Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Menduga-duga


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Evan sudah datang ke rumah sakit,tak lupa ia juga membawa sarapan untuk Ayu dan dokter Satria,ia tahu dokter Satria tidak suka makanan rumah sakit,maka dari itu ia berinisiatif membawakan sarapan untuk calon ayah mertua nya,mengingat itu kembali Evan tersenyum.


tok tok tok


Evan mengetuk pintu,Ayu yang baru selesai membersihkan diri pun membuka pintu. Tanpa ekspresi berlebih Ayu mempersilahkan Evan untuk masuk.


Dokter Satria tersenyum


"assalamualaikum " ucap Evan seraya memasuki ruangan


"waalaikum salam, pagi-pagi sekali kamu sudah datang,bawa apa itu?" tanya dokter Satria


"sarapan buat dokter juga Ayu "sahut Evan


"wah ... pakai repot segala ,tapi terima kasih loh kamu tahu saja kalau aku tak suka makanan rumah sakit, rasanya hambar eneg " ucap dokter Satria


"tak repot kok " sahut Evan


"ini Yu,di makan dulu selagi hangat " ucap Evan menoleh pada Ayu yang wajah nya nampak murung


"iya,nanti saja aku belum lapar " sahut Ayu memaksakan tersenyum


"apa kamu sudah beritahu kan rencana mu pada orang tua mu ?" tanya dokter Satria


Ayu menatap ayah nya


"Alhamdulillah sudah dok,semalam aku sudah sampai kan , insyaallah jika kondisi ayah sudah benar-benar pulih,kami akan melakukan proses lamaran dulu "ujar Evan tersenyum ,namun Ayu merasa sakit di hati nya


Hati nya mencelos ketika mendengar Evan akan melamar,ia yang sudah tak tahan menahan perasaan nya pun segera beranjak.


"ayah ,aku ke luar sebentar ya " pamit nya


"mau kemana?" tanya dokter Satria


"mau ke mini market depan,ada sesuatu yang harus aku beli "jawab nya


"aku antar " ucap Evan


"tak usah ,tak apa-apa aku bisa sendiri kok " tolak Ayu cepat


"yakin ,kamu tidak apa-apa pergi sendiri?" tanya Evan yang benar-benar mengkhawatirkan Ayu


"iya ,lagipula aku malu kalau kamu ikut "ucap Ayu pelan


"kenapa malu?" tanya dokter Satria mengerut kan kening


"a..aku...aku mau beli keperluan bulanan " jawab Ayu malu


Evan dan dokter Satria mengerti dengan yang Ayu ucap kan pun hanya mengangguk.


Ayu pun akhirnya pergi sendiri,ia memang tengah datang bulan,namun ia berbohong jika ingin membeli pembalut,karena ia sudah membeli nya kemarin ketika dokter Satria tertidur,itu hanya ia jadikan alasan untuk bisa pergi dari kamar itu karena tak tahan merasakan sesak di hati nya mendengar kata-kata Evan yang ia kira akan melamar gadis lain.


Ayu pun menuju taman di rumah sakit. Ia duduk dengan tatapan kosong,hati nya benar-benar merasa sakit.


"harus nya dari awal aku sadar diri tak mungkin Evan akan memiliki perasaan yang sama pada ku "lirih nya dalam hati


"lalu setelah ini bagaimana, apa yang harus aku lakukan,tak pernah aku merasakan hal seperti ini,sekalipun aku merasakan nya kenapa malah sesakit ini akhirnya "


Air mata nya lolos begitu saja,ia tak kuasa menahan rasa sakit di hati nya,karena mencintai pria yang sebentar lagi akan menikahi gadis lain,ia merasa sangat bodoh saat ini.


"hiks...kenapa nasib cinta ku seburuk ini "

__ADS_1


Sementara itu


Nuari yang sudah rapih pun hendak pergi ke rumah sakit ,ia merasa tak enak karena sering tak masuk kerja,sampai saat ini ia belum mengetahuinya jika dokter Satria masuk rumah sakit.


