
Dokter Satria terus saja bertanya-tanya dalam hati nya.
"jika dia yang menemukan putri ku,kenapa dia tega melakukan hal keji itu pada Ayu,kenapa dia sampai hati menjual Ayu pada laki-laki tua si*lan itu " perasaan nya tiba-tiba geram kala mengingat cerita Ayu yang mengatakan jika gadis itu benar-benar tidak diperlakukan dengan baik
Jika terbukti Ayu anak kandung nya ia akan kembali memberikan pendidikan pada gadis itu,karena kata Evan pendidikan gadis itu tak tinggi.
Di lain tempat
Nuri benar-benar tak membiarkan putrinya melakukan sesuatu,ia meminta Nuari untuk tetap diam, sementara ia yang akan menyiapkan beberapa makanan untuk nanti malam.
Sebab malam ini mereka akan berkumpul,Rifki pun sudah dalam perjalanan menuju kediaman Nuari, begitu pun dengan Gibran dan Aranta.
Tiba-tiba kening Nuari mengernyit,telapak tangan nya dengan cepat membekap mulut nya. Perut nya serasa di aduk-aduk ketika ia mencium aroma bawang goreng.
Maka secepat kilat ia berlari ke wastafel untuk memuntahkan isi perut nya.
huueekkk.....
huueekkk.....
Nuri yang mendengar nya pun segera menoleh ,ia terkejut melihat putri nya tengah muntah-muntah,maka ia pun langsung menghampiri dan memijit tengkuk nya.
"mah...aku mual nyium bawang goreng "rengek Nuari setelah ia selesai memuntahkan isi perut nya
"iya sayang,maaf mama tidak tahu kamu jadi sensitif terhadap bawang goreng " lirih Nuri
"iya mah,tak apa " ucap Nuari
"kalau gitu ayo mama antar ke kamar,kau istirahat di kamar saja biar tidak mencium aroma bawang goreng " ucap Nuri yang diangguki Nuari
"hati-hati "ucap Nuri kala Nuari hendak melangkah ke tangga, tubuh nya terasa lemas hingga Nuri membantu dengan memegangi tubuh Nuari dari samping
"kamu istirahat ya,mama akan buat kan kamu susu agar mual nya berkurang " ucap Nuri yang kembali diangguki oleh Nuari
Beberapa saat kemudian terdengar suara deru mesin mobil.
Nuri yang hendak menuju dapur mengalihkan langkah nya menuju pintu,ia tersenyum melihat suami ,anak dan menantu nya sudah tiba.
"assalamualaikum...." ucap mereka
"waalaikum salam...." jawab Nuri , seperti biasa ia segera menyambut kedatangan suami nya dengan mencium punggung tangan nya,begitu pun dengan Rifki yang segera mencium kening Nuri,setelah itu giliran Gibran dan Aranta yang menyalimi Nuri.
"yuk masuk " ajak Nuri
"Ari nya mana sayang?" tanya Rifki begitu memasuki rumah
"sedang istirahat di kamar nya ,tadi abis muntah-muntah "jawab Nuri
"bi..tolong bantu ambilkan minum ya " pinta Nuri pada bibi art
"baik Bu "
"aku kembali ke dapur ya,masak nya belum selesai "ujar Nuri pada Rifki
"iya sayang "
"aku bantu ya ma "tawar Aranta
"eh...jangan ,kamu di sini saja,jangan lakukan apa pun dan jangan protes " tolak Nuri lalu beranjak
"sudah gak apa-apa ,kamu nurut saja sama mama " ucap Gibran
__ADS_1
"tapi masa aku diem saja sementara mama sibuk di dapur "ucap Aranta lirih
"ya sudah samperin mama gih,tapi ingat jangan terlalu capek, segera istirahat jika kamu merasa lelah " ucap Gibran yang tak tega melihat raut sedih Aranta
"baiklah makasih sayang ..." ucap Aranta lalu dengan semangat menuju ke dapur
"hati-hati "seru Gibran
Rifki hanya tersenyum melihat kelakuan anak dan menantu nya ,di luar terdengar kembali suara deru mesin mobil,rupanya Dewi yang datang.
"assalamualaikum...."
"waalaikum salam ...." sahut Gibran dan Rifki
"loh mana yang lain nya ?" tanya Dewi
"mama dan Aranta di dapur,Ari di kamar nya" sahut Rifki
"oh,kalau gitu mama mau lihat Ari ,kangen banget mama tuh" ucap Dewi langsung menuju kamar Nuari
Tak lama pun Dewi sudah sampai di depan kamar Nuari lalu mengetuk pintu.
tok tok tok
"boleh nenek masuk?" tanya Dewi karena pintu nya yang tak tertutup sempurna
"nenek....tentu boleh nek "seru Nuari yang sangat senang dengan kedatangan nenek nya
"gimana kabar mu sayang,selamat ya sebentar lagi kamu akan jadi orang tua,nenek jadi semakin tua deh " kekeh Dewi sambil memeluk cucu perempuan nya
"Alhamdulillah....kabarku baik nek,nenek sama siapa ke sini ?" tanya Nuari melepas pelukan nya
"diantar supir ,papa dan kakak mu sudah di bawah " sahut Dewi
"iya "
"aku ingin bertemu dengan mereka " seru Nuari antusias ,ia yang sangat merindukan keluarga nya pun tak sabar untuk bertemu dengan mereka
Namum belum sempat ia beranjak,Nuri sudah datang membawa segelas susu hamil .
