Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 82


__ADS_3

"Astaghfirullah..." Yuli terperanjat


"Kenapa Yul,kok kaget gitu?" Tanya Riki bingung


"I...itu mas,di sana " Tunjuk Yuli ke arah yang dilihat nya


"Mana ? Gak ada apa-apa juga " sosok itu sudah tak pergi ketika Riki menoleh


"Tapi,tadi ada kok " ucap Yuli


"Ada apa ,aku gak lihat apa-apa juga,emang nya apa yang kamu lihat?" Tanya Riki lagi


"Tadi saya lihat ibu berdiri di sana mas,wajah nya serem banget, ibu natap aku tajem banget , seperti orang marah " Sahut Yuli yang sudah berkeringat dingin


"Ah ,jangan ngaco kamu ! Salah lihat kali,mama kan di kamar nya" Riki nampak tak percaya dengan yang dikatakan art nya itu


"Tapi...."


"Sudah ya,aku masih ada kerjaan ,nanti aku balik lagi ,kalau ada apa-apa telpon saja " Riki pun pergi meninggalkan Yuli yang nampak ketakutan


"Aduh,mas Riki ini gimana sih,kenapa gak percaya.Terus sekarang aku harus bagaimana" Lirih nya kalut


"Padahal kalau siang aku bisa bernafas lega,karena kan biasanya kejadian nya malam hari,lah ini masih siang begini udah horor saja,jadi gak betah deh " lirih Yuli sambil terus memperhatikan sekitar nya


Wanita itu merasa bingung harus bagaimana,mau masuk dia takut ,diam saja di luar takut majikan nya memanggil nya ,apalagi masih ada pekerjaan yang harus ia kerjakan di dalam rumah, membuat nya dilema.


Sementara itu Lia dan Atha kini sudah sampai di rumah ,keduanya segera masuk ke kamar masing-masing.


"Ada-ada saja ,lagian ngapain sih mereka iseng banget mau nyulik aku ,emang nya aku anak kecil apa ,pake diculik segala" Gumam Lia sambil membuka seragam sekolah nya


"Emangnya cuman anak kecil saja yang bisa diculik,orang kalau udah niat jangan kan anak kecil, nenek-nenek saja kalau ada maksud dan tujuan nya pasti diculik juga" Celetuk Bang Popo


"ASTAGA SETAN BURIK " pekik Lia terkejut. Saking terkejutnya gadis itu sampai hampir terjengkang kalau saja ia tak berpegangan pada pintu lemari yang terbuka


"Hm....pantesan para Kunti suka kabur aku deketin,ternyata aku burik " ucap Bang Popo lirih


Mendengar ucapan pocong itu ,sontak Lia yang tadinya terkejut jadi tertawa terpingkal-pingkal.


"Hahaha.....aduh,bang Popo maaf ,aku tadi kaget bukan mau meledek bang Popo " Ucap nya setelah puas tertawa


Di tempat lain,Raffa sudah berganti pakaian. Ia terlihat berjalan keluar rumah. Di rumah nya nampak sepi ,karena Yoga dan Nuari yang masih berada di tempat kerja nya.


Raffa melajukan pelan motor nya keluar pintu gerbang meninggalkan kediaman nya.


Sambil bersiul ia melajukan kendaraannya menuju kediaman Vania yang sore ini akan mengadakan acara pengajian syukuran ulang tahun nya.


Di lain tempat ada Chika pun sedang bersiap-siap untuk berangkat ,sebelum nya ia sudah membeli sebuah kado sepulang sekolah.


"Kenapa acara ulang tahun nya malah ngadain pengajian ,bukan nya pesta seperti yang lain"gumam nya sambil memoles pewarna bibir dengan warna pink membuat tampilan nya terlihat fresh.


