Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Sudah tak ingin


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Evan segera meluncur ke Jakarta setelah mendapat kabar jika terjadi sesuatu pada Ayu semalam. Ayah nya pun keadaan nya sudah semakin membaik jadi ia tak terlalu khawatir meninggalkan nya.


Dengan kecepatan tinggi Evan melajukan mobil nya menuju sebuah rumah sakit tempat dimana Ayu berada saat ini.


"Ya Tuhan ....semoga Ayu tidak apa-apa,tunggu aku Ayu sebentar lagi aku datang " lirih nya dengan terus memacu kendaraan nya dengan kecepatan diatas rata-rata


Sementara itu Ayu tengah menatap lirih ayah nya yang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.


"ayah...maaf kan aku, gara-gara aku ayah jadi seperti ini " lirih Ayu meraih tangan dokter Satria lalu menempel kan nya di pipi nya


Beruntung luka tusuk pada perut nya tak terlalu dalam. Sehingga kondisi nya tak terlalu fatal,namun tetap saja Ayu merasa sangat mengkhawatirkan ayah nya,sebab dokter Satria belum sadarkan diri pasca operasi tadi subuh.


Setelah sampai di depan rumah sakit ,Evan pun segera memasuki rumah sakit,ia memberikan kunci mobil pada satpam untuk di parkir kan di tempat seharus nya.


Evan berjalan menuju meja resepsionis untuk menanyakan ruangan dokter Satria. Setelah mendapat kan keterangan dari resepsionis Evan pun segera menuju ruangan yang di maksud.


Saat hendak masuk ke dalam lift,Evan tak sengaja berpapasan dengan Rifki yang baru keluar dari lift.


"loh Evan ,sedang apa pagi-pagi berada di rumah sakit?" tegur Rifki


"dokter Satria masuk rumah sakit om " jawab Evan


"innalilahi....sakit apa beliau?"


"semalam dapat musibah,ada orang jahat menyelinap rumah nya,saya pun baru mendapat kabar tadi pagi om" sahut Evan apa adanya


"astaghfirullah....." lirih Rifki


"kalau begitu saya permisi om "


"oh iya ... silahkan ,sampai kan salam om pada dokter Satria ,semoga beliau lekas sembuh,maaf om belum bisa menjenguk " ucap Rifki merasa tak enak,ingin ia menjenguk nya terlebih dahulu namun pagi ini ia ada rapat penting yang tak bisa di tinggalkan nya


"iya om akan aku sampai kan " ucap Evan lalu bergegas memasuki lift


Ting'


Pintu lift terbuka ,Evan pun segera keluar dan berjalan menuju ruangan dokter Satria di rawat.


Sampai di depan pintu ,Evan mengetuk pintu ,tak lama Ayu pun membuka pintu ,nampak wajah nya sembab karena terus saja menangis.


"Evan " lirih Ayu menatap Evan


"Ayu ,maaf aku baru sampai,kamu tidak apa-apa?" tanya Evan yang sangat mengkhawatirkan keadaan Ayu


Ayu menggeleng,wajah nya terlihat sangat lelah dengan penampilan nya yang teramat kusut.


"ayo masuk " ajak Ayu


Evan pun berjalan mengikuti Ayu,ia melihat dokter Satria masih memejam kan mata nya.


"Ya Tuhan..... bagaimana ini bisa terjadi Yu ?" tanya Evan lirih


"semalam om Jhony tahu-tahu ada di dalam kamar ku,dia...mencoba memperkosa ku" air mata nya kembali luruh,ia menunduk


"apa...tapi kami tidak apa-apa kan , dia belum nyentuh kamu ?" tanya Evan , Ayu menggeleng


"beruntung ada bibi yang mendengar teriakan ku,bibi kemudian mencoba membuka pintu kamar ku yang terkunci dari dalam,bibi teriak dan mungkin ayah juga terbangun mendengar teriakan bibi,ayah mencoba mendobrak pintu kamar ku,dan berhasil" tutur Ayu tersedu-sedu


Flashback


Dokter Satria yang baru terlelap terbangun ketika mendengar teriakan art nya. Pria paruh baya itu segera membuka pintu dan terkejut melihat art nya tengah menggedor pintu sambil mencoba membuka pintu kamar Ayu yang terkunci dari dalam,meski ia menggunakan kunci cadangan ia tetap tak bisa membuka nya sebab ada kunci yang masih menggantung di bagian dalam hingga apa yang di lakukan nya pun sia-sia.

