Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Sedikit lebih baik


__ADS_3

Kedua nya masih sama-sama terdiam,hanya mata mereka saja yang menyiratkan betapa besar rasa rindu di hati mereka satu sama lain.


Dengan air mata yang sudah mengalir deras Nuari tak pernah memalingkan wajah nya menatap sang pujaan hati.


"jangan menangis lagi,aku sudah datang,maaf sudah membuat mu menderita"lirih Yoga dengan mengusap lembut air mata di kedua pipi gadis cantik itu


"be..benarkah kamu Yoga ku ...,apakah...ini nyata ...jika ini mimpi jangan pernah bangun kan aku ...aku ...aku...."


"ssstt.....ini nyata ,bukan mimpi ,aku sudah mengingat nya,maka dari itu aku datang kemari " ucap Yoga seraya menempelkan kan jari telunjuk nya di bibir Nuari yang nampak pucat sepucat wajah nya


"aku merindukan mu " lirih Yoga ,ingin rasanya ia memeluk gadis yang tengah duduk di tempat tidur menghadap pada nya,namun ia urungkan sebab ia tahu jika di luar sana ada beberapa pasang mata memperhatikan


"aku bahkan lebih merindukan mu " sambung Nuari lirih


Keduanya pun tersenyum bahagia dengan bulir air mata yang masih menetes karena rasa bahagia di hati kedua nya.


"tapi....bagaimana kau bisa ke sini,bukan kah hari ini....." kata-kata Nuari terhenti ,begitu sesak d*da nya ketika ia kembali teringat tentang rencana pernikahan pria yang kini berada di hadapan nya


"aku tak jadi menikah " cetus Yoga yang tahu kemana arah bicara gadis itu


"benarkah ... tapi kenapa ,apa karena Renita hamil ?" tanya Nuari membuat kening Yoga berkerut


"kamu tahu dia hamil?" tanya Yoga balik


"ehm...iya ,apa kamu ingat saat Renita mabuk laut, sebenar nya dia tidak mabuk laut ,tapi ....."


"dia hamil ,kenapa kamu tak memberitahu ku?" tanya Yoga


"kau pasti berfikir jika dia hamil anak ku "cetus Yoga karena Nuari hanya diam


Perlahan Nuari menggerakkan kepala nya mengangguk


"i..iya " jawab nya lirih


"tidak ,aku bahkan tidak pernah menyentuh nya sama sekali jadi ketika aku tahu dia hamil aku segera membatalkan pernikahan kami,tepat sebelum aku mengetahui fakta nya ,aku lebih dulu mendapatkan kembali ingatan ku yang hilang " tutur Yoga


"sudah kuduga,kau tak akan tega menyakiti ku lebih dari melupakan ku " lirih Nuari kembali air mata nya meluncur dan segera di hapus nya


"maafkan aku,maaf telah melupakan mu dan meninggal kan mu " lirih Yoga meraih jemari Nuari lalu di kecupannya penuh cinta


"oh iya aku ada sesuatu untuk mu,sebentar " Yoga menarik lengan nya lalu meraih sesuatu di dalam saku celana nya


"apa kau sengaja menjatuhkan nya untuk membalas melupakan ku juga" tanya Yoga sembari menujukan sebuah kalung di depan wajah Nuari


"i...ini...darimana kau dapatkan kalung ini ,aku bahkan mencarinya selama ini,aku fikir aku tak akan melihat nya lagi " tanya Nuari dengan mata yang kembali basah


"kalung ini sudah nampak hitam,lebih baik dibuang saja nanti aku akan belikan yang baru " cetus Yoga tiba-tiba


Nuari menggeleng cepat dan segera menyambar kalung itu


"tidak ,jangan ....kalung ini kau yang membuat nya sendiri untuk ku,aku tidak rela jika kalung ini harus di buang" tolak Nuari


"lalu kenapa kalung ini bisa berada di lantai,untung saja aku yang menemukan nya ,jika bukan mungkin sudah hilang entah kemana dan tak akan kembali ke tangan mu"


"maaf ,aku tak sengaja menjatuhkan nya,aku sendiri tak menyadari jika kalung ini terjatuh" lirih Nuari merasa bersalah ,ia bahkan menundukan kepala nya


Yoga melengkung kan senyum ,ia lalu menarik dagu Nuari hingga terangkat menatap nya.