"Sudah mau berangkat ?" Tanya Arjun ketika melihat putri nya menuruni tangga dengan membawa sebuah kado


"Iya pah,"Sahut nya


"Kamu berangkat sama supir ?" Tanya Arjun lagi


"Iya, pah.Kenapa ?" Tanya Chika menghampiri Arjun yang baru saja pulang. Tadi Chika sudah menelpon Arjun sebelum bersiap,kebetulan Arjun juga hendak pulang

__ADS_1


"Tidak apa-apa,cuman tanya saja.Ya sudah kamu hati-hati di jalan ya " Ucap Arjun seraya mengusap kepala putrinya itu


"Iya,pah.Kalau begitu aku berangkat dulu, assalamualaikum " Chika mencium punggung tangan Arjun


"Waalaikumsalam " jawab Arjun ,ia menatap kepergian putrinya dengan nanar


"Bismillah....."Lirih Chika ketika mobil yang ia tumpangi sudah berjalan di jalan raya ,ia sudah menyiapkan hati untuk tidak merasa sakit ketika melihat Raffa bersama Vania di acara nanti


Sesampai nya di rumah Vania , Chika menatap rumah besar itu sebelum turun dari mobil.


"Rumah nya besar juga,mewah lagi,beda dari rumah ku " Tiba-tiba ia merasa jadi berkecil hati saat melihat rumah tersebut ,ia jadi membandingkan nya dengan rumah nya


"Pantas saja Raffa lebih tertarik pada nya " Lirih nya lagi


"Huuuuuffftt.....mikir apa sih aku ,ayolah Chika buka mata mu lebar-lebar cowok tuh banyak bukan hanya Raffa " Lirih nya dengan memukul pelan kepala nya ,ia kembali teringat kata-kata Lia tempo hari


Chika pun segera keluar dari mobil. Di luar nampak beberapa orang berlalu lalang ,ada juga yang baru datang dari penampilan nya sudah dapat dipastikan jika ia seorang ustadz.


"Assalamualaikum" Ucap ustadz itu menyapa Chika


"Waalaikumsalam salam ," jawab Chika menunduk,bukan karena ia ingin menjaga pandangan ,hanya saja ia bersikap seperti itu karena ingin menghormati ustadz tersebut namun berbeda dengan ustadz itu. Ustadz itu malah beranggapan jika Chika memang sedang menjaga pandangan nya ,hingga ustadz itu pun tersenyum. Ustadz tersebut masih sangat muda,baru satu tahun yang lalu ia lulus dari pesantren.


"Maaf, ustadz saya duluan " Ucap Chika melihat sekilas pada ustadz itu


"Oh,iya silahkan"


"Masya Allah,...baru kali ini aku melihat gadis yang tak bisa menatap ku lama" Batin nya tersenyum


Sebagai seorang ustadz muda dengan wajah tampan, banyak kaum hawa berlomba mencari perhatian nya,namun tak satupun gadis yang menarik minat hati nya. Berbeda dengan Chika. Kesan pertama melihat nya ia sudah bisa menilai bagaimana sikap dan kepribadian seorang Chika.


Di dalam nampak Vania dan Lia sudah duduk di antara anak-anak yatim yang berasal dari panti asuhan milik Nuri. Seketika Lia menoleh pada Chika yang baru masuk. Gadis itu pun melambaikan tangan meminta Chika menghampiri nya.


Vania yang kala itu sedang bercanda dengan anak-anak, tiba-tiba mendengus sebal melihat kedatangan Chika. Sikap nya sudah seperti anak yang takut mainan nya diambil orang.


"Aku kita gak bakal datang,ternyata benar kalau kak Raffa yang undang dia pasti datang,jadi nyesel minta kak Raffa undang kak Chika " Bisik Vania membatin


"Kamu tenang saja ,kalau sudah jodoh gak akan kemana kok" Bisik Lia yang seolah tahu isi hati Vania


"Apa sih kak " elak Vania


"Hai, akhirnya kamu datang juga ,sini kenalin ini anak-anak panti asuhan nya nenek ,mereka sudah seperti saudara.Anak-anak kenalin ini namanya kak Chika teman nya kakak" ucap Lia memperkenalkan


"Hai kak Chika ...." ucap anak-anak


"Hai juga " balas Chika sambil tersenyum melambaikan tangan nya


"Oh iya Vania ,ini aku ada kado buat kamu ,tapi maaf ya kalau isinya kurang bagus ,dadakan soal nya " ucap Chika seraya memberikan kado


"Loh kak ,kok repot-repot segala ,padahal gak apa-apa,ini kan acaranya cuman pengajian saja " Ucap Vania enggan menerima nya


"Gak apa-apa,aku ikhlas kok ngasih nya " Ucap Chika seraya meletakan kado tersebut di pangkuan Vania


"Ya sudah deh,makasih ya kak " ucap Vania yang tidak dapat menolak


Di sudut lain nampak sepasang mata memperhatikan ke arah Chika.


