Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Jangan hubungi lagi


__ADS_3

Seperti yang di katakan sebelum nya,kini Yoga sudah datang menjemput tepat pukul empat sore. Namun ia datang tak seorang diri melainkan bersama seorang pria yang sudah mulai sepuh.


Tak lama kemudian Nuari bersama dokter yang lain nya keluar.


"loh kamu datang sama mang Ujang " ucap Nuari saat melihat pria yang sudah bekerja sangat lama pada keluarga nya


"non " mang Ujang nampak sedikit membungkuk pada Nuari ,hal yang paling tak di sukai oleh Nuari


"sudah kubilang mamang tak usah bersikap seperti itu,jangan anggap aku anak majikan mamang,tapi anggap aku anak mamang,gak bisa dibilangin nih mang Ujang " decak Nuari


"hehehe....maaf non " hanya itu kata-kata mang Ujang setiap kali Nuari protes akan sikap nya


"jadi maksud kamu ajak mang Ujang ke sini itu untuk bawain mobil aku terus aku pulang sama kamu" tebak Nuari beralih menatap Yoga


"tepat sekali ,ya sudah yuk kita pulang" ajak Yoga


"maaf ya mang Ujang jadi ngerepotin " ucap Nuari seraya memberikan kunci mobil nya


"iya non tak apa-apa"sahut mang Ujang


Sebenarnya mang Ujang sudah harus berhenti dari pekerjaan nya menjadi supir juga tukang kebun mengingat usia nya yang sudah tak lagi muda,hanya saja baik Rifki maupun yang lainnya merasa tak enak untuk membicarakannya pada mang Ujang,takut pria itu tersinggung.


Di usianya yang memasuki usia manula seharusnya mang Ujang sudah beristirahat dan menikmati masa tua bersama anak cucu nya,namun mang Ujang belum mau berhenti dari pekerjaan nya karena ia sudah merasa nyaman bekerja pada keluarga Rifki.


Setelah memberikan kunci mobil nya,Nuari pun segera masuk ke dalam mobil Yoga,perlahan kedua mobil tersebut bergerak meninggalkan area rumah sakit.


Di perjalanan kedua nya nampak diam,Nuari menjadi canggung dan malu mengingat perlakuan Yoga tadi siang yang sudah mengecup kedua pipi nya.


Tak dipungkiri ada rasa senang hingga ia selalu tersenyum-senyum ketika mengingat nya, begitupun dengan Yoga. Pria itu pun tersenyum mengingat nya meski ia merasa bersalah juga sebab sudah mencuri pipi sang gadis dengan di kecup nya,tapi semua terjadi begitu saja,asal jangan berbuat lebih dari itu ,menurut nya.


"mau langsung pulang atau mampir dulu ke mana gitu?" tanya Yoga memecah keheningan


"hm...langsung pulang saja deh,udah gerah banget ini " jawab Nuari


"baiklah "


Yoga pun melajukan mobil baru nya ke jalan yang mengarah ke rumah Nuari.


Hingga beberapa saat kemudian mereka pun sampai.


"assalamualaikum....." ucap Nuari saat memasuki rumah


"waalaikum salam ....."sahut Nuri yang kebetulan ada di ruang tengah


"aku ke kamar dulu ya " ujar Nuari melirik pada Yoga yang langsung duduk di ruang tengah


"sebentar Tante ambil kan minum " ucap Nuri


"tak usah Tante ,tak usah repot-repot,kaya sama siapa saja,nanti kalau haus aku ambil sendiri kok " ucap Yoga tak ingin merepotkan


"gak apa-apa ,gak repot kok ,sebentar " meski begitu Nuri tetap melakukan niat nya mengambil minum untuk calon menantu nya


Tak berselang lama Rifki beserta Gibran dan Aranta pun tiba. Nuri yang baru keluar dari dapur sambil membawa nampan pun cepat-cepat menuju ruang tengah dan meletakan gelas itu di meja.


