Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Mulai perjalanan


__ADS_3

Rembulan malam sudah menggantung indah di langit. Cahaya nya yang terang mampu menerangi malam yang gelap.


Yoga yang merasa bosan karena kantuk tak kunjung datang pun memilih untuk keluar. Perasaan nya yang sering merasa galau tanpa ia tahu apa penyebab nya pun menjadi alasan kenapa ia tak bisa tidur,dan hampir setiap malam ia seperti itu.


"sebenarnya ada apa dengan ku, kenapa rasa ini begitu menyiksa ku " lirih nya seraya menghirup udara sebanyak mungkin lalu menghembuskan nya kasar


Rasa rindu yang tak tahu ditujukan untuk siapa,membuat nya selalu dirundung luka. Untuk itulah ia memutuskan untuk menikahi Renita,berharap rasa rindu yang tak menentu itu dapat hilang dengan kehadiran seseorang di sisinya.


Saat ia memejamkan mata nya,entah kenapa malah bayangan Nuari yang terbayang di benak nya.


"astaga ... ada apa dengan ku ,ingat Yoga sebentar lagi kau akan menikah"ucap nya pelan


Kemudian ia pun memutuskan untuk kembali ke dalam,akan tetapi saat ia membalikan tubuh ia terkejut karena Nuari sudah ada di sana.


"aduh..." kejut nya


"hahaha.....kau terkejut , kenapa kamu terkejut begitu " tawa Nuari membuat Yoga merasa terpana, baru kali ini ia melihat Nuari tertawa lepas seperti itu ,namun entah kenapa ia merasa tak asing melihat nya


"ah...ya ampun ,kau lucu sekali ,oh iya kamu sedang apa malam-malam begini di luar?"tanya Nuari kemudian


"sedang mencari angin saja,rasanya suntuk banget gak bisa tidur " sahut Yoga


"kamu sendiri kenapa belum tidur dan malah keluar ?" tanya nya


"aku tadi terbangun karena ingin ke kamar mandi,tak sengaja lihat pintu terbuka sedikit " tutur Nuari


Ruang tengah dan ruang depan memang hanya di batasi oleh lemari,sementara arah pintu pun sejajar dengan arah menuju ke dapur dan kamar mandi.


"oh " sahut Yoga nampak mengangguk kecil


Akan tetapi keduanya terdiam saat mata mereka bertemu.Waktu pun terasa berhenti kala itu. Seakan menjawab semua rasa rindu di hati ,Nuari maupun Yoga keduanya sama-sama merasakan debaran di d*da masing-masing.


Namun ketika menyadari tiba-tiba keduanya merasa canggung,dan salah tingkah.


"hem...kalau gitu aku kembali ke kamar " ucap Nuari


"i..iya ..." sahut Yoga


Yoga menatap nanar punggung Nuari yang menjauhi nya seraya menyentuh d*da nya.


"Ya Tuhan .... ada apa dengan ku ,kenapa jantung ku berdebar seperti ini" batin nya


Sedangkan di dalam kamar,Nuari segera menutup pintu dan bersandar,ia pun sama menyentuh d*da nya yang bergemuruh saat bersitatap dengan Yoga.


"seandainya .... seandainya saja kau mengingat ku,ingin rasa nya aku memeluk mu ,menumpahkan segala kerinduan di hati,tapi apa lah daya,dinding yang terbentang telah menghalangi angan ku " lirih nya seraya memejam kan mata

__ADS_1


Perlahan gadis itu melangkah menuju tempat tidur,ia menatap dengan perasaan sakit pada Renita yang tengah terlelap.


"siapa ayah dari bayi yang kau kandung?" lirih Nuari


"aku harap bukanlah Yoga,...apa aku katakan saja pada Yoga " lanjut nya lagi


Nuari pun segera merebahkan tubuh nya di samping Renita,lalu tidur dengan memunggungi nya.


Suara binatang malam pun mengiringi tidur lelap nya hingga membawa nya ke alam mimpi.


"Allahu Akbar.... Allahu Akbar....." suara lantunan adzan subuh berkumandang yang berasal dari ponsel ,Nuari pun mengerjapkan mata seraya telapak tangan menutupi mulut nya yang menguap lebar


Ia lalu meraih ponsel nya tanpa menghentikan lantunan adzan tersebut ,setelah adzan berhenti ia pun segera beranjak ke kamar mandi untuk segera mandi dan berwudhu.


Ia sengaja mandi subuh karena tak ingin mengantri untuk mandi nanti nya.


Setelah selesai,gadis itu pun segera kembali menuju kamar nya,sebelum masuk kamar ,ia menoleh terlebih dahulu pada Yoga yang masih terlelap.Hatinya tergerak untuk memperbaiki selimut nya ,namun ia ingat jika dirinya sudah wudhu dan tak mau wudhu nya batal,gadis itu pun mengurungkan niat nya dan segera masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di dalam kamar,Nuari segera meraih alat sholat nya ,saat hendak memulai shalat ,gadis itu melirik sebentar pada Renita yang masih pulas dengan tidur nya.


