Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 86


__ADS_3

"Huuuuhhuuu....tolong aku " Tangis hantu itu semakin mengeratkan pegangan tangan nya pada kaki Lia


"Idih,darah nya nempel ke kaki aku ,hiiiy .... hueeekkk....amis ih..." Lia nampak menghentak- hentak kan kaki nya kerena merasa jijik dan geli ,apalagi mencium aroma darah nya yang amis membuat nya mual


"Huuuuhhuuu tolong aku "


"Emang mbak nya kenapa? " Tanya Atha


"Aku ketabrak mobil ,kaki aku hancur yang sebelah gak tahu lari kemana , huuuhhuuu "


"Masa kaki bisa lari sendiri?" Tanya Lia dengan menutup hidung


"Huuuuhhuuu.... lontong,eh tolong maksud nya , huuuhuuu...."


"Lah,ngelawak nih hantu " gumam Atha


"Mbak ,lepasin dulu deh ,nanti kita tolongin , tapi lepas dulu " pinta Lia


"Kita ,kamu kali ,kan kaki kamu yang di pegangin " cetus Atha


"Lah,kaki aku juga dia pegang " ucap Atha ketika hantu itu juga memegangi kaki nya dengan tangan satu nya


"Biar kalian bisa bantu aku " Cengir hantu itu menampilkan deretan gigi nya yang berlumuran darah


"Lah,tadi nangis sekarang nyengir ,labil juga nih hantu " lirih Atha


"Iya,...iya kita bantu ,tapi lepas dong " Ucap Lia lagi


"Iya ,ini aku lepas kok. Tapi beneran ya janji bantuin aku !" pinta hantu itu lagi


"Iya,tapi kita mau sekolah dulu,yuk bang !" Ajak Lia menarik lengan Atha


"Tunggu .....aku ikut !" Teriak hantu itu seraya menyeret tubuh nya mengejar kedua kakak beradik itu,darah dari tubuh nya sampai berjejak sepanjang hantu itu bergerak


"Biar gak nyasar ya, pulang nya lihat jejak darah nya sendiri" Atha bergidik melihat nya


Mang Dadang yang sedang menelpon pihak bengkel pun tak mendengar suara Lia dan Atha,namun ia bingung karena melihat kedua anak majikannya baru berjalan.


"Lah,kirain sudah pada pergi " gumam nya


Beberapa menit kemudian,kedua nya pun sampai di sekolah.Sosok hantu perempuan dengan susah payah menggerakkan tubuh nya untuk bisa mengikuti Atha juga Lia.


"Mbak ,kalau mau ngepel tuh di sana ,jangan disini ,lagian orang ngepel pake kain pel ini pake bokong. Eh,kemana kaki nya ?" Tanya Raffa mengagetkan hantu itu


"Nah, kebetulan ada kamu. Tuh urus hantu itu ya,aku duluan " Atha segera pergi lebih dulu


"Bang ,mana buku catatannya?" Teriak Lia


"Udah di dalam tas kamu " Jawab Atha,tadi ia memasukan buku nya tanpa sepengetahuan Lia

__ADS_1


"Ok ,makasih" Ucap Lia senang


"Kamu juga bisa lihat aku ?" Tanya hantu itu pada Raffa


"Bisa lah,kalau enggak mana mungkin aku bicara sama kamu" ucap Raffa ,namun seketika Raffa mengerutkan kening ketika merasakan sesuatu


"Tunggu deh ,kok aku kaya lihat pak Riki,apa hubungan nya mbak sama pak Riki ?" Tanya Raffa ,Lia terkesiap


"Kamu kenal mas Riki ?" Tanya hantu itu ,Lia terkesiap ketika mendengar hantu itu memanggil Riki dengan sebutan 'mas


"Dia guru kami.Jadi mbak ada hubungan apa sama pak Riki?" kini giliran Lia yang bertanya


"Cie, langsung nyambar "Ledek Raffa


"Apa sih ,biasa aja kali "Lia mencebik


"Saya ,asisten rumah tangga ibu nya mas Riki " Jawab hantu itu yang ternyata adalah Yuli


"Jiaaahh.....aku kira mbak nya bakal bilang saya istrinya " Canda Raffa


Set'


Lia langsung memicingkan mata pada Raffa.


"Seneng ya "Ledek Lia


"Hehehe....canda " ucap Raffa nyengir


"Iya deh,aku tunggu di sini saja " ucap Yuli lalu ngesot ke bawah pohon Flamboyan untuk berteduh


Pohon Flamboyan tersebut berada di sebelah kiri pintu gerbang sekolah.


"Permisi yang mbak " Ucap Raffa lalu mengikuti Lia


"Syukur deh ,mereka bisa lihat dan mau bantu aku.Terus bagaimana dengan ibu ya,mas Riki pasti sedang kebingungan saat ini " lirih Yuli


Di rumah nampak Riki mengusap wajah frustasi,ia pusing memikirkan kondisi ibunya yang sedari semalam bertingkah aneh,sementara ia sendiri harus mengurus jenazah Yuli yang kini berada di rumah sakit.


