi nya gak bisa ngelak " batin Evan


**


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, malam pun kembali menyambut. Evan dan yang lain juga sudah pergi ,kini tinggal Nuari dan Yoga di ruangan itu,sementara kedua orang tuanya juga akan kembali besok pagi.


Kembali nya Yoga di sisi nya membuat dunia seorang Nuari kembali berwarna.


Dengan penuh perhatian Yoga memotongkan buah apel hijau lalu memerikan nya pada Nuari.


"makasih "


"iya sama-sama sayang,hanya memotong kan buah apel bukan lah apa-apa, jika kamu mau aku ambilkan bulan pun aku akan lakukan,karena aku mencintaimu " sahut Yoga


"huh...gombal " pipi Nuari sudah semerah tomat


"kok gombal sih ,aku serius ,kalau tak percaya ini ambil lah pisau ini lalu belah lah d*da orang lain,pasti kamu tak akan menemukan nama mu ,karena hanya di sinilah nama mu terukir indah " ucapan Yoga malah membuat gadis di hadapan nya terkekeh namun di detik berikutnya air mata nya lirih begitu saja


"eh kenapa menangis ,apa ada kata-kata aku yang telah menyinggung mu ?" tanya Yoga panik


"tidak ,aku nangis karena aku bahagia,guyonan sederhana mu selalu saja membuat ku tak bisa menahan tawa,aku fikir aku tak akan pernah bisa melihat dan bertemu kembali dengan mu " sahut Nuari dengan suara serak,ia hendak mengusap air mata nya namun pergelangan tangan nya di tahan oleh Yoga


"biar aku saja yang menghapus air mata mu" lirih nya lembut lalu mengusap nya dengan lembut juga


"sudah berapa liter air mata yang kamu keluarkan untuk ku hem...mulai sekarang jangan pernah lagi keluarkan air mata mu,karena aku sudah di sini "


Perlahan Yoga mendekat kan wajah nya,entah kenapa Nuari segera memejamkan kedua mata nya ,merasakan hembusan nafas hangat pria itu menerpa wajah nya ,juga debaran jantung nya pun selalu berdetak lebih cepat apalagi dalam posisi sedekat ini ,dengan lembut Yoga mengecup kelopak mata Nuari bergantian.


cup


cup


Desiran aneh menjalari keduanya, Yoga tersadar dan segera menjauhkan diri dari wajah cantik yang masih memejamkan mata.


"sudah malam ,sebaik nya kamu istirahat " ucap Yoga membuat Nuari membuka mata nya


"ehm...iya" sahut Nuari,lalu merebahkan dirinya


"aku temani di sini,nanti setelah kamu tidur aku pindah ke sofa " ucap Yoga lagi , Nuari hanya mengangguk


Yoga benar-benar tak meninggalkan Nuari ,hingga gadis itu terlelap. Terdengar hembusan nafas teratur ,Yoga lantas mengusap kepala Nuari lalu bangkit dan mengecup pucuk kepala nya.


"tidur lah dengan nyenyak,semoga besok keadaan mu semakin membaik" lirih Yoga laku beralih menuju sofa panjang dan ia pun segera terlelap


Suara kumandang adzan subuh membangunkan kedua nya ,Nuari mengerjapkan mata begitu pun dengan Yoga yang juga meregangkan otot-otot di tubuh nya.


Tidur di sofa membuat badan nya sedikit tak nyaman,ia pun bergerak menuju kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Yoga keluar dengan wajah yang lebih segar,ia pun menoleh pada Nuari yang sudah dalam posisi duduk di tempat tidur.


"kamu sudah bangun?" tanya Yoga


"apa kamu mau ke kamar mandi ?" tanya Yoga lagi

__ADS_1


"iya ,gak usah aku bisa sendiri ,kamu pasti sudah wudhu kan ?" tanya Nuari menolak saat Yoga hendak membantu nya


"iya sih,tapi kan aku bisa kembali berwudhu"


"kamu shalat saja ,aku bisa kok ke kamar mandi sendiri" sahut Nuari


"kamu yakin ?" tanya Yoga merasa was-was


"iya ,sana kamu shalat duluan,di lemari ada sejadah ,kamu bisa menggunakan nya,atau kamu mau ke mushola?" tanya Nuari


"aku shalat di sini saja,apa sebaiknya kita shalat bersama saja ,aku akan tunggu kamu " ujar Yoga membuat Nuari tersenyum,ia pun dengan cepat mengangguk


"baiklah ,tunggu sebentar " dengan perlahan dan hati-hati Nuari mulai beranjak turun,sambil membawa kantung infus


Beberapa saat kemudian keduanya sudah selesai mengerjakan shalat ,dengan Nuari yang mengerjakan shalat di tempat tidur sebab ia masih lemas jika harus berdiri terlalu lama.


Saat matahari sudah mulai merangkak naik, Nuri datang bersama Rifki.


"assalamualaikum.....kamu sudah segar saja nak " ucap Nuri


"iya ma,tadi ada suster bantu aku mandi " sahut Nuari


"Yoga nya kemana sayang ?" tanya Rifki


"sedang pergi ke kantin rumah sakit,mau beli makanan katanya " ucap Nuari


"oh ,ini padahal mama sudah bawakan sarapan buat kalian " kata Nuri seraya meletakan rantang berisi makanan


Tak lama kemudian Yoga datang dengan membawa sesuatu di tangan nya


"eh ada Tante dan om , assalamualaikum ...." ucap Yoga merasa kikuk


"waalaikum salam,maaf ya Tante jadi ngerepotin kamu,buat jagain Ari semalaman" tutur Nuri


"iya tan,tak apa kok " sahut Yoga


Suara dering ponsel membuat Rifki cepat-cepat merogoh saku jas nya,ia pun segera mengangkat telpon nya.


"ya...selamat pagi ....hm... baiklah saya berangkat sekarang...apa Gibran sudah sampai....ok baiklah saya kesana sekarang " setelah memutus panggilan telepon Rifki menatap Nuri


"sayang , aku harus segera berangkat ,klien dari Hongkong katanya sudah menunggu " ucap nya


"iya mas ,mas hati-hati di jalan " ucap Nuri seraya meraih tangan Rifki ,seperti biasa Nuri akan mencium punggung tangan suami nya,sementara suami nya mengecup kening Nuri


Hal itu pun menjadi pemandangan yang membuat Yoga salah tingkah.


Setelah kepergian Rifki, Yoga berucap


"karena sekarang sudah ada Tante,aku mau pamit pulang dulu " ucapan Yoga membuat Nuari cepat menoleh pada nya


"pulang ?" lirih Nuari, dari nada bicara nya terlihat jelas jika gadis itu merasa keberatan


"iya pulang,pulang ke rumah ku ,rumah peninggalan almarhum papa,kamu fikir pulang ke Pontianak ya" Yoga nampak tersenyum menatap gadis itu


Tak ada sahutan dari gadis itu,ia hanya tersenyum menahan malu.


"ya sudah kamu juga harus istirahat kan,biar Ari Tante yang jaga "


"bagaimana kalau kamu sarapan dulu, setelah itu baru kamu pulang " cetus Nuari tiba-tiba


"iya Ari benar,lebih baik kamu sarapan terlebih dahulu " ucap Nuri


Akhirnya Yoga pun sarapan terlebih dahulu bersama Nuari dan mama nya setelah itu Yoga pun pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2