Ia menggeleng karena teringat saat di kapal waktu itu,ia membangunkan Renita untuk mengerjakan shalat subuh ,namun Renita malah marah pada nya,ia pun tak ingin kembali mengganggu tidur nya sebab ia berfikir mengajak orang untuk shalat tidak dengan cara di paksa,sebab tanpa kesadaran sendiri seseorang akan sulit untuk mengerjakan shalat.


Nuari pun dengan segera menjalankan kewajiban nya sebagai umat muslim.


Saat matahari beranjak naik,semua orang tengah bersiap untuk kegiatan nya hari ini.Mereka membawa semua perlengkapan dan obat-obatan yang di perlukan.


Bruumm...


Bruumm...


"pak camat " gumam Nuari


Rupanya pak camat beserta staf nya yang datang.


"selamat pagi dokter,maaf pagi-pagi begini saya sudah datang ,kedatangan saya ke sini untuk memberikan kalian sebuah kendaraan untuk memudahkan perjalanan kalian,mengingat medan jalan nya yang terjal akan sangat di sayangkan jika kalian menggunakan mobil kalian " tutur pak camat


"wah .... kami sangat berterima kasih banyak pak,jadi merepotkan " ucap Evan


"tidak merepotkan kok,karena ini sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu ,kalau begitu saya permisi mau sekalian pergi ke kantor ,nanti akan ada staf saya yang akan memandu perjalanan kalian " tutur pak camat lagi


"baiklah ,terima kasih sekali lagi ya pak " timpal Nuari


"iya , sama-sama ,mari ..." pak camat pun pergi dengan mengendarai mobil nya ,sementara staf nya di tinggal untuk menjadi pemandu mereka


"selamat pagi dokter , perkenalkan nama saya Marion " ucap seorang staf yang di maksud pak camat

__ADS_1


"selamat pagi juga pak Marion,mohon bantuan nya,maaf jika nanti kami akan merepotkan " ucap Evan


"iya pak dokter, tidak masalah" sahut Marion


"baiklah ,semua nya sudah siap kan,ayo kita berangkat, nanti kita sekalian cari tempat makan " ucap Evan


"ayo kita sudah siap " sahut Joni dan Jono


"kamu yakin mau ikut ?" tanya Yoga pada Renita


"yakin lah ,lagian kalau di sini pasti akan sangat membosankan,aku kan gak tahu kamu pulang nya jam berapa,bisa mati kesepian aku di sini " sahut Renita manja


"ya sudah ,yuk "


Mereka pun menaiki mobil Jeep yang di sediakan pak camat. Ada dua mobil Jeep yang di sediakan pak camat,Nuari ,Evan ,Joni dan Jono di Jeep belakang ,sedangkan Yoga,Renita ,Yudi dan Marion di Jeep depan.


Nuari yang berada di Jeep belakang dapat melihat apa pun yang berada di Jeep di depan nya lakukan,termasuk tingkah Renita yang sok manja pada Yoga.


Dengan menghela nafas kasar,Nuari membuang muka ke samping.


Evan yang berada di balik kemudi pun tak menyadari jika gadis di samping nya tengah kalut dengan perasaan nya,sebab ia sedang berkonsentrasi pada jalanan yang cukup terjal.


Dari jauh Nuari dapat melihat beberapa burung beterbangan namun tak hanya satu atau dua tapi ada banyak gerombolan burung yang nampak seperti menghindari sesuatu.


"apa sudah terjadi sesuatu di hutan itu ?" gumam nya


"kenapa ?" tanya Evan


"eh...itu.... kamu lihat burung-burung itu ,mereka seperti terbang menghindari sesuatu" tunjuk nya


"masa sih ,bukan nya biasa ya jika burung terbang dengan bergerombol seperti itu " ucap Evan


"seperti nya kali ini tidak , aku yakin terjadi sesuatu di sana " ucap Nuari


"sudah lah ,tujuan kita kan untuk mengobati hewan-hewan ternak di sini, ngapain juga kamu repot mikirin hal itu " celetuk Joni dan Jono


"kamu kan pernah bilang ,tak hanya hewan ternak warga yang mati terkena wabah ,tapi hewan-hewan lain pun terancam punah, sungguh aku benar-benar penasaran " Nuari pun kembali menoleh pada hutan tempat tadi burung-burung itu beterbangan,hingga hutan itu tak lagi terlihat karena laju mobil yang semakin menjauh


"yaah...kita di kacangin " lirih si kembar itu membuat Nuari cekikikan


Hingga sampai lah mereka di sebuah desa yang akan menjadi titik utama mereka melaksanakan tugas nya.


"sebelum mulai ayo kita makan terlebih dahulu ,itu seperti nya warung makan " ajak Evan pada yang lain saat mereka sudah turun dari Jeep


"ayo...."

__ADS_1


...***...


__ADS_2