
Arwah Dewi dan suami nya kini kembali membalikkan diri mereka.
"Kenapa cantik?" Tanya Dewi yang kini terlihat pucat dan transparan
"Apa Oma akan benar-benar pergi ,bagaimana kalau Oma tetap bersama kami " Ucap Lia ,ia yang memanggil nya tadi
"Tidak bisa sayang, Oma harus pergi karena urusan Oma di dunia sudah selesai. Oma berbeda dengan mereka yang masih mempunyai urusan ,sekarang Oma sudah tenang ,karena Oma yakin kalian akan hidup dengan bahagia dan rukun" Ucap Dewi seraya melirik para makhluk tak kasat mata yang merupakan penjaga anak dan cucu nya ,termasuk hantu lain yang numpang bermain-main di rumah itu pun tak luput dari penglihatannya
"Ternyata banyak juga ya " lirih nya pelan
"Ternyata selama ini aku hidup berdampingan bersama mereka "tambah nya,ia tahu jika dirumahnya terdapat sosok astral penjaga,namun ia tak pernah menyangka jika makhluk astral nya akan sebanyak itu
"Oma pamit ya ,jaga diri kamu baik-baik.Kalian juga, assalamualaikum " Setelah mengatakan itu Dewi dan suami nya pun menghilang diantara cahaya putih yang berpendar
"Huuuuhhuuu..... Oma"
Singkat cerita ,kini jenazah Dewi sudah dikebumikan. Tanah merah dan taburan bunga yang didominasi warna merah jadi latar seseorang yang tengah menangis dengan memeluk nisan bertuliskan Dewi Haryani.
"Kenapa Oma harus pergi secepat ini,padahal aku ingin Oma nanti menyaksikan pernikahan aku bersama Vania " Lirih nya pelan
Semua anggota keluarga sudah pulang sejak dua jam yang lalu,namun Raffa masih berada di depan pusara Oma nya. Ponsel yang sedari tad berdering pun ia abaikan.
Tiba-tiba seseorang menghampiri nya."Kak udah yuk ,kita pulang ! Mau sampai kapan kakak di sini? Nanti Oma sedih lho lihat kakak nangis terus ,harus nya kakak doain Oma biar Allah memberi kan tempat yang indah di surga " Ucap Vania ,ia sendiri sudah pulang namun ketika mendapat kabar jika Raffa masih berada di pemakaman,gadis itu segera pergi ke pemakaman. Karena mau dibujuk seperti apa pun Raffa tidak akan pernah beranjak , kecuali jika Vania yang membujuk.
Sebelum nya
"Vania ,Tante mau minta tolong , bujukin Raffa biar pulang ,dia masih di pemakaman ,Tante dan yang lain sudah menelpon nya tapi tidak diangkat,barangkali kalau kamu datang dia luluh. Dia kan selalu nurut apa kata kamu nak ,tolong ya !" Nuari menelpon Vania
"Iya Tante,aku akan ke sana ,semoga saja kak Raffa mau mendengarkan kata-kata aku " Vania pun segera berangkat diantar supir nya
Disinilah Vania kini berada
"Aku masih gak nyangka kalau Oma bakal pergi secepat ini "lirih Raffa seraya mengusap nisan tersebut
"Kita semua tidak akan ada yang tahu ,kapan ajal menjemput,bisa saja setelah ini aku yang meninggal "Ucapan Vania langsung mendapat tatapan tajam dari Raffa
"Ngomong jangan sembarang! Kalau dicatat malaikat gimana. Enggak pokok nya kamu akan berumur panjang,aku akan minta sama Allah supaya aku kamu berumur panjang ,jangan katakan itu lagi ! " Tegas Raffa
"Iya maaf ,aku salah bicara "lirih Vania yang terkejut dengan suara Raffa yang meninggi. Sebelum nya belum pernah Raffa meninggi kan suara pada Vania ,jadi ketika Raffa seperti itu sontak saja membuat Vania bersedih
__ADS_1
"Maaf ! Aku tidak bermaksud membentak mu,tapi kamu harus janji untuk tidak berbicara sembarangan,ok "Ucap Raffa sambil meraih jemari Vania. Gadis itu mengangguk
"Sebaiknya kita pulang , seperti nya akan turun hujan " Lirih Vania
"Kamu pulang saja duluan ,nanti aku nyusul" tolak Raffa
"Kalau gitu aku juga akan tetap di sini" Ucap Vania yang kini malah duduk di samping Raffa
"Jangan duduk ,nanti pantat kamu kotor !" Seru Raffa melarang nya
"Kenapa? Kakak juga duduk tuh " sahut Vania cuek
"Oma ,kak Raffa bandel ya,bukan nya pulang juga " Adu Vania pada tanah yang bertaburan bunga
"Ya sudah kita pulang " Ucap Rafa mengajak Vania beranjak
"Nah,gitu dong,itu baru kakak tersayang aku " Cetus Vania
"Vania,aku itu calon suami kamu ya,jangan katakan kalau aku kakak kamu "Sambar Raffa
"Iya ,iya maaf ,aku salah lagi ya. Aku kan emang manggil kak Raffa kakak,jadi gak salah dong " ucap Vania mencebik
"Iya,deh aku ngerti " Ucap Raffa seraya mengacak rambut gadis di samping nya
"Aku pulang ya Oma, assalamualaikum"
"yuk !" Raffa pun mulai melangkahkan kaki nya,hati nya kembali terasa sakit ketika menjauhi makam sang Oma. Vania yang menyadari itu segera meraih tangan Raffa ,ia menggenggam nya,saat Raffa menoleh Vania pun menoleh padanya seraya tersenyum
Tak jauh dari sana ,nampak Chika menatap nanar dua sejoli itu. Hatinya terasa sakit,melihat pria yang sudah ia sukai dari lama berjalan bergandengan tangan dengan gadis lain.