"ini susu nya kamu minum ya sayang "ucap Nuri
"iya mah,makasih "Nuari pun segera meminum susu nya ,namun tiba-tiba ia mengerut kan kening
"kenapa sayang ?" tanya Nuri
"rasanya kok hambar "
"masa sih,mama nyeduh nya takaran nya pas kok " ucap Nuri
"mungkin lidah aku nya saja yang lagi error mah "cetus Nuari
Beberapa saat kemudian
Mereka kini sudah berkumpul di ruang keluarga,hanya saja Yoga yang belum datang,dan hal itu yang membuat Nuari merasa galau.
Bagaimana tak galau , sebelum nya Yoga sudah menghubungi nya ,dan mengatakan sudah di jalan menuju pulang,namun sudah lebih dari tiga puluh menit Yoga tak kunjung datang.
"kenapa perasaan ku tiba-tiba tidak enak" gumam Nuari dalam hati nya
"pah...kenapa Yoga belum pulang juga ya " lirih nya bertanya pada Rifki
__ADS_1
"mungkin masih di jalan sayang"jawab Rifki
"kita tunggu sebentar lagi ya " timpal Nuri
"tapi perasaan aku gak enak mah,..." Nuari kini tak bisa lagi menahan perasaan nya, ia pun menitikan air mata
"kamu jangan berfikir macam-macam sayang,mama yakin Yoga pasti baik-baik saja dan mungkin masih di jalan,kejebak macet mungkin,kita kan gak tahu " sambung Rifki lagi
"kamu sudah hubungi lagi Yoga nya ?" tanya Gibran
"sudah,tapi gak diangkat "jawab nya tersedu
"ya ampun..." gumam Gibran pelan ,kemudian ia menoleh pada Aranta yang menarik-narik ujung baju nya
"apa hem?" tanya nya berbisik
"kamu utus nek Wewe untuk melihat Yoga,kasihan Ari ,jika ada masalah minta nek Wewe membantu Yoga "bisik Aranta
"iya ya ,kamu benar sayang "sahut Gibran
Maka Gibran pun melakukan komunikasi melalui batin pada sosok penjaga nya itu
"nek,tolong nenek lihat dan bantu Yoga jika dia ada dalam masalah "pinta nya membatin
"ehehehehe.....baiklah cu....." sosok kelong Wewe itu pun segera menghilang untuk kemudian menuju ke tempat Yoga berada
"kamu tenang saja dek, Yoga pasti baik-baik saja dan akan secepatnya pulang " ucap Gibran memenangkan adik nya
Tak berselang lama terdengar deru mobil di depan,Nuari langsung beranjak dan berlari menuju pintu. Nuri dan yang lain pun mengikuti.
Sambil tersenyum ia membuka pintu tersebut,namun senyum nya memudar karena bukan Yoga lah yang datang,melainkan ibu mertua nya.
"Ari sayang ....kenapa keluar ,diluar sudah mulai gelap ,gak baik buat bumil,pamali " ucap nya, sebelum nya ia sudah diberi tahu oleh Yoga
"iya mah "sahut nya lemas
"loh kamu kenapa ,kok sedih ?" tanya Bu Nur Aini heran
"Yoga belum pulang mah..." jawab nya lirih ,ia tengah menahan air mata nya
"belum pulang ...kok bisa ,tadi kata Yoga dia sudah mau sampai rumah kok " ucap Bu Nur Aini merasa heran
"benarkah?" tanya Nuari
"kapak terakhir kali Yoga menghubungi mama ?" tanya Nuari lagi
"sekitar setengah jam yang lalu, tadi nya Yoga mau jemput mama,tapi mama menolak karena kan kamu tahu sendiri jarak dari kantor ke rumah mama lumayan jauh,mama tak mau membuat nya capek di jalan "tutur Bu Nur Aini
Mendengar penuturan mama mertua nya ,semakin ketar ketir lah perasaan Nuari.
" Ya Allah....kamu kemana Yoga " lirih Nuari
Tiba-tiba pandangan nya mulai kabur, perasaan nya yang kalut ditambah emosi nya yang labil karena perubahan hormon pada tubuh nya membuat dia mudah down dan akhirnya ia pun pingsan, beruntung Gibran dan Rifki bergerak cepat menangkap tubuh lemas itu,jika tidak mungkin Nuari sudah terjatuh ke lantai dan akan membahayakan kandungan nya.
"astaghfirullah......Ari...." seru Nuri dan Bu Nur Aini
Sementara di tempat lain
Yoga terbangun dengan kepala seakan berkunang-kunang.
Ia menatap sekeliling
__ADS_1
"kenapa aku berada di sini,....ini dimana ?" lirih nya
...***...