
"pak Yoga...."
"ikut ke ruangan ku " ucap Yoga dingin dan segera memasuki ruangan nya, Erika mengikuti nya
"lihat saja sebentar lagi kalian pasti akan dipecat" Erika nampak percaya diri dan masuk ke ruangan Yoga dengan sangat angkuh
Para OB saling lirik dan kembali melakukan pekerjaan nya
"duduk " ucap Yoga
"ini tidak bisa dibiarkan pak,masa mereka main pindah-pindah kan meja saja,bapak harus menegur mereka ,kalau bisa bapak langsung pecat saja "rengek Erika sok manja
Yoga menghela nafas mendengar nya,baginya suara nya itu sudah seperti suara lato-lato yang ketika terus didengarkan membuat kepala pusing dan ingin pecah.
Namun tiba-tiba Yoga terkesiap ketika Erika dengan tak sopan nya malah duduk di pangkuan nya , Yoga pun reflek bangun tanpa menghiraukan tubuh Erika yang terjatuh karena nya.
Bruukk'
"aaw....."
"duduk yang benar " Yoga terlihat menepuk-nepuk celana yang tadi di duduki Erika
"ih... pak Yoga sakit "
"ayo duduk, ada yang ingin aku sampaikan pada mu " ujar Yoga
"aku kan tadi udah duduk " ucap nya manja
"duduk di sana " sentak Yoga
"iya ,baiklah " Erika terperanjat mendengar suara Yoga yang meninggi
"langsung saja ,jangan buang-buang waktu,kamu di pecat "
"hah...di..dipecat ? kenapa dipecat pak?" tanya nya terkejut
"kamu fikirkan saja apa alasan saya memecat mu ,ini gaji mu selama satu bulan kerja"kata Yoga sambil menyodorkan amplop putih berisi uang
"tapi pak "
"kamu tahu sendiri kan dimana pintu keluar nya "cetus Yoga
Dengan menghentak kan kaki Erika pun pergi dengan sangat kesal,tak lupa ia juga menyambar amplop putih nya. Yoga menghela nafas ketika Erika menutup pintu dengan sangat keras.
brugh'
"astaga.... sepertinya aku harus mencari sekretaris baru seorang pria saja,biar tak beresiko seperti ini" lirih nya
Di tempat lain
Nuari yang sudah selesai memeriksa pasien kucing nya,tengah duduk di kursi taman rumah sakit. Sambil memperhatikan sekeliling ia meminum minuman dingin yang ia beli di depan rumah sakit.
"Aaakkkhh....."
"Toloooong ....."
__ADS_1
Nuari terkesiap mendengar teriakkan minta tolong,ia lalu menolehkan kepala nya ,terlihat beberapa orang berlarian.
"maaf , ada apa ya ?" tanya Nuari pada salah satu staf rumah sakit yang melintas ,seperti nya staf itu juga penasaran dan ingin melihat nya
"saya juga tidak tahu Bu,makanya saya juga ingin melihat nya "
"oh baiklah ,kita ke sana aku juga penasaran" sahut Nuari
"ya sudah Bu,mari "
Mereka pun pergi menuju asal teriakan itu. Rupanya teriakan berasal dari luar rumah sakit,lebih tepat nya di salah satu rumah warga di sebrang rumah sakit.
Banyak warga berhamburan menuju rumah tersebut,nampak wajah penuh kengerian terlihat jelas.
"ya ampun ini ada apa sih" gumam Nuari
Ketika ia sudah sampai di rumah tersebut, Nuari terkejut melihat ibu-ibu nampak menjerit-jerit kesakitan dengan sekujur tubuh nya yang nampak merah bengkak terutama di bagian wajah ,ibu itu sampai berguling-guling di lantai.
"maaf mas ,itu ibu nya kenapa ya? kenapa gak ditolongin ?" tanya Nuari pada salah satu warga yang juga hanya diam
Sebenarnya bukan tak ada yang mau menolong ,hanya saja mereka bingung dan takut.
"disengat tawon ,kita mau nolong juga takut ,tuh tawon nya ada di atas "
"tawon " gumam Nuari ,ia lantas melihat ke atas ,nampak sarang tawon berjenis Vespa sudah sangat besar nempel di plafon
Tawon Vespa yang nama ilmiahnya Vespa Affinis , dalam bahasa Jawa disebut tawon ndas karena sarang nya yang terbuat dari tanah atau lumpur yang berbentuk seperti kepala. Spesies ini telah dihuraikan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1764.
"astaga besar sekali "gumam Nuari
Tak lama terdengar suara sirine menguar-nguar, nampak nya mobil ambulan beserta mobil pemadam kebakaran datang bersamaan.
Para petugas damkar segera mengevakuasi sarang tawon tersebut ,sementara tim medis dengan sigap menolong ibu yang terkena sengatan ,saat tim medis hendak membawa ibu itu masuk ke dalam mobil ambulan, tiba-tiba saja sopir ambulan itu memberi tahu jika ban depan mengalami kebocoran
"Kenapa bisa bocor ? Bukan nya tadi baik-baik saja ?"