"kamu yakin mau berangkat kerja sayang ?" tanya Yoga


"ehm...iya, gak enak banyak bolos nya " jawab nya


"tapi kamu sedang hamil loh ,nanti kalau kamu kecapekan gimana ,apalagi pasti di sana banyak virus atau kuman dari hewan yang kamu periksa yang tanpa kamu sadari akan menulari mu ?" tanya Yoga nampak cemas


"iya sih ,tapi ...."


"gini saja , bagaimana kalau kamu berhenti dulu bekerja ,ya...minimal sehabis melahirkan itu pun kalau bayi kita sudah bisa di tinggal " ucap Yoga memberi saran


"baiklah,akan aku urus surat pemberhentian kerja ku untuk sementara,dokter Satria pasti mengerti kondisi ku " sahut Nuari yang menurut saja apa kata Yoga,sebab ia yakin apa pun yang Yoga katakan itu untuk kebaikan nya juga janin dalam perut nya


" istri pintar ,ya sudah aku akan antar kamu ya,aku juga mau sekalian berangkat kerja,tak enak juga sama para pegawai lain nya,papa memang tak masalah aku hari ini bolos lagi,tapi mereka pasti akan bertanya-tanya kenapa aku sering bolos kerja "tutur Yoga


"baiklah ,tapi kamu beneran sudah baik-baik saja?" tanya Nuari memastikan


"iya ,kamu lihat sendiri kan aku terlihat segar banget ,meski wajah ku masih terlihat memar sih dikit " kekeh Yoga menyentuh pipi nya


"ya sudah kalau gitu yuk kita berangkat ,aku pastikan hari ini hari terakhir aku masuk kerja " ucap Nuari menggandeng lengan Yoga keluar dari kamar


Kedua nya pergi setelah sebelumnya berpamitan terlebih dahulu pada penghuni rumah yang lain. Mereka heran melihat wajah Yoga yang nampak memar.


"Yoga,itu wajah mu kenapa?" tanya Dewi


"ah,biasa nek,ada masalah sedikit kemarin " sahut nya


"masalah apa?" sambar Nuri ,ia yang kemarin merasa tak enak hati itu pun langsung peka


"syukurlah ,terus apa yang kalian lakukan saat ada begal kemarin?" tanya Rifki


"hm... sebenarnya....aku sempat terluka oleh salah satu begal itu,tapi papa mama tenang saja ,karena bantuan datang jadi aku tidak apa-apa,luka ku juga langsung hilang" ucap Nuari


"siapa yang bantu kalian?" tanya Dewi


"teman nya kak Gibran " sahut Nuari pelan


"teman Gibran ?" gumam Dewi


"Nagin yang nolong mah " seru Gibran yang baru memasuki ruang makan bersama Aranta


"Nagin ?"tanya Nuri


"iya "


"kok kamu tahu gak bilang mama sih "tanya Nuri heran


"maaf aku fikir mama sudah tahu " ucap Gibran


"ya sudah sekarang kan Ari dan Yoga tidak kenapa-kenapa,yuk kita sarapan " ajak Rifki kemudian


"kalian sudah rapih banget mau kemana?" tanya Nuri


"mau ke rumah sakit mah,mau sekalian ngurus surat pemberhentian ku selama hamil mah,akan sangat beresiko buat kehamilan ku jika tetap bekerja " jawab Nuari apa adanya


"betul itu,kita kan gak tahu kuman atau virus apa yang akan di tularkan hewan-hewan di sana " sambung Dewi


"oh iya ,tadi papa lihat mobil kamu ban nya kempes " ucap Rifki yang tadi habis menghangat kan mesin mobil nya ,ia tak sengaja melirik pada mobil milik nya yang digunakan Yoga, meskipun di sana sudah ada suoir keluarga yang siap menghangatkan mobil nya ,namun ia sudah terbiasa melakukan nya

__ADS_1


"oh iya ,aku lupa ban nya kan kempes "ucap Yoga lirih


"ya udah gak apa-apa,nanti papa telpon orang bengkel,kalian berangkat bareng papa saja ,kita kan searah " ucap Rifki


"tapi pah ,kantor aku kan lebih jauh,masa papa mau nganterin aku dulu?" ucap Yoga yang merasa tak enak


"tak apa,papa kebetulan tak ada jadwal pagi ini "


"ya sudah sih gak apa-apa, jarang-jarang kan papa nganterin kita " Nuari nampak terkikik


Akhirnya setelah sarapan mereka pun berangkat ke kantor,hanya tinggal Nuri dan Dewi saja di rumah.


