Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 72


__ADS_3

Selama jam pelajaran berlangsung,Riki yang tengah mengajar sesekali melihat pada Lia yang jadi salah tingkah ketika bertatapan dengan nya. Lia pun berusaha untuk bisa mengendalikan diri agar tak kelepasan,gadis itu lalu memfokuskan diri pada buku paket yang isi nya tengah dibahas guru nya itu.


"Ok ,hari ini cukup sampai di sini,besok kita akan melakukan praktek di salah satu rumah sakit hewan,jika ada yang masih ingin ditanyakan silahkan sebelum saya keluar" Ucap Riki menatap semua anak murid nya.


"Besok apa saja yang harus dibawa pak?" salah satu murid bertanya sambil mengangkat tangan kanan nya


"Buku catatan saja ,karena semua perlengkapan sudah disiapkan" Jawab nya


"Baiklah ,apa sudah tak ada lagi yang bertanya ?" Tanya Riki lagi


"Saya pak " Ucap salah satu murid perempuan


"Iya Dea ?" Riki bertanya pada gadis itu


"Katanya bapak masih lajang ya ,mau dong jadi calon nya hehehe" Ucap nya seraya tersenyum


"Huuuuuu......" Semua murid pun menyoraki nya


"Dasar genit "Gumam Lia pelan ,ia menatap tak suka pada teman nya itu


Riki tersenyum ketika melihat Lia yang tengah melirik Dea kemudian ia berbicara.


"Wah,maaf ya Dea kamu sudah telat ,saya sudah punya calon nya" Ucap Riki sengaja ingin melihat reaksi Lia


"Yaaaahhh......"


Deg'


Seketika Lia menatap pada nya.


"Jadi pak Riki udah punya calon " Batin nya


Kedua matanya mulai berembun,namun gadis itu dengan cepat mengedip kan mata agar tak semakin berair. Ia pun mencoba mengalihkan perasaan nya dengan membereskan buku diatas meja dan mengganti dengan buku mata pelajaran lain yang akan dipelajari setelah pelajaran Riki selesai.


Riki tersenyum tipis"Sudah ya ,kalau tidak ada lagi yang perlu ditanyakan saya keluar,jam saya sudah habis " Ucap Riki segera merapikan buku milik nya


Tak lama setelah itu Riki pun meninggalkan Seketika itu air mata Lia pun jatuh menetes.


"Kalau gitu kenapa tadi pagi malah kirim foto ke aku ,kirain dia serius " Batin nya kesal ,Lia segera mengusap air mata nya kasar


"Kenapa perasaan aku tiba-tiba sakit " Lirih Atha dalam hati nya


Atha yang memang saudara kembar Lia pun selalu merasakan apa yang dirasakan Lia ,begitu pun sebaliknya.Ia pun menoleh pada Lia yang duduk di bangku sebelah nya.


"Dia kenapa ?" Tanya Atha heran melihat Lia terlihat murung


Raffa yang di samping Atha pun ikut melihat pada Lia.


"Kenapa tuh ?" Tanya nya

__ADS_1


"Gak tahu " Atha segera beranjak mendekati adik nya


"Kamu sakit ?" Tanya nya


"Eh, Abang. Aku gak apa-apa,hanya kurang enak badan aja sedikit" Bohong nya


"Kalau gitu kita ke UKS ya,biar kamu istirahat di sana " Ucap Atha


"Gak usah bang ,aku mau ke toilet saja ,tapi nanti nunggu guru nya datang biar izin dulu" Sahut Lia


"Beneran gak apa-apa,nanti kalau makin parah gimana?" Atha nampak khawatir


"Beneran gak apa-apa kok ,nanti kalau aku pusing juga pasti bilang kok " Ucap Lia


"Ya sudah kalau gitu nanti Abang anterin kamu ke toilet nya ya "


"Gak usah bang ,aku bisa sendiri kok"


Beberapa saat kemudian,guru pun datang ,Lia segera meminta izin untuk pergi ke toilet.


Atha menatap khawatir pada adik nya itu.


Di toilet bukan nya nangis meluapkan perasaan sedih campur kesal karena merasa di PHP oleh guru nya itu ,Lia justru melampiaskan kekesalan nya pada hantu penunggu toilet.


"Jiaaahh....kebiasaan nih anak manusia ,kalau lagi kesel aku yang jadi sasaran " lirih hantu itu yang kini sudah terlihat tak karuan


Kedua mata pindah ke pipi sementara hidung nya dibuat terbalik. Hantu itu nampak hanya bisa pasrah,menolak pun tak mungkin karena Lia selalu mengancam akan membacakan ayat kursi yang akan membuat nya kepanasan. Hal seperti ini pun tak hanya terjadi kali ini saja.


