Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Kedatangan Gibran


__ADS_3

Jika hatimu tengah dilanda gelisah,pejamkan mata mu dan bayang kan sesuatu yang membuat hati mu menjadi damai.


...*** ...


Seperti yang di katakan Nuari,malam ini mereka menginap di salah satu rumah penduduk.


Karena rumah nya yang terbilang sederhana dan tak begitu luas membuat mereka harus tidur berdesakan yang hanya beralaskan tikar yang terbuat dari daun enau. Untuk para perempuan tidur dengan di batasi beberapa tas yang di susun memanjang,dengan Nuari di sisi tembok.


Lantai yang keras juga tanpa bantal membuat mereka tak bisa memejamkan mata.


"ih...kenapa banyak banget nyamuk nya sih,mana dingin lagi " keluh Renita yang kini sudah terduduk


"ini ,pakailah buat selimut mu ,lumayan kan meski tak bisa menutupi seluruh tubuh mu" ucap Yoga tiba-tiba melepas pakaian nya,ia pun hanya mengenakan kaos singlet


"tapi kamu gimana " tanya Renita


"sudah jangan fikirkan aku,aku sudah terbiasa tidur dengan menggunakan kaos begini " sahut Yoga


"tapi kan di sini udara nya dingin banget " ucap Renita


"sudah gak apa-apa" ucap Yoga lagi


Rumah tersebut memang masih berdinding kayu dengan beberapa lubang ventilasi yang nampak besar-besar hingga membuat angin dari luar dapat masuk dengan leluasa,lantai nya pun tak berubin.


Nuari yang juga berbaring di samping Renita pun,merasakan perih di hati nya melihat perlakuan Yoga pada Renita.


Hal itu tak luput dari perhatian Evan yang kebetulan belum tertidur.


Evan merasa kasihan pada Nuari,ia tahu mungkin saat ini hati gadis itu sedang tak baik.


Meski Nuari tidur dengan memunggungi Renita dan yang lain,Evan bisa tahu jika gadis itu tengah menahan tangis nya,terlihat dari tarikan nafas nya yang nampak naik turun.


Evan pun menarik satu ujung bibir nya,ia kemudian bangkit lalu meraih jas kedokteran nya yang ia gantungkan di dinding kayu,lalu bergerak menyelimuti Nuari.


Nuari menoleh dengan mata yang nampak basah.Ia hendak berbicara namun dengan cepat Evan menyela


"shhyuutt....tidur lah,akan aku buat dia cemburu "bisik Evan seraya mengedipkan satu mata nya


Nuari mengangguk dan kembali memejam kan mata nya.


Evan kembali ke tempat nya dengan melirik sekilas pada Yoga.


Sementara Yoga,pria itu merasa tak terima melihat perlakuan Evan pada Nuari,ingin rasanya ia menyeret Evan dan memukuli nya,tapi ia kembali di sadarkan oleh suara Renita yang memanggil nya.


"Yoga...makasih " ucap nya


Yoga pun hanya tersenyum menimpali,sementara kedua tangan nya ia kepalkan dengan kuat.


"hahaha....kena kau,lagian siapa suruh perhatian sama wanita lain "batin Evan tertawa puas


Malam yang dingin kini berganti pagi yang cerah,suara burung-burung berkicau riang di atap rumah,cahaya menyilaukan masuk melalui celah kecil pada dinding kayu tak membuat mereka yang masih terlelap bangun dari tidur nya.


"uuggghh....." Nuari mengerjapkan mata, menyadari jika di luar sudah terang, gadis itu pun terperanjat


"astaghfirullah....aku kesiangan " pekik nya lalu cepat-cepat ia bangun


Mendengar suara pekikan nya,membuat yang lain terkejut.


"ada apa sih,kenapa ribut sekali,ganggu saja" seru Renita kesal


Tanpa menghiraukan nya ,Nuari bergegas menuju ke luar,ia lalu mencari tempat untuk membersihkan diri.


Gadis itu sudah biasa bangun pagi-pagi sekali,jadi jika ia bangun kesiangan seperti saat ini,ia akan selalu heboh.


