
Seperti yang di katakan Yoga,hari ini ia dan Nuari akan pergi berbulan madu ke puncak. Kakek dan nenek nya pun akan kembali pulang ke kampung karena mereka harus mengerjakan sawah yang baru saja panen.
Setelah pak Maman berhenti dari pekerjaan nya di salah satu mebeul di Jakarta,ia dan istrinya sepakat untuk membeli sepetak sawah,Nuri pun menambahkan beberapa uang untuk membeli sawah tersebut.
Kini kedua paruh baya itu sering menghabiskan waktu mereka di sawah, kebetulan di sawah nya itu sudah terdapat saung untuk mereka berteduh.
"kalian berhati-hati lah selama di sana,jaga istri mu baik-baik "ucap Bu Nur Aini yang semalam menginap di sana
"iya mah ,tentu aku akan menjaga nya " sahut Yoga
"nenek dan kakek serius ingin pulang kampung...kenapa cuman sebentar di sini ?" tanya Nuari
"kami kan harus mengurusi sawah kami,kamu nya juga kan pergi ,jadi untuk apa kita berlama-lama di sini ,kalau berlama-lama nanti sawah kami tak kebagian air nak,kamu tahu sendiri kan di kampung kalau lagi musim nya membajak sawah orang-orang pada berebutan air" tutur kakek nya
"hm...bukan hanya musim bajak sawah,tiap hari juga yang diributkan nya masalah air " ucap Nuari,ia yang dulu pernah bermain di sawah milik kakek nenek nya pun sering menyaksikan perdebatan para petani,yang mereka perdebatkan tak lain dan tak bukan masalah air
"nah ...itu kamu tahu" ucap nenek nya
Beberapa saat kemudian Nuari dan Yoga pun meninggalkan rumah itu, begitupun dengan pak Maman dan yang lain,mereka juga pergi dengan di antar supir.
"kita mampir dulu di minimarket ya,buat beli makanan dan cemilan untuk kita nanti di villa" ucap Yoga sembari menepikan mobilnya di depan sebuah minimarket
"iya " sahut Nuari
"kamu mau ikut atau tunggu di sini?"
"ikut dong " sahut Nuari cepat
"ya udah ,yuk turun "ajak Yoga lalu membuka pintu mobil , begitu pun dengan Nuari
Kedua nya mulai memasuki minimarket , pegawai minimarket pun menyambut kedatangan mereka dengan senyum ramah.
"selamat datang ...."
Nuari dan Yoga hanya mengangguk dan membalas senyum ala kadar nya
"ini kamu mau gak ?" tanya Yoga seraya menunjukan kue coklat dengan taburan choco chips diatas nya
"boleh deh"
"duh kok aku lupa bawa keranjang ya,aku ambil keranjang sebentar ya ,gak apa-apa kamu tunggu di sini?" tanya Yoga
"iya gak apa-apa, aku juga mau sekalian pilih-pilih nih " sahut Nuari yang sama sekali tak keberatan
"ya sudah ,aku ke depan dulu" Yoga pun beranjak menuju bagian kasir,karena keranjang belanja ada di dekat kasir
Namun saat Yoga menarik keranjang tersebut ,sebuah tangan dengan jemari yang lentik juga menarik keranjang yang sama.
"eh ....maaf....silahkan " ucap Yoga mengalah
Perempuan itu mengangguk lalu membawa keranjang nya , sementara Yoga membawa keranjang yang lain.
"cowok tadi ganteng banget, kenapa aku sampai lupa berkenalan dengan nya ya,sekalian saja aku minta nomor hp nya ,siapa tahu dia jodoh ku , hihihi "perempuan itu terkikik pelan lalu mulai celingukan mengedar kan pandangan nya ke segala arah untuk mencari Yoga
"kemana pergi nya ya "gumam nya
"sayang ... maaf lama menunggu " ucap Yoga dengan menaruh keranjang di lantai,ia mulai memasukan beberapa bungkus makanan yang ada di tangan Nuari
"iya tak apa,kita ke sebelah sana yuk !" ajak Nuari
"ok " Yoga pun dengan senang hati berjalan ke sana kemari untuk mencari apa-apa saja yang mereka ingin kan
"sayang kita beli pop corn ya ,buat cemilan kita nanti malam " ucap Nuari meminta pendapat
__ADS_1
"iya ,terserah kamu saja,aku sih ngikut saja,yang penting jatah nanti malam gak lupa " ucap Yoga seraya menoel ujung hidung istri nya
"ih..dasar mesum " cibir Nuari
"biarin ,kan mesum nya juga sama kamu,kalau sama yang lain mana berani aku"
"iya deh iya ...., ini kita ambil berapa bungkus nih,satu atau dua ?" tanya Nuari
"satu juga cukup sayang ,kan ini kalau di masak jadi banyak banget " ucap Yoga
"iya juga ya,ya udah deh satu saja "
Setelah itu mereka berjalan ke bagian minuman,setelah mengambil minuman yang mereka ingin kan mereka pun berjalan menuju kasir,akan tetapi saat berada di kasir pandangan Yoga teralih pada sesuatu di talase kecil di samping kasir, Yoga pun kemudian berbisik pada Nuari
"sayang ....kalau kita pakai itu kira-kira bagaimana rasa nya,kamu mau coba ?"