"sepertinya mereka sudah pulang,Tante ke depan ya " ucap Nuri lalu beranjak menuju luar


"assalamualaikum....." ucap Rifki di ikuti Gibran dan Aranta


"waalaikum salam....." Nuri segera meraih punggung tangan Rifki dan mencium nya ,begitu pun dengan Rifki yang segera mencium kening Nuri


"itu mobil siapa sayang ?" tanya Rifki menujuk mobil berjenis Toyota berwarna merah maroon yang terparkir di luar


"oh itu mobil nya Yoga mas, seperti nya baru beli " sahut Nuri seraya mengambil alih tas kerja milik suami nya

__ADS_1


"banyak uang juga ternyata tuh anak " gumam Gibran yang langsung mendapat sikutan dari Aranta


"hehehe....maaf sayang becanda " lirih Gibran


"ya sudah ayo kita masuk " ajak Nuri


Di kamar nya Nuari baru keluar dari kamar mandi,nampak nya ia baru selesai mandi.


Dengan cepat ia mengenakan pakaian nya,dan dengan secepat kilat juga gadis itu mengeringkan rambut nya menggunakan hairdryer.


Dengan memoles sedikit krim di wajah nya,Nuari lalu menambahkan lipbalm di bibir tipis nya.


Setelah itu ia pun keluar menuju dimana Yoga berada.


"maaf ya menunggu lama " ucap Nuari merasa tak enak ,ia pun duduk di kursi satu nya bersebrangan dengan kursi yang di duduki Yoga


Yoga yang tengah meminkan ponsel nya pun lantas mendongak


"iya tak apa kok "


"Yoga..." panggil Nuari


"iya ,apa ?"


"kapan kita jemput Tante Nur,aku sudah kangen banget sama Tante Nur ?" tanya Nuari tiba-tiba


"kamu mau nya kapan ?" Yoga malah bertanya balik


"kok malah nanya balik sih " Nuari nampak mengerucut


"hehehe....kamu ada waktu luang nya kapan ,aku tak mau mengganggu waktu mu,apalagi profesi mu sebagai dokter pasti akan sangat sibuk " ucap Yoga


"itu sih bisa diatur,pokok nya aku pengen cepet-cepet bertemu Tante Nur" tutur Nuari


"hm...baiklah "


Mereka pun berbincang sambil sesekali tertawa,ada saja yang mereka bahas hingga suara deheman terdengar mengganggu kedua nya.


"ekhem...."


"kalian ngobrolin apa sih kaya nya seru banget nenek boleh ikutan ?" tanya Dewi


"tentu , sini nek ,aku dan Yoga sedang merencanakan keberangkatan ke Pontianak,kita mau jemput Tante Nur" seru Nuari bersemangat


"iya kah ,kapan kalian berangkat?"


"Minggu depan " jawab Nuari


"Minggu depan ya ,baiklah kalian berhati-hati lah di jalan,kamu tolong jaga Ari ya selama di sana " ucap Dewi menatap Yoga


"iya nek ,tentu saja ,aku akan menjaga nya " sahut Yoga


**


Waktu terus berjalan ,tak terasa siang sudah berganti malam.


Yoga pun sudah pulang beberapa saat yang lalu,kini Nuari tengah mematut dirinya di depan cermin.


Dengan mengulas senyum gadis itu bergumam


"akhirnya... penantian ku selama ini tak sia-sia, aku sangat bahagia,terima kasih Ya Allah...."


"aku benar-benar mencintai mu Yoga,akhh.... tak sabar menunggu hari itu tiba " Nuari pun beranjak dengan wajah berbinar ia pun menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur

__ADS_1


"akkkhhh.....aku mencintai mu ,aku mencintai mu " pekik nya tertahan sambil mengguling-guling kan tubuh nya ke kiri dan ke kanan


Apa yang gadis itu lakukan rupanya di lihat oleh mama nya,pintu nya yang tak tertutup rapat membuat Nuri bisa melihat nya.


Seutas senyum terlihat menghiasi wajah perempuan paruh baya itu yang masih sangat terlihat cantik di usia nya.


Ia merasa bahagia melihat putri kesayangan nya tak lagi bersedih selama tujuh tahun terakhir.


"syukurlah sekarang kamu sudah bisa tersenyum kembali nak ,tetap lah bahagia " lirih Nuri lalu menutup perlahan pintu itu


Ia tak mau mengganggu kegiatan putri nya,karena itu merupakan hal paling langka bagi nya,dimana sang putri hanya bisa termenung dan bersedih.


