
"Siapa yang di PHP?"
Deg'
Seketika Lia terdiam dan menoleh pada asal suara yang ia kenal.
"Eh,pak Riki. I..itu...kasihan Chika yang kena PHP ,maaf permisi ya pak ,mau nyusul Chika " Lia hendak beranjak untuk menghindari guru nya
"Tunggu dulu,aku mau tanya sama kamu ,kenapa nomor kamu gak bisa dihubungi,kamu blokir?" Tanya nya
"Eng...enggak kok ,aku gak blokir " Jawab Lia
"Atau kamu ganti nomor ponsel?" Tanya Riki lagi
"Tidak pak, nomor aku masih di nomor yang sama,kalau gitu saya permisi " Ucap Lia lalu berlari menyusul Chika ke toilet
"Sudah jelas-jelas nomor Aku diblokir,ngelak" gerutu Riki
"Tapi kenapa harus diblokir,sikap nya juga jadi berubah gitu ,biasa nya dia selalu ingin terlihat menonjol dari yang lain ,tapi kali ini aku merasa dia seolah ingin bersembunyi dan menghindar dari ku " ucap Riki pelan
Rupanya ia belum menyadari apa yang membuat Lia berubah sikap terhadap nya.Sementara itu kini Lia sudah sampai di depan pintu toilet,ia dapat mendengar suara isakan dari dalam ,ia pun bisa langsung mengenali suara tersebut.
"Ya ampun Chika ,kasihan sekali kamu. Dasar Raffa , bisa-bisa nya dia seperti itu. Seperti itu yang dimaksud Lia adalah sikap Raffa yang terkesan plin plan.
"Chika ,kamu tidak apa-apa?" Tanya Lia,perlahan ia menghampiri nya
"Ternyata selama ini aku salah mengartikan kedekatan kita " Lirih nya
"Kamu yang sabar ya,aku tahu berada di posisi kamu memang tidak enak,karena aku juga ngerasain hal yang sama " Ucap Lia yang malah jadi curhat
"Maksud kamu ?" Tanya Chika. Ia mengusap air mata nya.
"Kita sama-sama kena PHP. Tapi kamu gak boleh lemah Chika ,jangan tunjukkan kelemahan kamu di depan nya, seolah-olah hanya dia cowok yang minat dihati mu. Cowok seperti itu tidak usah ditangisi bikin rugi" Ucap Lia menggebu
"Kenapa rugi?" Tanya Chika lagi
"Ya rugi lah,kita sudah buang-buang waktu dan fikiran kita hanya untuk memikirkan mereka ,tapi nyatanya kita sama sekali tidak pernah ada di hati nya , bener-bener rugi kan,lebih baik isi hati dan fikiran kita dengan hal-hal yang positif.Cowok tuh banyak buat apa nangisi satu cowok yang tidak bersyukur "Tutur Lia lagi
"Tapi aku sudah menyukai Raffa sudah dari dulu,gak mudah buat aku melupakan nya begitu saja " Lirih Chika
"Pasti bisa kok "Ucap Lia yakin
"Nih ,ya.Aku banyak foto cogan ,kali aja bisa bikin hati kamu belok ,kalau minat ada nomor yang bisa dihubungi di setiap foto nya" Lia memberikan ponsel nya
"Kamu niat banget seperti nya " Cetus Chika
"iya lah,aku kan berhak bahagia, daripada ngarep sama cowok gak jelas yang ada makan ati mulu "tutur Lia
"sesimpel itu fikiran mu " lirih Chika menatap Lia yang nampak meringis senyum
"Kamu nyuruh aku buat lupain Raffa bukan karena kamu tak ingin aku bersama Raffa kan ?" Tanya Chika
"Ya enggak lah,justru karena aku gak mau kamu semakin tersakiti" Sahut Lia lirih
__ADS_1
"Apa kamu mengenal gadis yang disukai Raffa ?" Tanya Chika
"Kenal ,sangat kenal malah " Jawab Lia
"Ouh,....apa dia gadis yang baik ?"
"Ya "
"Terus kamu sendiri siapa yang udah PHP in kamu ? Setahu aku kamu tidak pernah dekat dengan cowok manapun " Tanya Chika
"Ada deh " Lia meringis
Sementara itu di kantin.
"Hem....kalau sudah begini jadi ribet kan urusan nya " Gumam Atha
"apa ?" tanya Raffa
"Gak ! Bukan apa-apa" sahut Atha memilih untuk tidak membahas nya,percuma saja Raffa tidak akan mengerti ,fikir nya.
Beberapa saat kemudian mereka pun diarahkan untuk segera bersiap-siap untuk kembali ke sekolah. Lia dan Chika pun segera menuju parkiran setelah Atha menelpon nya.