"apa ....pakai apa ?" tanya Nuari mengerut kan kening menatap Yoga
"itu yang di pajang di talase kecil itu " tunjuk nya
Wajah Nuari memerah seketika ,ketika ia tahu apa maksud dari suami nya itu
"iih....kamu apa an sih, ngeres mulu ih...gak ah jangan aneh-aneh,malu tahu beli gituan " seru Nuari dengan nada tertahan
Seorang kasir wanita yang tengah menghitung jumlah belanjaan mereka pun hanya bisa tersenyum sendiri,sebab meskipun mereka berbisik ,tetap saja kasir wanita itu masih bisa mendengar obrolan mereka,apalagi tatapan kedua nya terarah pada sebuah alat kontrasepsi yang sering digunakan para laki-laki.
"total nya jadi empat ratus tiga puluh dua ribu rupiah " ucap sang kasir hingga perdebatan kecil pasangan suami istri itu terhenti
"oh , sebentar " Yoga kemudian mengeluarkan uang dan membayar nya
"terima kasih sudah berkunjung "ucap si kasir sambil terus tersenyum manis
Kembali Nuari dan Yoga membalas senyuman itu dan mulai keluar dari minimarket.
Gerutuan kecil dari kasir itu harus terhenti karena harus kembali menghitung belanjaan pengunjung.
Sementara pengunjung wanita yang masih menunggu belanjaan nya di hitung kasir pun nampak masih mengedarkan pandangannya,namun kemudian tatapan nya terhenti ke arah luar,dimana pria yang ia cari-cari sudah berada di luar.
Matanya membulat ketika melihat pria incaran nya hendak masuk ke dalam mobil nya.
"mbak , sebentar ya ,saya keluar dulu,nanti ke sini lagi " tanpa mendengar sahutan dari kasir di depan nya wanita itu segera pergi ke luar
"hey...tunggu !" seru nya berteriak
Yoga yang sudah membuka pintu mobil nya pun menoleh ke kiri dan ke kanan ,dirasa tak ada siapa pun di sana, Yoga pun menunjuk dirinya sendiri sambil menatap perempuan yang berjalan ke arah nya.
"iya kamu,maaf tadi ....siapa nama kamu ? aku Melany " ucap wanita itu seraya mengulur kan tangan nya di depan Yoga
"Yoga" sahut Yoga tanpa membalas uluran tangan wanita itu
"oh...." merasa tak mendapat respon wanita itu pun menarik kembali tangan nya
"maaf jika tidak ada hal penting,saya harus segera pergi " ucap Yoga seraya kembali membuka pintu mobil nya, sementara Nuari memperhatikan dari dalam
Kaca mobil yang nampak transparan dari dalam namun terlihat gelap dari luar pun membuat wanita itu tak dapat melihat ke dalam.
"e..eh...tunggu,...aku ...boleh minta nomor ponsel kamu tidak ?" tanya wanita itu benar-benar nekat
"huuuhhh.....maaf mbak,istri saya di dalam sudah menunggu,maaf " ucap Yoga tak ingin menghiraukan wanita itu lalu masuk begitu saja
"hah ... apa tadi kata nya, istri..???" gumam nya
Mobil yang Yoga kemudikan pun melaju meninggalkan parkiran minimarket itu.