"ih... lebay banget,masih jam tujuh lewat lima belas menit juga,udah kaya bangun tengah hari saja " gerutu Renita kembali memejamkan mata


"kalian semua .... ayo bangun...kita harus segera mandi tak enak pada warga di sini kalau kita belum keluar " seru Evan


"yaah....masih ngantuk nih,semalam gak bisa tidur ,mana punggung ku sakit banget ini " keluh Yudi

__ADS_1


"iya sama" sahut Joni dan Jono


"kalian fikir badan ku tak sakit hah,ayo jangan banyak alasan, jangan jadi pemalas" ajak Evan lagi


"iya...iya...ini mau bangun " mereka pun akhirnya menuruti kata-kata Evan


Sementara Yoga tengah membujuk Renita agar gadis itu segera bangun.


"hmmm....sebentar lagi aku masih ngantuk " gumam nya


"ini sudah siang,kalau kamu bangun nya nanti kamu ketinggalan loh ,atau kamu memang tunggu saja di sini,nanti aku jemput kalau sudah selesai" ucap Yoga


"hm... iya...iya aku bangun ,gak mau ah kalau nunggu,nanti kamu malah kesenengan lagi bisa deket-deket terus dengan dokter itu " cetus Renita


Yoga hanya menghela nafas mendengar ucapan Renita.Ia pun segera bergegas memakai pakaian nya yang semalam di lepas untuk jadi selimut gadis itu.


"yuk,yang lain sudah keluar " ajak Yoga


Keduanya pun keluar menghampiri yang lain, nampak di sana Nuari sudah terlihat segar dengan rambut yang masih basah meski pakaian nya masih yang kemarin.


"yang lain mana ?" tanya Yoga


"lagi mandi di sungai" sahut Nuari singkat


"ya sudah yuk kita juga ke sana" ajak Yoga pada Renita


"eh tunggu,kamu yakin mau bawa Renita ke sungai juga?" sergah Nuari


"memangnya kenapa ?" tanya Renita mengangkat sebelah alis nya


"memang nya kamu gak malu,ada banyak laki-laki loh yang mandi,masa mau mandi bareng" ucap Nuari


"ya terus Renita mandi nya dimana ?" tanya Yoga


"ikut aku ,akan aku tunjukan tempat mandi khusus wanita,aku juga habis dari sana" ajak Nuari


"ya sudah kamu ikut Nuari saja " ucap Yoga


Hingga sampailah mereka di sebuah pemandian umum,di sana ada gentong air berukuran besar yang di dalam nya menampung banyak air,di bagian luar gentong tersebut di beri lubang yang di tutupi oleh penutup yang terbuat dari kayu agar air nya bisa mengalir.


"cepatlah masuk aku tunggu di sini" ucap Nuari


Tempat mandi tersebut tidak terlalu tertutup ,sebab hanya bagian sisi kiri kanan ,depan belakang nya saja yang di halangi pagar bambu yang di buat rapat ,sedangkan atap nya dibiarkan terbuka.


Dengan mendengus pelan ,Renita pun melangkah masuk lalu mulai membuka pakaian nya.


"ya ampun sudah mulai terlihat buncit,semoga saja mereka tak ada yang menyadari nya " batin Renita setelah melihat perut nya yang sedikit membuncit


"sabun nya mana?" teriak Renita


"gak ada,sudahlah mandi saja yang penting tubuh segar,aku juga gak pake sabun kok" balas Nuari berteriak


"astaga...." lirih Renita


Mau tidak mau gadis itu pun mandi hanya pakai air saja,karena di sana tak ada sabun atau pun alat mandi lain nya.


"sebenarnya aku ada sabun wajah,tapi maaf bukan nya pelit,tapi aku gak mau berbagi kuman khikhikhikhi" batin Nuari terkikik


Gadis itu memang selalu membawa sabun wajah kemana pun ia pergi,dan ia menggunakan sabun itu untuk mandi,karena sebenarnya sabun itu tak hanya bisa digunakan di wajah saja tapi di seluruh tubuh.


Selesai mandi,Renita menghampiri Nuari.


