
Hari ini Evan pulang lebih cepat, sementara Ayu masih berkutat di dapur meracik makanan yang sudah ia beli di minimarket.
Dengan ditemani alunan musik dangdut yang keluar dari sebuah radio ia menyanyi-nyanyi kecil dengan menggerakkan badan nya mengikuti alunan musik.
Evan yang hendak menuju kamar nya pun menghentikan langkah ketika mendengar suara musik bercampur nyanyian seseorang.
Pria itu berjalan menuju dapur dimana suara itu berasal. Langkah nya terhenti ketika ia melihat Ayu yang nampak asik menikmati musik itu dengan bernyanyi dan joget-joget.
Sudut bibir nya terangkat,lalu menggelengkan kepala dan beranjak dari tempat nya.
Evan tidak mau mengganggu gadis itu,dan kembali menggerakkan kaki nya menuju kamar.
Di dalam kamar Evan langsung membuka seluruh pakaian nya dan berjalan menuju kamar mandi
"aaahhh....melelahkan sekali hari ini " lirih Evan seraya merendam diri di dalam bathtub
Ia pun memejamkan mata,rasa lelah karena seharian ini dia harus di sibuk kan dengan beberapa hewan yang susah di kendalikan di salah satu kebun binatang guna memeriksa kesehatan hewan-hewan di sana.
Biasa nya pekerjaan itu tak akan melelahkan dan menguras tenaga jika ada Nuari bersama nya,namun karena Nuari masih cuti ,mau tidak mau ia dan yang lain harus bekerja ekstra keras.
Sementara itu Ayu yang sudah selesai memasak pun mematikan radio dan hendak menuju ke kamar nya untuk membersihkan diri.
Akan tetapi ketika langkah mungil nya hendak menuju kamar,terdengar suara bel berbunyi.
Ia mengernyit sebab jika Evan yang datang, pria itu tak akan menekan bel dan akan masuk begitu saja, namun kali ini seseorang menekan bel.
Dengan perasaan was-was ia pun melangkahkan kaki nya menuju pintu. Sebelum membuka kan pintu Ayu terlebih dahulu mengintip pada lubang kecil di pintu sesuai yang Evan katakan pada nya jika ada seseorang yang datang.
Karena tinggi badan nya tak sampai ,Ayu pun menjinjit kan kaki nya ketika mengintip.
"mereka siapa ?" batin nya
Seorang ibu paruh baya bersama seorang gadis di samping nya terlihat kesal karena pintu tak kunjung di buka.
"buka gak ya....tapi Evan kan belum datang,dia bilang jika dia tak di rumah jangan buka kan pintu sembarangan jika ada yang datang " bingung nya sementara suara dentingan bel terus saja berbunyi
"tapi kalau misal mereka keluarga nya Evan gimana ....buka saja lah " akhirnya Ayu pun membuka pintu
Melihat pintu terbuka,ibu paruh baya yang sedari tadi ngomel tak jelas pun segera masuk begitu saja di ikuti gadis yang bersama nya, hingga Ayu yang berdiri di depan pintu pun ikut terdorong bersama terbuka nya pintu.
"kamu siapa ?" tanya ibu paruh baya itu menatap Ayu
Gadis itu menunduk takut ,apalagi ketika melihat raut ibu itu terlihat sinis pada nya
"kenapa berada di apartemen anak saya ?" tanya nya lagi
"sa...sa...saya...."
"siapa yang datang Yu ?" tanya Evan menyembul kan kepala di pintu kamar nya , Ayu pun menoleh
__ADS_1
"loh Evan....aku kira kamu belum pulang" cetus Ayu
"ibu......" suara nya kemudian ,Evan pun segera menarik kepala nya dan segera mengenakan pakaian nya lalu keluar menemui ibu paruh baya yang rupanya adalah ibu nya
"ibu....jadi ini ibu nya Evan " batin Ayu ,ia melirik pada gadis di samping ibu nya Evan yang tengah mengedar kan pandangan nya ke seluruh apartemen
"ibu kenapa datang tak bilang-bilang,ayah mana,tak ikut ?" tanya Evan lalu memeluk ibu nya itu
Gadis yang sedari tadi sibuk memperhatikan seisi apartemen itu pun segera menolehkan kepala nya pada Evan.
"ganteng sekali " batin nya
"ayah mu selalu saja sibuk dengan toko,oh iya ibu datang bersama Rina,dia yang ibu mau jodoh kan dengan mu"
Deg'
Evan tak menyangka jika ucapan ibu nya itu benar-benar serius dalam menjodohkan nya,padahal Evan sendiri sudah meminta untuk tak gencar menjodohkan nya.
"Rina ....sini sayang ini loh Evan anak nya ibu itu,gimana tampan kan anak ibu? " ucap ibu nya menarik tangan Rina membawa nya ke hadapan Evan
Gadis bernama Rina itu pun mendekat dan mengulurkan tangan nya pada Evan
"hai...aku Rina "
Evan tak merespon,ia justru malah menatap ibu nya tak suka.