"tak perlu minta maaf,aku malah bersyukur kau menjatuhkan kalung nya ,berkat kalung itu ingatan ku akhirnya kembali " ujar Yoga menatap Nuari dengan penuh binar

__ADS_1


"terima kasih karena kamu sudah sabar menunggu ku " tak tahan lagi Yoga pun menarik Nuari dalam pelukan nya,ia mengeratkan pelukan nya dengan sesekali mencium pucuk kepala Nuari,begitupun dengan Nuari , gadis itu terisak di dalam dekapan hangat pria yang ia rindukan


Tangisan nya kini bukan lah tangisan kesedihan,melainkan tangis bahagia,dalam hati ia mengucap kan rasa syukur nya.


"terima kasih Ya Allah Kau telah mengembalikan nya pada ku "


Di luar nampak Nuri,Rifki ,juga pasangan Gibran dan Aranta menatap haru melalui kaca kecil di pintu.


Tadi subuh Rifki baru saja tiba dari luar kota dan langsung menuju rumah sakit setelah membersihkan diri dulu di rumah.


Tak ada yang tak menitikan air mata,namun melihat keduanya sudah terlalu lama berpelukan membuat Rifki cepat-cepat membuka pintu,namun pasangan yang tengah dilanda asmara itu tak menyadari mereka yang mulai memasuki ruangan, keduanya pun masih berpelukan menyalurkan rasa rindu yang membuncah di hati keduanya ,dalam hati nya Yoga timbul rasa bersalah dan penyesalan karena telah menyia-nyiakan gadis yang selalu menantikan nya.


"ekhem..." suara bariton keras membuyarkan keduanya,mereka pun segera mengurai pelukan


"kami senang akhirnya kamu bisa kembali bersama kami" ucap Rifki membuat rasa bersalah Yoga semakin besar,ia reflek menjatuhkan diri nya lalu bersimpuh memeluk kaki Rifki


"maaf kan aku om,maaf ..." hanya kata maaf lah yang keluar dari mulut Yoga


"sudahlah ,jangan seperti ini ,bangunlah ,ini bukan salahmu , tapi ini lah takdir yang harus kalian lalui,dengan ini kalian bisa menyadari arti dari kehilangan ,maka dari sekarang belajar lah untuk tidak pernah menutupi apapun yang akan membuat kalian kembali berpisah" tutur Rifki menarik Yoga agar pria itu berdiri


"kau sekarang senang kan dek , jadi jangan sedih-sedih lagi ya " ucap Gibran menggoda adik nya


"tentu saja kak" sahut Nuari tersenyum


"seperti nya kau akan cepat sembuh " celetuk Aranta


"kak Ara...." rengek Nuari manja ,Aranta pun segera menghambur memeluk adik ipar nya


"nah sekarang kan Yoga sudah kembali,sekarang kamu bersihkan dulu diri kamu ya ,mama bantu, di lap saja jangan dulu mandi,biar Yoga mengisi perut dulu bersama papa dan kedua kakak mu " ucap Nuri


"iya mama benar dek " ucap Gibran


"baiklah "


"aku tak menyangka ternyata ini kau,bagaimana bisa tubuh mu menciut jadi seperti ini ,aku bahkan hampir tak mengenali mu?" gurau Gibran saat mereka berjalan menuju kantin rumah sakit


"ah.... itu...ada lah ...rahasia nya "sahut Yoga


"sayang,kamu beneran udah gak sakit lagi perut nya ?" tanya Gibran menoleh pada Aranta yang berjalan di samping nya


"iya ,aku sudah tidak apa-apa kok " sahut Aranta


"jangan pernah menyepelekan rasa sakit nya,jika sakit lagi cepat lah periksa ke dokter " ujar Rifki


"iya pah..." sahut Aranta


Mereka pun tiba di kantin rumah sakit lalu memesan makanan setelah mereka mendapatkan tempat duduk.


Sementara itu di ruangan rawat inap


"kamu makan dulu ya " ucap Nuri setelah ia selesai membantu putri nya membersihkan diri ,Nuari mengangguk,kini terlihat gadis cantik itu lebih bersemangat dari sebelum nya


"aku makan sendiri saja mah " tolak Nuari ketika mama nya hendak menyuapi nya


"baiklah,tapi harus di habis kan ya ,setelah itu minum lah obat yang sudah suster berikan tadi "


"iya mah" sahut Nuari segera memasukan bubur ke dalam mulutnya ,sebelum nya ia sudah membaca doa terlebih dahulu


Tak terasa air mata Nuri menetes ,bibir nya melengkung kan senyum melihat anak perempuan nya yang kembali bersemangat meski masih terlihat lemas dan pucat.