__ADS_1
"kenapa setiap cowok ganteng dan tajir yang ku temui malah sudah menikah semua nya sih,masih ada gak ya stok buat aku " lirih nya menatap mobil yang sudah mulai hilang di pandangan nya
"tadi siapa ?" tanya Nuari
"entah lah ,lupa nama nya " sahut Yoga apa adanya
"seperti nya dia naksir kamu deh" ucap Nuari pelan
"biarin saja kan aku nya enggak " ucap Yoga biasa-biasa saja ,Nuari pun tersenyum menatap suami nya yang tengah mengemudikan mobil
"kenapa liatin aku sambil senyum-senyum?" tanya Yoga tanpa menoleh
"bukan apa-apa,hanya saja aku heran kenapa kamu bisa jadi tambah ganteng saja,aku jadi harus ekstra hati-hati nih,pasti akan lebih banyak lagi ulat-ulat bermunculan " ucap Nuari mencebik
"hehehehe....ya ampun hati ku seakan terbang mendapat pujian dari istri ku ini ,kamu tenang saja ,aku tidak akan membiarkan ulat-ulat mendekati ku,karena aku tak mau tubuh ku jadi gatal dan bentol-bentol " ucap Yoga terkekeh seraya mengusap pucuk kepala Nuari lalu menarik Nuari dalam dekapan nya
"khikhikhikhi.....bisa saja kamu ,jangan seperti ini lah , kamu fokus saja nyetir nya " tolak Nuari
"gak apa "ucap Yoga tetap menarik Nuari
Nuari pun pasrah saja berada di dekapan Yoga,ia merasa nyaman dan malah memeluk tubuh hangat itu dari samping seraya menghirup dalam-dalam aroma tubuh Yoga yang membuat nya candu.
Setelah menyetir cukup lama, akhirnya mereka sampai juga di sebuah villa dengan pemandangan perkebunan teh hampir di sekeliling nya,terdapat hutan Pinus di bagian kiri villa. Aroma pohon Pinus pun langsung menyeruak pada indera penciuman meski berjarak seratus meter dari villa itu.
"tempat ini benar-benar sejuk " ucap Nuari seraya menghirup udara segar dengan merentangkan kedua lengan nya
Kini mereka sudah keluar dari mobil
"kau suka ?" tanya Yoga sembari memeluk Nuari dari belakang
"ehm... aku sangat suka ,terima kasih sudah membawa ku ke sini" ucap Nuari seraya menyentuh lengan Yoga yang melingkar pada perut nya,ia pun menyandarkan kepalanya pada d*da suami nya itu
"kalau gitu yuk kita masuk " ajak Yoga melepas pelukan nya lalu menarik lengan Nuari pelan
"loh.... ini kaca rupanya ,aku fikir dinding nya terbuat dari kayu " ucap Nuari ketika mereka sudah berada di dalam villa
Dari luar memang bangunan villa tersebut nampak seperti bangunan kayu,namun ketika ia berada di dalam ia benar-benar merasa takjub dan terkagum-kagum sebab hampir semua bagian dinding di villa tersebut terbuat dari kaca. Mereka pun dapat melihat semua pemandangan dari luar .
"yuk kita lihat kamar kita " ajak Yoga menuntun Nuari menuju kamar mereka yang berada di lantai dua
"taraa...... inilah kamar kita ,gimana kamu suka ?" tanya Yoga
"ya ampun sayaaanng....aku suka banget, tapi beneran ini yang berada di luar gak akan melihat kita ?" tanya Nuari memastikan
"tentu saja tidak sayang , mau kita jumpalitan pun orang di luar tak akan melihat kegiatan kita , kau lihat ke atas ,pada waktu malam hari kita bisa melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit malam" tutur Yoga
"waw.... benar-benar menakjubkan... ini....beneran kamu sewa?" tanya Nuari
"iya, kenapa? apa kamu mau kita membeli sekalian villa ini ?" tanya Yoga
"kalau boleh " ucap Nuari pelan
"tentu saja boleh ,untuk mu apa sih yang tidak,baiklah nanti aku akan mencoba membujuk pemilik villa ini agar mau menjual nya pada kita,anggap saja villa ini hadiah pernikahan untuk mu " tutur Yoga tak main-main
"tapi....."
"kenapa.....kamu meragukan uang ku?" tanya Yoga yang seperti dapat membaca fikiran istrinya
"bu... bukan ....bukan begitu" sergah Nuari
"kamu tenang saja, uang ku cukup kok ,apalagi nanti aku juga akan gabung di salah satu perusahaan papa, bangkrut dikit demi istri tercinta gak apa-apa lah,kan uang bisa aku cari tapi istri yang cantik,yang aku cintai dan membuat ku bahagia mau aku cari dimana ,ke ujung dunia pun gak akan aku temui,karena cinta ku hanya ada di sini di depan ku yang sekarang menjadi istri ku"
"aaahhh......Yoga......kamu selalu bisa bikin aku baper....." ucap Nuari dengan manja
__ADS_1
...***...