"Mah,aku ke sekolah lagi ya , assalamualaikum "Raffa menyalimi mama nya ,begitu juga yang dilakukan Atha dan Lia ,tak lupa Chika juga melakukan hal yang sama
"Jadi mama nya Raffa itu dokter hewan,aku kira dokter yang biasa menangani pasien manusia" Gumam semua teman-teman nya yang memperhatikan ke arah Raffa
"Tapi muka mama nya Raffa mirip banget sama perempuan yang dijuluki Tarzan cantik dokter idaman hati ,yang video nya sering nongol di beranda media sosial "
"Iya ,apa jangan-jangan itu tuh mama nya Raffa "
Raffa dan yang lain pun berjalan menaiki bus sekolah dimana semua teman-teman nya sudah menunggu.
"Sudah kan semua nya ?" Tanya Riki
"Sudah pak " sahut mereka
"baiklah kalau gitu kita jalan sekarang pak " Ucap Riki pada supir bus
"Kita udah kaya anak TK yang melakukan karya wisata ya " celetuk Raffa
"Iya bener ,padahal kan jarak dari sekolah ke rumah sakit om Evan gak jauh-jauh amat ,naik gojek juga nyampe " Timpal Lia yang duduk di belakang Raffa dan Atha ,sementara ia duduk bersama Chika
"Tapi masa iya kita yang satu kelas mau konvoi ke rumah sakit sih ,nanti yang ada malah yang macet dibikin macet lagi " Sambung Atha
"Iya juga ya" Ucap Lia pelan
Dari arah depan nampak Riki diam-diam sedang memperhatikan nya. Atha yang melihat guru nya terus melihat ke arah belakang pun ikut menengok arah pandang guru nya tersebut.
"Pak Riki liatin apa sih ,masa iya liatin Lia " gumam nya ,sementara Lia yang diperhatikan bersikap cuek ,seolah ia tak tahu jika sedang diperhatikan.
"Eh,Lia. Itu pak Riki seperti nya liatin kamu deh " bisik Chika
"Masa sih" Ucap Lia seraya terus memperhatikan layar ponsel nya
__ADS_1
"Iya ,tuh kamu lihat saja,sampai gak berkedip gitu liatin nya " Ujar Chika lagi
"Ya udah lah ,biarin saja. Mungkin lagi liatin apa gitu,gak mungkin kan dia liatin aku,gimana sih " Ucap Lia tanpa menoleh
Chika menghela nafas,dan kembali melirik ke arah guru nya itu.Melihat Lia yang seakan tak ingin melihat nya ,membuat Riki kesal dan ia pun kembali melihat ke depan.
***
Beberapa Minggu kemudian,acara tahlilan empat puluh hari kepergian Dewi tiba. Semua penghuni rumah sudah bersiap untuk mengadakan pengajian.Vania dan Lia kini tengah membantu menyiapkan hidangan untuk para tamu.
"Hm,enak nih minta satu ya " Ucap Raffa seraya mengambil kue yang sudah di sajikan
Plak'
"Ih,gak sopan banget sih ,ini kan buat tamu ! Kamu mah culametan deh " Lia menepis tangan Raffa hingga kue yang sudah ia pegang pun jatuh kembali ke piring
"Cuman satu kok ,pelit amat " Raffa mendengus sebal
"Kalau kakak mau ,nanti aku ambilkan,di dapur masih ada kok,kebetulan kue itu aku yang bawa " Ucap Vania
"Oh,boleh deh " Sahut Raffa
"Kalau begitu sebentar ya ,aku ambilkan dulu " Vania pun beranjak untuk mengambil kue yang diinginkan Raffa
Sementara Vania pergi ke dapur,Chika baru saja datang.
"Assalamualaikum" ucap nya
"Waalaikumsalam salam. Eh, Chika silahkan masuk nak " Sambut Nuri yang berdiri di dekat pintu
"Iya nek,makasih "
"Sendirian saja ?" Tanya Nuari yang menghampiri nya begitu ia melihat Chika datang
"Iya Tante ,papa cuman titip salam dan doa,papa juga minta maaf tidak bisa hadir" ujar Chika seraya melirik pada Raffa yang tengah mengobrol bersama Lia
"Iya sayang ,tidak apa-apa,Tante mengerti kok ,papa kamu pasti sibuk banget " ucap Nuari
"Ayo sini duduk " Ajak Nuri. Mereka pun berjalan berdampingan
"Hai Chika " sapa Lia ,Chika pun tersenyum dengan tatapan mengarah pada Raffa ,saat itu Vania pun kembali dengan membawa kue yang Raffa minta tadi
"Ini kak "
"Wah,banyak amat neng,makasih loh " Ucap Raffa menerima kue yang sudah di susun cantik diatas piring
"Iya kak, sama-sama" Sahut Vania
"Oh iya Vania ,ini Chika yang sering aku ceritakan " Ucap Raffa pada Vania
"Jadi namanya Vania " batin Chika
bersambung....
__ADS_1