__ADS_1


"semoga setelah ini kamu tak akan merasa sedih lagi sayang " lirih Nuri membatin


Beberapa saat kemudian Nuari selesai sarapan dan memimum obat nya, Yoga sudah kembali ke ke ruangan rawat,sementara Gibran dan Rifki mereka sudah pergi ke kantor ,kini hanya Aranta dan Nuri saja yang berada di sana menemani Nuari dan Yoga.


"sebaiknya Tante dan kak Ara pulang saja beristirahat,biar Nuari aku yang menjaga,Tante jangan khawatir aku akan menjaga Nuari dengan baik " ucap Yoga tanpa ada maksud apa pun


"Yoga benar mah ,mama pasti lelah sudah menjaga Ari dari beberapa hari, sebaiknya kita pulang dulu,kasihan nenek juga di rumah sendirian " ucap Aranta


"ya sudah kalau begitu Tante titip Ari ya,jika dia bandel gak mau makan,jewer saja telinga nya " kekeh Nuri Yoga pun turut terkekeh kecil mendengar nya


Ia memang sudah merasa lelah,tidur di rumah sakit tak se nyenyak tidur di rumah,karena harus terus memantau keadaan putri nya tiap satu jam sekali,sebab demam nya yang tak kunjung turun membuat nya cemas bukan kepalang,tapi saat ini ia merasa lega karena demam putri nya sudah sedikit menurun,ia pun mempercayakan putri nya pada Yoga.


Nuri dan Aranta pun segera meninggalkan rumah sakit.


Kini di ruangan itu hanya ada Nuari dan Yoga,keadaan tiba-tiba menjadi canggung.


Sampai akhirnya Yoga berdehem dan menghampiri Nuari yang kemudian menatapnya tak berkedip.


"kenapa melihat ku seperti itu ?" tanya Yoga


"aku...masih merasa bermimpi,kamu benar-benar berada di sini " lirih nya


"sekali lagi maafkan aku,aku janji mulai sekarang kita tak akan terpisahkan lagi,kau mencintai ku juga kan ?" tanya Yoga


"iya ,aku mencintai mu,kenapa kamu tak pernah mengatakan nya,kenapa di saat-saat terakhir kamu tak sadarkan diri kamu baru mengatakan nya ?" tanya Nuari balik


"aku takut kamu malah menjauhi ku jika aku jujur dengan perasaan ku " sahut Yoga


"isshhh....jawaban macam apa itu,memang nya sejak kapan kamu punya perasaan pada ku ?" tanya Nuari lagi


"sejak pertama melihat mu di sekolah,tapi aku tak berani mendekati mu karena saat itu kamu tengah dekat dengan laki-laki lain,dan ketika aku menemukan gantungan kunci milik mu di depan toilet aku akhirnya memberanikan diri mendekati mu,meski aku harus memendam perasaan ku ,asal aku bisa terus dekat dengan mu aku tak masalah " jawab Yoga jujur apa adanya


"tapi....."


"tapi kenapa" tanya Nuari


"aku harus menahan sakit ketika tahu kamu menerima pria lain menjadi pacar mu,kau tahu sakit nya tuh di sini " lirih Yoga seraya meraih tangan Nuari lalu meletakan nya di d*da nya


"iih...apa an sih ... " Nuari menahan senyum dengan pipi yang sudah merona terlihat kontras dengan wajah nya yang pucat


"apa selama aku tidak ada ,kamu masih menerima laki-laki yang menyukai mu?" tanya Yoga


"kau bicara apa,sama sekali tidak,hati ku terlalu sibuk memikirkan mu dan merindukan mu aku tak ada waktu meladeni pria lain "


Jawaban Nuari membuat Yoga melengkung kan senyum nya


Tiba-tiba Yoga merengkuh tubuh yang masih lemas itu membuat Nuari tersentak,namun ia hanya bisa diam di pelukan pria yang ia rindukan.


"terima kasih .... aku benar-benar mencintai mu " lirih Yoga


"aku pun mencintai mu,berjanji lah untuk tak ada wanita lain lagi diantara kita " ucap Nuari


"tentu saja aku janji,aku juga minta maaf,karena hampir saja menikahi wanita lain ,aku benar-benar bodoh" rutuk Yoga pada dirinya sendiri


"iya ,kau memang pria bodoh ,saking bodoh nya kamu terkena tipuan si belatung nangka " ucapan nya membuat Yoga mengerutkan kening lalu mengurai pelukan nya dan bertanya


"belatung nangka... siapa ? " tanya nya


"siapa lagi kalau bukan Renita "

__ADS_1


"hahaha......ya ampun belatung nangka "


...***...


__ADS_2