"sudah?" tanya Nuari


"kalau belum selesai gak mungkin aku berada di sini" ketus nya


"iya ya...ya sudah yuk kita kembali ke sana ,yang lain juga pasti sudah selesai" ajak Nuari


"kamu kok wangi ,katanya tadi tak pakai sabun ?" tanya Renita

__ADS_1


"masa sih " Nuari mengendus aroma di tubuh nya lalu berkata


"ah enggak kok, biasa saja perasaan mu saja kali " sahut Nuari seraya berlalu namun sedikit tersenyum


"kok bisa ya,apa iya hanya perasaan ku saja " batin Renita


"eh...tunggu " seru Renita ,lalu ia pun berjalan menyusul Nuari yang sudah lebih dulu berjalan


Sebelum kembali melakukan kegiatan nya ,mereka terlebih dahulu mengisi perut dengan makanan yang sudah di sediakan penduduk setempat.


Setelah itu mereka pun kembali ke kegiatan mereka.


Sementara itu Aranta yang baru saja tiba di puskesmas tiba-tiba mengerutkan kening nya saat seorang kurir memberikan satu buket bunga pada nya.


Awal nya ia berfikir jika bunga tersebut adalah kiriman dari Gibran,akan tetapi setelah ia membuka pesan yang terselip di bunga tersebut,ia lalu meletakan begitu saja bunga itu di kursi.


"ada-ada saja " gumam nya,ia pun segera menuju kantin sebab ia belum sarapan


Namun sebelum ia sampai di kantin seorang pria datang membuat langkah nya terhenti.


"kamu sudah menerima bunga nya?" tanya nya tanpa basa-basi


"ya " jawab Aranta


"gimana ,kamu suka kan,aku beli nya mahal loh itu,jadi aku harap kamu suka ya " ucap nya


"ehm....maaf tapi aku mau ke kantin " ucap Aranta


"kalau begitu ayok kita ke kantin bareng,kebetulan aku juga lapar,kita sarapan bersama " ucap pria tersebut


Tanpa menyahut Aranta pun berjalan begitu saja,bukan nya peka jika Aranta tak ingin menanggapi nya ,pria tersebut malah mengikuti langkah Aranta ,dan berjalan di samping nya.


Akan tetapi baru saja Aranta tiba di kantin,seorang perawat tiba-tiba datang dengan terpogoh-pogoh.


"dokter Aranta....itu di ruangan dokter ada pasien,ia bersikeras ingin diperiksa oleh dokter" ucap nya


"suruh tunggu saja dulu, kita mau sarapan terlebih dahulu,lagian kan belum waktunya jam kerja juga" sahut pria yang sedari tadi bersama Aranta


"tidak apa-apa dokter Daniel biar aku periksa dulu ,nanti kamu bawakan sarapan ku saja ke ruangan ku ya,maaf merepotkan" pinta Aranta pada perawat itu


"iya dokter tidak apa-apa" sahut perawat itu


Dokter yang bernama Daniel itu pun hanya bisa terdiam sambil menatap punggung Aranta.


"memang nya siapa pasien yang datang sepagi ini?" tanya Daniel


"saya tak tahu dok,hanya saja dia sangat tampan dan macho..." tutur perawat itu sambil tersenyum membayangkan wajah pasien yang ia temui tadi


"apa....wah jangan-jangan....ada udang di balik batu,tidak bisa dibiarkan ini, aku harus kesana " Daniel pun dengan cepat menyusul Aranta


Sementara di ruangan nya Aranta nampak terkejut ketika melihat siapa pasien yang tengah menunggu nya. Tanpa fikir panjang Aranta segera menghamburkan diri memeluk pria tersebut.


"assalamualaikum sayang... bagaimana kau terkejut bukan?" tanya Gibran


"waalaikum salam...kenapa datang tak bilang dulu " tanya Aranta tanpa melepaskan diri nya dari pelukan suami nya


"namanya juga kan kejutan" sahut Gibran


"iya aku sangat terkejut, aku merindukan mu " lirih Aranta


"apalagi aku,aku gak bisa tidur kalau gak ngantuk" seloroh Gibran


"ih kamu mah ,ya iya lah orang gak ngantuk mana bisa tidur , ada-ada saja" Aranta mencubit gemas perut Gibran yang malah terkekeh


Saat keduanya tengah melepas rindu, Daniel yang baru sampai pun hendak menerobos masuk karena tak terima wanita incaran nya tengah berpelukan , akan tetapi Wewe yang berada di depan pintu pun lantas menutup pintu hingga kening Daniel terantuk.


Dug'


"aduhhhh......."

__ADS_1


"ehehehehe...... makanya jangan coba-coba jadi pembinor ehehehehe......"


...***...


__ADS_2