Di tempat lain


Yoga yang selesai mandi pun segera meraih ponsel nya dan memeriksa pesan masuk.Karena dari tadi ponsel nya tak berhenti berbunyi saat ia berada di kamar mandi.


Ada beberapa pesan yang masuk dari dua nomor berbeda. Salah satu nya dari Nuari.Pria itu membuka pesan dari Nuari terlebih dahulu.


Lalu ia pun membalas pesan dari kekasih nya ,terlihat bibir nya terus melengkung kan senyum ,di sertai jantung nya yang terus berdentum-dentum. Setelah puas berbalas pesan dengan kekasih nya ,pria itu membuka pesan lain nya.


Ia mengerut kan kening saat ada nomor baru yang mengirimi nya pesan tiba-tiba saja menghubungi nya sebelum ia membuka pesan tersebut.


Dengan ragu ia pun mengangkat panggilan nya.


"ya hallo ...."


"Yoga...." suara seorang perempuan yang tak asing bagi nya ,ia pun menjauhkan ponsel dari telinga nya seraya melihat nomor ponsel di layar


"bahkan sudah ku blokir pun nomor nya dia masih saja menghubungi ku pakai nomor lain " batin nya


"ya ada apa ,kenapa kamu menghubungi ku ?" tanya Yoga


"apa benar kamu sekarang berada di Jakarta ?" tanya perempuan itu dari sebrang


"ehm..." jawab Yoga dingin


"Yoga,aku bisa jelaskan ,tolong dengarkan penjelasan ku dulu,aku dan bang Jupri tak ada hubungan apa pun, aku memang ...."


"sudah lah Renita , tidak perlu banyak beralasan,kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi,kamu sendiri yang membuat pernikahan kita gagal,oh iya satu hal lagi ,tolong kamu tak usah lagi menghubungi ku karena sekarang aku sudah menemukan gadis yang benar-benar aku cintai ,dan sebentar lagi kita akan menikah ,jadi jangan ganggu aku lagi,kamu berbahagia lah bersama Jupri" Yoga pun mematikan sepihak panggilan telpon itu


Ia menghembuskan nafas kasar ,sebab sudah dari kemarin Renita terus menghubunginya,namun sekali pun pria itu tak pernah menanggapi nya,hingga kemudian nomor Renita ia blokir.


Sedangkan di tempat lain ,Renita nampak gusar karena panggilan nya di putus begitu saja.


"ih...ngeselin ... kenapa di matikan,padahal aku yakin ucapan nya itu tak serius,dia pasti hanya membual saja,dia tidak mungkin akan menikah,dia pasti hanya sengaja ingin memanas-manasi ku saja " geram nya


"kamu kenapa sih dari kemarin marah-marah terus,kasihan bayi kita ,di dalam pasti strees karena ibu nya marah-marah gak jelas " tanya Jupri dengan santainya berjalan ke arah Renita dengan membawa secangkir kopi hitam yang masih mengepulkan asap


"diam kamu , gara-gara kamu rencana yang sudah aku susun jadi sia-sia" sentak Renita


"maaf sayang ,ini semua di luar dugaan ku,aku gak pernah nyangka jika benih ku nyangkut di rahim mu,padahal aku selalu berhati-hati kok " ucap nya memasang wajah menyesal


"hati-hati apanya,aku masih ingat betul Abang pernah gak memakai pengaman waktu itu, Abang malah seenak nya buang sp*rm* di dalam" sungut Renita


"iya ,sekali lagi Abang minta maaf,Abang lupa,habis nya Abang sudah tak tahan apalagi tubuh mu selalu berhasil membuat pertahanan Abang rontok, tapi kamu juga menikmati nya bukan,bahkan kamu juga mengatakan jika lebih enak tanpa pengaman " ucap Jupri sembari mengerling kan mata nya


"iya tapi gak di buang di dalam juga kan bang ,gimana sih " Renita berdecak kesal lalu pergi ke kamar nya


"wah kode ini " Jupri menyeringai lalu mengikuti langkah perempuan yang kini sudah menjadi istri nya tersebut ke kamar


Tak beberapa lama terdengar suara-suara lirih yang membuat bulu roma berdiri disertai suara decitan ranjang yang beradu dengan dinding.


...***...

__ADS_1


__ADS_2