Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Kedatangan Nuari


__ADS_3

Setelah selesai makan siang bersama Nuari,Yoga masih berada di kafe depan rumah sakit.


Ia tak ada niatan pergi ke mana-mana setelah ini,hanya ingin menunggu Nuari di kafe tersebut,bahkan pria itu memberikan uang kompensasi kepada pihak kafe untuk beberapa jam ia berada di kafe tersebut.


Posisi Yoga saat ini dekat dengan jendela kaca hingga ia bisa melihat apa-apa saja yang berada di luar kafe.


Ketika mata nya melihat ke arah luar ia melihat Nuari yang tengah berjalan cepat meninggalkan rumah sakit.


Yoga beranjak hendak mengejar Nuari,akan tetapi netra nya melihat ada sebuah motor yang melaju cukup kencang mengarah pada Nuari yang hendak menyebrang.


"Ari....awas " teriak nya,akan tetapi Nuari tak mendengar nya karena suara klakson dari motor


Dengan cepat Yoga berlari menuju Nuari sebab mendengar suara teriakan Nuari membuat nya panik dan mempercepat gerakan kaki nya.


"Aaaaakkkkkhhhh........."


Brukk'


Yoga berhasil meraih pinggang Nuari dan membawa nya ke pelukan,sementara


Motor itu menabrak pembatas jalan karena si pengendara motor merasa terkejut dengan keberadaan Nuari.


Orang-orang langsung datang dan mengerubungi si pengendara motor yang sudah terkapar di jalanan,sementara Nuari , gadis itu masih shock, tubuh nya gemetar dengan deru nafas yang naik turun.


"kau tidak apa-apa? "tanya Yoga


Gadis itu tersadar jika dirinya berada di dekapan seseorang,namun ia mengenali suara dan aroma parfum dari orang yang memeluk nya,sontak Nuari mendongak dan menatap Yoga.


"Yoga" lirih Nuari dengan nada bergetar


"iya ,ini aku , tenang lah ada aku disini" sahut Yoga lembut hingga Nuari pun mengangguk perlahan


"kamu mau kemana hem,kenapa terburu-buru seperti itu untung saja aku melihat mu ,jika tidak aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu pada mu " ucap Yoga yang benar-benar mengkhawatirkan kekasih nya


"aku...aku mau pulang dan hendak menghampiri tukang ojek,kamu sendiri kenapa berada di sini? "


"mungkin Allah sudah memberikan ku petunjuk agar tak pergi meninggalkan tempat ini,rasanya malas sekali pergi dan ingin menunggu mu sampai jam pulang nanti " tutur Yoga


"Yoga"


"iya ,kenapa ?" tanya Yoga


"bisa kau lepaskan aku,aku sudah merasa lebih baik " lirih Nuari yang sadar dengan banyak nya pasang mata yang memperhatikan ke arah nya


"baiklah " Yoga pun melepaskan pelukan nya


Beruntung sang pengendara motor pun tak terluka parah,hanya motor nya saja yang nampak lecet.Kejadian itu pun tak di perpanjang sebab si pemilik motor juga sadar jika dirinya kurang berhati-hati,ia pun meminta maaf pada Nuari dan Nuari pun sama ,ia juga merasa ceroboh karena menyebrang tanpa menengok kiri kanan dulu.


"ayo sebaik nya aku antar kamu pulang " ucap Yoga


"ehm...iya " sahut Nuari


Beberapa saat kemudian Nuari dan Yoga pun sampai


"assalamu'alaikum....." ucap Nuari


"waalaikum salam ....." jawab mereka yang di dalam


Begitu memasuki rumah ,tatapan Nuari langsung teralih pada Aranta ,gadis itu pun segera berhambur memeluk kakak ipar nya.


"kak Ara....selamat ya.... akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga,aku sudah tak sabar bermain dengan keponakan ku " seru Nuari lalu menyentuh perut rata Aranta


"iya dek, Alhamdulillah Allah telah mengabulkan doa kita " ucap Aranta


"ayo kamu sini duduk ,masa mau berdiri terus " ujar Gibran pada Yoga

__ADS_1


"eh iya kak" Yoga pun melangkah menuju kursi


"selamat ya kak atas kehamilan kak Aranta " ucap Yoga seraya menjulurkan tangan nya


Gibran pun menyambut hangat uluran tangan nya


"iya ,terima kasih ,aku harap setelah ini kalian akan segera menikah " celetuk Gibran yang melihat gambaran lamaran yang terjadi beberapa waktu lalu saat telapak tangan Yoga menyentuh telapak tangan nya ,bahkan kejadian beberapa saat yang lalu pun terlihat jelas hingga ia menahan nafas untuk beberapa saat namun kemudian ia tersenyum lega karena Yoga lagi-lagi bisa menyelamatkan adik perempuan nya.