__ADS_1


"kenapa bi,ada apa ?" tanya dokter Satria


"non Ayu pak " sahut bibi art panik


"aakkhhh.... toloong.....jangan..... huuuhhuuu...." mendengar teriakan dan tangisan Ayu ,dokter Satria pun terkesiap ,ia panik dan tak berfikir dua kali langsung mendobrak pintu


Brakk'


Setelah mencoba mendobrak beberapa kali akhir nya pintu pun terbuka.


Sebenarnya Jhony pun mengetahui jika seseorang tengah mendobrak pintu tersebut,namun ia yang sudah di buta kan oleh nafsu pun mengabaikan nya,ia berfikir pintu itu tak akan terbuka. Ayu yang tak mau menyerah begitu saja terus melempar kan apa pun benda yang ia raih seraya terus berlari mengitari kamar nya menghindari terkaman Jhony.


Akan tetapi begitu pintu terbuka ,ia langsung menoleh.


"Jhony....apa yang kamu lakukan di kamar putri ku?" tanya dokter Satria dengan nafas tersengal


"oh...jadi kamu sudah tahu jika dia putri mu ternyata" ucap Jhony


"jadi benar kamu yang menculik putri ku ,untuk apa ,apa tujuan mu ?" tanya dokter Satria menatap tajam Jhony


"agar kamu merasakan bagaimana rasanya kehilangan " Jhony terkekeh menertawakan dokter Satria yang nampak terdiam


"maksud kamu ?"


"maksud ku sudah jelas, kamu tahu sendiri bukan aku sangat mencintai Ayunia,tapi kenapa malah kamu yang dia pilih,kenapa malah kamu yang mendapat kan nya ,maka dari itu aku ambil bayi mu agar kamu bisa merasakan bagaimana rasanya jadi aku " tutur Jhony tepat sesuai dugaan nya selama ini


"dan sekarang kita impas ,kamu mendapatkan Ayunia dan aku putri mu, hahahaha " Jhony tertawa terbahak


"aku tak menyangka,ternyata kamu sepicik itu,asal kamu tahu gara-gara kamu menculik putri ku ,Ayunia jatuh sakit ,dia terpuruk dan akhirnya dia pergi untuk selama-lamanya,kamu puas sudah memisahkan seorang ibu dengan anak nya "teriak dokter Satria menumpahkan segala amarah nya yang selama ini tertahan


"APA.... Ayunia tiada...hahaha...itu tidak mungkin ,kau fikir aku itu mudah di bodohi hah, Ayunia... kemari lah ,ini aku Jhony,kamu harus tahu aku sangat mencintaimu Ayunia ....Ayunia.... Ayunia...." Jhony berteriak memanggil-manggil nama wanita yang membuat nya tergila-gila itu ,ia tak ingin mempercayai ucapan dokter Satria


Jhony tak terima mendengar jika Ayunia sudah tiada,apalagi ucapan dokter Satria yang menyudutkan nya sebagai penyebab kematian wanita itu.


"aaakkkhhh...... itu bukan salah ku ,tapi salah mu,kalau saja kamu tak menikahi nya,kalau saja Ayunia tak memilih mu,Ayunia pasti masih hidup,itu salah mu ,salah mu "tunjuk Jhony menatap ganas dokter Satria


Di tempat nya Ayu masih menangis sesenggukan. Namun kemudian beberapa orang polisi datang, Jhony panik ia melihat ada pisau buah di atas meja nakas ,lalu meraih nya dan menarik Ayu.


Ayu menahan nafs ketika ujung pisau itu sudah berada tepat di leher nya.


"apa yang kamu lakukan ,lepaskan putri ku" seru dokter Satria


"angkat tangan dan lepaskan gadis itu " perintah salah satu polisi , rupanya bibi art lah yang sudah menelpon petugas kepolisian


"tidak akan,sedikit saja kalian bergerak maka pisau ini akan menancap di leher nya " seru Jhony menggertak


Para polisi itu saling lirik,mereka tak mau gegabah dan mengambil resiko.


"a...yah...." lirih Ayu dengan air mata yang terus saja mengalir


"Jhony....aku mohon lepaskan Ayu " pinta dokter Satria


"lepaskan gadis itu " seru salah satu polisi


"diam ,aku tak akan melepaskan nya,ayo ikuti aku " Jhony mendorong tubuh Ayu menuju pintu


"jika ada yang bergerak sedikit saja,dia akan mati "ancam nya terus berjalan menuju pintu


Salah satu polisi menendang bagian belakang kaki Jhony ketika pria itu lengah hingga pria itu jatuh terduduk,merasa ada kesempatan Ayu pun berlari ke arah dokter Satria.