"sekarang mama istirahat lagi saja,nanti aku akan siap kan obat nya ,mama harus rutin minum obat nya agar mama bisa sehat lagi seperti sebelum nya " ucap Nuri seraya mendorong kursi roda yang di duduki Dewi


Sebenarnya Dewi bisa berjalan ,hanya saja Nuari dan Rifki benar-benar memperhatikan kesehatan nya,mereka tak mau mama mereka kecapean walau hanya berjalan. Dewi pun hanya pasrah saja di perlakukan demikian oleh anak menantu nya,dia justru merasa bersyukur memiliki menantu yang begitu menyayangi nya layak nya seorang anak menyayangi ibu kandung nya,ia tak merasa menyesal telah memilih Nuri menjadi menantu nya.


"tapi mama bosan di kamar terus,mama mau berjemur saja di belakang " ucap Dewi


"ya sudah kita ke belakang ya,tapi setelah itu mama istirahat dan minum obat nya " ucap Nuri lalu membawa mama mertua nya itu ke halaman belakang


"bi....tolong ambilkan puding yang di dalam kulkas ya,yang warna hijau " ucap Nuri pada bibi art


"baik Bu " sahut art itu lalu membawa puding yang khusus dibuatkan Nuri untuk Dewi, puding tersebut rendah gula


Sementara itu mobil yang di kendarai Rifki sudah tiba di salah satu perusahaan anak cabang milik nya yang dimana Yoga bekerja saat ini.


Para staf yang saat itu baru datang dan hendak masuk ke dalam gedung pun melihat kedatangan mobil Rifki ,mereka mengenali mobil itu adalah mobil atasan mereka , mereka pun sontak menghentikan langkah mereka dan menatap pada pintu mobil yang perlahan terbuka.


Begitu pintu terbuka mereka semua menatap bingung karena ternyata yang keluar dari mobil itu bukan lah pemilik perusahaan melainkan Yoga, sementara Nuari sudah tak ada,karena sudah sampai turun terlebih dahulu.


"makasih ya pah,jadi ngerepotin" ucap Yoga sebelum turun


"iya tidak masalah ,sudah sana masuk " ucap Rifki seraya hendak menjalankan lagi mobil nya


"loh, itu bukan nya pak Yogaswara,kenapa bisa keluar dari mobil pak bos Rifki ?"


"iya kenapa mereka bisa berbarengan ?"


Mereka juga melihat jika Rifki berada di belakang kemudi ketika pintu terbuka.


"ada hubungan apa pak bos Rifki dengan pak Yogaswara ?"


"pagi semua nya " sapa Yoga yang hendak masuk namun terhalang oleh mereka


"eh...selamat pagi pak "salah satu dari mereka nampak kikuk dan memberi Yoga jalan


Yoga pun berjalan masuk setelah menyapa para staf nya


Sementara itu para staf itu pun semakin penasaran dengan hubungan Yoga dan Rifki,mereka nampak membicarakan dan menduga-duga hubungan kedua nya.


"mungkin tak sengaja bertemu di jalan kali,jadi berangkat bareng atau sengaja mengantar "


"ah ngaco kamu,kita kan tahu siapa pak bos Rifki,masa iya bos seperti pak bos Rifki dengan sengaja mengantar pak Yoga, ke perusahaan nya sendiri pula "


"apa jangan-jangan mereka masih ada kekerabatan ya "


"mungkin saja "


Beberapa saat kemudian mereka pun kembali ke ruangan masing-masing sebab mereka tak ingin mengambil resiko jika ketahuan membicarakan atasan mereka.


...***...

__ADS_1


__ADS_2