"i..iya kak insyaallah " sahut Yoga


Sebenarnya diam-diam Yoga tengah mempersiapkan pernikahan nya dengan Nuari tanpa sepengetahuan gadis itu tentunya,namun bukan Gibran nama nya jika pria itu tak tahu dengan apa yang Yoga lakukan.


Hari berganti hari,kini tiba saatnya Yoga dan Nuari untuk pergi ke Pontianak.


Tak membutuhkan waktu lama untuk keduanya sampai di tempat yang dituju. Satu jam tiga puluh empat menit waktu yang mereka tempuh,kini kedua nya baru saja turun dari pesawat dan segera menuju taksi yang sudah Yoga pesan beberapa menit yang lalu.


"hati-hati " ucap Yoga sembari memegangi bagian atas pintu taksi saat Nuari memasuki nya


Setelah Nuari masuk Yoga pun turut masuk dan duduk di samping gadis itu.


Sepanjang perjalanan Nuari sangat merasa terkagum-kagum dengan pemandangan yang ia lewati,apalagi desa tempat tinggal Yoga yang terpencil membuat mobil taksi harus memasuki kawasan hutan dan pesawahan.


Satu jam kemudian mobil taksi pun berhenti di sebuah gerbang desa yang nampak asri dengan tatanan pohon dan tanaman yang memang sengaja di buat sedemikian rupa oleh para penduduk nya agar terlihat menarik.


"selamat datang di desa tempat kelahiran mama ku " ucap Yoga saat mobil taksi yang membawa mereka pergi


"wah.... suasana nya benar-benar asri ya,udara nya juga sejuk " ucap Nuari sambil merentangkan kedua tangan nya


"kamu suka?" tanya Yoga


"tentu aku sangat menyukai nya,ayo ajak aku bertemu dengan Tante Nur aku sudah tak sabar bertemu dengan nya " seru Nuari sangat antusias


"ayo,mama pasti akan terkejut melihat kedatangan kita " ujar Yoga


"memang nya Tante Nur tidak tahu kalau kita datang hari ini?" tanya Nuari menoleh pada kekasihnya yang sudah meraih kiper kecil milik Nuari


"isshh ....kamu tuh nakal ya " Nuari mencubit pelan lengan pria di samping nya ,Yoga terkekeh lalu mengajak kekasih nya segera berjalan ,namun baru saja mereka berdua berjalan beberapa langkah seseorang tiba-tiba menyapa mereka dari belakang


"loh....mas Yoga sudah kembali " tanya nya


Yoga dan Nuari pun menoleh


"eh Bu Wita,iya Bu baru saja saya sampai " sahut nya


"ibu apa kabar ?" tanya Yoga kemudian


"baik ,sangat baik ,ini ....siapa cantik sekali " tanya nya melihat pada Nuari


"ah iya Bu perkenalkan nama nya Nuari, insyaallah calon istri saya " ujar Yoga membuat ibu itu terbelalak


"wah ,mas Yoga pintar juga cari pasangan ya ,selamat kalau begitu " ucap ibu itu nampak tak percaya


"lebih cantik dari Renita semoga saja kepribadian nya juga lebih baik dari Renita " gumam ibu itu membatin


"ah iya Bu ,maaf ya sebelum nya kami harus segera pulang" ucap Yoga


"oh iya tak apa mas Yoga ,kebetulan ibu juga masih ada keperluan,ibu duluan ya " ujar ibu itu kemudian berjalan mendahului Yoga dan Nuari lalu berbelok ke gang kecil samping kanan


"yuk kita jalan lagi " ajak Yoga


Kedua nya pun kembali berjalan ,nampak beberapa angkot keluar masuk desa tersebut, Nuari dan Yoga pun berjalan di sisi jalan.


Sepanjang perjalanan banyak dari warga yang menyapa dan menanyakan tentang siapa gadis cantik yang bersama nya. Hingga seorang pria yang tengah duduk ditemani secangkir kopi di pangkalan ojek pun menatap sinis pada Yoga.


Yoga yang juga tak sengaja melirik ke arah pria tersebut hanya bersikap biasa saja.Namun melihat tatapan pria itu yang juga tengah menatap Nuari membuat nya ingin menggandeng tangan Nuari ketika ia melintasi pria itu.

__ADS_1


"woy kampret...ngapain lu liatin cewek itu,ingat di rumah ada istri lu dan calon anak lu " seru teman nya menepuk pundak Jupri


"sialan lu ,ngagetin aja " semprot Jupri


"lagian lu dari tadi liatin cewek itu terus,eh lu tahu gak cewek itu katanya calon istri nya,beuuuh.....si Yoga hebat bener ya baru dua Minggu di kota pulang-pulang bawa cewek mana cantik banget ,putih lagi ,kaya nya cewek itu anak orang kaya deh ,lihat saja dari penampilan nya " tutur teman nya


"yang bener lu,tahu darimana lu tahu perempuan itu calon istri nya ?" tanya Jupri


"gua denger sendiri lah pas ada warga yang nanya-nanya " sahut nya


"s*al kenapa si Yoga selalu saja dapat barang bagus,gak boleh dibiarin,aku harus melakukan sesuatu " batin Jupri mengumpat


Jupri atau pemilik nama asli Juanda Priman yang di singkat jadi Jupri merupakan anak dari mantan kades di desa itu. Nama Jupri tercetus ketika ia masih bersekolah dan dari keusilan teman-teman nya lah nama Jupri sampai melegenda hingga sekarang,bahkan orangtuanya pun memanggil nya Jupri,dan hampir semua warga mengenal nya dengan nama Jupri tanpa tahu nama asli nya.