"Siapa cewek itu? " lirih nya
Chika memang tak mengenal Vania ,karena Raffa tak pernah menyinggung perihal Vania pada nya.Namun Vania tahu tentang Chika karena Raffa yang selalu menceritakan nya,hal itu Raffa lakukan karena ia tidak ingin Vania salah faham tentang hubungan nya dengan Chika.Jika suatu saat Vania melihat nya bersama Chika.
"Kamu mau langsung pulang ke rumah kamu,apa mampir ke rumah nenek aku? Mama sama papa pasti sedang berada di sana " Tanya Raffa begitu mereka sampai di dekat mobil
"Mampir lah "Sahut Vania
Raffa pun berjalan menuju mobil,ia mengatakan pada supir untuk pulang saja ,karena Vania yang nanti akan mengantarkan nya pulang.
__ADS_1
Setelah mobil Vania pergi ,Raffa lalu mengajak Vania menaiki motornya.
"Hati-hati" Ucap Raffa
"Ok "sahut Vania seraya berpegangan pada bahu Raffa saat ia mulai menaiki motor
Sementara itu di rumah Nuri. Rumah nampak sepi hanya ada isakan tangis kecil yang terdengar dari Nuri. Ia masih belum bisa mengikhlaskan kepergian mertua nya itu.
"Sudah sayang ,jangan sedih terus kasihan mama kalau ku nagus terus seperti ini,nanti mama gak tenang loh" bujuk Rifki seraya mengusap punggung istrinya itu
"Iya mas,aku juga sedang berusaha untuk ikhlas,tapi kok susah aku sangat menyayangi mama, huuuhhuuu ...."
"Sabar sayang" bisik Rifki
"Nur , seperti nya ibu dan ayah akan tinggal selama beberapa hari untuk acara tahlilan,gak masalah kan?" ucap Bu Maryam (ibu Nuri )
"Ibu bicara apa sih? Ya tidak apa-apa dong,ibu sudah aku anggap ibu sendiri,gak usah merasa sungkan ,ibu dan ayah jika mau tinggal selama nya juga kita gak keberatan,iya kan sayang "Tanya Rifki meminta dukungan istri nya
"Iya Bu "Jawab Nuri
"Bener itu neyut,biar rumah semakin rame,apalagi Oma udah gak ada pasti rumah sepi " ucap Lia seraya menoleh pada kursi yang sering diduduki Oma nya
Panggilan neyut arti nya nenek buyut.
"Neyut gak mungkin lah tinggal selama nya ,nanti sawah siapa yang urus ?" Ucap Maryam
"Kan bisa neyut nyuruh orang buat ngurus ,biar neyut dan keyut tidak capek" Tambah Atha
"Justru jika neyut dan keyut turun langsung ke sawah kita bisa tahu betapa sulit nya menanam padi hingga menjadi beras. Semua proses tersebut mengajarkan kita untuk terus bersyukur " Tutur Maman (ayah Nuri)
Beberapa saat kemudian,Raffa dan Vania pun sampai.
"Assalamualaikum " ucap kedua nya ketika memasuki rumah
"Waalaikumsalam salam , akhirnya kamu mau juga pulang ,makasih ya Vania " Ucap Nuari pad Vania
"Iya Tante ,tidak masalah ,aku kan pawang nya ,kalau nanti misal kak Raffa berulah Tante bisa hubungi aku " Cengir Vania melirik Raffa
"Emang nya aku binatang buas pake di pawangin segala " lirih Raffa
__ADS_1
"Iya pawang,pawang cinta maksudnya. Eaaaa....."Seloroh Atha menimpali
Bersambung...