Namun ketika satu orang polisi hendak meringkus nya Jhony malah menendang polisi itu hingga terbentur pada lemari. Melihat rekan nya terjungkal tentu membuat polisi lain merasa berang,ia pun hendak menembakkan peluru pada kaki Jhony ,namun terlambat Jhony terlalu gesit, ia bangkit dan hendak menikam Ayu ,namun dokter Satria yang menyadari itu menghalangi nya dan

__ADS_1


cleb'


Ayu ternganga melihat nya,dokter Satria pun terpaku untuk beberapa saat ketika merasakan begian perut nya tertusuk. Para polisi segera meringkus Jhony dan memasangkan borgol di kedua tangan nya,meski Jhony terus melawan ,tapi pada akhirnya para polisi berhasil meringkus dan membawa nya.


Bruukk'


"AYAH......" jerit Ayu ketika melihat ayah nya sudah tak sadarkan diri


Flashback of


Evan merengkuh tubuh Ayu yang nampak bergetar ,ia tahu kondisi mental gadis itu sedang tak baik.


"kamu tenang lah ,semua nya sudah berakhir,ayah mu akan baik-baik saja,dokter juga kan bilang luka tusuk nya tak terlalu dalam tidak sampai melukai alat vital lain nya " ucap Evan menenangkan Ayu


"iya,tapi kenapa ayah belum bangun juga, aku takut terjadi sesuatu pada ayah,aku...baru saja bertemu dengan nya ,aku tak mau kehilangan nya ...hiks..."


"syyhhuuttt....jangan bicara yang bukan-bukan,berdoa saja semoga ayah mu akan segera bangun " ucap Evan lagi , Ayu mengangguk dalam dekapan Evan


"kamu sudah sarapan ?" tanya Evan menarik tubuh mungil itu dan menatap nya


Ayu menggeleng


"aku gak berselera makan " jawab nya


"jangan begitu dong,kamu harus makan ,nanti kalau kamu sakit ayah kamu akan sedih ,aku pula yang akan merasa bersalah,aku pesan kan makanan ya " kata Evan membujuk nya


"ya sudah baiklah " sahut Ayu pasrah


"kamu mau nya makan apa ?" tanya Evan lagi


"apa saja " sahut nya lagi


"baiklah " Evan pun memesan beberapa makanan via online


Tanpa mereka sadari ,ujung bibir dokter Satria tersungging ,nampak nya ia sudah terbangun beberapa saat yang lalu,tak lama dokter visit pun datang bersama seorang perawat ,kedua nya lalu di minta keluar sebentar selama dokter memeriksa keadaan dokter Satria.


Sementara itu di tempat lain


Yoga yang hari ini tak masuk kerja lagi,berniat mengantar Nuari ke Bandung demi memenuhi keinginan istri nya semalam. Namun Yoga kembali di buat bingung sebab kini Nuari menolak pergi,alasan nya sudah tak menginginkan nya.


"sayang yakin kamu tak mau pergi ?" tanya Yoga yang nampak nya sudah siap


"iya sayang ,aku sudah gak mau makan seblak Bandung nya,aku kan mau nya tadi malam" sahut Nuari tanpa beban


"tapi aku nya yang merasa bersalah sekarang ,karena tak bisa memenuhi keinginan mu " ucap Yoga lesu


"ya terus gimana dong " ucap Nuari bingung


"atau gini saja,sekarang kamu mau nya apa , insyaallah aku penuhi keinginan mu" tanya Yoga ,ia ingin menebus kesalahannya karena tak bisa memenuhi keinginan Nuari tadi malam


"hm....apa ya....makan yang dingin-dingin manis enak kali ya,apalagi di luar sangat panas pasti enak " gumam Nuari seraya membayangkan makanan yang menurutnya enak


"apa yang dingin-dingin manis itu,es krim atau es buah atau ...apa ?" tanya Yoga


"es krim saja,tapi aku mau nya es krim yang seperti di video ytub yang di buat nya langsung dari buah-buahan itu loh,aku juga ingin lihat langsung pembuatan nya " cetus Nuari sambil membayangkan es krim yang ia maksud


Tadi pagi Nuari memang menonton video di ytub,ia menemukan sebuah video yang menayangkan tutorial pembuatan es krim secara cepat dan hasil nya enak.


"ya salam....kirain es krim nya yang langsung hap ,es krim seperti itu kemana aku mencari nya " gumam nya dalm hati


...***...

__ADS_1


__ADS_2