Singkat cerita , dulu Jupri ini merupakan pemuda paling di kagumi para gadis karena ketampanan nya meski warna kulit nya sedikit gelap namun semenjak kedatangan Yoga di desa itu membuat perhatian para gadis beralih pada Yoga, meskipun saat itu tubuh Yoga masih gemuk namun tak membuat para gadis tak melotot jika melihat Yoga, apalagi setelah Yoga berhasil menurunkan berat badan nya dan menjadi semakin tampan dan gagah.


Hal itu yang membuat Jupri tak menyukai Yoga karena merasa tersaingi.Maka dari itu Jupri pun mencoba mendekati Renita gadis yang ia tahu dulu nya sering gonta-ganti pacar.


Hingga akhirnya ia berhasil mendapatkan tubuh gadis itu dan sekarang sudah menjadi istri nya,ia merasa sangat puas apalagi mendengar di malam pernikahan nya Yoga pergi membuat nya semakin merasa di atas awan.


Namun kini ia kembali geram saat melihat Yoga pulang membawa seorang gadis kota yang cantik. Ia pun segera memikirkan cara agar bisa membuat Yoga terpuruk.


Kabar kepulangan Yoga pun sudah sampai di telinga Renita. Gadis itu pun cepat-cepat berdandan untuk bisa menemui Yoga, ia pun menjadi penasaran siapa perempuan yang dimaksud orang-orang.


"secantik apa sih perempuan itu, orang-orang lebay banget deh, pasti cantikan aku kemana-mana lah " dengus nya pelan seraya melangkah kan kaki nya ,bahkan perut nya yang sudah terlihat membuncit pun tak menjadi halangan untuk menemui mantan calon suami nya


Kembali pada Yoga dan Nuari


Mereka sudah sampai di rumah tempat Yoga dan mama nya tinggal.


"assalamualaikum....." suara Yoga terdengar sampai ke dapur,dimana mama nya kini berada


"itu suara Yoga , tapi bukan nya Yoga pulang nya besok " fikir nya ,namun kemudian suara Yoga kembali terdengar mengucapkan salam sambil memanggil nya


"assalamualaikum....mama...."


"pintu nya terbuka ,tapi kok sepi " tanya Nuari


tak berselang lama terdengar suara seseorang menyahut dari dalam


"waalaikum salam ......Yoga...." seru Bu Nur Aini ketika ia sudah sampai di luar ,ia pun beralih menatap Nuari


"A... Ari....kau kah ini nak " lirih nya seraya menyentuh pipi gadis yang tengah tersenyum dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"apa kabar Tante,iya aku Ari "


"Masya Allah.....sayang ini benar-benar kamu,kamu semakin cantik nak.... Alhamdulillah Tante baik-baik saja " Bu Nur Aini pun segera memeluk Nuari


"maaf kan Tante ya,tak pernah menghubungi mu selama di sini,Tante hanya tak tega pada mu karena Yoga sama sekali tak mengingat mu" lirih nya sambil mengusap-usap punggung gadis yang berada di pelukan nya


"iya Tante ,aku faham kok "


Keduanya masih saling berpelukan menyalurkan rasa rindu masing-masing, hal itu pun menjadi tontonan para tetangga yang merasa kepo terhadap Nuari.


"oh...jadi mereka itu sudah saling mengenal sebelum nya " kasak kusuk para tetangga


"jadi ternyata selama ini anak nya Bu Nur itu lupa ingatan,pantas saja saya sering melihat nya melamun tak jelas "


Di saat bersamaan Renita pun sampai,ia menatap tak suka pada gadis yang sedang di peluk Bu Nur Aini ,selama ia berhubungan dengan Yoga ,sekali pun tak pernah perempuan paruh baya itu memeluk nya,tapi kini gadis lain yang baru saja datang malah di peluk nya dengan penuh kasih sayang.


"siapa perempuan itu " batin nya


Posisi Nuari yang membelakangi nya pun membuat nya tak mengenali gadis itu,apalagi saat ini mereka tengah berpelukan.


Akan tetapi ketika keduanya sudah saling melepas pelukan mereka,Renita membelalakan kedua mata nya.

__ADS_1


"hah....apa....dia..... Nuari...."


...***...


__ADS_2