Sementara itu di kelas lain , nampak Riki tengah mengajar ,ia terlihat begitu berwibawa,pembawaan nya yang santai membuat anak-anak murid nya merasa nyaman diajar oleh nya. Dan ketika ada anak murid yang bandel di mata pelajaran nya ia tak marah seperti guru kebanyakan ,melainkan memposisikan dirinya sebagai teman murid nya.


"Kenapa melamun ? Ingat mantan ya " ledek nya pada murid nya yang terlihat tak konsentrasi selama proses belajar


"Ah,bapak. Enggak kok siapa yang ingat mantan,jangan kan mantan pak,pacar saja belum punya" Sahut murid nya itu


"Wah ada jomblo rupanya , gimana ladies apa kalian mau jadi pacar nya Joni?"


Seketika anak-anak murid perempuan nya menjawab secara serempak," Gak mauuuu....!"


"Kenapa gak mau ,dia lumayan tampan kok"


"Kalau dilihat dari puncak Monas" lanjut nya dalam hati


"Apa nya yang tampan pak,orang giginya saja maju begitu "


"Hahahaha......" kelas pun jadi riuh dengan suara tawa mereka


"Tuh kan pak,gimana saya mau dapet pacar ,orang gigi saya ini nih yang bawa sial " Ucap murid nya


"Hey,jangan seperti itu ,gak baik ! Itu artinya kamu tak mensyukuri pemberian Tuhan "Ucap Riki lalu ia pun berseru

__ADS_1


"Sudah-sudah,jangan banyak tertawa apalagi menertawakan teman kalian ,tidak baik "Ia memperingati anak-anak murid nya


"Ok,kita lanjutkan yang tadi,sampai mana ?" Tanya Riki


"Sampai halaman lima puluh tujuh pak "Ucap salah satu murid


"Oh,iya. Sekarang coba kalian isi pertanyaan nya ,nanti yang sudah kumpulkan,saya kasih waktu tiga puluh menit sebelum jam pelajaran habis "


"Baik pak "


Di toilet,Lia sudah merasa baikan. Ia berjanji untuk tidak akan menghiraukan guru nya itu lagi. Lia pun sudah menghapus semua foto-foto Riki yang ia ambil diam-diam tak ketinggalan foto yang tadi pagi dikirim pria itu .Bahkan Lia juga memblokir nomor ponsel Riki yang baru semalam bergabung dengan deretan nomor ponsel lain nya pada daftar kontak nya.


"Ok,masa depan mu masih panjang Athalia,jangan kamu sia-siakan hari mu hanya untuk menangisi guru tukang PHP itu. Masih banyak di luar sana cowok yang lebih keren kok " Ucap nya pada diri sendiri sambil bercermin di cermin wastafel


"Semangat move on " Teriak nya seraya mengepalkan tangan dan mengangkat nya setinggi kepala nya


"Semangat sih semangat,tapi aku gimana ini balikin lagi seperti semula dong " keluh hantu perempuan korban kekesalan Lia


"Balikin aja sendiri " Ketus Lia lalu pergi menuju kelas nya


Sampai di kelas,Lia segera masuk setelah mengetuk pintu.


Di sisi lain ada Chika yang terus melirik ke arah Raffa yang tengah serius memperhatikan guru yang tengah memberikan materi pembelajaran.


"Apa hubungan mereka , seperti nya mereka sangat dekat " Bisik nya dalam hati.Ia terus teringat dengan foto Raffa dan Vania yang ia lihat di kamar Raffa


"Gak mungkin saudari nya kan" batin nya lagi


Keesokan hari nya


Seperti yang sudah ditentukan sebelum nya jika hari ini akan ada praktek disebuah rumah sakit hewan. Pihak sekolah sudah bekerja sama dengan pihak rumah sakit sebelum nya.


"Ingat ,kalian tidak boleh menyentuh apapun,kalian boleh bertanya jika ada yang kalian tidak mengerti " Ucap Riki


"Iya Pak "seru para murid


Riki pun membawa anak-anak didik nya menuju ke ruangan laboratorium si rumah sakit itu.Di sana sudah ada dokter dan para staf yang akan membantu.


"Selamat pagi " Ucap Riki


"Selamat pagi juga pak Riki,ayo silahkan " seorang dokter pria menyambut kedatangan Riki dan anak-anak


"Ayo kalian masuk yang tertib " Riki memantau murid-murid nya agar semua masuk


Seketika itu dokter tersebut menatap pada Raffa , begitupun dengan Raffa yang juga menatap pada nya.


"Hai om "


"Jiaaahh.....ketemu camer " Bisik Atha

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2