"Lalu ini bagaimana ? Bisa bahaya jika korban tak secepat nya dibawa ke rumah sakit "
Melihat hal itu Nuari menghampiri.
"permisi ,apa boleh saya membantu, ibu itu harus cepat mendapatkan pertolongan,jika dibiarkan terlalu lama saya takut akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan" ucap Nuari
"memang nya mbak nya bisa berbuat apa?"
"saya ada obat penawar racun dan pereda nyeri pada sengatan serangga " sahut Nuari
"jangan main-main,ini luka serius " seru salah satu petugas medis
"saya tidak main-main,sungguh saya punya penawar nya ,kebetulan saya dokter dan saya punya beberapa obat penawar racun" ucap Nuari
"tolong percayalah ,setidaknya obat yang saya berikan dapat menghambat penyebaran racun nya" tutur Nuari lagi
Para petugas saling lirik
"baiklah " akhirnya salah satu petugas memberi Nuari izin
__ADS_1
"tunggu lah sebentar saya akan ambilkan obat nya" ucap Nuari lalu bergegas menuju rumah sakit
Obat tersebut merupakan obat hasil racikan Yoga,yang dipercaya sangat ampuh untuk meredakan sakit akibat sengatan serangga,dan bahkan bisa jadi penawar racun.
Beberapa saat kemudian Nuari pun kembali. Melihat ibu itu sudah tak sadar kan diri Nuari panik ,namun ia tetap berusaha untuk tenang. Nuari pun segera mengoleskan obat itu pada luka sengatan yang nampak membengkak.
"ini obat nya aman kan ,dok?" tanya salah satu petugas memanggil nya 'dok karena tadi Nuari mengatakan jika dirinya adalah dokter ,namun ia tak menjelaskan secara gamblang jika ia adalah dokter hewan. Tapi meskipun begitu obat nya Nuari gunakan sangat lah aman di gunakan oleh manusia
"insyaallah aman" sahut Nuari
Sementara para pemadam kebakaran masih berjibaku dengan saran tawon karena ukuran nya cukup besar membuat para petugas damkar sedikit kesusahan.
Bukan tak mau membantu petugas damkar hanya saja ia lebih mengutamakan keselamatan ibu-ibu itu.
Setelah mengoleskan hampir di seluruh tubuh ibu itu,Nuari membuka sedikit mulut ibu itu lalu memasukan beberapa tetes obat nya.
Hingga akhirnya ban ambulan selesai diperbaiki dan ibu itu mulai sadarkan diri ketika sudah dimasukan ke dalam ambulan.
Nuari menatap kepergian ambulan lalu beralih pada petugas damkar.
"ck mau sampai kapan mereka seperti itu" gumam Nuari ketika melihat para petugas damkar nampak ragu-ragu
Usut punya usut ternyata para petugas damkar itu ternyata orang baru yang masih harus banyak belajar, maka tak heran jika mereka sedikit takut akan tersengat tawon tersebut,padahal tubuh mereka sudah memakai pakaian khusus.
"sini biar saya saja " Nuari meraih tangga lalu membawa nya ke arah sarang tawon tersebut
"jangan mbak bahaya !"
"Insya Allah aman " ucap Nuari yakin
Meski mendapat penolakan dari para petugas damkar Nuari tetap pada pendiriannya.
Hingga akhirnya hanya dalam waktu beberapa detik saja sarang tawon yang nampak menyeramkan dengan segerombolan tawon-tawon beralih tempat ke dalam karung ,ia melakukan nya dengan tangan kosong.
"sudah beres kan,ini tolong kalian pisahkan larva nya ya ,soal nya aku mau buat pepes larva tawon " ucap Nuari tanpa beban
Hal itu pun membuat orang-orang yang menonton nya tercengang. Sementara Evan yang juga menyaksikan nya diantara orang-orang pun hanya menggeleng kan kepala.
Di tempat lain
Raffa,Atha dan Lia sedang bermain perosotan tak jauh dari ketiga anak itu sosok Nagin dan Ki Broto alias Ki Jamal nampak mengawasi bocah-bocah itu.
"Raffa ,aku mau tanya boleh ?" tanya Lia
"kalau mau tanya sih tanya saja, gak ada yang melarang " sahut Raffa sambil meluncur kan diri nya sementara Lia di belakang nya ,tak lama Lia pun menyusul Raffa meluncur
"itu om jin kamu kok gak sama dengan om jin nya Aladin ,yang punya ekor ,perut bulat, janggut runcing , kepala botak dan ada kunciran sedikit di atas kepala nya ,om jin kamu malah seperti pak kyai guru ngaji aku?"
"dia kan bukan jin " cetus Atha
"bukan jin kok tinggal di guci antik ?" tanya Lia lagi
"hihihi....lihat tuh anak-anak malah gibahin kamu " Nagin nampak cekikikan mendengar celotehan anak-anak itu
Ki Broto alias Ki jamal pun hanya mencebik kesal.
__ADS_1
bersambung...