"Hai brother,baru sampai nih,naik apa ?" Sapa Raffa pada ustadz

__ADS_1


"Hai juga bro,biasa lah naik odong-odong " canda ustadz itu seraya bersamalaman ala mereka


"Hebat juga ya naik odong-odong dari Jogja bisa sampai Jakarta" Ujar Raffa


"Wuih....ini nih yang ditunggu dari tadi ,makasih ya tahu saja kalau aku lagi haus " ucap ustadz itu sambil menyambar minuman yang dibawa Atha


"Kebiasaan ,siapa juga yang bawa minuman untuk kamu " Atha nampak mencebik


"Hehehe....,"ustadz itu nampak meringis senyum lalu meminum minuman nya sampai tandas


"Lah,beneran haus nih ustadz" gumam Raffa


"Loh,Aman ...kamu sudah datang toh,ayo sini salim dulu " Ujar Nuri menyambut kedatangan keponakan nya


Aman adalah putra pertama dari Febry, adik Nuri.Usia Aman terpaut lima tahun diatas Raffa dan Atha.Aman sendiri saat ini berdomisili di Jogja karena ia mengajar di salah satu pesantren di sana.Febry dan istri nya kini menetap di Korea. Karena salah satu bisnis istri nya yang berada di Korea kini ia yang ambil alih. Febry yang dulu bekerja sebagai security akhirnya menikahi bos nya yang ia anggap bawel dan selalu merepotkan nya. Ok kita tinggal kan cerita singkat Febry.


"Assalamualaikum wa," Aman menyalimi uwa nya


"Gimana orang tua kamu ,sehat ?"Tanya Nuri


"Alhamdulillah wa,mereka sehat.Mami papi titip salam buat uwa " Ucap Aman


"Mereka kapan pulang betah banget di negeri orang ?" Tanya Nuri lagi


"Gak tahu wa,bisnis mami lagi gonjang-ganjing di sana ,jadi papi yang kelimpungan saat ini" Jawab Aman dengan gaya selengean nya


"Kamu tuh ,udah jadi ustadz juga masih aja selengean "Nuri nampak gemas pada keponakannya


"Dia mah kan ustadz metal nek " cetus Raffa


"Teteh Ari sama A Gibran mana wa ? kok gak keliatan?" Tanya Aman mengabaikan Raffa


"Teh Ari di belakang lagi nyiapin makanan,kalau A Gibran masih dijalan tadi jemput istri nya dulu , sebentar lagi datang kok ,ya udah ayo uwa kenalkan sama yang punya rumah,yang punya acara juga " Ajak Nuri


Hubungan keluarga Evan dan Nuri memang sudah seperti keluarga,jadi Evan pun mempercayakan acara pengajian ini pada Nuri.Sementara saat ini Evan sedang berada bersama Satria,ayah Evan dan Yoga di samping rumah.


Sementara Nuari bersama Ayu dan ibu mertua nya di dapur.


"Ini segini cukup gak sih ?" Tanya Nuari


"Seperti nya cukup deh ,iya kan Bu ?" Tanya Ayu


"Iya, cukup tuh.Yuk kita bawa ke luar sebentar lagi acara nya mulai kan "ucap ibu Evan.


"Tapi kan sebentar lagi mau sholat berjamaah dulu" Ucap Ayu


"Eh,iya juga ya. Ya sudah makanan nya di sini saja dulu,nanti kalau mau mulai acara pengajian nya baru kita bawa ke sana " Ucap ibu Evan lagi


"Oh iya wa,aku mau tanya dong " Ucap Aman pada Nuri sebelum mereka sampai ke halaman samping rumah


"Apa ,tanya saja "


"Itu tuh,gadis yang pakai gamis merah muda ,siapa ya ?" Tanya nya tanpa basa-basi


Nuri melihat arah telunjuk keponakan nya. "Oh, itu.Namanya Chika teman nya Raffa,Atha ,dan Lia. Kenapa? Kamu naksir ?" Tanya Nuri menggoda keponakan nya


"Hehehe....kalau aku ajakin ta'aruf,apa dia mau gak ya "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2