"hmm.....iya, aku Evan" dengan setengah hati Evan pun membalas uluran tangan itu
"nah begitu dong....eh iya ,kamu siapa ,kenapa berada di sini,dan kamu siapa nya Evan ?" tanya ibu Evan dengan tatapan mengintimidasi pada Ayu
"nama nya Ayu ,dia ....." belum sempat Evan selesai bicara,Ayu sudah memotong ucapan nya
"saya pembantu nya " Ayu berucap sambil menunduk
Evan berdecak tak suka dengan pengakuan gadis itu
"oh... pembantu,kalau gitu kenapa kamu hanya berdiri saja,cepat ambil kan kami minum ,tapi yang seger-seger ,cepat gak pake lama " ucap ibu nya Evan memerintah
"baik lah, tunggu sebentar" Ayu pun segera berlalu ke dapur
"Evan ... kenapa kamu mempekerjakan pembantu yang masih muda seperti itu,apa tidak ada lagi yang bisa kamu pekerjaan sebagai pembantu?" tanya ibu nya tak suka
"ibu juga,kenapa terus saja mau menjodohkan ku ?" bukan nya menjawab pertanyaan ibu nya Evan malah balik bertanya
"ibu kan ingin yang terbaik buat mu,ibu sudah mengenal Rina dan keluarga nya dengan baik,jadi ibu yakin jika kalian menikah kalian akan menjadi pasangan suami istri yang cocok dan bahagia " tutur ibu nya
"kalau malah sebaliknya gimana Bu?" tanya Evan
"ya dicoba saja dulu "
__ADS_1
"menikah itu bukan untuk coba-coba Bu,aku ingin pernikahan ku itu satu kali seumur hidup ,ibu jangan aneh-aneh deh " ucap Evan
Rina yang menyimak obrolan ibu dan anak itu pun merasa tersinggung sebab dari cara Evan berbicara ia tahu jika Evan menolak nya.
Sementara di tempat lain
Nuari dan Yoga tengah menikmati senja di balkon kamar mereka yang menghadap ke arah barat.
Semburat warna jingga membuat panorama indah itu menyempurnakan keromantisan pasangan pengantin baru itu.
Yoga yang memeluk Nuari dari belakang pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia menciumi tengkuk Nuari ,hingga gadis itu mendesah geli.
"sayang....." suara Yoga terdengar serak
"hm...ini tangan nya harap kondisikan ya,aku baru saja habis mandi dan keramas, sebentar lagi Maghrib,kita shalat Maghrib dan isya dulu " ucap Nuari ketika sedari tadi tangan Yoga terus bergerilya di bagian depan tubuh nya
"hehehehe....iya...iya....maaf,abis nya aku gak bisa nganggurin kamu begitu saja,tapi nanti malam boleh ya " kekeh Yoga
"hm...kamu tuh ya ,udah ah kita masuk yuk...tuh denger udah adzan " ajak Nuari ketika terdengar kumandang adzan saling bersahutan dari desa-desa yang terletak di bawah villa ini berada
Kedua nya pun masuk ke dalam kamar mereka dan menutup rapat pintu balkon. Kedua nya kini hendak berwudhu lalu kemudian mengerjakan shalat bersama.
Waktu makan malam tiba, Yoga sudah menyiapkan makan malam romantis di belakang villa.
Nuari benar-benar terharu dengan yang sudah Yoga lakukan untuk nya. Betapa tidak didepan nya kini sudah tersedia beberapa makanan favorit nya,di tengah-tengah terdapat lilin yang berbentuk love,tak hanya itu , Yoga pun menyanyikan sebuah lagu dengan diiringi suara gitar yang ia main kan.
Dengan mata berkaca-kaca, Nuari berlari pelan menghampiri Yoga lalu memeluk nya.
Lagu dan musik yang ia mainkan pun terhenti. Yoga meletakan gitar tersebut lalu membalas pelukan nya.
"terima kasih.... aku sangat menyukai nya,suara mu bagus " ucap Nuari menarik kepala nya lalu menatap Yoga dengan penuh cinta
"aku senang jika kamu senang,ayo....kita nikmatin makan malam nya " ajak Yoga menuntun Nuari menuju meja yang entah kapan ia siapkan
"kamu yang menyiapkan ini semua,kapan ....kok aku gak tahu?" tanya Nuari takjub
"sewaktu kamu tidur setelah tadi siang kita bertempur,dan saat kamu mandi tadi " jawab Yoga
"terima kasih ,kamu sudah rela melakukan ini untuk ku " ucap Nuari seraya menyentuh tangan Yoga
"tak perlu berterima kasih,karena apa pun untuk mu,aku akan berusaha semampu ku untuk membahagiakan mu " tutur Yoga lalu mengecup punggung tangan Nuari yang menggenggam nya
Kedua nya pun segera menikmati makan malam romantis mereka dengan di temani taburan bintang yang nampak kerlap kerlip di langit yang sangat cerah malam ini.
Seolah ingin menambah kesan romantis malam ini,para kunang-kunang pun tiba-tiba beterbangan di sekitar mereka.
Sungguh malam yang benar-benar terasa indah bagi pasangan pengantin baru itu, terutama bagi Nuari.
...***...
__ADS_1