"Ya Allah, Yuli . ..kenapa nasib kamu tragis banget ,pantesan semalam perasaan aku tidak enak " Lirih nya


Ia baru saja di beri tahu pihak kepolisian mengenai kecelakaan yang dialami Yuli. Ia sangat shock karena Yuli tewas dalam kecelakaan tersebut ,namun polisi belum memberitahu kondisi jenazah nya. Entah akan seperti apa reaksinya jika ia tahu kondisi jenazah Yuli.


Kejadian semalam


Yuli berjalan menuju pos satpam,ia hendak meminta salah satu satpam atau security untuk mengantarkan nya ke warung sate milik Bu Farida menggunakan motor ,karena memang jarak nya cukup jauh jika berjalan kaki.


Akan tetapi di pos satpam hanya ada satu satpam yang jaga , sementara satpam satu nya sedang berkeliling. Yuli pun memutuskan untuk berjalan kaki saja,namun ia pun mempercepat langkah nya.


Saat Yuli sudah keluar dari area kompleks,ia merasa ada seseorang yang membuntuti.

__ADS_1


"Kok, perasaan ada yang jalan di belakang"Yuli pun mencoba untuk menoleh ,namun ia tak melihat siapapun di sana


"Apa cuman perasaan ku saja ya " gumam nya


Yuli pun kembali melanjutkan langkah nya,namun lagi-lagi ia merasa ada yang berjalan di belakang nya ,bahkan suara derap langkah nya pun sampai terdengar oleh nya.


Kembali, Yuli menoleh ke belakang.Tak ada siapa pun di sana.


"Aneh banget ,apa jangan-jangan ...."seketika bulu kuduk nya pun berdiri ,disertai hembusan angin dingin membuat tubuhnya menggigil


Wussshhh'


Nampak sesuatu melintas di samping nya.


"HAH....! Apa itu ?" Yuli menengok ke segala arah mencari benda yang melintas tadi


"Ya Allah, lindungi lah hamba " lirih nya yang sudah merasakan ketakutan


Yuli pun semakin mempercepat langkah nya, sampai-sampai ia berjalan setengah berlari. Namun tiba-tiba sosok wanita bergaun putih dengan luka borok yang mengeluarkan darah dan nanah di seluruh wajah nya menghalangi jalan nya.


"Kyaaaaa ......setaaaaannnnn....!" Yuli langsung ambil langkah seribu ,akan tetapi sosok itu terus mengejar nya ,hingga pada saat Yuli sampai di jalan raya,sebuah mobil box melaju dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak nya. Tak hanya tertabrak ,mobil box itu juga melindas tubuh Yuli di bagian pinggul. Kaki kanan nya remuk sementara kaki kiri entah kemana. Sampai saat ini tak ada yang bisa menemukan kaki nya.


Riki menghela nafas. Ia akan memastikan terlebih dahulu jenazah Yuli sebelum ia menghubungi keluarga nya. Rasa kehilangan langsung ia rasakan ,sebab Yuli tak hanya sekedar art di sana. Riki bahkan sudah menganggap nya seperti adik nya. Sebelum pergi ke rumah sakit ,ia memastikan dulu ibunya baik-baik saja.


"Mah,aku ke rumah sakit sebentar ya ,mama baik-baik di rumah sendiri,ini makanan aku simpan di sini ,jadi mama bisa lebih mudah mengambil makanan jika mama lapar " tutur Riki sambil mencium punggung tangan mama nya


Meski keadaan mamanya seperti itu,Riki tetap menyiapkan makanan,meski ia tak yakin jika mama nya akan mengerti. Sebab setau nya kini mama nya sudah dikendalikan makhluk halus. Ya,melihat kejadian semalam ,membuat nya mau tak mau harus percaya dengan hal ghaib.


"Tolong ,jaga mama ! Siapapun kamu ,dan entah untuk tujuan apa kamu berada di tubuh mama aku,jangan lakukan hal yang tak semestinya dilakukan ! Mengerti !" Ucap Riki pada sosok yang ada di tubuh mama nya


Sebelum pergi ,Riki memastikan kondisi di dalam kamar aman dari benda tajam ,ia pun mengunci semua pintu dan jendela.


Singkat cerita,kini Riki sudah berada di dalam ruangan kamar mayat. Ia ditemani seorang polisi dan petugas rumah sakit.


"Ini jenazah nya pak ?" Tanya Riki dengan lemas


"Iya pak " Sahut petugas polisi


Dengan tangan bergetar dan nafas tertahan ,Riki mulai membuka kain putih penutup jenazah.


Begitu kain terbuka ,air mata nya sudah gak dapat dibendung lagi. Gadis menyebalkan ,bawel dan cerewet itu kini sudah dalam keadaan terbujur kaku tak bernyawa. Terdapat beberapa luka gores dan lecet di wajah nya.


"Bagian panggul ke bawah hancur , sementara sebelah kaki nya sampai saat ini masih dalam pencarian " Ucap petugas polisi


"Astaghfirullah halazim ....." Tangis Riki pun pecah saat itu juga ,ia tak dapat membayangkan bagaimana kejadian nahas itu terjadi pada art nya


Sementara di rumah,nampak mama nya Riki tertawa cekikikan,ia seolah sedang menertawakan nasib yang menimpa Yuli.


"Hahahaha...... hihihihi.......ahahahaha......"

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2